Bambang Argo Wibowo
Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 59 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KINERJA KOPERASI UNIT DESA (KUD) MISOYO MARDI MINO DALAM USAHA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI KECAMATAN SARANG, KABUPATEN REMBANG Merdiana, Shervinda Eky; Wibowo, Bambang Argo; Mudzakir, Abdul Kohar
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 1: Januari, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.705 KB)

Abstract

Koperasi memiliki peranan penting dalam perekonomian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk mengetahui apakah koperasi sudah baik, maka perlu diketahui kinerjanya. Analisis kinerja KUD Misoyo Mardi Mino  sangat penting dalam pelayanan kepada anggotanya. Penelitian ini bertujuan 1) untuk mengidentifikasi unit – unit usaha yang dikelola KUD Misoyo Mardi Mino 2) menganalisis kinerja KUD Misoyo Mardi Mino dengan menggunakan analisis Balance Score Card (BSC). Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dengan 100 responden, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis menggunakan Balanced Score Card (BSC) dengan empat perspektif yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, serta perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Perspektif keuangan dihitung menggunakan rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rentabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUD Misoyo Mardi Mino mempunyai beberapa unit usaha diantaranya penjualan solar (SPDN), pembayaran rekening listrik dan air, dan jasa sewa gedung atau waserda. Adapun analisis hasil perspektif keuangan dengan indikator rasio likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas didapatkan hasil sebesar 17,5 %, sedangkan analisis perspektif non keuangan menunjukkan bahwa perpektif pelanggan (anggota) KUD Misoyo Mardi Mino mendapatkan hasil sebesar 32,11%, sedangkan perspektif bisnis internal mendapatkan hasil sebesar 36,36%, Terakhir adalah perspektif pembelajaran dan pertumbuhan didapatkan nilai sebesar 22,5%.  Hasil keseluruhan empat perspektif Balanced Score Card sebesar 85,97% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Sesuai dengan standar penilaian kinerja BSC, kriteria sangat baik dengan tingkat pencapaian >81%. 
ANALISIS TINGKAT EFISIENSI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) DI KABUPATEN PEMALANG Lavictory, Belladona; Wibowo, Bambang Argo; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.505 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sarana prasarana, menganalisis tingkat efisiensi serta membandingkan efisiensi Tempat Pelelangan Ikan yang ada di Kabupaten Pemalang. Penelitian ini dilakukan selama bulan Februari 2016 di lima TPI di Kabupaten Pemalang yaitu TPI Tanjungsari, TPI Asemdoyong, TPI Mojo, TPI Ketapang dan TPI Tasikrejo. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengambilan sample yang digunakan adalah dengan metode purposive sampling sedangkan alat yang digunakan menganalisis efisiensi TPI menggunakan alat analisis DEA banxia forontier analysis. Hasil analisa menunjukan bahwa TPI yang menjadi objek penelitian setelah dianalisis menggunakan DEA banxia forontier analysis menunjukan bahwa TPI Asemdoyong, Mojo, Ketapang dan Tasikrejo telah efisien dengan skor 100.00% sedangkan TPI yang belum mencapai efisiensi yaitu TPI Tanjungsari dengan skor 96.50% hal tersebut karna antara nilai actual dengan nilai target tidak sama dan terdapat potensi perbaikan di beberapa variabel input maupun output . Tempat Pelelangan Ikan dengan nilai produktivitas bakul, personel TPI, gerobak, timbangan, luas lantai dan panjang dermaga paling tinggi adalah TPI Asemdoyong. Sedangkan produktivitas nelayan pertahunnya paling tinggi adalah TPI Mojo.
ANALISIS TINGKAT PEMANFAATAN DAN KEBUTUHAN FASILITAS FUNGSIONAL PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) MUNCAR, KABUPATEN BANYUWANGI, JAWA TIMUR Raditya, Wildanis Reza; Rosyid, Abdul; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 2: April, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.937 KB)

Abstract

Pelabuhan perikanan merupakan pusat dari semua kegiatan perikanan yang ada di suatu daerah, keberadaannya menjadi sangat vital bagi kegiatan perikanan suatu daerah. Namun pada prakteknya pemanfaatan dari fasilitas-fasilitas pelabuhan tersebut banyak tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas fungsional, menganalisa tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas fungsional yang tersedia serta memperoleh suatu landasan perencanaan dan pengembangan fasilitasdi Pelabuhan Perikanan Pantai Muncar.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisa deskriptif dengan pengambilam sampel yang merupakan Stakeholders dari PPP Muncar secara Purposive Sampling. Analisa data untuk mengetahui tingkat pemanfaatan menggunakan metode presentase yang didasarkan pada pendayagunaan fasilitas (Lubis, 2000) dan analisa tingkat kebutuhan menggunakan analisa estimasi. Untuk memperoleh landasan untuk perencanaan dan pengembangan fasilitas digunakan metode analisis SWOT (Strength, Weakness, Threat, Opportunity).Hasil penelitian diperoleh bahwa fasilitas fungsional yang ada di Pelabuhan Perikanan Pantai Muncar, Banyuwangi kondisi fisiknya masih baik dan masih layak digunakan namun ada beberapa fasilitas yang kurang terawat, tingkat pemanfaatan TPI 0%. Hasil analisis estimasi menunjukkan bahwa jumlah produksi ikan, jumlah kapal, jumlah alat tangkap, jumlah kapal keluar dan jumlah kapal masuk diperkirakan akan terus mengalami penurunan dalam jangka waktu 5 tahun kedepan, sedangkan jumlah nelayan terus mengalalami peningkatan. Hasil analisis SWOT untuk mengetahui strategi perencanaa dan pengembangan di PPP Muncar didapatkan hasil penerapan strategi S-O (Strength-opportunity) yang artinya Strategi dalam penerapannya menggunakan kekuatan (S = Strength) untuk memanfaatkan suatu peluang (O = Opportunity). Fishing port has been a center of all fisheries activity of a coastal area, its presence has been a vital factor for fisheries activity of an area. But in the reality the utilization of fishing port functional facility doesn’t working as e expected. The study aims to determinate the condition of functional facilities, to analyze the rate of utilization, and analyze necessity rate of the current condition of functional facilities and generating bases to be used on planning and developing of Muncar coastal fishing port. The method used in this study was descriptive method using the fishing port stakeholders as sample by purposive sampling. Data analysis that used analyzing the utilization rate of functional facilities was percentage method based on the facility utilization (Lubis, 2000) and necessity analysis using estimation analysis. SWOT (Strength, Weakness, Threat, Oportunity) analysis used to figure the bases to be used on planning and developing of Muncar coastal fishing port. The result obtained that the existing facilities at the Muncar Coastal Fishing Port was still good condition and still proper to use but some of them poorly-maintained, TPI’s utilization rate 0%. From the result of estimation analysis the number of fish producing, fishing boat and fishing gear estimated will be decreasing each year within the next five years but the the number of fishermen estimated will be increasing within the next five years. While the result obtained from the application of SWOT analysis S-O strategy (Strength-Opportunity) which means that the strategy in it’s application to use (S) strength to take advantage of an (O) opportunity.
ANALISIS PERBEDAAN WAKTU PENANGKAPAN IKAN ALAT TANGKAP BRANJANG TERHADAP HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN RAWAPENING, KEC. BANYUBIRU, KAB. SEMARANG Harahap, Yupi Aulia; Wibowo, Bambang Argo; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.046 KB)

Abstract

Perairan Rawapening memiliki potensi sumberdaya perikanan yang dapat dimanfaatkan oleh nelayan dan petani ikan di dalam kegiatan penangkapan dan budidaya ikan. Salah satu alat tangkap yang mendominasi adalah Branjang. Alat tangkap Branjang dioperasikan pada waktu siang dan malam hari, namun di Kacamatan Banyubiru, Branjang secara resmi hanya dioperasikan pada siang hari. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan 2 waktu yang berbeda yaitu siang dan malam. Trip penangkapan selama siang hari dan malam hari masing-masing 7 kali pengulangan dan 8 jam per tripnya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi alat tangkap Branjang dan alat bantu penangkapannya, mengidentifikasi hasil tangkapan alat tangkap Branjang, menganalisis tingkat pendapatan nelayan Branjang dengan perbedaan waktu operasi di Rawapening, dan mengetahui pengaruh perbedaan waktu operasi penangkapan Branjang terhadap hasil tangkapan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah experimental fishing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan waktu penangkapan tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan dimana nilai sig jumlah hasil tangkapan (0,539) > 0,05 H0 diterima dan nilai sig berat hasil tangkapan (0,411) > 0,05 H0 diterima. Tingkat pendapatan nelayan Branjang rata-rata per trip pada siang hari sebanyak Rp 44.500,00 sedangkan pada malam hari sebanyak Rp 43.600,00.
ANALISIS BIOEKONOMI MODEL COPES PERIKANAN DEMERSAL PESISIR REMBANG Tarigan, Timotius; Wibowo, Bambang Argo; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.156 KB)

Abstract

Perairan Rembang merupakan salah satu wilayah penyebaran ikan demersal yang cukup potensial di perairan utara Jawa Tengah, karena memiliki 28,54% hasil laut ikan demersal dari total produksi ikan demersal di Indonesia. Pemanfaatan sumberdaya ikan demersal  hingga kini diusahakan oleh nelayan skala kecil dengan menggunakan alat tangkap seperti trammel dan cantrang. Dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan jumlah dan armada alat tangkap sehingga jumlah trip juga meningkat.sehinggasuatu saat nanti bisa terjadi penangkapan berlebih. Tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan demersal di perairan Rembang belum diketahui kondisinya apakah sudah mengalami overfishing atau belum. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai tingkat pemanfaatan dilihat dari aspek biologi dan ekonomi di perairan Rembang.            Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi sumberdaya perikanan demersal di Kabupaten Rembang, mengaplikasikan metode Copes sehingga didapatkan upaya penangkapan (fopt), hasil tangkapan maksimum lestari (MSY), akses terbuka (OAE) dan kepemilikan tunggal (SO), dan menganalisis aspek biologi dan ekonomi pemanfaatan sumberdaya perikanan ikan demersal dengan daerah penangkapan perairan Rembang Kabupaten Rembang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2013 di perairan Rembang, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah Nilai rata-rata Catch per Unit Effort (CPUE) 71 kg/trip  untuk cantrang dan 12 kg/trip untuk trammel, pada Maximum Sustainable Yield (MSY) sebesar 2.119.577 kg/tahun, Produksi optimal (COAE) pada Open Access Equilibrium (OAE) sebesar 405.743  kg/tahun dan effort optimum (EOAE) sebesar 71.641 alat Trip/tahun. Produksi optimal (CSO) pada Sole Ownership (SO) sebesar 2.114.194 kg/tahun dan effort optimum (ESO) sebesar 35.821 Trip/tahun. Rembang seawater is one area deployment potential of demercal fish in the waters north of Central Java, because it has a 28.54% yield of total sea demersal demersal fish production in Indonesia. The utilization of demercal fish resources up to now that cultivated by small-scale fishermen uses fishing gear as a trammel and a cantrang. Not only over the years that is constantly increasing in quantity and a fleet of fishing tools, but also an increase in trips of fishing so someday its cause over-fishing. On the other side, the resource utilization rate of Demercal fish in Rembang waters isn`t yet known the conditions that over-fishing or not. Therefore need to do research on the utilization rate is seen from the aspect of biology and economics at Rembang waters.                 The purpose of this research were to identify the potential of Demercal fisheries, applying of Copes model, fopt, Maximum Sustainable Yield (MSY), Open Access Equilibrium (OAE), and Sole Ownership (SO). To identify aspects of biology and economics in the utilization of Demercal fish at Rembang waters, Rembang regency. This research was held in April of 2013 at Rembang waters, Central Java. The method of the research used descriptive method. The results of this study were the average value of Catch per Unit Effort (CPUE) 71 kg / trip to cantrang and 12 kg / trip to trammel, the Maximum Sustainable Yield (MSY) of 2,119,577 kg / year, optimal production (COAE) on Open Access Equilibrium (OAE) of 405 743 kg / year and optimum effort (EOAE) of 71 641 tools Trip / year. Optimal production (CSO) in Sole Ownership (SO) of 2,114,194 kg / year and optimum effort (ESO) of 35 821 Trip / year.
ANALISIS USAHA PERIKANAN PADA ALAT TANGKAP BUBU DI PERAIRAN RAWAPENING DESA LOPAIT KECAMATAN TUNTANG KABUPATEN SEMARANG Setyawan, Ringga; Wibowo, Bambang Argo; Pramonowibowo, Pramonowibowo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.856 KB)

Abstract

Aspek ekonomi merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam pengembangan suatu usaha, diantaranya besar keuntungan dan waktu pengembalian modal. Usaha penangkapan alat tangkap bubu pencarian keuntungan menjadi tujuan utama. Oleh karena itu, dengan analisis usaha dapat diketahui apakah usaha tersebut menguntungkan atau tidak, serta besarnya tingkat keuntungan yang dapat dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini melakukan identifikasi alat tangkap bubu yang meliputi spesifikasi alat tangkap, cara operasi, hasil tangkapan, dan jenis ikan hasil tangkapan pada berbagai lokasi penangkapan dan melakukan analisis financial penggunaan alat tangkap bubu yang beroperasi di Perairan Rawapening. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang bersifat studi kasus. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel acak distratifikasi Purposive Sampling. pendapatan nelayan bubu bambu sebesar Rp 10.250.000,00, nelayan bubu plastik sebesar Rp 3.365.000. Dari analisis finansial didapatkan hasil NPV bubu bambu -3.756.902,00, R/C 1,84, IRR 30 untuk bubu plastik 574.208,00, R/C 1,25, IRR 42. Kesimpulan yang diperoleh usaha bubu bambu memiliki keuntungan yang lebih besar. Dari analisis finansial untuk kedua usaha penangkapan masih layak untuk dijalankan.
ANALISIS KESESUAIAN FASILITAS FUNGSIONAL DAN FASILITAS PENUNJANG PELABUHAN PERIKANAN BERBASIS ECOPORT DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TEGALSARI, TEGAL Satari, Fachrudin; Rosyid, Abdul; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.149 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari merupakan pusat kegiatan nelayan, pedagang, dan pengolah ikan di Kota Tegal. Hal ini didukung oleh letaknya yang strategis sehingga berpotensi menjadi pelabuhan perikanan yang ideal serta tidak mengabaikan aspek lingkungan (ecoport). Untuk menjadikan PPP Tegalsari berbasis ecoport perlu dilakukan analisis kesesuaian terhadap standar ecoport. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas fungsional dan fasilitas penunjang pelabuhan perikanan yang berkaitan dengan ecoport, menganalisis kesesuaian pelabuhan perikanan sesuai dengan indeks ecoport, menentukan strategi pengelolaan pelabuhan perikanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan metode pengumpulan data secara purposive sampling serta menggunakan analisis data yaitu analisis pengembangan pelabuhan perikanan berwawasan lingkungan (ecoport) dan analisis road map. Hasil penelitian diperoleh bahwa kondisi fasilitas fungsional dan fasilitas penunjang pelabuhan perikanan yang  berkaitan dengan ecoport di PPP Tegalsari diketahui sudah lengkap dan dalam kondisi terawat, untuk IPAL dan MCK sudah rusak, mendapatkan nilai skor indeks ecoport 1,94 yang artinya perlu adanya peningkatan menuju ecoport. Dari hasil analisis road map, perencanaan pembangunan dapat dilakukan dalam dua periode, yaitu jangka pendek (1 - 5 tahun) dan jangka menengah (6 - 10 tahun). Pengembangan jangka pendek merupakan tahap pembangunan yang harus diprioritaskan untuk meningkatkan kualitas pelabuhan menuju pelabuhan perikanan ecoport termasuk kualitas hasil tangkapan, sedangkan jangka menengah dilakukan untuk peningkatan kuantitas hasil tangkapan ikan yang didaratkan di PPP Tegalsari. Tegalsari Coastal Fishing Port (PPP Tegalsari) are the center of fishermen, traders and fish processors activity in Tegal. It is supported by strategic location so have potential to became ideal fishing port which does not ignore the environmental aspects (ecoport). For made the PPP Tegalsari based on ecoport, it is to be suitability analyze standards ecoport. This research aims to determine the condition of the functional facilities and supporting facilities related to ecoport, suitability analyze of the fishing port based on ecoport index, determine strategy of the fishing port management. The method in this research is descriptive method with data collection method as purposive sampling, also using the data analysis is development analysis of ecoport and analysis of road map. The result showed the condition of the functional facilities and supporting facilities related to the ecoport in PPP Tegalsari known is full equipped and good condition, for IPAL and MCK it has been damaged, and obtained ecoport index score of 1.94 which means to increase towards ecoport. From the analysis of road map, the planning of development can be done in two periods, that’s short-term (1-5 years) and medium term (6-10 years). Short-term development is the stage of development that should be prioritized to improve the quality of the port to the ecoport including the quality of the catch, while the medium-term is done to increase the quantity of fish catches that landed in PPP Tegalsari.
TINGKAT PEMANFAATAN PERIKANAN DEMERSAL DI PERAIRAN KABUPATEN REMBANG Saputro, Pratama; Wibowo, Bambang Argo; Rosyid, Abdul
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.119 KB)

Abstract

Sumberdaya Ikan Demersal adalah jenis-jenis ikan yang hidup didasar atau dekat dasar perairan dan merupakan sumberdaya ikan yang cukup penting di Laut Jawa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kepadatan stok dan biomassa perikanan demersal, menganalisis Maximum Sustainable Yield (MSY),  Maximum Economic Yield (MEY), dan Open Access Equilibrium (OAE) perikanan demersal serta menganalisis tingkat pemanfaatan perikanan demersal di Kabupaten Rembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode analisa data yang digunakan adalah metode bioekonomi model Gordon-Schaefer dan metode swept area. Hasil penelitian menunjukkan kepadatan stok sebesar 125,92 kg/km2 dan biomassa sebesar 4.249,83 kg dalam area survey 43,2 km2. Produksi optimal (Copt) pada Maximum Sustainable Yield (MSY) sebesar 2.346.536 kg/tahun dan effort optimal (Eopt)sebesar 17.491 trip/tahun. Produksi optimal (Copt) pada Maximum Economic Yield (MEY) sebesar 1.932.035 kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 10.140 trip/tahun. Produksi optimal (Copt) pada Open Access Equilibrium (OAE) sebesar 2.286.900 kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 20.279 trip/tahun. Tingkat pemanfaatan rata-rata sebesar 83.71% dari jumlah tangkapan yang diperbolehkan, menandakan bahwa pemanfaatan sumberdaya ikan demersal di Kabupaten Rembang berada pada status fully exploited. Demersal fish resources are the types of fish that live near the bottom or bottom-dwelling and an important resource in the Java Sea. The aim of this research is to identify the density and biomass of demersal fisheries stocks, analyzing the Maximum Sustainable Yield (MSY) , Maximum Economic Yield (MEY) , and Open Access Equilibrium (OAE) demersal fisheries as well as analyzing the utilization rate of demersal fisheries in the Rembang regency. The method used is descriptive method. Data analysis method used is the method bioekonomi Gordon - Schaefer models and methods of swept area. The results showed the density of stock was 125,92 kg/km² and biomass was 4.249,83 kg in the survey area 43.2 km². Optimal production (Copt) on Maximum Sustainable Yield (MSY) was 2.346.536 kg/year and the optimal effort (Eopt) was 17.491 trips/year. Optimal production (Copt) in the Maximum Economic Yield (MEY) was 1.932.035 kg/year and optimum effort (Eopt) was 10.140 trips/year . Optimal production (Copt) on Open Access Equilibrium (OAE) was 2.286.900 kg/year and optimum effort (Eopt) was 20.279 trips/year. Average utilization rate was 83.71% of the total allowable catch , which means that the demersal fish resource utilization rate fully exploited.
Analisis Tingkat Pemanfaatan Fasilitas Pelabuhan dan Strategi Pengembangan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Lempasing, Lampung Mawarni, Ika; Wibowo, Bambang Argo; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.51 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Lempasing di Provinsi Lampung memegang peranan penting sebagai basis perikanan dalam menunjang perkembangan usaha perikanan terutama penangkapan ikan yang semakin berkembang. Pada kenyataannya hampir semua kegiatan perikanan menghendaki penanganan dan pelayanan melalui fasilitas khusus di pelabuhan perikanan, agar tidak menghambat perkembangan usaha perikanan tangkap di Provinsi Lampung. Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Lempasing dilengkapi dengan fasilitas pokok, fasilitas fungsional dan fasilitas penunjang. Penelitian ini tertujuan untuk mengidentifikasi kondisi fasilitas yang ada di PPP Lempasing, Lampung; menganalisis tingkat pemanfaatan fasilitas yang tersedia; dan menyusun strategi pengembangan PPP Lempasing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat survey dengan pengambilan sampel purposive sampling kemudian menggunakan analisis tingkat pemanfaatan dan analisis SWOT. Hasil penelitian diperoleh bahwa fasilitas-fasilitas yang ada di PPP lempasing memiliki perhitungan tingkat pemanfaatan dermaga sebesar 72.86%, kolam pelabuhan sebesar 59.2%, tempat pelelangan ikan (TPI) sebesar 67.31 %, dan alur pelayaran sebesar 74.44%. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa tingkat pemanfaatan fasilitas belum optimal dan perlu untuk dioptimalkan. Hasil analisis SWOT didapatkan hasil urutan untuk menyusun strategi pengembangan, dimana di peroleh hasil penerapan strategi S-O (Strength-opportunity) yang artinya Strategi dalam penerapannya digunakan Kekuatan untuk memanfaatkan peluang dengan kebijakan yang bersifat agresif.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN NELAYAN TERHADAP PELAYANAN PENYEDIAAN KEBUTUHAN MELAUT DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PRIGI KABUPATEN TRENGGALEK, JAWA TIMUR Nurhayatin, Okta Tri; Mudzakir, Abdul Kohar; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.69 KB)

Abstract

Nelayan sebagai pengguna fasilitas pelabuhan sangat menginginkan pelayanan yang optimal, sehingga setiap pelabuhan perikanan seharusnya dapat memberikan pelayanan yang dibutuhkan oleh nelayan secara tepat, cepat dan efisien. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi fasilitas pokok, fungsional, dan penunjang yang ada di PPN Prigi, menganalisis tingkat kepuasan nelayan terhadap pelayanan penyediaan kebutuhan perbekalan melaut, mengenalisis tingkat prioritas pelayanan setiap atribut pelayanan terhadap kinerja pelayanan penyediaan kebutuhan perbekalan melaut, menganalisis tingkat kesenjangan tingkat kinerja dan tingkat kepentingan kebutuhan melaut. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode deskriptif. Analisis yang digunakan menggunakan analisis tingkat kepuasan pelanggan diantaranya Customer Satisfaction Indeks (CSI), Importance Performance Analysis (IPA), dan tingkat kesenjangan (Gap). Hasil dari penelitian ini menunjukkan tingkat kepuasan nelayan terhadap kebutuhan solar diperoleh sebesar 55,21% cukup puas, kebutuhan air bersih diperoleh sebesar 73,9% puas, kebutuhan es sebesar 62,3% puas.Tingkat kesenjangan terbesar terhadap kebutuhan solar 1,80 (pengetahuan petugas dalam menangani pembayaran), kesenjangan terkecil (-2,13) (harga solar) dan kebutuhan air bersih terbesar 2,40 (kapasitas fasilitas produksi), terkecil (-0,93) (ketersediaan air bersih, dan sistem penerimaan keluhan). Tingkat kesenjangan kebutuhan es terbesar 0,23 (pengaruh  keberadaan agen dan terkecil (-2,63) (ketersediaan jumlah es). Fisherman as user of port facilities has hope an optimal services, so every fishing port should be providing service which it take of fisherman in the right, fast and efficient. This research had purpose to identify of basic facilities, functional facilities, and supporting facilities on Prigi Archipelago Fishing Port, to analized level of satisfaction fisherman in providing service of supply, and to analized level of services priority every attribute service on the performance service of providing supply. This research used descriptive method. This research used several analysis level satisfaction customer, which were Customer Satisfaction Indeks (CSI), Importance Performance Analysis (IPA), anddiscrepancy level (Gap). Result from this researched, showed between level of satisfaction fisherman to level solar need  55.21% enough satisfied, fresh water need 73.9% satisfaction, ice needed 62.3% satisfied. The highest level gap toward solar needed 1.80 ( by the officer handled payment), The lowest gap (-2.13) (solar price), and fresh water needed 2.40 ( capacity production facility), the lowest (-0.93) ( availability fresh water, and system acceptance of gripe). The highest level ice needed 0.23 (influence by existence agent and the lowest (-2.63) (the availability of ice).
Co-Authors - Asriyanto - Sardiyatmo Abdul Kohar Mudzakir Abdul Rosyid Adi Nugraha Aida Nurus Suroyya Aiman, Andi Muhammad Aflah Akir Ari Purwanto Andi Muhammad Aflah Aiman Anhar Solichin Annisa Nurfadilah Ardian, Aufa Linda Aripuspita, Listiya Aristi Dian Purnama Fitri Asriyanto Asriyanto Aufa Linda Ardian Azis Nur Bambang Bogi Budi Jayanto Damayanti, Kharisma Aditami Dewi Setya Cahyaningrum Dian Ayunita NN Dewi, Dian Ayunita NN Dian Ayunita Nugraheni Nurmala Dewi dian ayunita nugraheni nurmala dewi Dian Wijayanto Diana Chilmawati Dyah Fatma Eka Rini Guritno Ernnaldi, Tri Asta Ethan Yapanani Fachrudin Satari, Fachrudin Fitri Karningsih Fitriani Fitriani FITRIYAH, NUR Gandara, Gandy Ahmad Noor Genesis Vennikson Sinaga Hafiz, Muhammad Fadilah Hendrik Anggi Setyawan Herry Boesono Himawan Arif Sutanto Imam Triarso Indradi Setiyanto Indradi Setiyanto Indrayani, Lisa Irliyani, Irliyani Ismail Nugroho Aji Juwita Dwi Purwasih, Juwita Dwi Kartika P, Primusdika Kukuh Eko Prihantoko Lavictory, Belladona Mawarni, Ika Merdiana, Shervinda Eky Muhammad Isa Ardhan, Muhammad Isa Mumtazah, Lina Asna Nastiti, Himma Galuh Negara, Bela Karisma Nur Adhi Wicaksono Nurfadilah, Annisa Nurhayati, Eka Siwi Okta Tri Nurhayatin, Okta Tri Pamuji, Lestiana Dwi Pramonowibowo Pramonowibowo Pratama Saputro priyandaru, Bayu rinto Putri Kurnia Sari, Putri Kurnia Putri, Adelia Candra Rachmaniar Meidina Nilamsari, Rachmaniar Meidina Ringga Setyawan Rini, Indri Putri Sekar Rosalinda Nababan Rudhi Pribadi Sandra Mandika Sanyio, Hotman Setyanto, Indradi Setyawan, Hendrik Anggi Suminto Suminto Suroyya, Aida Nurus Syamsul Arifin Tiffany, Annas Erina Timotius Tarigan Titik Susilowati Trisnani Dwi Hapsari Wildanis Reza Raditya, Wildanis Reza Yupi Aulia Harahap