Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Ketahanan Penenun Songket Bima dalam Memenuhi Kehidupan (Studi Single Parents dalam Keluarga Inti [conjugal family] di Kelurahan Rabadompu Barat Kecamatan Raba Kota Bima) Nurnazmi, Nurnazmi; Mawaddah, Ida; Waluyati, Ida
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 6 No 2 (2020): EDU SOCIATA (Jurnal Pendidikan Sosiologi)
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v4i1.407

Abstract

Disharmonis dalam rumah tangga menyebabkan perpisaha atau perceraian dan salah satu pasangan hidup meninggal dunia. Secara otomatis bahwa seorang ibu yang akan menjadi ibu rumah tangga, dan bertanggung jawab memenuhi fungsi keluarga terutama berbagai fungsi kebutuhan dalam hal mempertahankan hidup. Kebutuhan-kebutuhanhidupyangakandipenuhiolehpenenunsongket,antaralain: kebutuhan ekonomi (fisiologis), kebutuhan akan rasa aman dan perlindungan (proteksi), kebutuhan akan rasa kasih sayang (afeksi), kebutuhan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri. Kebutuhan yang mendasar untuk mempertahankan hidup yakni kebutuhan ekonomi (fisiologis), pemenuhan kebutuhan ekonomi belum tentu masuk dalam standar hidup sejahtera, ini terealisasi terdapat 165 penenun di Kelurahan Rabdompu Barat Kecamatan Raba Kota Bima yang profesi penenun ini belum masuk dalam jenis pekerjaan (Pengrajin industri rumah tangga tidak ada pada Profil Kelurahan Rabadompu Barat Kecamatan Raba Kota Bima Provinsi NTB Tahun 2017-2018). Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Ketahanan Penenun Songket Bima dalam Memenuhi Kehidupan (Studi Single Parents dalam Keluarga Inti (conjugal family) di Kelurahan Rabadompu Barat Kecamatan Raba Kota Bima). Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskripsi. Sumber data yakni informan utama 22 orang dan informan pendukung 3 orang dengan menggunakan teknik sampling purposive sampling. Teknik pengumpulan data antara lain observasi non-partisipan, wawancara terstruktur dan mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, display data dan verifikasi data. Pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data, triangulasi teknik pengumpulan data dan triangulasiwaktu. Penenun wanita memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan hidup, terlebih disaat penenun memiliki peran ganda seprti singel parents, permasalah ini sesuai dengan data tahun 2019 yakni jumlah penenun yang suaminya meninggal dunia 15 orang, bercerai 6 orang, pisah ranjang 1 orang, dan berstatus istri kedua 1 orang. Tanggungan dalam keluarga bukan saja pada keluarga kecil (nuclear family) tetapi pada keluarga besar (extended family). Selain penghasilan dari menenun, pendapatannya bersumber dari mempercepat proses produksi, buruh tanu, baby sister, asisten rumah tangga, pedagang kaki lima (PKL), penyanyi daerah (rawa mbojo), profesi mengane, kader posyandu dan kader KB, dan gaji khusus janda bagi suami yangPNS.
Dampak Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Dini Pada Kelurahan Kumbe Kota Bima Waluyati, Ida; Wulandari, Wulandari; Arif, Arif
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 6 No 2 (2020): EDU SOCIATA (Jurnal Pendidikan Sosiologi)
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v4i1.409

Abstract

Penggunaan gadget pada anak tanpa adanya pengawasan orang dewasa cenderung menimbulkan dampak negatif. Anak akan lebih mudah mengakses berbagai konten pornografi dari gadget yang dimiliki karena lebih mudah dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak edukatif dan psikologis penggunaan gadget pada anak usia dini di Kelurahan Kumbe Kota Bima. Penelitianinimenggunakanjenisdeskriptifkualitatif.Subjekpenelitianadalahanak usia dini dan orang tua. Instrumenpengumpulan data berupapedomanwawancaradanobservasi.Teknikanalisis data penelitianmenggunakantahapreduksi, display, sertaverifikasi data.Pengujiankeabsahan data menggunakantrianggulasisumberdanteknik.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa dampak penggunaan gadget pada anak usia dini di Kelurahan Kumbe Kota Bima meliputi: (1) dampak edukatif dari penggunaan gadget lebih cenderung banyak dirasakan oleh orang tua yaitu lebih mudah untuk memantau dan mengatur anak, sedangkan penggunaan gadget bagi anak usia dini hanya untuk hiburan semata dan memacu kegiatan belajar anak, (2) dampak psikologis dari penggunaan gadget adalah anak cenderung bersikap individualis yaitu susah bergaul, kecanduan dan sulit berkembang.
Kurikulum Multikulturalisme Untuk Pendidikan Berkeadilan Tasrif, Tasrif; Waluyati, Ida; Irfan, Irfan; Arif, Arif
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 6 No 2 (2020): EDU SOCIATA (Jurnal Pendidikan Sosiologi)
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v4i1.426

Abstract

Multikultural adalah khazanah bangsa dan dunia. Multikulturalism harus menjadi dasar filosofis dalam membuat kebijakan dan perencanaan pendidikan. Pendidikan belum sepenuhnya berwajah multikultural. Nilai-nilai multikultur harus mengejewantah ke semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Kebijakan pendidikan yang tidak mengadopasi nilai-nilai multikulturalisme menyisahkan disparitas pendidikan antara pusat dan daerah, suku satu dengan lain. Sekolah menyambut dan menyediakan siswa yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Sekolah dan pendidik harus responsif secara cultural sebagai bentuk penghormatan terhadap pendidikan multikultural. Pendidikan multikultural adalah pendekatan progresif, alat untuk mentransformasikan pendidikan yang mengkritisi dan memperbaiki literasi rasial dan kebijakan yang diskriminatif di dalam pendidikan. Kurikulum yang multikultur harus diterapkan untuk menguatkan cita-cita keadilan sosial.
Kendala Guru IPS dalam Pembelajaran Mata Pelajaran Sosiologi Kelas XI SMA Negeri 2 Langgudu Irfan, Irfan; Yuliastri, Yuliastri; Waluyati, Ida; susanto, Irman
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 2 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v7i2.2820

Abstract

Guru merupakan Sumbeer Daya yaang dibutuhkan dalam pendidikan untuk memanusiakan manusia, namun dalam penerapan pembelajaran sering mengalami kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kendala yang dihadapi guru IPS dalam menerapkan pembelajaran Mata pelejaran Sosiologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan penelitian sebanyak 6 guru yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yakni guru IPS yang memegang Mata Pelajaran Sosiologi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kendala guru IPS dalam menerapkan pembelajaran Mata Pelajaran Sosiologi adalah kurangnya kemampuan guru tentang media IT, tidak adanya kewajiban dari pihak sekolah agar guru mengajar menggunakan IT, karakteristik siswa yang latar belakangnya berbeda dan sulit dibimbing sesuai ketercapaian pembelajaran, kesulitan guru dalam penyesuaian penggunaan kurikulum merdeka belajar masih membutuhkan waktu dan pendampingan, praktek pembelajara P5 yang belum maksimal dikarenakan waktu yang disiapkan sekolah terbatas.
Peran Strategis Guru Dalam Mengimplementasikan Pendidikan Karakter Pada Era Kurikulum Merdeka di SMAN 3 Wera Syaifullah, Syaifullah; Waluyati, Ida
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 2 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v7i2.2857

Abstract

Peran strategis guru dalam mengimplementasikan pendidikan karakter sangat penting. Pendidikan karakter saat ini menjadi wacana utama dalam dunia pendidikan nasional di Indonesia. Menanamkan nilai-nilai karakter yang efektif dalam kehidupan siswa agar memiliki etika, tanggung jawab, dan kepedulian antar sesama. Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk peran dan strategi guru dalam mengimplementasikan pendidikan karakter di SMAN 3 Wera. Jenis penelilitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Kemudian teknik pengumpulan melalui tiga tahap yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi dan terakhir teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter di SMAN 3 Wera masih cukup baik. Nilai yang diterapkan dalam pelaksanaan pembelajaran seperti membentuk siswa yang memiliki sikap, perilaku dan pola pikir yang baik serta berintegritas tinggi, individu akan mampu bertindak dengan bijaksana, bertanggung jawab, jujur, disiplin dan empati terhadap sesama, berakademik tinggi, bertakwa kepada Tuhan, berakhlak mulia, jiwa sosial yang tinggi, religius, disiplin, mandiri, ber-kebhinekaan, kreatif, bernalar kritis, bergotong royong, peduli sosial, rasa ingin tahu, toleransi, komunikatif.
Edukasi Pencegahan Bullying dan Kekerasan Seks Pada Anak Usia Dini Di SDN Boke Sape Waluyati, Ida; Syaifullah, Syaifullah; Irmansah, Irmansah
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2024): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v3i4.1269

Abstract

Edukasi tentang pencegahan bullying dan kekerasan seks penting diberikan untuk anak sejak dini. Edukasi bahaya bullying pada anak di sekolah juga lebih diarahkan pada saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal pada SDN Boke di Desa Boke Kecamatan Sape Kabupaten Bima bahwa kemampuan anak mengenal pendidikan seks masih dalam kategori rendah, pemahaman orang tua tentang cara pemberian edukasi seks pada anak masih kurang, minimnya metode dan media pembelajaran mengakibatkan kurangnya inovasi baru dalam mengenalkan pendidikan seks dengan memperhatikan tahapan perkembangan anak. Tindakan bullying juga kerap terjadi di lingkungan sekolah karena anak belum memahami dampak bullying bagi anak yang lain. Metode edukasi pencegahan bulyying dan seks usia dini ini dilakukan melalui teknik bercerita, diskusi, tanya jawab, permainan, pemberian sticknote, doorprize, serta bernyanyi. Kegiatan ini dilakukan dengan komunikasi yang sederhana dan penuh kenyamanan sehingga anak tidak terkesan menggurui dan menegangkan. Nilai-nilai edukasi seks dibalut dalam untaian nyanyian dan sajian gambar yang memudahkan anak  dalam memahami hal tersebut. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah para siswa mampu memahami cara melindungi dirinya dari kejahatan seksual, memahami terkait ciri pertumbuhan yang terjadi pada masa pubersitas, mengenal bagian tubuh yang tidak boleh disentuh dan dilihat oleh orang lain, serta bijak menggunakan gadget. Dismping itu, anak memahami cara menyelesaikan masalah dengan pendekatan musyawarah besama, saling menghargai dan menghormati diantara perbedaan. Oleh karena itu, pihak sekolah harus tetap melakukan edukasi pencegahan bulyying dan kekerasan seks yang kontinyu pada seluruh siswa dengan metode-metode dan media yang menyenangkan.
Optimalisasi Manajemen Kasus untuk Perlindungan Perempuan dan Anak di Kota Bima Nurnazmi, Nurnazmi; Tasrif, Tasrif; Ramadan, Syahru; Syaifullah, Syaifullah; Waluyati, Ida
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 1 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i1.3389

Abstract

Kasus perempuan dan anak dalam berbagai kasus, seperti kasus kekerasan terhadap perempaun dan anak (KTP/KTA), Tindakan Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), dan Pernikahan Usia Anak di Indonesia yang kasusnya belum terselesaikan beberapa kasus, muncul lagi kasus yang baru. Data kasus tiga tahun terakhir, tahun 2021 terdapat 36 kasus, mengalami kenaikan signifikan pada tahun 2022 terdapat 71 kasus sedangkan tahun 2023 mengalami menurunan menjadi 54 kasus. Pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis fenomenologi. Informan terdiri dari 20 informan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yakni wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisi spirat John Creswell dan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi teknik pengumpulan data. Alur manajemen kasus untuk perlindungan perempuan dan anak antara lain: perjalinan relasi (engagement), penilaian (assessment), rencana (planning), intervensi (intervetion), pemantauan (monitoring), evaluasi (evaluation), terminasi (termination), dan tindak lanjut (follow-up).
Faktor Kesulitan Belajar Siswa pada Pembelajaran IPS di SDN 44 Kota Bima Waluyati, Ida; Mutiara, Intan; Nafisa, Salvina; Mardiana, Nana
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 1 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i1.3412

Abstract

Terdapat berbagai permasalahan yang berkaitan dengan faktor kesulitan belajar siswa pada pembelajaran IPS di SDN 44 Kota Bima antara lain, hasil belajar siswa rendah, motivasi belajar siswa cukup kurang, siswa kurang memahami pembelajaran IPS. Oleh karena itu, Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kesulitan belajar siswa pada pembelajaran IPS di SDN 44 Kota Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Metode pengumpulan data penelitian melalui observasi,wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI berjumlah 19 orang. Teknik analisis data menggunakan model Miles & Huberman meliputi tahap reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik, serta waktu. Hasil penelitian menujukkan bahwa kesulitan belajar siswa pada pembelajaran IPS DI SDN 44 Kota Bima meliputi kesulitan dalam memahami materi belajar, keterbatasan sumber belajar yang tersedia, kurangnya minat terhadap pembelajaran IPS, serta pelaksanaan pembelajaran masih belum berjalan dengan baik. kesulitan dalam proses pembelajaran, kurangnya sarana prasarana sekolah, dukungan orang tua, metode pembelajaran yang digunakan kurang sesuai dengan perkembangan peserta didik.
Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Perempuan dan Anak di Kota Bima Nusa Tenggara Barat Nurnazmi, Nurnazmi; Ramadan, Syahru; Tasrif, Tasrif; Syaifullah, Syaifullah; Waluyati, Ida; Syahruddin, Syahruddin
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i2.2057

Abstract

Tujuan pelatihan manajemen dan penanganan kasus perempuan dan anak antara lain: (a) Peserta diharapkan mampu mengenali dan memahami dalam menangani masalah perempuan dan anak yang terjadi di tengah masyarakat. (b) Peserta dapat mengsimulasi dalam menangani kasus perempuan dan anak melalui sketsa gambar dan deskriptif, (c) Peserta dapat mengimplementasikan alur manajemen kasus perempuan dan anak, (d) Peserta dapat menganalisis policy output dalam penanganan kasus perempuan dan anak, (e) Peserta mampu mendeskripsikan alur manajemen kasus dan policy output dalam penanganan kasus perempuan dan anak di Kota Bima Nusa Tenggara Barat. Metode pelatihan manajemen dan penanganan kasus untuk perlindungan perempuan dan anak antara lain: perjalinan relasi (engagement), penilaian (assessment), rencana (planning), intervensi (intervetion), pemantauan (monitoring), evaluasi (evaluation), terminasi (termination), dan tindak lanjut (follow-up). Peserta 35 orang dibagi ke dalam 5 kelompok dan menangani kasus perempuan dan anak yang berbeda-beda seperti kakerasan terhadap perempuan (KTP), kekerasan terhadap anak (KTA), Tindakan Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), dan Pernikahan Usia Anak. Peserta dapat mengilustrasikan dan mendekripsikan kasus perempuan dan anak di masyarakan menggunakan simulasi gambar. Peserta mengilustrasikan dan mempresentasikan manajemen dan penanganan kasus perempuan dan anak.
Edukasi Dampak Perundungan Di SDN Inpres Simpasai Lambu Waluyati, Ida; Irmansyah, Irmansyah; Syaifullah, Syaifullah
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v3i2.1086

Abstract

Dunia pendidikan saat ini dihadapkan oleh masalah yang cukup serius  yang menimpa pesera didik yaitu tindakan perundungan yang tentunya berdampak negatif bagi peserta didik. Tindakan perundungan ini merugikan korban hingga mempengaruhi psikisnya dan menyebabkan pelaku bertindak semena-mena pada korban. Pelaku yang melakukan tindakan  perundungan ini dapat memberi pengaruh buruk pada kesehatan fisik dan mental korbannya. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal pada 3 (tiga) Sekolah Dasar di Desa Simpasai Kecamatan Lambu bahwa kemampuan anak mengenal dampak dari tindakan perundungan masih dalam kategori rendah, pemahaman orang tua tentang cara pemberian edukasi bahaya perundungan pada anak masih kurang, minimnya metode dan media pembelajaran mengakibatkan kurangnya inovasi baru dalam mengenalkan pendidikan akan bahaya perundungan dengan memperhatikan tahapan perkembangan usia anak. Metode edukasi bahaya perudungan ini dilakukan melalui teknik bercerita, diskusi, tanya jawab, permainan, pemberian doorprize, serta bernyanyi. Kegiatan ini dilakukan dengan komunikasi yang sederhana dan penuh kenyamanan sehingga anak tidak terkesan menggurui dan menegangkan. Nilai-nilai edukasi bahaya perundungan ini dibalut dalam untaian nyanyian dan sajian gambar yang memudahkan anak  dalam memahami hal tersebut. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah para siswa mampu memahami cara melindungi dirinya dari kejahatan perundungan serta bijak menggunakan gadget. Oleh karena itu, pihak sekolah harus tetap melakukan edukasi bahaya perundungan yang bersifat kontinyu pada seluruh siswa dengan metode-metode dan media yang menyenangkan.