Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pembuatan Briket dari Limbah Sekam Padi di Desa Jajaran Baru Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas Arini, Wahyu; Arini, Tri; Lovisia, Endang; Utami Gumay, Ovilia Putri
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v6i2.2602

Abstract

Jajaran Baru adalah salah satu desa di Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, Indonesia.Sebagian besar wilayah Desa Jajaran Baru ini terdiri dari persawahan, perkebunan karet. Mayoritas masyarakat Desa Jajaran Baru berkerja sebagai petani, buru tani, dan pedagang. Desa Jajaran Baru merupakan desa mitra pada kegiatan Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan pada Bulan September 2023 dengan kegiatan berupa sosialisasi dan pelatihan pembuatan briket dari limbah sekam padi sebagai upaya untuk mengurangi limbah sekam padi dilingkungan dan melatih Masyarakat dalam mengolah sekam padi sebagai sumber energi alternatif. Berdasarkan hasil kegiatan tersebut diperoleh hasil berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pembuatan briket dengan menggunakan limbah sekam padi. Dari data analisis diperoleh rata-rata nilai sebesar 88,9, hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat briket sekam padi sebagai energi alternatif termasuk dalam kategori Sangat Baik. Untuk keterampilan Masyarakat di peroleh rata-rata nilai sebesar 88,7, hal ini menunjukkan bahwa keterampilan masyarakat berada pada kategori Sangat Baik.
Pengembangan Kamus Fisika Bergambar Sebagai Sumber Belajar Mandiri Untuk Mengukur Minat dan Respon Siswa SMA N Muara Lakitan Indriani, Ilma; Arini, Wahyu; Gumay, Ovilia Putri Utami
Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Eksakta Vol. 4 No. 1 (2024): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/trilogi.v4i1.167

Abstract

Pengembangan kamus fisika bergambar dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai bagaimana minat dan tanggapan siswa pada pembelajaran fisika. Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan media kamus fisika bergambar sebagai sumber belajar mandiri untuk mengukur minat dan respon siswa SMA N Muara Lakitan. Penelitian ini menerapkan metode pengembangan atau sering disebut dengan research and development (R & D) dengan model 4D, yang terdiri dari tahap Define, tahap Design, tahap Develop, dan tahap Dessiminate. Pada penelitian ini dilakukannya validasi produk untuk mengetahui kelayakan kamus fisika bergambar oleh para ahli yang terdiri dari ahli media, ahli bahasa, dan ahli materi. Berdasarkan hasil penilaian dari penelitian ini pada angket minat memperoleh nilai sebesar 69,32 dengan persentase 69,32% dikategorikan tinggi. Untuk angket respon memperoleh nilai sebesar 54,44 dengan persentase 83,75% dengan kategori sangat positif. Dengan demikian kamus fisika bergambar dapat berpengaruh terhadap minat dan respon siswa pada pembelajaran fisika
Sosialisasi Pemanfaatan Alat Filtrasi Sederhana di Desa Babat Kecamatan STL Ulu Terawas Lovisia, Endang; Amin, Ahmad; Arini, Wahyu; Utami Gumay, Ovilia Putri; Ariani, Tri
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Babat Kecamatan STL Ulu Terawast, Kabupaten Musi Rawas dengan target sasaran masyarakat Desa Babat. Berdasarkan hasil analisis terhadap permasalahan yang dihadapi oleh mitra dan hasil diskusi, teridentifikasi persoalan yang dialami oleh warga setempat khususnya masyarakat Desa Babat, diantaranya: kurangnya keterampilan masyarakat tentang proses penjernihan air yang keruh. Sehingga diharapkan setelah selesai kegiatan PKM ini masyarakat di Desa Babat Kecamatan STL. Ulu Terawas Kabupaten Musi Rawas mampu membuat alat filtrasi sederhana untuk proses penjernihan air. Adapun metode yang TIM gunakan adalah metode sosialisasi dan pelatihan tentang cara pembuatan bioetanol dari tetes tebu. Berdasarkan hasil angket keterampilan yang diberikan TIM kepada responden sebanyak 20 orang, diperoleh bahwa terjadi peningkatan sebesar 69,8%.
Pelatihan Pembuatan Roket Air Untuk Meningkatkan Minat dan Pemahaman Tentang Gaya Pada Siswa di SMP Negeri Air Satan Kabupaten Musi Rawas Arini, Wahyu; Sulistiyono, Sulistiyono
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i1.3253

Abstract

Pelatihan pembuatan roket air bertujuan untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap konsep gaya dalam fisika melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Negeri Air Satan, Kabupaten Musi Rawas, dengan melibatkan siswa sebagai peserta utama. Metode pelatihan meliputi penjelasan teori, demonstrasi, pembuatan roket air, dan praktik peluncuran. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam minat belajar siswa dan pemahaman siswa terhadap konsep gaya seperti gaya dorong, gravitasi, dan tekanan udara juga meningkat, berdasarkan hasil evaluasi melalui diskusi dan observasi. Aktivitas pembuatan roket air memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan aplikatif, sehingga mempermudah siswa dalam mengaitkan teori dengan kehidupan sehari-hari. Pelatihan ini berhasil menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan memotivasi siswa untuk lebih mendalami sains, khususnya fisika. Oleh karena itu, program ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di sekolah-sekolah sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.
Penerapan Pendekatan Saıntıfık terhadap Sıkap Ilmıah Sıswa Kelas X SMA Muhammadıyah 1 Lubuklınggau Arini, Wahyu
Science and Physics Education Journal (SPEJ Vol 8 No 1 (2024): SPEJ (Science and Physic Education Journal)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/spej.v8i1.14134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peningkatan sikap ilmiah siswa kelas X SMA Muhammadiyah Lubuklinggau setelah penerapan pembelajaran berbasis pendekatan saintifik. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu (quasi-eksperimen), dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara awal dan observasi. Hasil analisis observasi menunjukkan bahwa pada pertemuan pertama, skor rata-rata mencapai 75,4, sedangkan pada pertemuan terakhir meningkat menjadi 88,7. Secara keseluruhan, perhitungan N-Gain sikap ilmiah menunjukkan skor sebesar 0,78, yang termasuk dalam kategori tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan saintifik secara signifikan meningkatkan sikap ilmiah siswa.
Pengembangan LKPD Suhu dan Kalor Berbasis Guided Inquiry untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Motivasi Belajar Peserta Didik SMP Kelas VII Sulistiyono, Sulistiyono; Arini, Wahyu
JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Vol 18 No 2 (2024): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v18i2.3308

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntuk 1) Menghasilkan LKPD suhu dan kalor berbasis guided inquiry yang layak untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan motivasi belajar peserta didik SMP kelas VII.2) Mengetahui penggunaan LKPD suhu dan kalor berbasis guided inquiry untuk meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik SMP kelas VII. 3) Mengetahui penggunaan LKPD suhu dan kalor berbasis guided inquiry untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik SMP kelas VII. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE. Hasil dari penelitian ini adalah sebgai berikut 1) Kelayakan LKPD suhu dan kalor berbasis guided inquiry berdasarkan hasil validasi yang telah dilakukan oleh ahli pada aspek materi, aspek media dan aspek bahasa terhadap LKPD suhu dan kalor berbasis guided inquiry. Pada aspek materi sebesar 55 termasuk dalam kategori “Baik”. Pada aspek media diperoleh nilai sebesar 45 termasuk dalam kategori “Baik” dan pada aspek bahasa juga diperoleh nilai sebesar 30 termasuk dalam kategori “Baik”. Sehingga LKPD suhu dan kalor berbasis guided inquiry layak untuk digunakan pada kegiatan pembelajaran. 2) LKPD suhu dan kalor berbasis guided inquiry dapat meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik ditunjukkan dengan nilai standard gain sebesar 0,81 (kategori tinggi). 3) LKPD suhu dan kalor berbasis guided inquiry dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik ditunjukkan dengan nilai standard gain sebesar 0,42 (kategori sedang).
Analisis Kebutuhan Modul Pembelajaran Fisika Berbasis Contextual Teaching and Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMA Negeri Karya Sakti Naja Seindah Hafidho; Wahyu Arini
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7619

Abstract

The needs analysis was carried out with the aim of finding out the learning needs and problems experienced by students and as a guide for solving the problems faced, then the needs analysis research was carried out. This needs analysis was carried out using qualitative methods. This analysis was carried out by conducting interviews with students and teachers. The instruments used in this research were student response questionnaires and interviews. The results of the needs analysis carried out show that the learning process carried out has not used learning modules to maximize students' critical thinking abilities. The ongoing learning process is still dominated by teachers (teacher-oriented learning), so that students who are expected to be active and interactive have not been achieved. In the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach, the components used can help students improve their critical thinking skills. In implementing the Contextual Teaching and Learning (CTL) model, it will be more optimal if you use learning modules as open materials.
Analisis Kebutuhan Model Pembelajaran Discovery Learning (Dl) pada Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 5 Lubuklinggau Tarisa Juwa Mey Pranata; Wahyu Arini
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7695

Abstract

The purpose of carrying out this needs analysis is to help teachers or educators make it easier to present the learning process and make it easier for students to understand the material being studied. This research refers to a qualitative research approach. The type of research carried out is descriptive. The subject of this research is the physics subject teacher at SMP Negeri 5 Lubuklinggau. After conducting a needs analysis, it was concluded that teaching materials were needed that could make it easy for students to understand the material being studied. It was concluded that teaching materials were needed that could make it easier for students to understand the material being studied. The solution for these teaching materials is teaching materials based on the discovery learning model.
Analisis Respon Siswa terhadap Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) pada Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Negeri Sukamana Eva Juwita; Wahyu Arini
Journal on Education Vol 7 No 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari 2
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.7735

Abstract

Analysis of student responses to the Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model is expected to be able to see how much students respond to the CTL model. The analysis of the response is carried out to understand students' learning and learning challenges and use it as a guide for problem solving. This research aims to analyze the Contextual Teaching and Learning (CTL) method in science learning, especially science. The research method used is a qualitative approach by conducting teacher interviews and the teacher used in this research is a student response questionnaire for conducting interviews. The results of the research show that the conventional method used by teachers currently makes people feel bored because it only focuses on the teacher without any interaction between teachers and students who make students rarely understand the material as a whole which results in low student learning outcomes.The Contextual Teaching and Learning (CTL) approach can help students' involvement and understanding of the material. The results of student responses to the Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model with an average percentage of 83.6 with 20 students responding and the total number of students obtained was 836 with a maximum score of 50. With student involvement in the learning process through the model In this CTL learning, students will better understand the material being taught so that it can improve student learning outcomes
Keefektifan Pendekatan Saintifik Terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa SMA Kelas XI Pada Materi Fluida Statis Sulistiyono, Sulistiyono; Arini, Wahyu
JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Vol 19 No 1 (2025): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v19i1.3529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pendekatan saintifik terhadap keterampilan proses sains siswa sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada nilai rata-rata siswa kelas eksperimen, dari 47,21 (pre-test) menjadi 84,80 (post-test). Peningkatan juga terjadi pada nilai minimum dan maksimum, yang mengindikasikan kemajuan merata pada seluruh siswa, baik yang berkemampuan rendah maupun tinggi. Meskipun kelas kontrol juga menunjukkan peningkatan, kelas eksperimen mengalami lonjakan hasil belajar yang lebih tinggi. Pendekatan saintifik terbukti berdampak positif terhadap penguasaan tujuh aspek keterampilan proses sains, yaitu mengamati, mengelompokkan, menyimpulkan, meramalkan, berkomunikasi, merumuskan hipotesis, dan merencanakan percobaan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran yang diterapkan dalam kelas eksperimen efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa.