Bambang Argo Wibowo
Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 59 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP MINI PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TASIK AGUNG KABUPATEN REMBANG Nugraha, Adi; Wibowo, Bambang Argo; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 4: Oktober, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.073 KB)

Abstract

Kabupaten Rembang merupakan  kabupaten yang terletak di Utara Provinsi Jawa Tengah yang memiliki jumlah produksi perikanan tangkap terbesar di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini mengambil usaha penangkapan mini purse seine, penelitian  dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2014 di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasik Agung Rembang. Metode penelitian adalah deskriptif, dan cara pengambilan sampel yang digunakan adalah metode snowball sampling. Karena jumlah  nelayan beserta besarnya kapal yang digunakan yang telah tercatat di PPP Tasik Agung kuran sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya, dengan jumlah  responden sebanyak  60 yang dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas ukuran 11-20 GT dan 21-30 GT masing-masing 30. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisi finansial dan kelayakan usaha yaitu NPV, IRR, B/C ratio, dan Payback Periode (PP). Hasil analisi finansial yang dikaji untuk usaha perikanan tangkap mini purse seine di PPP Tasik Agung Kabupaten rembang pada kelas kapal 11-20 GT dan 21-30 GT secara berurutan adalah sebagai berikut, NPV dengan nilai Rp. 1.241.769.514,- dan Rp. 1.365.636.044,-, IRR dengan nilai 33% dan 28%, PP adalah 3,46 tahun dan 2,13 tahun, dan B/C ratio adalah 1,24 dan 1,28. Dari penelitian ini kesimpulan yang diperoleh adalah  usaha perikanan tangkap mini purse seine­ di PPP Tasik Agung Rembang dikatakan layak dan menguntungkan. Rembang regency is one of regencies located in the North Coast Area of Central Java Province which produces the largest fishing catch in Central Java Province. The object of this researh is mini purse seine. The research was conducted on January until march 2014 in Tasik Agung Fishing Port in Rembang Regency. The method used in this research is description method, use snowball sampling to finding sample. Because the number of fisherman and the magnitude of the ship which is used that has been recorded in the Tasik Agung Fishing Port according to the actual circumstances, with the number of respondents as many as 60 are divided into two classes, namely class size 11-20 and 21-30 GT GT 30 respectively. The data were analyzed using NPV, IRR, B/C ratio, and Payback Periode (PP). The results of the financial analysis that examined the fishing business with mini purse seine in Tasik Agung Fishing Port on class 11-20 GT and 21-30 GT sequentially is, the NPV value of Rp. 1.241.769.514,-and Rp. 1.365.636.044,-, IRR value of 33% and 28%, PP is 3.46 years old and 2.13 of the year, and the B/C ratio was 1.24 and 1.28. from this research, it can be concluded that the  fishing businness with mini purse seine in Tasik Agung Fishing Port Rembang is feasible and can be continued. 
TINGKAT KONDISI DAN POTENSI PELABUHAN PERIKANAN DI KABUPATEN SUKABUMI, JAWA BARAT Indrayani, Lisa; Wibowo, Bambang Argo; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.383 KB)

Abstract

Kabupaten Sukabumi memiliki pantai sepanjang 177 Km yang melintasi 9 kecamatan dan 51 desa dengan kewenangan daerah sejauh 4 mil laut. Kegiatan perikanan tangkap kabupaten Sukabumi berpusat di Palabuhanratu dengan potensi lestarinya mencapai 14.592 ton/tahun . Potensi sumberdaya ikan terdiri atas berbagai jenis ikan pelagis besar, seperti Tuna dan Cakalang, pelagis kecil, dan demersal potensi perikanan yang besar belum didukung oleh fasilitas pelabuhan yang optimal serta pengelolaan yang maksimal. Kondisi fasilitas di keempat PPI Kabupaten Sukabumi (PPI Cisolok, PPI Cibangban, PPI Mina Jaya dan PPI Ujung Genteng) beberapa diantaranya kurang perawatan atau tidak difungsikan bahkan tidak tersedia, serta lahan yang sudah maksimal untuk melakukan pengembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan potensi pelabuhan perikanan Kabupaten Sukabumi dan permasalahan di keempat PPI, serta menganalisa pengembangan PPI di Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2017 di empat PPI Kabupaten Sukabumi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif bersifat studi survei, analisis SWOT digunakan untuk strategi pengembangan PPI Kabupaten Sukabumi. Hasil penelitian diperoleh bahwa kondisi fasilitas keseluruhan di PPI Kabupaten Sukabumi belum maksimal untuk saat ini sehingga memerlukan penambahan beberapa fasilitas untuk 5 tahun mendatang. Hasil analisis SWOT didapatkan hasil penerapan strategi W-O (Weakness-opportunity) yang artinya Strategi dalam penerapannya digunakan meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang. Prioritas yang dihasilkan oleh matriks QSPM adalah prioritas yang paling besar yaitu telah didapatkan urutan prioritas strategi yaitu prioritas strategi I (WO) 2,89-2,62, strategi II (WT) 2,89-2,00, strategi III (SO) 1,72-2,62 dan strategi IV (ST) 1,72-2,00 dengan begitu hasil dari matriks QSPM terpilih strategi dengan bobot tertinggi adalah WO (Weakness-Opportunity) (2,89-2,62), masing-masing strategi dapat dikombinasikan.
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN PANCING ULUR (Hand Line) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PALABUHANRATU SUKABUMI JAWA BARAT Guritno, Dyah Fatma Eka Rini; Wibowo, Bambang Argo; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.868 KB)

Abstract

Pencanangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu sebagai kawasan industrialisasi perikanan tangkap di Kabupaten Sukabumi adalah hal yang sangat tepat, karena Palabuhanratu mempunyai Sumber Daya Alam (SDA) khususnya perikanan tangkap yang masih cukup melimpah dengan jumlah produksi pada tahun 2013 sebesar 7.972.483 kg. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk                menganalisis faktor-faktor tingkat kesejahteraan yang sesuai dengan kondisi nelayan juragan dan ABK Pancing Ulur (Hand Line) dan menganalisis tingkat perbedaan kesejahteraan nelayan juragan dan ABK Pancing Ulur (Hand Line) di PPN Palabuhanratu, Sukabumi Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat survei dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan pengambilan sampel dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari Nilai Tukar Nelayan (NTN) hasilnya > 1 sehingga dapat dikatakan seluruh responden masuk dalam kriteria sejahtera. Sedangkan berdasarkan indikator kesejahteraan gabungan yang telah dianalisis, nelayan juragan dikatakan hidup sejahtera sedangkan nelayan ABK kurang sejahtera.  Archipelago Fishing Port Palabuhanratu as regional fisheries industrialization in Sukabumi is very precise, because having Palabuhanratu Natural Resources especially fisheries are still relatively abundant with the amount of production in 2013 amounted to 7,972,483 kg. The purpose of this research was to analyze the factors that correspond to the level of welfare conditions of fishing skipper and crew of War (Hand Line) and analyze the difference in the welfare of fishermen Fishing skipper and crew of War (Hand Line) in Archipelago Fishing Port Palabuhanratu, West Java. The method used is descriptive method that is both surveys using a quantitative approach and sampling with purposive sampling. Results showed that of the Fishery Term Of Trade Index the result is > 1 so that it can be said of all respondents in the criteria prosperous. While based on the combined welfare indicators that have been analyzed, fishing skipper said to live in prosperity while the less prosperous fishing crew.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN JASA KESYAHBANDARAN DENGAN METODE SIX SIGMA DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) CILACAP Nastiti, Himma Galuh; Wibowo, Bambang Argo; Dewi, Dian Ayunita Nugraheni Nurmala
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.728 KB)

Abstract

Kesyahbandaran di PPS Cilacap memiliki fungsi untuk melaksanakan pengendalian, pengawasan, serta menjaga keamanan dan keselamatan operasional kapal perikanan. Kantor kesyahbandaran memberikan pelayanan kepada masyarakat (nelayan) berupa pengurusan administratif kapal perikanan dan penerbitan dokumen penting kapal perikanan. Hal yang menjadi tolak ukur keberhasilan suatu pelayanan dapat dilihat dari kepuasan para pengguna jasa, sehingga pihak penyedia jasa dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas kinerja pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan proses pelayanan kesyahbandaran PPS Cilacap, tingkat kepuasan pengguna jasa, dan kualitas pelayanan jasa kesyahbandaran dengan metode six sigma. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif bersifat studi kasus dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Tingkat kepuasan pelanggan dihitung menggunakan metode service performance sedangkan kualitas pelayanan dianalisis menggunakan metode pengendalian DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Contol) six sigma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap pelayanan kesyahbandaran di PPS Cilacap adalah sebesar 93,23% dengan tingkat kinerja pelayanan berada pada sigma 3,0 dan nilai DPMO (Defect per Million Opportunities) sebesar 67.720. Atribut yang memiliki peluang tertinggi terhadap ketidakpuasan pengguna jasa adalah “sosialisasi terkait dengan kegiatan kesyahbandaran”. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelayanan kesyahbandaran di PPS Cilacap memiliki tingkat kepuasan yang sangat tinggi yaitu 93,23%. Namun berdasarkan analisis six sigma menunjukkan kinerja layanan jasa kesyahbandaran di PPS Cilacap belum maksimal karena masih memiliki atribut yang perlu diperbaiki agar mengurangi kemungkinan terjadinya ketidakpuasan pada pengguna jasa
OPTIMALISASI TINGKAT PEMANFAATAN FASILITAS DASAR DAN FUNGSIONAL DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN JAKARTA DALAM MENUNJANG KEGIATAN PENANGKAPAN IKAN Sinaga, Genesis Vennikson; Rosyid, Abdul; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 1: Januari, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.037 KB)

Abstract

Nizam Zachman Ocean Fishery Port Jakarta (PPSNZJ) is the center of fishing activities in Jakarta. This is supported by the location of its strategic location that has the potential to own a good fhishery resources. As Indonesia entered the ara of decentralization, each district is required to be able to support their own region to optimize the full potential of the area both real and non real sector. Therefore, in the fisheries sector, built Nizam Zachman Jakarta Ocean Fishery Port (PPSNZJ). The study aims to determinate the condition of facilities, to analyze the level of optimization, and analyze appropriate strategies to be applied in the development of PPSNZJ with current condition. The method used in this study was descriptive sampling and purposive sampling analysis of the utilization rate of facilities and SWOT analysis were used in this study. The result obtained that the existing facilities at the Nizam Zachman Jakarta Ocean Fishery Port (PPSNZJ) was still good condition and still proper to use, with the cruise line utilization rate 87%, 96% harbor pool, pier 110%, 129% TPI. From these result could be concluded than the optimization of basic facilities and fully functional facilities have not been utilized optimally. While the result obtained from the application of SWOT analysis S-O strategy (Strength-Opportunity) which means that the strategy in its application to use force to take advantage of an opportunity.
VALUASI EKONOMI DAMPAK KEBERADAAN PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TASIKAGUNG REMBANG, JAWA TENGAH Negara, Bela Karisma; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PPP Tasikagung Rembang merupakan suatu pelabuhan perikanan yang mampu meningkatkan kegiatan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan pesisir Tasikagung. PPP Tasikagung Rembang termasuk ke dalam tipe C. PPP Tasikagung Rembang mempunyai peranan yang penting dan stategis dalam pembangunan perekonomian nasional. Terdapat banyak unit usaha perikanan yang ada di PPP Tasikagung Rembang antara lain yaitu kapal cantrang, kapal mini purse seine, penyaluran BBM solar, penyaluran air bersih, pemindangan ikan, warung makan, sewa basket, warung sembako, perbengkelan, penyedia jasa MCK, dan es batu. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai dengan bulan Februari tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan fasilitas pelabuhan yang terdapat di PPP Tasikagung Rembang dan menganalisis nilai ekonomi dampak keberadaan PPP Tasikagung Rembang ditinjau dari sektor usaha perikanan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan nilai ekonomidampak keberadaan PPP Tasikagung Rembang pada tahun 2017 yaitu sebesar Rp 2.469.829.341.168. Nilai tersebut didapatkan dari selisih nilai keuntungan yang diperoleh dari total keuntungan usaha perikanan pada tahun 2017 yaitu senilai Rp 2.520.189.315.928 dengan nilai aset pembangunan PPP Tasikagung Rembang yaitu Rp 50.359.974.760. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya dibangun PPP Tasikagung Rembang diperoleh nilai ekonomi yaitu Rp 2.469.829.341.168 dengan nilai B/C ratio senilai 50,04.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN NELAYAN, BAKUL DAN PENGOLAH IKAN TERHADAP KINERJA PELAYANAN TPI BANYUTOWO, KABUPATEN PATI, JAWA TENGAH Fitriani, Fitriani; Wibowo, Bambang Argo; Mudzakir, Abdul Kohar
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 3: Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TPI Banyutowo merupakan TPI yang aktif dalam kegiatan lelang dari proses bongkar muat hasil tangkapan ikan hingga memberikan pelayanan bagi peserta lelang yang selama ini diberikan kepada nelayan, bakul dan pengolah ikan sesuai dengan kebutuhan. Pada tahun 2017 dengan jumlah produksi 530 ton. Selama ini pelayanan jasa mengenai tingkat kepuasan peserta lelang dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan penyediaan pelayanan. Analisis tingkat kepuasan peserta lelang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan TPI. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pelayanan yang telah memenuhi unsur pengukuran kepuasan kinerja pelayanan, menganalisis atribut pelayanan jasa apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan peserta lelang, menganalisis tingkat kepuasan peserta lelang terhadap kinerja pelayanan dan meng analisis presepsi peserta lelang terhadap kualitas dan kepentingan kinerja pelayanan di TPI Banyutowo Kabupaten Pati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 80 orang. CSI, IPA dan Gap digunakan untuk mengukuran kepuasan. Hasil yang diperoleh memiliki nilai CSI sebesar 63,11% yang artinya peserta lelang cukup puas terhadap pelayanan yang diberikan, ada 7 unsur yang dinilai sudah memenuhi kepuasan peserta lelang. Atribut yang perlu diperbaiki dalam analisis IPA yaitu keamanan TPI, pemahaman pegawai untuk memenuhi kebutuhan lelang, kemampuan pegawai untuk menerima saran dan keluhan peserta lelang, kebersihan lantai pelelangan dan ketersediaan fasilitas sanitasi. Pelayanan jasa TPI Banyutowo menurut presepsi peserta lelang memiliki kualitas yang rendah dengan nilai Gap -1,10.
ANALISIS RANTAI PASOK RAJUNGAN (Portunus pelagicus) PT PHILLIPS SEAFOODS INDONESIA DI PEMALANG, JAWA TENGAH Pamuji, Lestiana Dwi; Mudzakir, Abdul Kohar; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 3: Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Phllips Seafood Indonesia (Pemalang plant) selalu berupaya untuk memenangkan persaingan salah satunya dengan pengelolaan rantai pasok yang baik agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai pasok Rajungan (Portunus pelagcus) dan efisiensi rantai pasok Rajungan (Portunus pelagicus). Metode yang digunakan pada penelitian ini metode analisis deskriptif untuk mengetahui anggota rantai pasok daging Rajungan (Potunus pelagicus) dengan wawancara 35 nelayan, 6 bakul dan 13 miniplant dan menganalisis efisiensi rantai pasok berupa analisis margin pemasaran dan penentuan pasokan daging Rajungan. Hasil dari penelitian yaitu saluran distribusi Rajungan (Portunus pelagicus) adalah nelayan – bakul – miniplant – PT Phillips Seafoods Indonesia – agen luar negeri – Phillips Seafoods store – konsumen. Miniplant yang memasok daging Rajungan (Portunus pelagicus) di PT Phillips Seafoods Indonesia (Pemalang plant) berasal dari 13 miniplant. Pada perusahaan terdapat 19 saluran pemasaran daging Rajungan (Portunus pelagicus), dari hasil perhitungan margin pemasaran, saluran pemasaran biaya operasional terkecil adalah saluran 7 dengan biaya Rp. 913 dan biaya operasional terbesar saluran 19 dengan biaya Rp. 2100. Sedangkan, dari hasil perhitungan biaya transportasi, diketahui bahwa kebutuhan minimal produksi perusahaan diperoleh dengan biaya transportasi minimal yang dikeluarkan adalah senilai Rp. 113.425.000. Kesimpulan yang diperoleh perusahaan dapat meminimumkan biaya transportasi dengan tetap memenuhi jumlah minimum pasokan harian.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEJAHTERAAN NELAYAN ALAT TANGKAP GILLNET DI KARIMUNJAWA KABUPATEN JEPARA DENGAN METODE ANALISIS JALUR Aripuspita, Listiya; Wijayanto, Dian; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 3: Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepulauan Karimunjawa telah ditetapkan sebagai Kawasan Taman Nasional Laut Karimunjawa sejak tahun 1999 yang memiliki fungsi sebagai kawasan konservasi. Pengelolaan TNKJ dilakukan dengan sistem zonasi dan kegiatan perikanan tangkap diperbolehkan dilakukan pada zona pemanfaatan perikanan tradisional (zona PPT). Kegiatan perikanan tangkap di Karimunjawa menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan, salah satunya adalah gillnet. Usaha perikanan gillnet merupakan usaha penangkapan yang mendominasi di Karimunjawa, hal ini mengindikasikan bahwa nelayan gillnet hidup dalam taraf yang sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan keluarga nelayan gillnet berdasarkan modifikasi indikator kesejahteraan BPS dan NTN, mengetahui berapa besar faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan yang mengarah pada kesejahteraan nelayan gillnet. Jumlah sampel yang diambil yaitu 50 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan modifikasi indikator kesejahteraan BPS dan NTN. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi langsung. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis jalur. Analisis jalur adalah teknik menganalisis hubungan sebab akibat yang terjadi pada regresi berganda jika variabel bebasnya mempengaruhi variabel tergantung tidak hanya secara langsung tetapi juga secara tidak langsung. Berdasarkan modifikasi indikator BPS dengan kriteria interval 32-38, terdapat 2 responden termasuk kriteria nilai tinggi dan 48 responden termasuk kriteria nilai sedang. Berdasarkan perhitungan NTN dengan nilai NTN > 1, seluruh responden nelayan berada pada tingkat kesejahteraan yang relatif baik, artinya indeks yang diterima lebih besar dari pada indeks yang harus dibayarkan (surplus). Berdasarkan uji analisis jalur, dapat diambil kesimpulan bahwa H0 ditolak, karena terdapat variabelvariabel yang mempengaruhi variabel pendapatan dan variabel NTN.
EVALUASI TATA LETAK FASILITAS PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TAWANG KABUPATEN KENDAL Mumtazah, Lina Asna; Boesono, Herry; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Perikanan memiliki potensi dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat nelayan. Pelabuhan Perikanan ditujukan sebagai tempat kegiatan perikanan yang terdiri dari produksi perikanan, pengendalian dan pengawasan sumberdaya ikan, serta pemasarannya. Pengembangan pada Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang bergantung pada tingkat usaha perikanan pada masyarakat. Tata letak fasilitas sangat mempengaruhi aktivitas kegiatan perikanan di PPP Tawang. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi tata letak fasilitas di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tawang. Metode analisis yang digunakan adalah Peta Keterkaitan Kegiatan (ARC) dan menggunakan metode tingkat pemanfaatan. Hasil penelitian diketahui bahwa tingkat pemanfaatan Tingkat pemanfaatan fasilitas Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang didapatkan hasil, pemanfaatan kedalaman alur pelayaran atau kolam pelabuhan sebesar 95%, panjang dermaga sebesar 89%, dan Tempat Pelelangan Ikan sebesar 19%, terdapat adanya fasilitas yang tidak sesuai dengan peletakkan lokasi terhadap fungsi, derajat kedekatannya dan efisiensi jarak. Jenis fasilitas yang tidak sesuai dengan letaknya antara lain adalah Instalasi Air, Dermaga Istirahat, Dermaga Muat, Dermaga Bongkar dan Tempat Sampah yang harus diperbaiki lokasinya. Perbaikan dalam perencanaan ulang tata letak fasilitas Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang diperlukan berdasarkan derajat kedekatannya, fungsi yang sesuai, dan efisiensi jarak.
Co-Authors - Asriyanto - Sardiyatmo Abdul Kohar Mudzakir Abdul Rosyid Adi Nugraha Aida Nurus Suroyya Aiman, Andi Muhammad Aflah Akir Ari Purwanto Andi Muhammad Aflah Aiman Anhar Solichin Annisa Nurfadilah Ardian, Aufa Linda Aripuspita, Listiya Aristi Dian Purnama Fitri Asriyanto Asriyanto Aufa Linda Ardian Azis Nur Bambang Bogi Budi Jayanto Damayanti, Kharisma Aditami Dewi Setya Cahyaningrum Dian Ayunita NN Dewi, Dian Ayunita NN dian ayunita nugraheni nurmala dewi Dian Ayunita Nugraheni Nurmala Dewi Dian Wijayanto Diana Chilmawati Dyah Fatma Eka Rini Guritno Ernnaldi, Tri Asta Ethan Yapanani Fachrudin Satari, Fachrudin Fitri Karningsih Fitriani Fitriani FITRIYAH, NUR Gandara, Gandy Ahmad Noor Genesis Vennikson Sinaga Hafiz, Muhammad Fadilah Hendrik Anggi Setyawan Herry Boesono Himawan Arif Sutanto Imam Triarso Indradi Setiyanto Indradi Setiyanto Indrayani, Lisa Irliyani, Irliyani Ismail Nugroho Aji Juwita Dwi Purwasih, Juwita Dwi Kartika P, Primusdika Kukuh Eko Prihantoko Lavictory, Belladona Mawarni, Ika Merdiana, Shervinda Eky Muhammad Isa Ardhan, Muhammad Isa Mumtazah, Lina Asna Nastiti, Himma Galuh Negara, Bela Karisma Nur Adhi Wicaksono Nurfadilah, Annisa Nurhayati, Eka Siwi Okta Tri Nurhayatin, Okta Tri Pamuji, Lestiana Dwi Pramonowibowo Pramonowibowo Pratama Saputro priyandaru, Bayu rinto Putri Kurnia Sari, Putri Kurnia Putri, Adelia Candra Rachmaniar Meidina Nilamsari, Rachmaniar Meidina Ringga Setyawan Rini, Indri Putri Sekar Rosalinda Nababan Rudhi Pribadi Sandra Mandika Sanyio, Hotman Setyanto, Indradi Setyawan, Hendrik Anggi Suminto Suminto Suroyya, Aida Nurus Syamsul Arifin Tiffany, Annas Erina Timotius Tarigan Titik Susilowati Trisnani Dwi Hapsari Wildanis Reza Raditya, Wildanis Reza Yupi Aulia Harahap