Claim Missing Document
Check
Articles

Kejadian Kelelahan Kerja pada Pekerja Bagian Produksi di Pabrik Kayu Barecore Lestari, Wulan Dwi; Wahyuningsih, Anik Setyo
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 2 (2021): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i2.45690

Abstract

Latar Belakang: International Labour Organization (ILO) menyatakan setiap tahun sebanyak dua juta pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja yang disebabkan oleh faktor kelelahan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di CV. X diketahui sebanyak 29,7% responden yang mengalami kelelahan kerja mempunyai riwayat kecelakaan kerja selama satu tahun terakhir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian produksi di Pabrik Kayu Barecore CV. X. Metode: Jenis penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Subjek penelitian adalah pekerja bagian produksi pabrik kayu barecore CV. X. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Industrial Fatique Rating Comitte (IFRC), bangku harvard, timbangan berat badan dan microtoise. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara masa kerja (PR=5,911; 95% CI=1,576-22,174) dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian produksi di Pabrik Kayu Barecore CV. X. Kesimpulan: Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara masa kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian produksi di Pabrik Kayu Barecore CV. X. Sedangkan variabel status gizi dan tingkat kebugaran jasmani tidak berhubungan dengan kelelahan kerja.
Keluhan Subjektif Computer Vision Syndrome Pada Pegawai Pengguna Komputer Dinas Komunikasi Dan Informasi Darmawan, Dicky; Wahyuningsih, Anik Setyo
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 2 (2021): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i2.46727

Abstract

Latar belakang : Vision Council melakukan survei terhadap 9.749 orang Amerika, menemukan bahwa lebih dari 60% orang dewasa berusia antara 20-50 tahun pernah mengalami gejala CVS, hampir 60 juta orang yang mengalami CVS. CVS dapat mengganggu produktivitas, kebugaran umum, dan kesehatan mental. Faktor risiko CVS meliputi faktor individu, lingkungan, dan komputer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan subjektif Computer Vision Syndrome pada pegawai Diskominfo Kota Semarang. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan metode purposice sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil uji chi-square menunjukkan variabel yang berhubungan dengan keluhan subjektif CVS adalah jenis kelamin (p=0,034), lama bekerja di depan komputer (p=0,023), lama istirahat (p=0,010), penerangan lokal (p=0,004), dan jarak penglihatan (p=0,012). Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan Computer Vision Syndrome pada pegawai komputer di Diskominfo Kota Semarang adalah jenis kelamin (perempuan, sebanyak 95%), lama bekerja di depan komputer (rata-rata 4,5 jam), lama istirahat setelah penggunaan komputer (rata-rata 7 menit), penerangan lokal (rata-rata 245,9 lux), dan jarak penglihatan ke monitor komputer (rata-rata 48,3 cm). Maka perlu disarankan adanya pencegahan preventif terhadap keluhan CVS.
Rancangan Pengendalian Potensi Bahaya Panas Pembuatan Tahu di Sentra Tahu Desa Jomblang Kota Semarang Faturahman, Toriq; Wahyuningsih, Anik Setyo
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Supplement Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.48605

Abstract

Latar Belakang: Salah satu faktor fisik yang sering ditemui oleh pekerja adalah suhu. Kondisi suhu lingkungan kerja yang terlalu panas dapat menimbulkan masalah kesehatan dan keselamatan pada pekerja. Kota Semarang memiliki cakupan pelayanan kesehatan pekerja baik sektor formal maupun informal sebanyak 205.231 terdiri dari kasus penyakit umum pada pekerja sebesar 168.743, kasus penyakit akibat kerja sebesar 2.524, kasus kecelakaan kerja sebesar 575, dan kasus lainnya sebesar 16.296. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan penilaian risiko serta memberikan model/rancangan pengendalian risiko bahaya panas. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan level 1 dengan 7 informan yang ditentukan dengan teknik purpossive sampling. Instrumen penelitian berupa human instrument, pedoman wawancara, angket dan lembar observasi. Teknik pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan angket. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kedua validator ahli menilai bahwa produk rancangan pengendalian potensi bahaya panas sudah baik. Kesimpulan: Produk rancangan pengendalian potensi bahaya panas telah memenuhi syarat untuk diberikan kepada pemilik pabrik.
Stres Kerja Perawat di Unit Perawatan Jiwa Rumah Sakit Jiwa Daerah Mahlithosikha, Laili Meiranda; Wahyuningsih, Anik Setyo
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Supplement Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.49087

Abstract

Latar Belakang: Stres kerja merupakan ketidakseimbangan tuntutan dengan pengetahuan dan kemampuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fakto-faktor yang berhubungan dengan stres kerja perawat.Studi pendahuluan di unit rawat perawatan jiwa kepada 15 perawat, diketahui 2 orang perawat (13%) tidak stres, 4 orang perawat (27%) mengalami stres ringan, dan 9 orang (60%) perawat mengalami stres sedang. Metode: Jenis penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah perawat di unit perawatan jiwa RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner NIOSH Generic Job Stress Questionnaire dan The Workplace Stress Scale. Pengambilan sampel menggunakan teknik propotional random sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2021. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan stres kerja yaitu usia (p= 0,043), jenis kelamin (p=0,006), beban kerja (p=0,001), konflik interpersonal (p=0,008), konflik peran ganda (p=0,016). Tidak berhubungan dengan ststus perkawinan (p=257), tingkat pendidikan (p=0,068), status kepegawaian (p=0,337), masa kerja (p=0,397), shift kerja (p=0,726). Kesimpulan: kesimpulan pada penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, beban kerja, konflik interpersonal, dan konflik peran ganda merupakan faktor yang berhubungan dengan stres kerja perawat.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Keluhan Muskuloskeletal pada Pengrajin Ukiran Kayu di Sentra Ukir Jepara Mahendra, Junio Agam; Wahyuningsih, Anik Setyo
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Supplement Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.49167

Abstract

Latar Belakang: Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan sekumpulan gangguan yang berkaitan dengan jaringan otot, tendon, ligamen, kartilago, system saraf, struktur tulang dan pembuluh darah. Pada pekerja pengrajin ukiran kayu memiliki risiko terjadinya keluhan musculoskeletal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian keluhan musculoskeletal pada pengrajin ukiran kayu. Metode: jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan metode purposive sampling yaitu sejumlah 80 pekerja, instrumen yang digunakan yaitu lembar alat ukur, observasi dan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-April 2021. Hasil: hasil peneiltian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian keluhan muskuloskeletal adalah usia (p=0,000), masa kerja (p=0,000), sikap kerja (p=0,000), beban kerja (p=0,000). Tidak terdapat hubungan dengan kejadian keluhan muskuloskeletal adalah lama kerja (p=0,822), status gizi (p=1,000), aktivitas olahraga (p=0,270) dan getaran (p=0,091). Kesimpulan: simpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara usia, masa kerja, sikap kerja, beban kerja, dan tidak terdapat hubungan antara lama kerja, status gizi, aktivitas olahraga, dan getaran dengan kejadian keluhan muskuloskeletal.
Unsafe Action Pada Pekerja Bagian Produksi Di CV Kabupaten Kendal Sebrina, Rr. Nirmala Ficky; Wahyuningsih, Anik Setyo
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Supplement Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.50896

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan hasil observasi di CV X, ditemukan unsafe action di perusahaan seperti tidak menggunakan alat pelindung diri saat bekerja, bekerja dengan tergesa-gesa, tidak mengikuti prosedur kerja, dan bekerja tidak hati-hati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan unsafe action pada pekerja bagian produksi di CV X. Metode: Jenis penelitian ini. adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan metode simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa lembar observasi dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil uji Chi-square menunjukkan variabel yang berhubungan dengan unsafe action adalah pengetahuan K3 (p=0,003) dan kenyamanan penggunaan APD (p=0,023). Tidak terdapat hubungan antara usia (p=0,350), masa kerja (p=0,779), kelelahan kerja (p=1,000), pelatihan (p=0,213), dan pengawasan (p=0,552) dengan unsafe action. Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan unsafe action pada pekerja bagian produksi di CV X adalah pengetahuan K3 (pengetahuan rendah lebih banyak melakukan unsafe action daripada yang berpengetahuan tinggi) dan kenyamanan penggunaan APD (pekerja yang merasa tidak nyaman menggunakan APD lebih banyak melakukan unsafe action daripada pekerja yang merasa nyaman menggunakan APD). Maka perlu disarankan adanya pencegahan preventif terhadap unsafe action di tempat kerja
Keluhan Muskuloskeletal Pada Pekerja Sektor Informal Dwiseptianto, Ryan Wahyu; Wahyuningsih, Anik Setyo
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 2 No 1 (2022): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v2i1.51232

Abstract

Latar Belakang: Pabrik Es Tirta Agung merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di sektor informal dan sudah berdiri sejak tahun 1985. Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan terhadap 5 sampel pekerja menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM), didapatkan hasil bahwa 90% pekerja dikategorikan mengalami keluhan MSDs tinggi, yang dimana tenaga kerja mengeluh adanya nyeri atau sakit pada otot lengan bagian atas dan pinggang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja sektor informal di Pabrik Es Tirta Agung. Metode: Jenis penelitian ini adalah desktiptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan metode total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil uji Chi-square menunjukkan variabel yang berhubungan dengan keluhan muskuloskeletal adalah usia (p=0,021), masa kerja (p=0,011) dan postur kerja (p=0,001). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah IMT (p=0,313) dan kebugaran jasmani (p=0,137). Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja sektor informal di Pabrik Es Tirta Agung adalah usia, masa kerja dan postur kerja. Maka perlu disarankan adanya pencegahan preventif terhadap keluhan muskuloskeletal di tempat kerja.
Pengaruh Usia, Jenis Kelamin, Masa Kerja, dan Tingkat Pendidikan Terhadap Penerapan 5R Ariyanto, Bagas; Wahyuningsih, Anik Setyo
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 2 No 2 (2022): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v2i2.52507

Abstract

Latar Belakang: Data dari The Reporting of Injuries, Diseases and Dangerous Occurrences Regulations didapatkan sekitar setengah dari semua laporan cidera tidak fatal pada karyawan hanya disebabkan oleh dua jenis kecelakaan yaitu terpeleset, tersandung atau terjatuh pada tingkat kecelakaan yang sama (29%) dan kecelakaan penangangkatan pengangkutan (19%) dari 65.427 insiden yang telah dilaporkan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan berhubungan dengan penerapan 5R di Kantor Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel yang ditetapkan sebesar 75 responden menggunakan teknik simple random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan masa kerja. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi, kuesioner, dan alat dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan menghitung odds ratio (OR) dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin (p-value=0,03; OR=1,42; 95% CI=0,56-3,61), dan tingkat pendidikan (p-value=0,03; OR=3,25; 95% CI=1,03-10,23) berhubungan dengan penerapan 5R. Kesimpulan: Variabel yang memiliki hubungan dengan penerapan 5R adalah jenis kelamin dan tingkat pendidikan.
Penerapan Alat Pemadam Api Ringan Berdasarkan Permenakertrans No 04 Tahun 1980 di Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Yuniati, Nur Kholipah; Wahyuningsih, Anik Setyo
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 2 No 2 (2022): Regular Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v2i2.53303

Abstract

Latar Belakang: Perkantoran Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes memiliki potensi untuk terjadinya kebakaran. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah salah satu sistem proteksi kebakaran yang wajib ada disetiap tempat kerja. APAR ditempat kerja harus mengacu pada Permenakertrans No.04 Tahun 1980 tentang Syarat-Syarat Pemasangan dan Pemeliharaan APAR.Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan jenis data kuantitatif. Teknik pengambilan data berupa observasi, pengukuran, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar checklist dan pedoman wawancara. Variabel dalam penelitian ini adalah jenis APAR, kondisi APAR, penempatan APAR, tanda pemasangan APAR, petunjuk penggunaan APAR, dan pemeliharaan APAR.Hasil: Hasil menunjukkan kesesuaian jenis dan kondisi APAR sebesar 100%, penempatan APAR 78,57%, tanda pemasangan APAR 0%, petunjuk penggunaan APAR 6,25%, dan pemeliharaan APAR 66,67%. Berdasarkan hasil penjumlahan elemen data yang sesuai dibandingkan dengan jumlah elemen keseluruhan item data didapat nilai sebesar 58,6%.Kesimpulan: Tingkat penerapan APAR berdasarkan Permenakertrans No.04 Tahun 1980 di Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes sebesar 58,6% dalam kategori cukup layak
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Keluhan Muskuloskeletal Disorder Pada Pekerja Di PT. X Cheisario, Hizkia Aldo; Wahyuningsih, Anik Setyo
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 2 No 3 (2022): Special Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v2i3.55016

Abstract

Latar Belakang: Keluhan MSDs paling banyak diderita oleh tenaga kerja di Indonesia, yang juga didukung oleh hasil survei yang dilakukan terhadap 482 pekerja di 12 kabupaten/kota di Indonesia. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 50 orang responden di bagian produksi pada PT.X menunjukkan bahwa 25 responden (50%) tersebut mengalami ganguan muskoloskeletal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan terjadinya keluhan musculoskeletal disorder pada pekerja bagian produksi di PT.X. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu random sampling. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari analisis univariat dan analisis bivariat yakni menggunakan uji chi square dengan uji alternatifnya yaitu uji Fisher. Hasil: Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan muskuloskeletal disorder di PT X adalah status gizi (p value= 0,006), riwayat penyakit (p value=0,040), sikap kerja (p value=0,004), dan kualitas tidur (p value=0,007). Saran penelitian ini adalah melakukan modifikasi pada alat yang digunakan pekerja.
Co-Authors Adi Heru Husodo Agustiani, Nurul Huda Akbar, Tsalas Yulianto Al Mulk, Nizham Alfina, Nadya Aulia Amalia, Violindra Anisa, Aza Putri Aprilia, Sabrina Ariyanto, Bagas Arulita Ika Fibriana Arum Siwiendrayanti As-Syifa, Al Fitra Salim Bambang Wahyono Bellinda Annisa Putri Budi, Avilia Ayu Setyo Budiman, Lia Aprilia Cahyo Seftyono Cheisario, Hizkia Aldo Damayanti, Erica Febi Darmawan, Dicky Dewi, Sinta Nirawati Dinda Nur Syakbania, Dinda Nur Dwi Haryati, Ayu Dwijaningtyas, Srinata Dwiseptianto, Ryan Wahyu Evi Widowati Fairyo, Lidia Sarah Fairyo, Lidia Sarah Farhati, Ulfa Laela Fathurrohim, Muhammad Faturahman, Toriq Febriananda, Hanif Satria Fitriyani, Bianka Beladina Hany Risna Afida Hapsari, Roro Retno Sri Harjanto, Eko Herry Koesyanto Laela Fitriana, Laela Laksana, Pungky Indrawan Dwi Larasati, Deva Nindya Lestari, Wulan Dwi Mahalul Azam Maharani, Dian Putri Maharani, Dian Putri Mahendra, Junio Agam Mahlithosikha, Laili Meiranda Mambe, Sherly Mayasari, R. Alma Dwi Miranda, Miranda Muhammad Azinar Muhammad Kurniawan Muzalfah, Renita Muzalfah, Renita Muzaqi, Lutfi Nabila Gustin Eka Nur Rahmah Nampira, Elyana Kartikawati Nurshavira, Adhe Aprilia Pangesti, Lely Tri Permanahadi, Adriansyah Pitaloka, Fitri Rahmawati Dyah Prastowo, Lugas Yan Putra, Oky Aristantiko Putri, Risa Anggita Rachim, Muhammad Satria Adi Rachim, Muhammad Satria Adi Rahayu, Octavia Rahma, Fitra Aulia Rahmadani, Farah Nabilla Rulita Hendriyani, Rulita S. Sugiharto S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Safitri, Nia Noor Safitri, Sherli Jesinata Sebrina, Rr. Nirmala Ficky Setiana, Yuka Shifa Aulya Hadi Ramadhan Sofwan Indarjo Subroto, Laura Marulia Suci Wulandari Sulistyani, Ummi Nur Laila Tiasna, Raihan Kenang Umi Novianti Ummul Mahmudah Wahid, Ayu Fadilah Wahyudi Istiono Widya Hary Cahyati Yuniati, Nur Kholipah Yunita Dyah Puspita Santik, Yunita Dyah Puspita