Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBUATAN DESAIN MOTIF BATIK DENGAN INSPIRASI TAMAN SUROBOYO Kamilah, Nasywa; Wahyuningsih, Urip
JPBD (Jurnal Penelitian Busana dan Desain) Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpbd.v6i1.51213

Abstract

Taman Suroboyo merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang diresmikan pada tahun 2019 dan menjadi ikon baru Kota Surabaya. Taman ini merepresentasikan identitas kota melalui keberadaan patung Suro dan Boyo terbesar sebagai elemen utama yang menjadi daya tarik visual dan simbolik. Terletak di kawasan pesisir Kenjeran, taman Suroboyo tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik, tetapi juga mengandung nilai budaya, historis, dan estetika yang khas. Beragam elemen visual yang terdapat di dalam kawasan taman, seperti bentuk patung serta suasana lingkungan sekitarnya, menjadikan Taman Suroboyo memiliki potensi besar sebagai sumber ide dalam pengembangan karya kreatif, khususnya di bidang fashion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perancangan serta hasil akhir dari penciptaan motif batik yang terinspirasi dari Taman Suroboyo. Penelitian ini menggunakan metode Double Diamond yang dikembangkan oleh British Design Council, metode ini terbagi menjadi 4 tahap utama, yaitu (1) Discover, pada tahap discover dilakukan observasi, dokumentasi visual, dan informasi terkait sumber ide (2) Define, dilakukan penyempitan ide untuk menentukan sumber ide dan pembuatan moodboard (3) Develop, yaitu tahap pengembangan ide ke dalam bentuk desain stilasi (4) Deliver, yaitu tahap realisasi desain dalam bentuk karya akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penciptaan motif batik dengan sumber ide Taman Suroboyo berhasil menghasilkan 3 desain motif batik yang tidak hanya unik dan memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga mengusung narasi budaya yang kuat. Motif yang diangkat merepresentasikan elemen visual khas taman serta nilai-nilai lokal Surabaya. Karya ini mampu memperkuat identitas budaya lokal melalui pendekatan visual yang modern. Penelitian ini diharapkan dapat membuka peluang inovasi dalam industri fashion berbasis budaya, serta menginspirasi perancang muda untuk lebih menggali kekayaan lokal sebagai sumber ide desain.
Pelatihan Pembuatan Fashion Accessories Dari Limbah Kain Sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Warga Tenggilis Mejoyo Surabaya Yulistiana, Yulistiana; Wahyuningsih, Urip; Indarti, Indarti; Suhartini, Ratna; Russanti, Irma; Prihatina, Yuhri Inang; Sari, Fadlilah Indira; Fadhilah, Silmy Ni'mah
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Maret 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i3.1909

Abstract

Perkembangan industri fashion yang begitu pesat menawarkan beragam kategori busana bagi penggemar mode. Industri fashion dalam proses produksinya berkontribusi dalam menyumbang sisa produksi berupa kain perca, yang bagi pelaku industri merupakan limbah yang harus dibuang. Konsep Recycle merupakan langkah yang tepat untuk penanganan limbah kain perca. Memanfaatkan kain perca merupakan seni keterampilan yang tidak hanya membutuhkan keterampilan menjahit, tetapi juga kreativitas, termasuk dalam membuat fashion accessories. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan PKM ini adalah untuk memberikan pendampingan pada warga Tenggilis Mejoyo Surabaya dalam memanfaatkan limbah kain sisa industri, menjadi produk yang fungsional yaitu fashion accessories dalam kategori carried accessories dan worn accessories. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan serta pembelajaran langsung, dengan pemberian materi dan demonstrasi oleh Tim PKM selaku narasumber. Kegiatan PKM ini melibatkan jumlah peserta sebanyak 15 orang. Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa seluruh peserta dapat menghasilkan fashion accessories dengan baik, yang menunjukkan kreativitasnya masing-masing. Evaluasi yang dilakukan berdasarkan hasil karya peserta, dapat dinilai dalam kategori sangat baik dan baik. Melalui pendampingan ini, luaran yang dihasilkan berupa: produk-produk fashion accessories, dokumentasi berupa video yang ditayangkan di you tube, publikasi yang ditayangkan di media online, HKI dan PKS.