Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Peran Masyarakat dalam Pendidikan Islam NonFormal di Desa Jatimulya Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal Akhmad Syefudin; Yusup Rohmadi
Rayah Al-Islam Vol 7 No 1 (2023): Rayah Al Islam April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i1.661

Abstract

Pendidikan Isalm pada era sekarang dihadapkan dengan berbagai tantangan yang menyelimuti kehidupan manusia pada zaman modern. Oleh karena itu pendidikan Islam harus ditujukan pada kebutuhan perubahan masyarakat yang modern. Masyarakat dan lembaga pendidikan harus saling membantu dan berpastisipasi. Hubungan masyarakat dan lembaga pendidikan terjadi di daerah Sigerung desa Jatimulya. Di desa Jatimulya mengalami perkembangan pendidikan Islam yang begitu bagus, baik itu dari sarana dan prasarananya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran masyarakat dalam pendidikan Islam nonformal dan mengetahui hambatan dan solusi peran masyarakat dalam pendidikan islam non formal. Metode penelitian yang diguanakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran masyarakat dalam pendidikan Islam nonformal meliputi: Masyarakat Sebagai Pengguna Jasa, Masyarakat Sebagai Donatur, Masyarakat sebagai penerima kebijakan, Masyarakat memberi masukan dan berkonsultasi, Masyarakat sebagai sumber pelayanan, Masyarakat sebagai pelaksanaan kegiatan. Sedangkan hambatannya yaitu Masyarakat masih ada yang tidak mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan. Solusi yang diberikan oleh masyarakat yaitu m mengajak dan memotivasi masyarakat yang belum aktif dalam kegiatan keagamaan, Lembaga pendidikan meringankan biaya pendidikan dan berusaha melengkapi sarana dan prasarana untuk kegiatan pendidikan. Islamic education in the current era is faced with various challenges that surround human life in modern times. Therefore Islamic education must be addressed to the changing needs of modern society. Communities and educational institutions must help each other and participate. Public relations and educational institutions took place in the Sigerung area of ​​Jatimulya village. In Jatimulya village, there has been a very good development of Islamic education, both in terms of facilities and infrastructure. The purpose of this study was to determine the role of the community in non-formal Islamic education and to find out the obstacles and solutions for the role of the community in non-formal Islamic education. The research method used in this research is field qualitative research. The results of the study show that the role of the community in non-formal Islamic education includes: the community as service users, the community as donors, the community as recipients of policies, the community providing input and consulting, the community as a source of services, the community as implementing activities. While the obstacle is that there are still people who do not participate in religious activities. The solution provided by the community is to invite and motivate people who are not yet active in religious activities, educational institutions reduce the cost of education and try to complete facilities and infrastructure for educational activities.
Strategi Pembelajaran Al- Qur’an dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-Qur’an Siswa di MI Tahfizhul Qur’an Isy Karima Karangpandan Karanganyar Tahun Pelajaran 2022/ 2023 Muhammad Syaifudin; Yusup Rohmadi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran tahfizh Al-Qur’an untuk meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an pada siswa di MIT Isykarima Karangpandan Karanganyar. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif. Tempat pelaksanaan penelitian ini di MIT Isy Karima Karangpandan Karanganyar. Penelitian dilaksanakan mulai 1 januari 2023 hingga tanggal 28 februari 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama, strategi pembelajaran tahfizh Al-Qur’an di MI Tahfizhul Qur’an adalah a. Qiroah adalah program bagi santri untuk membaca Al-Qur’an langsung dibawah pengawasan guru, b. Kitabah adalah menuliskan ayat-ayat Al-Qur’an pada sebuah buku tulis, c. tahfidz adalah seorang santri menyetorkan hafalan di depan seorang guru, d. muroja’ah adalah mengulang hafalan yang telah dihafalkan, e. talqin adalah sebuah metode dengan cara mengulang-ulang bacaan yang diucapkan oleh sang guru yang memajukan tahsin dan tahfizh. Kedua, faktor pendukung meliputi : Menggunakan model belajar kelompok-kelompok kecil/ Halaqoh, guru yang rata-rata hafizh qur’an 30 juz, lingkungan belajar yang terletak di dalam kompleks pesantren Tahfizhul Qur’an Isy Karima. Ketiga, faktor penghambat meliputi : kurangnya perhatian orang tua, lingkungan rumah dan usia anak-anak yang masih suka bermain.
Strategi Pembelajaran Al- Qur’an dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-Qur’an Siswa di MI Tahfizhul Qur’an Isy Karima Karangpandan Karanganyar Tahun Pelajaran 2022/ 2023 Muhammad Syaifudin; Yusup Rohmadi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran tahfizh Al-Qur’an untuk meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an pada siswa di MIT Isykarima Karangpandan Karanganyar. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif. Tempat pelaksanaan penelitian ini di MIT Isy Karima Karangpandan Karanganyar. Penelitian dilaksanakan mulai 1 januari 2023 hingga tanggal 28 februari 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama, strategi pembelajaran tahfizh Al-Qur’an di MI Tahfizhul Qur’an adalah a. Qiroah adalah program bagi santri untuk membaca Al-Qur’an langsung dibawah pengawasan guru, b. Kitabah adalah menuliskan ayat-ayat Al-Qur’an pada sebuah buku tulis, c. tahfidz adalah seorang santri menyetorkan hafalan di depan seorang guru, d. muroja’ah adalah mengulang hafalan yang telah dihafalkan, e. talqin adalah sebuah metode dengan cara mengulang-ulang bacaan yang diucapkan oleh sang guru yang memajukan tahsin dan tahfizh. Kedua, faktor pendukung meliputi : Menggunakan model belajar kelompok-kelompok kecil/ Halaqoh, guru yang rata-rata hafizh qur’an 30 juz, lingkungan belajar yang terletak di dalam kompleks pesantren Tahfizhul Qur’an Isy Karima. Ketiga, faktor penghambat meliputi : kurangnya perhatian orang tua, lingkungan rumah dan usia anak-anak yang masih suka bermain.
INTERNALISASI NILAI-NILAI MULTIKULTURAL MELALUI PEMBELAJARAN AKHLAK DI PONDOK PESANTREN MUHAMMADIYAH AL-MA’UN SROYO KARANGANYAR Muhammad Muharromul Hilal; Yusup Rohmadi; Reza Hilmy Luayyin
AL-MUADDIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/muaddib.v4i2.371

Abstract

Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan yang melambangkan bahwa Indonesia adalah negara yang multikultur baik dari segi bahasa, budaya, suku dan agama. Banyak sekali terjadi perselisihan sehingga menimbulkan kerusuhan antar ethnis salah satunya peristiwa perang sampit yang berlangsung pada awal Februari 2001. Maka untuk menjadikan negara yang aman, damai dan sejahtera perlu adanya nilai-nilai multikultural melalui pendidikan di pondok pesantren Muhammadiyah Al-Ma’un Sroyo Karanganyar. Berlandaskan jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Sedangkan metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan melalui pendekatan empiris. Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa dalam menginternalisasikan nilai-nilai multikultural di Pondok Pesantren Muhammadiyah Al-ma’un Sroyo dapat dibuktikan melalui berbagai macam kegiatan yang dilakukan oleh santri baik kegiatan formal dan non formal, terstuktur dan tidak terstruktur, pembiasaan dan pengembangan.Kata Kunci: Internalisasi, Nilai-nilai Multikultural, Pesantren
Hubungan Kemampuan Hafalan Al-Qur’an dengan Prestasi Pelajaran Matematika di Kelas VIII SMP-IT Ibnu Abbas Klaten Tahun Pelajaran 2017/2018 Erwan Cakra Yudha; Yusup Rohmadi
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 11 No. 02 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i02.1419

Abstract

Permasalahan yang diangkat penelitian ini adalah SMPIT Ibnu Abbas Klaten setiap siswa berkewajiban menghafalkan Al-Qur’an minimal 20 juz selama menempuh pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara kemampuan hafalan Al-Qur`an dengan prestasi belajar siswa pada pelajaran Matematika di SMPIT Ibnu Abbas Klaten. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan korelasional yang di laksanakan di SMPIT Ibnu Abbas Klaten pada tahun 2018 dengan subjeknya adalah siswa kelas VIII yang mengikuti kegiatan hafalan Al-Qur`an. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, angket, dan studi dokumenter. Analisis data menggunakan analisis korelasional dengan teknik korelasi rumus product moment. Hasil penelitian: Pertama penerapan hafalan Al-Qur`an sesuai dengan hasil observasi dan berdasarkan hasil angket tergolong cukup baik, ini dapat dilihat dari analisis data melalui skor rata - rata sebesar 57.433 yang berada dalam klasifikasi diantara 51 – 75, maka dapat diketahui penerapan hafalan Al-Qur`an termasuk kategori sedang. Kedua prestasi belajar siswa pada pelajaran Matematika setelah melalui kegiatan hafalan Al-Qur`an berada pada kategori baik dengan siswa mencapai belajar tuntas sebanyak 27 siswa. Ketiga adanya hubungan antara kemampuan hafalan Al-Qur`an dengan prestasi belajar siswa pada bidang studi Matematika di SMPIT Ibnu Abbas Klaten dengan interpretasi kuat atau tinggi. Hal ini dapat diketahui dari hasil formulasi statistik product moment dengan hasil 0,870 yang terletak antara 0,70 – 0,90 pada tabel angka korelasi “r”.
Proses Penentuan Pembiayaan dan Pendapatan Berbasis Anggaran Pesantren pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Ma’had Aly Ta’mirul Islam Surakarta Ridwan Yacob; Yusup Rohmadi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5649

Abstract

Abstrak Penelitian ini mendeskripsikan praktek pembiayaan dan pendanaan yang ada pada Ma’had Aly Ta’mirul Islam Surakarta dengan melihat SPP/UKT mahasiswanya. Beberapa menejemen pembiayaan dan pendanaan yang ada pada Ma’had Aly Ta’mirul Islam serta pengelolaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah pendapatan, pendanaan dan pembiayaan Ma’had Aly Ta;mirul Islam diperoleh dari dana kemenag, UKT/SPP mahasiswa dan dana anggaran pondok pesantren pendiri/asal. Pada pendanaan pokoknya, Ma’had Aly Ta’mirul Islam bersumber pada anggaran pondok pendiri yang diperoleh dari unit usaha dan sumber daya pribadi yang dikelola secara mandiri. Ma’had Aly memiliki beberapa unit usaha yang menjadi sumber daya dan pendanaan oprasional Ma’had Aly tersebut. Beberapa unit usaha tersebut sudah menjadi beberapa pokok sumber daya yang cukup untuk pendanaan dan oprasional Ma’had Aly. Namun, pada dasarnya unit usaha itu merupakan sumber daya yang masih menjadi milik pondok asal/pondok pendiri sehingga Ma’had Aly hanya berhak mengajukan anggaran dan melaporkannya setiap bulannya. Sumber daya ini sudah dikelola secara mandiri, namun belum mnejadi baik karena menejemen pengelolaan sumber daya dan pendanaan Ma’had Aly seharusnya dikelola secara pribadi dan mandiri tidak ikut dalam anggaran dana pondok pesantren asal/pendiri. Kata Kunci: Ma’had Aly, Sumber Daya, Pendanaan dan Pembiayaan
Pembinaan Karakter Siswa Melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Madrasah Ibtida’iyah Negeri 7 Boyolali Gunarni Suprihhatin; Yusup Rohmadi
Khazanah Akademia Vol. 8 No. 01 (2024): Khazanah Akademia
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jurnalkhazanahakademia.v8i01.286

Abstract

Pembinaan karakter merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan untuk membentuk individu yang memiliki nilai-nilai luhur. Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan mengkaji tahapan pembinaan karakter melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila di MIN 7 Boyolali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan enam tahapan dalam pembinaan karakter siswa, yaitu melibatkan pembentukan tim fasilitator sebagai penggerak utama, asesmen lingkungan dan gagasan untuk mengidentifikasi tantangan dan potensi di lingkungan sekolah dan masyarakat, perancangan projek untuk memberikan kerangka kerja terstruktur, penyusunan modul untuk pemahaman mendalam tentang tujuan dan nilai dalam pembinaan karakter, pelaksanaan projek sebagai kesempatan siswa menerapkan pemahaman dan keterampilan, dan pelaporan projek untuk berbagi hasil pembelajaran. Enam tahapan pembinaan karakter melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan pendekatan yang efektif dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kehidupan siswa. Temuan ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pembinaan karakter melalui projek untuk memperkuat pofil pelajar dalam konteks Pancasila.
MODEL PENDIDIKAN KHULAFAUR RASYIDUN DAN IMPELEMENTASINYA BAGI PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Riptono, Riptono; Bakri, Syamsul; Rohmadi , Yusup
Guruku: Jurnal Pendidikan Profesi Guru Vol. 3 No. 1 (2024): Guruku: Jurnal Pendidikan Profesi Guru
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang (UIN) Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ccykyh27

Abstract

This research will discuss the educational model developed by the Rasyidun Khulafaur. The Khulafaur Raysidun, consisting of four friends, namely Abu Bakar, Umar Ibn Khatam, Uthman Ibn Affan, and Ali bin Abi Talib provided different models or types of learning, but the essence of the teachings was taken from the Koran and the Sunnah of the Prophet. By using the library research method where the sources used are literature and then carrying out analysis with the most relevant sources to find answers to existing problems. The educational model implemented by Khulafaur Rasyidun apparently has different models. Abu Bakr as the first caliph to replace the Prophet Muhammad taught the educational model in the form of faith and moral education. Umar bin Khatam as the second caliph taught a model of education based on the physical framework, Uthman prioritized ethical education which focused on the study of morals, as did his last friend, Ali bin Abi Talib, who taught faith and morals education in forming a good Muslim person. The educational model taught by Khulafaur Rasyidun became the educational model used by the ulama after him. Where this education should also be carried out by Muslims today who are now starting to be attacked by Western-style education which is not in accordance with the soul and personality of their nation.
KONSEP PENDIDIKAN PERSPEKTIF IBNU THUFAIL Dini, Muhammad Nasri; Bakri, Syamsul; Rohmadi, Yusup
HIKMAH: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hikmah.v12i1.456

Abstract

Implikasi Ikhlas Pada Resiliensi Remaja Dalam Menghadapi Masalah Keluarga Samsul Hadi; Ayu Apriliya; Syamsul Bakri; Yusup Rohmadi
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 10 No 1 (2023): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v10i1.5428

Abstract

Abstract: This study aimed to determine the impact of sincerity on the resilience of adolescents in dealing with family problems. This research method is a qualitative phenomenological study. The research subjects consisted of 3 female high school students at Karya Pembangunan Paron High School who had family problems with economic difficulties, orphans and divorce. Methods of data collection using observation, interviews and documentation. The results showed that family problems faced by adolescents included financial challenges caused by parents who did not have a permanent job, the issue of orphaned youth and the problem of lack of attention from parents due to a broken home divorce. A sincere picture of childhood in dealing with family problems, namely surrendering to Allah SWT. Adolescent resilience in dealing with family problems through family behaviour that supports each other, friendship environmental factors, the understanding that everything owned is only a deposit and expressions of gratitude. The impact of sincerity on the resilience of adolescents in dealing with family problems is obtaining inner satisfaction, understanding that we should not love the world excessively, feeling relieved after letting go and being persistent in doing good. Keywords: Sincere, Resilience, Family Problem, Youth Abstract: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak ikhlas pada resiliensi remaja dalam menghadapi masalah keluarga. Metode penelitian ini merupakan studio kualitatif fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari 3 siswi remaja SMA Karya Pembangunan Paron yang memiliki masalah keluarga kesulitan ekonomi, yatim dan perceraian. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan keluarga yang dihadapi remaja antara lain masalah kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh faktor orang tua yang tidak memiliki pekerjaan tetap, masalah remaja yatim dan masalah kurangnya perhatian orang tua akibat dari broken home perceraian. Gambaran ikhlas remaja dalam menghadapi masalah keluarga yaitu berserah diri kepada Allah SWT. Resiliensi remaja dalam menghadapi masalah keluarga melalui perilaku keluarga yang saling mendukung, faktor lingkungan pertemanan, pemahaman bahwa segala yang dimiliki hanya titipan, dan ungkapan syukur. Dampak ikhlas pada resiliensi remaja dalam menghadapi masalah keluarga yaitu memperoleh kepuasan batin, memaknai bahwa kita tidak seharusnya menyayangi dunia secara berlebihan, merasa lega setelah mengiklaskan dan istiqomah dalam melakukan kebaikan. Kata Kunci: Ikhlas, Resiliensi, Masalah Keluarga, Remaja