Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Prevalence and Determinants of the Double Burden of Malnutrition at Household Level: A Systematic Review Sufyan, Dian Luthfiana; Soe, Le Thandar; Hasan Syah, Muhammad Nur; Wahyuningsih, Utami; Marjan, Avliya Quratul; Noor, Sutamara Lasurdi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 19, No 4 (2024)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v19i4.47245

Abstract

  The persistent problem of undernutrition and the emerging prevalence of overnutrition hints at a new term for the double burden of malnutrition among children globally. This study aims to provide a review of the published studies concerning the prevalence of double burden of malnutrition at the household level and the associated factors. Articles were identified from the electronic databases of PubMed, Nature, SAGE, Scopus, and SpringerLink, using the same search terms for all. A total of fourteen articles were eligible and sixteen sets of prevalence values were obtained. Most articles were published in 2018 – 2020. Fourteen articles used secondary data from the Demographic and Health Survey. Most articles studied under five children and mothers 15-49 years. Mother’s nutritional status was identified using BMI, while for children height for age z-score was commonly used. The reported prevalence of double burden at the household level varied from 1.0 to 28.0% by country. Frequently assessed factors observed that older children and older mothers were likely to develop a household double burden of malnutrition. A negative association was found when households possessed access to mass media. Overall, the media should have been channels for health promotion. Intervention concerning the nutrition of mothers and children at the household level is required to be intensified through nutrition-specific and nutrition-sensitive programs.
HUBUNGAN BODY IMAGE DAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KEBIASAAN MAKAN PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 1 KOTA SERANG Andini, Shafa; Malkan Bakhrul Ilmi, Ibnu; Wahyuningsih, Utami; Intania Sofianita, Nur
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v6i1.214

Abstract

Background: Nutritional problems in adolescent are caused by changes in eating habits. Several factors that influence changes in eating habits are body image and exposure to social media. Objective: This research wants to find out the relationship between body image and the intensity of social media use with the eating habits of young women at SMAN 1 Serang City. Methods: The research design used was a cross-sectional study with a sample size of 145 respondents and selected using a stratified random sampling technique.. Variables collected include eating habits, body image, and intensity of social media use. Data were analyzed using the chi-square test and Fisher's exact test. Results: There was an association between body image (p=0,001) and eating habits, and there were no association between frequency (p=0,288), duration (p=0,469), and intensity (p=0,715) of social media use and eating habits. Conclusion: There was an association between body image and eating habits and no association between frequency, duration, and intensity of social media use and eating habits of female adolescents
PARENTAL SMOKING BEHAVIOR AND UNDERWEIGHT AMONG CHILDREN AGED 5-12 YEARS: EVIDENCE FROM RISKESDAS 2018 Engelina, Bunga Ellen; Sufyan, Dian Luthfiana; Simanungkalit, Sintha Fransiske; Wahyuningsih, Utami
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v20i2.46515

Abstract

In recent years, underweight remains a medium public health problem in Indonesia, despite the substantial decrease in prevalence, still, this long-standing issue are potentially altering children physical growth and cognitive development. This current study aims to investigate the association between parental smoking behavior and underweight in children by analyzing secondary data of the 2018 Indonesia Basic Health Research (RISKESDAS). A total sample of 39,451 children aged 5-12 years were analyzed in this study. Anthropometric measurement of body weight was obtained to identify underweight. A structure questionnaire was employed to obtained information on child sex (male or female), age (5-8 or 9-12), type of residence (urban or rural), parental age (under or older than 35), education (high: higher education graduate or under), working status (working or not working) and smoking behavior both among mother and father in the last one month. Among those who smoked, the average number of cigarettes being smoked was also questioned, as well as the experience of indoor smoking. Data were analyzed using SPSS version 25. There were 8.4% of underweight children in this study, 89.8% of parents were smoker, who 74.8% of them were father, on average smoked 14 cigarettes per day and 98.8% of them smoked inside the house. Underweight was not significantly associated with parental smoking behavior, type of residence, parental age and parental working status. Higher odds of being underweight was found among children age 5-8 years (OR 1.08, p = 0.04, 95% CI). While boys were protective factor against underweight (OR 0.75, p < 0.01, 95% CI). Despite no association found between parental smoking behavior and children underweight in current study, however, it remains relevant to remind parents that their smoking behavior, especially inside living space may hinder children physical growth and cognitive development.
Hubungan Asupan Serat, Kebiasaan Konsumsi Junk Food, dan Durasi Tidur dengan Gizi Lebih pada Remaja Ayu, Tasya Puteri; Simanungkalit, Sintha Fransiske; Fauziyah, A’immatul; Wahyuningsih, Utami
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 3 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v14i3.3942

Abstract

Gizi lebih merupakan suatu keadaan ketika terjadinya akumulasi lemak yang berlebihan. Kejadian gizi lebih pada remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pola makan yang salah dan pola hidup yang tidak sehat. Pola makan yang salah seperti konsumsi makanan tinggi kalori dan lemak seperti junk food dan asupan serat yang kurang serta durasi tidur yang kurang dapat menyebabkan meningkatnya kejadian gizi lebih pada remaja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara asupan serat, kebiasaan konsumsi junk food, dan durasi tidur dengan gizi lebih pada remaja di SMA Yadika 12 Limo. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan teknik stratified random sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 117 partisipan dengan rentang usia 15-17 tahun. Data yang dikumpulkan berupa pengukuran berat badan dan tinggi badan, asupan serat dengan menggunakan recall 2x24 jam, konsumsi junk food dengan menggunakan formulir Food Frequency Questionaire (FFQ), dan durasi tidur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil analisis data bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara asupan serat (p-value=0,015) dan kebiasaan konsumsi junk food (p-value=0,015) dengan gizi lebih namun tidak terdapat hubungan antara durasi tidur (p-value=0,062) dengan gizi lebih pada remaja di SMA Yadika 12 Limo. Kesimpulan penelitian menunjukkan adanya hubungan antara asupan serat dan kebiasaan konsumsi junk food dengan kejadian gizi lebih pada remaja di SMA Yadika 12 Limo.
MEDIA POSTER DAN PERMAINAN EMO-DEMO DAPAT MENINGKATKAN PENGETAHUAN PRA – LANSIA DAN LANSIA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS CINERE, KOTA DEPOK Safitri, Mira Nur; Wahyuningsih, Utami
Jurnal Pengabdian Teratai Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Teratai
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55122/teratai.v5i1.1241

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan komplikasi penyakit lainnya, yaitu penyakit kardiovaskuler. Hipertensi merupakan masalah kesehatan umum pada lansia. Seiring bertambahnya usia, arteri cenderung mengeras dan kehilangan elastisitasnya. Berdasarkan hasil analisis situasi yang telah dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Cinere Kota Depok pada 30 pra-lansia dan lansia didapatkan, pra – lansia dan lansia yang mengalami hipertensi dengan sebanyak 13 orang (43.3%). Cara mencegah hipertensi adalah dengan meningkatkan pengetahuan gizi terkait hipertensi serta pencegahan melalui aktivitas fisik dapat dilakukan dengan melalui media poster dan permainan emo-demo. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi melalui media poster dan permainan emo-demo terhadap pengetahuan pra – lansia dan lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cinere, Kota Depok. Pengukuran tingkat pengetahuan responden sebelum dan setelah diberikannya edukasi dengan menggunakan kuesioner yang berisi 5 pertanyaan. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Analisis univariat dilakukan untuk melihat frekuensi data, sedangkan bivariat dilakukan untuk melihat kenaikan pengetahuan lansia sebelum dan sesudah intervensi. Hasil yang didapatkan dari Uji Wilcoxon Signed Rank sebesar P-Value 0.000< 0.005, dimana terdapat pengaruh pemberian edukasi melalui media poster dan permainan emo-demo terhadap pengetahuan pada Pra – Lansia dan Lansia di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Cinere, Kota Depok, Jawa Barat.
Edukasi ASI Eksklusif pada Ibu untuk Mencegah Kejadian Gizi Lebih pada Bayi di Kecamatan Cinere Rachmi, Rizkia; Wahyuningsih, Utami; Apnilasari, Chairunnisa
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v7i2.4767

Abstract

Gizi lebih adalah kondisi ketika berat badan seseorang melebihi standar berat badan normal. Kejadian gizi lebih dapat terjadi pada semua usia, dari bayi hingga lansia. Pemberian ASI eksklusif pada bayi adalah salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya gizi lebih. ASI memungkinkan bayi mengatur asupan energi mereka sesuai dengan respon tubuh terhadap rasa kenyang. Penelitian menyebutkan bahwa pengetahuan dan sikap ibu mengenai ASI eksklusif berhubungan signifikan dengan status gizi bayi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai praktik pemberian ASI eksklusif yang baik pada bayi usia kurang dari enam bulan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi ASI eksklusif menggunakan media leaflet pada ibu dengan bayi berusia kurang dari enam bulan. Pengukuran tingkat pengetahuan ibu sebelum dan setelah edukasi dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data dengan metode univariat untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi variabel, sedangkan bivariat untuk menilai perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah edukasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 30 responden, 16,7% bayi memiliki risiko gizi lebih, hanya 56,7% ibu yang memberikan ASI eksklusif, 66,7% memiliki sikap baik terhadap pemberian ASI eksklusif, dan pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif sekitar 59,4%. Setelah dilakukan analisis bivariat menggunakan Uji Wilcoxon, diketahui pemberian edukasi kepada responden menghasilkan peningkatan rerata skor dari skor pretes sebesar 7,87 menjadi 9,53 pada postes dengan nilai p = 0,000, artinya terdapat peningkatan pengetahuan ASI eksklusif sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif pada bayi berusia kurang dari enam bulan.
Budidaya Ikan Lele Dengan Metode Recirculating Aquaculture System Dipesantren Madarijul Mubtadien Untuk Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Rusjdi, Halim; Putra, Rizki Pratama; Hendri, Hendri; Sulistyo, Eko; Wahyuningsih, Utami; Sany, Nasril; Alfalah, Win; Emilia, Emilia; Hasanudin, Muhaimin
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 10 (2024): Agustus
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/pfy4ra53

Abstract

Kemandirian ekonomi pesantren merupakan hal yang penting untuk diwujudkan agar pesantren dapat independent dalam menjalankan fungsinya sebagai tempat Pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut maka dalam program pengabdian ini kami membuat suatu unit usaha budidaya ikan lele menggunakan sistem Recirculating Aquaculture System untuk meningkatkan kualitas hidup dan mempercepat proses pembesaran ikan lele di pondok pesantren Madarijul Mubtadien. Tujuan yang hendak dicapai adalah mewujudkan suatu sitem budidaya ikan lele dengan metode RAS dan kontrol otomatis berbasis IoT. Untuk merealisasikan tujuan tersebut maka beberapa tahap dilakukan yakni dengan melakukan survey lokasi dan juga pangsa pasar ikan lele di lokasi tersebut. Pada sistem kolam RAS, untuk memudahkan operasional budidaya makan dibuat suatu sistem otomasi berbasis IoT dengan penjadwalan sirkulasi air dan kontrol dari jarak jauh melalui internet. Adapun hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah program budidaya ikan lele dapat berjalan dengan baik sehingga dapat membantu pesantren untuk memulai bisnis budidaya ikan lele yang akan membantu mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren. Selain itu penyuluhan Teknik budidaya dan perawatan kolam memberikan keterampilan bagi pengurus pesantren dan juga santri sehingga nantinya menjadi bekal pasca pendidikan pesantren untuk berkontribusi di masyarakat.
Kejadian Anemia pada Santriwati Pondok Pesantren Al-Hidayah Kota Depok dan Faktor yang Mempengaruhinya Zahra, Nur Azimah; Fatmawati, Iin; Simanungkalit, Sintha Fransiske; Wahyuningsih, Utami
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i3.581

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan paling kritis di dunia. Menurut WHO prevalensi anemia secara global mencapai 40-88% wanita muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri.Metode: Penelitian dilakukan pada bulan Desember – Juni 2023. Instrumen yang digunakan adalah pemeriksaan kadar hemoglobin, form pengisian berat dan tinggi badan, formulir SQ-FFQ, dan kuesioner siklus menstruasi. Desain studi penelitian ini adalah Cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini merupakan santriwati Pondok Pesantren Al-Hidayah, Kota Depok dari kelas VII – XII dan diambil menggunakan stratified random sampling sebanyak 102 santri. Hasil analisis bivariat menggunakan Chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 27 santri (26,5%) mengalami anemia, kemudian dari hasil uji statistik didapatkan kejadian anemia tidak berhubungan dengan status gizi (p = 0,181) dan siklus menstruasi (p = 0,140). Sedangkan kejadian anemia memiliki hubungan yang signifikan dengan asupan zat besi (p = 0,000), vitamin C (p = 0,000), body image (p = 0,022), dan pengetahuan gizi (p = 0,037). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan zat besi, asupan vitamin C, body image dan pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja. Bagi santriwati Al-Hidayah Kota Depok diharapkan untuk meningkatkan konsumsi pangan sumber zat besi dan vitamin c untuk mencegah kejadian anemia.Kata Kunci: Anemia, Asupan gizi, Body image, Pengetahuan, Remaja AbstractBackground: Anemia is one of the most critical health problems in the world. According to WHO, the prevalence of anemia globally reaches 40-88% of young women. This study aimed to find out what factors are associated with the incidence of anemia in adolescent girls.Methods: The study was conducted in December – June 2023. The instruments used are hemoglobin level examination, weight and height filling the form, SQ-FFQ form, and menstrual cycle questionnaire. The design of this study was a cross-sectional study. The samples in this study were Al-Hidayah Islamic Boarding School, Depok City students from classes VII-XII and were taken using stratified random sampling of 102 students. Results of bivariate analysis using Chi-square.Result: The results showed that 27 students (26.5%) experienced anemia. Results of bivariate analysis using Chi-square show that anemia incidence was not related to nutritional status (p = 0.181) and the menstrual cycle (p = 0.450). In contrast, the incidence of anemia has a significant relationship with the intake of iron (p = 0.000), vitamin C (p = 0.000), body image (p = 0.022), and knowledge of nutrition (p = 0.037).Conclusion: There was a relationship between iron intake, vitamin C intake, body image, knowledge and the incidence of anemia in adolescents. To prevent anemia in Al-Hidayah students, Depok City is expected to increase food consumption of iron and vitamin C sources.Keywords: Adolescent, Anemia, Body image, Knowledge, Nutrition intake
Faktor Risiko Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak, Kualitas Tidur, Aktivitas Fisik Kaitannya dengan Obesitas Sentral pada Pegawai UPN “Veteran” Jakarta: Risk Factor of Sugar, Salt, and Fat Consumption, Sleep Quality, Physical Activity in Relation to Central Obesity in Employees of UPN “Veteran” Jakarta Putri, Destianti Ardyana; Wahyuningsih, Utami; Marjan, Avliya Quratul
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 4 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.4.278-285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi Gula, garam, lemak (GGL), kualitas tidur, dan aktivitas fisik terhadap obesitas sentral pada pegawai tenaga pendidik di UPN “Veteran” Jakarta. Populasi penelitian adalah pegawai berusia 23 sampai 58 tahun, dengan proporsi jenis kelamin lebih banyak laki-laki (67,1%) dibandingkan perempuan. Penelitian ini merupakan studi obeservasional dengan desain penelitian crossectional yang dilakukan pada bulan Mei-Juni 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Simple Random Sampling dengan jumlah subjek sebanyak 82 orang pegawai. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri. Konsumsi GGL diukur dengan melakukan wawancara SQ-FFQ pada setiap subjek, kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index), sedangkan aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner IPAQ (International Physical Activity Questionnaire) yang mengklasifikasikan aktivitas fisik ke dalam dua kategori, yaitu aktivitas fisik rendah dan cukup. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara obesitas sentral dengan konsumsi gula (p-value=0,603), konsumsi garam (p-value=1,000), konsumsi lemak (p-value=0,545), kualitas tidur (p-value=0,603), dan aktivitas fisik (p-value=0,983). Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi GGL, kualitas tidur, dan aktivitas fisik tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap obesitas sentral pada pegawai tenaga pendidik di UPN “Veteran” Jakarta.
Sindrom Makan Malam, Konsumsi Ultra-processed Foods, dan Aktivitas Fisik sebagai Faktor Risiko Gizi Lebih pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UPN “Veteran” Jakarta: Night Eating Syndrome, Ultra-processed Foods Consumption, and Physical Activity as Risk Factors for Overnutrition in Students of Faculty of Health Science UPN “Veteran” Jakarta Hanifa, Raishi Amatullah; Arini, Firlia Ayu; Wahyuningsih, Utami
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 3SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 4th Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i3SP.2024.43-50

Abstract

Background: Overnutrition among university students is a pressing concern, disrupting academic productivity and increasing the risk of metabolic diseases at a young age. According to RISKESDAS (2018), the prevalence of overweight/obesity among early adulthood populations reached 36%. Dietary patterns, unhealthy lifestyles, and night eating syndrome (NES) may contribute to overnutrition cases in university students. Objectives: This study aimed to investigate the association between night eating syndrome, ultra-processed food consumption, physical activity, and overnutrition among students at the Faculty of Health Science, UPN "Veteran" Jakarta. Methods: This analytical case-control study included 94 participants (47 case and 47 control), aged 19-24 years, from UPN “Veteran” Jakarta. Inclusion criteria comprised students with Body Mass Index (BMI) > 25 (case group) and BMI 18.5-25 (control group). Data collection employed anthropometric measurements, individual assessment using Night Eating Questionnaire (NEQ), Food Frequency Questionnaire (FFQ), and International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Bivariate analysis utilized Chi-square tests. Results: Results indicated a significant association between night eating syndrome and overnutrition (p-value=0.004, OR=5.214). No significant associations were observed between ultra-processed food (UPF) consumption (p-value=0.409) or physical activity (p-value=0.149) and overnutrition. Conclusions: This study concluded that night eating syndrome significantly predicts overnutrition incidence. Conversely, UPF consumption and physical activity demonstrated no significant associations with overnutrition.