Taman Suroboyo merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang diresmikan pada tahun 2019 dan menjadi ikon baru Kota Surabaya. Taman ini merepresentasikan identitas kota melalui keberadaan patung Suro dan Boyo terbesar sebagai elemen utama yang menjadi daya tarik visual dan simbolik. Terletak di kawasan pesisir Kenjeran, taman Suroboyo tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik, tetapi juga mengandung nilai budaya, historis, dan estetika yang khas. Beragam elemen visual yang terdapat di dalam kawasan taman, seperti bentuk patung serta suasana lingkungan sekitarnya, menjadikan Taman Suroboyo memiliki potensi besar sebagai sumber ide dalam pengembangan karya kreatif, khususnya di bidang fashion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perancangan serta hasil akhir dari penciptaan motif batik yang terinspirasi dari Taman Suroboyo. Penelitian ini menggunakan metode Double Diamond yang dikembangkan oleh British Design Council, metode ini terbagi menjadi 4 tahap utama, yaitu (1) Discover, pada tahap discover dilakukan observasi, dokumentasi visual, dan informasi terkait sumber ide (2) Define, dilakukan penyempitan ide untuk menentukan sumber ide dan pembuatan moodboard (3) Develop, yaitu tahap pengembangan ide ke dalam bentuk desain stilasi (4) Deliver, yaitu tahap realisasi desain dalam bentuk karya akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penciptaan motif batik dengan sumber ide Taman Suroboyo berhasil menghasilkan 3 desain motif batik yang tidak hanya unik dan memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga mengusung narasi budaya yang kuat. Motif yang diangkat merepresentasikan elemen visual khas taman serta nilai-nilai lokal Surabaya. Karya ini mampu memperkuat identitas budaya lokal melalui pendekatan visual yang modern. Penelitian ini diharapkan dapat membuka peluang inovasi dalam industri fashion berbasis budaya, serta menginspirasi perancang muda untuk lebih menggali kekayaan lokal sebagai sumber ide desain.