Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Peran Guru Pjok Dalam Pembentukan Pendidikan Karakter Siswa Di MI ITB Dukupuntang Kabupaten Cirebon Baihaqi, Imam; Kurniawan, Fajar; Wahyuni, Dewi
Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science Vol. 3 No. 2 (2023): September: Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science
Publisher : Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/ijpess.v3i2.1946

Abstract

Pendahuluan. Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam membentuk kepribadian peserta didik yang berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab. Dalam konteks sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah, Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) memiliki peran strategis karena pembelajaran jasmani tidak hanya menekankan aspek kebugaran fisik, tetapi juga internalisasi nilai sportivitas, kerja sama, kejujuran, dan kedisiplinan melalui aktivitas praktik. Oleh karena itu, peran Guru PJOK menjadi krusial dalam proses pembentukan karakter siswa. Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan peran Guru PJOK dalam pembentukan pendidikan karakter siswa di MI ITB Dukupuntang Kabupaten Cirebon. Bahan dan Metode. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas Guru PJOK, kepala madrasah, dan siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi proses pembelajaran, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru PJOK berperan aktif dalam pembentukan karakter siswa melalui integrasi nilai karakter dalam perencanaan pembelajaran, keteladanan sikap selama kegiatan olahraga, pembiasaan disiplin dan kepatuhan terhadap aturan permainan, penguatan kerja sama tim, serta pemberian penguatan berupa reward dan punishment edukatif. Faktor pendukung meliputi budaya sekolah religius dan dukungan kelembagaan, sedangkan kendala utama adalah keterbatasan sarana prasarana serta variasi latar belakang karakter siswa. Kesimpulan. Guru PJOK memiliki peran signifikan dalam pembentukan pendidikan karakter siswa melalui strategi pembelajaran berbasis aktivitas jasmani yang terintegrasi nilai-nilai karakter. Optimalisasi peran tersebut memerlukan dukungan lingkungan sekolah, kurikulum, dan fasilitas yang memadai.
IMPLEMENTATION OF THE INTERNET OF THINGS IN CREATING SMART CLASSROOMS Ginting, Subhan Hafiz Nanda; Wahyuni, Dewi; Sridewi, Nurmala; Wayahdi, M. Rhifky; Darma, Surya
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5806

Abstract

Abstract: The development of digital technology has driven the transformation of educational services through the implementation of data-based learning systems and smart devices. One of the emerging approaches is the use of the Internet of Things (IoT) in building smart classrooms, which are classrooms capable of integrating physical devices, sensors, and information systems to improve learning efficiency and learning environment management. This study aims to analyze the implementation of IoT in the formation of smart classrooms, covering aspects of system design, device integration, and evaluation of its effectiveness in supporting the teaching and learning process. The research method used is a quantitative and experimental approach, by designing an IoT-based smart classroom prototype that integrates temperature, humidity, light intensity, and presence detection sensors, as well as device control such as lights, air conditioning, and projectors through an automatic system and remote control. Data was collected through device performance measurements, network stability tests, and questionnaires distributed to users (teachers and students) to assess the system's ease of use and usefulness. The results showed that the implementation of IoT in classrooms can improve the efficiency of facility management through device automation, facilitate real-time monitoring of classroom conditions, and provide a more comfortable and responsive learning environment. In addition, the developed system demonstrated stable data communication performance with low latency within acceptable operational limits. These findings indicate that the application of IoT in smart classrooms has the potential to contribute significantly to improving the quality of learning and classroom management, particularly in supporting a technology-based education ecosystem. This study recommends further development in the areas of data security, device interoperability, and integration with Learning Management Systems (LMS) to strengthen the sustainable implementation of smart classrooms. Keywords: Internet of Things, Smart Classroom, Classroom Automation, Sensors, Technology Based Education. Abstrak: Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi layanan pendidikan melalui penerapan sistem pembelajaran berbasis data dan perangkat cerdas. Salah satu pendekatan yang berkembang adalah pemanfaatan Internet of Things (IoT) dalam membangun smart classroom, yaitu ruang kelas yang mampu mengintegrasikan perangkat fisik, sensor, serta sistem informasi untuk meningkatkan efisiensi pembelajaran dan pengelolaan lingkungan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi IoT dalam pembentukan smart classroom, mencakup aspek desain sistem, integrasi perangkat, serta evaluasi efektivitasnya dalam mendukung proses belajar mengajar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan eksperimental, dengan merancang prototipe smart classroom berbasis IoT yang mengintegrasikan sensor suhu, kelembapan, intensitas cahaya, deteksi kehadiran, serta pengendalian perangkat seperti lampu, pendingin ruangan, dan proyektor melalui sistem otomatis maupun kendali jarak jauh. Data dikumpulkan melalui pengukuran kinerja perangkat, uji stabilitas jaringan, serta penyebaran kuesioner kepada pengguna (guru dan siswa) untuk menilai tingkat kemudahan penggunaan dan kebermanfaatan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi IoT pada ruang kelas mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan fasilitas melalui otomasi perangkat, mempermudah monitoring kondisi kelas secara real-time, serta memberikan dukungan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan responsif. Selain itu, sistem yang dikembangkan menunjukkan performa komunikasi data yang stabil dengan tingkat keterlambatan (latency) yang rendah dalam batas operasional yang dapat diterima. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan IoT dalam smart classroom berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan manajemen kelas, khususnya dalam mendukung ekosistem pendidikan berbasis teknologi. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan lanjutan pada aspek keamanan data, interoperabilitas perangkat, serta integrasi dengan Learning Management System (LMS) untuk memperkuat implementasi smart classroom secara berkelanjutan. Kata Kunci: Internet Of Things, Smart Classroom, Otomasi Ruang Kelas, Sensor, Pendidikan Berbasis Teknologi.
PARTISIPASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN PJOK DI SMP IT AN-NUR BUNTET PESANTREN KABUPATEN CIREBON Hamdan Adhi Novansyah, Hamdan; Wahyuni, Dewi; Yantiningsih, Erna
Jurnal Olahraga Nasional Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Olahraga Nasional
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/jona.v3i1.1711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan partisipasi siswa dan siswi kelas VIII dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada materi lompat jauh di SMP IT An-Nur Buntet Pesantren Kabupaten Cirebon. Latar belakang penelitian ini berangkat dari temuan awal bahwa sebagian siswa menunjukkan keterlibatan yang rendah saat mengikuti kegiatan lompat jauh, ditandai dengan minimnya antusiasme,kurang percaya diri, serta ketidaksiapan dalam melaksanakan teknik dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai bentuk partisipasi siswa, faktor yang memengaruhi, serta hambatan yang muncul dalam proses pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas VIII serta guru PJOK yang mengampu materi lompat jauh. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi siswa berada pada kategori cukup baik. Siswa hadir secara konsisten, mengikuti instruksi guru, serta menunjukkan usaha dalam mempraktikkan teknik lompat jauh seperti awalan, tolakan, fase melayang, dan pendaratan. Namun demikian, beberapa hambatan ditemukan, meliputi rendahnya rasa percaya diri, kurangnya variasi metode pembelajaran, serta keterbatasan fasilitas seperti papan tolakan dan bak pasir. Faktor internal seperti motivasi dan minat siswa, serta faktor eksternal seperti peran guru, dukungan teman sebaya, dan lingkungan pembelajaran turut memengaruhi tingkat partisipasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan partisipasi siswa dapat dicapai melalui variasi strategi pembelajaran, penyediaan sarana yang memadai, serta penguatan motivasi dan dukungan interpersonal. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengembangan pembelajaran PJOK yang lebih interaktif dan inklusif, khususnya pada materi lompat jauh.
SOSIALISASI PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELEGENCE SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN TERPERSONALISASI DI SMP NEGERI 1 BANDAR MASILAM Wahyuni, Dewi; Suhariyanti, Suhariyanti; Antoro, Budi
ABDI DALEM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): April
Publisher : PT. ANAN PUBLISHER CENDEKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70585/abdidalem.v3i1.124

Abstract

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) membuka peluang besar untuk transformasi metode pembelajaran menjadi lebih personalisasi, namun adopsinya di daerah rural Indonesia masih rendah. Artikel ini memaparkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa sosialisasi pemanfaatan AI sebagai sarana pembelajaran terpersonalisasi di SMP Negeri 1 Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat berupa penyuluhan dengan pendekatan partisipatif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang AI dan pemanfaatannya dalam pembelajaran dari 15,83% menjadi 80,83% setelah sosialisasi. Peserta memberikan respon positif terhadap pelaksanaan kegiatan, dengan mayoritas menyatakan bahwa sosialisasi menambah wawasan baru dan bermanfaat bagi profesi mereka sebagai pendidik. Temuan pasca kegiatan mengungkapkan bahwa guru-guru merasa terkesan dan terbantu dengan adanya teknologi AI untuk mendukung profesi mereka. Kegiatan ini berhasil menjembatani kesenjangan pengetahuan tentang teknologi AI di kalangan pendidik di daerah rural.
KUALITAS SENSORIS DAGING AYAM KAMPUNG MERAWANG YANG DIBERI TEPUNG MAGGOT BSF SEBAGAI SUBSITUSI TEPUNG IKAN DALAM RANSUM) Hilmi, Dhifa; Wahyuni, Dewi; Puji Haryanto, Agung
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jpn.v11i2.23607

Abstract

The purpose of this study is to test the effect of BSF Maggot flour as a substitute for fishmeal in rations on the sensory quality of Merawang native chicken meat. The treatment given is feeding with the following composition: R0: 0% maggot flour + 10% fish meal in ration; R1 : 2.5% maggot flour + 7.5% fishmeal in ration; R2: 5% maggot flour + 5% fishmeal in ration; R3 : 7.5% maggot flour + 2.5% fishmeal in ration; R4 ; 10% maggot flour + 0% fish meal in the ration; The parameters tested are hedonic test and hedonic quality test including, aroma, softness, color, taste, and juiceness. The results of Kruskal Wallis analysis of each treatment showed that feeding by replacing fishmeal with maggot flour gave a significant difference (P<0.05) in the hedonic test on aroma, color, softness and taste but did not differ significantly (P>0.05) on juiceness. The hedonic quality test showed significantly different results in aroma, taste, tenderness and color but no significant difference in meat juiceness. The conclusion of this study is that the substitution of fishmeal with maggot flour from the level of 2.5 to 10% can increase the panelists' preference for Merawang chicken meat and can improve the sensory quality, especially in the aroma, color, tenderness and taste of Merawang chicken meat.
Analisis biaya modal dan profitabilitas pada usaha abon jaya mandiri food and snack kota bontang Wahyuni, Dewi; Affan, Nurita; Diyanti, Ferry
Jurnal Ilmu Akuntansi Mulawarman (JIAM) Vol. 6 No. 1 (2021): April
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiam.v6i1.6942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja keuangan usaha AJM dengan menggunakan WACC dan ROA. Usaha AJM berdiri sejak tahun 2015. Untuk memperluas usahanya AJM melakukan pinjaman kepada PT Pupuk Kalimantan Timur sebagai tambahan modal untuk usahanya mulai tahun 2018. Namun dalam menjalankan usahanya  AJM belum memiliki standar untuk mengukur struktur modal menggunakan WACC dan kemampuan industri rumah tangga dalam menghasilkan laba bersih menggunakan ROA. Berdasarkan hasil penelitian nilai WACC pada tahun 2017 sebesar 5% dan nilai WACC pada tahun 2018 sebesar 3,38%. Hal ini menunjukkan terjadi penurunan pada nilai WACC. Nilai ROA usaha AJM tahun 2017 sebesar 120% dan nilai ROA pada tahun 2018 sebesar 41,97%. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan pada nilai ROA.