Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Digiwisata Berbasis Potensi Lokal Menuju Kawasan Wisata Terintegrasi Desa Kerajinan Tembaga Cepogo, Boyolali Puji Astuti, Dewi Saptantinah; Sugiarto, Catur; Arifin, Zainal; Wibowo, Edi; Triyono, Kharis
WASANA NYATA Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i2.2080

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan potensi wisata kerajinan tembaga di Desa Cepogo melalui pendekatan digitalisasi usaha dan inovasi lingkungan. Desa Cepogo memiliki potensi besar di bidang ekonomi kreatif, namun menghadapi tantangan dalam hal literasi digital, promosi daring, dan pengelolaan limbah wisata. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap: sosialisasi, pelatihan teknologi, pendampingan lapangan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan literasi keuangan mitra hingga 85%, adopsi sistem akuntansi digital oleh 75% pengrajin, peningkatan omzet 30%, dan kenaikan kunjungan wisata sebesar 25%. Program ini menghasilkan sistem reservasi digital, unit maggot edukatif, serta publikasi promosi wisata digital yang berkelanjutan. Integrasi antara teknologi dan kearifan lokal memperkuat Desa Cepogo sebagai model digiwisata berbasis budaya dan lingkungan berkelanjutan.
Pengembangan Digiwisata Berbasis Potensi Lokal Menuju Kawasan Wisata Terintegrasi Desa Kerajinan Tembaga Cepogo, Boyolali Puji Astuti, Dewi Saptantinah; Sugiarto, Catur; Arifin, Zainal; Wibowo, Edi; Triyono, Kharis
WASANA NYATA Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i2.2080

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan potensi wisata kerajinan tembaga di Desa Cepogo melalui pendekatan digitalisasi usaha dan inovasi lingkungan. Desa Cepogo memiliki potensi besar di bidang ekonomi kreatif, namun menghadapi tantangan dalam hal literasi digital, promosi daring, dan pengelolaan limbah wisata. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap: sosialisasi, pelatihan teknologi, pendampingan lapangan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan literasi keuangan mitra hingga 85%, adopsi sistem akuntansi digital oleh 75% pengrajin, peningkatan omzet 30%, dan kenaikan kunjungan wisata sebesar 25%. Program ini menghasilkan sistem reservasi digital, unit maggot edukatif, serta publikasi promosi wisata digital yang berkelanjutan. Integrasi antara teknologi dan kearifan lokal memperkuat Desa Cepogo sebagai model digiwisata berbasis budaya dan lingkungan berkelanjutan.
PELATIHAN PENGOLAHAH PASCA PANEN SIRSAK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN KELOMPOK KOMPAK Suhartatik, Nanik; Karyantina, Merkuria; Wibowo, Edi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27942

Abstract

Abstrak: Kelompok Tani KOMPAK merupakan kelompok tani yang berada di Dukuh Tumpang, Desa Porang-paring Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati, terletak di lereng Gunung Kendeng yang merupakan gunung berbatu dan tanah cenderung kapur berbatu sehingga tanaman yang tumbuh terbatas, yaitu tanaman tahunan dan tanaman buah-buahan. Buah yang cukup baik berproduksi adalah buah sirsak, pisang, nangka, alpukat. Produksi buah tersebut cukup melimpah dan cepat busuk, sehingga perlu pengolahan lebih lanjut untuk mempelambat kerusakan. Hasil analisis kondisi eksisting mitra adalah kurang tertanganinya hasil panen terutama sirsak yang cukup melimpah, sehingga harga jatuh dan tidak dapat dijual lagi. Hasil panen mudah rusak sehingga perlu ditangani dan diolah menjadi produk lanjutan seperti tepung, produk kering dan produk awetan lainnya. Hasil pengeringan akan diolah lebih lanjut menjadi produk makanan seperti selai, geplak, kerupuk, cookies dan snack stik. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan anggota kelompok dalam mengolah produk sirsak. Metode yang digunakan adalah pelatihan pembuatan olahan sirsak dengan melibatkan pesert secara langsung sehingga mereka mendapatkan pengalaman. Peserta adalah anggota kelompok yang berjumlah 32 orang. Peserta cukup antusias dalam mengikuti pelatihan dan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Evaluasi dilakukan melalui wawancara dan angket, hasil menunjukkan bahwa pengetahuan peserta tentang pengolahan buah dan sayur meningkat menjadi 100%, karena selama ini mereka menjual buah dan sayur dalam bentuk segar.Abstract: KOMPAK Farmers Group is a farmer group located in Dukuh Tumpang, Porang-paring Village, Sukolilo District, Pati Regency, located on the slopes of Mount Kendeng which is a rocky mountain and the soil tends to be rocky limestone so that the plants that grow are limited, namely annual plants and fruit plants. Fruits that produce quite well are soursop, banana, jackfruit, avocado. The production of these fruits is quite abundant and rots quickly, so further processing is needed to slow down the damage. The results of the analysis of the existing conditions of partners are that the harvest, especially soursop, is not handled properly, so the price falls and cannot be sold anymore. The harvest is easily damaged so it needs to be handled and processed into further products such as flour, dry products and other preserved products. The drying results will be further processed into food products such as jam, geplak, crackers, cookies and snack sticks. The purpose of this activity is to improve the ability of group members in processing soursop products. The method used is training in making soursop products by directly involving participants so that they gain experience. Participants are group members totaling 32 people. Participants were quite enthusiastic in participating in the training and it was very useful for the community. Evaluation was carried out through interviews and questionnaires, the results showed that participants' knowledge of fruit and vegetable processing increased to 100%, because so far they have been selling fruits and vegetables in fresh form.
THE ROLE OF FINANCIAL RESILIENCE FACTORS ON FINANCIAL MANAGEMENT BEHAVIOR IN CENTRAL UMKM ACTORS STRAIGHT WOVEN CRAFTS IN CAWAS DISTRICT KLATEN DISTRICT Wibowo, Edi; Febrianto, Akbar
Jurnal Ekonomi Kreatif dan Manajemen Bisnis Digital Vol 3 No 4 (2025): MEI
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/jekombital.v3i4.926

Abstract

In the field of economics, the concept of financial management behavior is highly regarded. It encompasses all aspects of acquiring, utilizing, and managing funds within a company. The focus of this study is to examine how financial knowledge, income, financial attitudes, and personality impact the financial management behavior of MSMEs operating in lurik weaving craft centers in Cawas District, Klaten Regency. The subjects of this research were 94 MSMEs at the lurik weaving craft center in Cawas District, Klaten Regency. Various data analysis methods were utilized including multiple linear regression, t-test, F-test, and coefficient of determination. The findings of the study indicate that there is a notable impact of financial literacy on the financial management practices of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in the lurik weaving industry in Cawas District, Klaten Regency. The level of income plays a vital role in shaping the financial management practices of small and medium enterprises operating within the lurik weaving craft centers in Cawas District, Klaten Regency. The attitudes towards finances also play a crucial role in determining the financial management behavior of MSMEs in these areas. Additionally, the personality traits of individuals involved in running MSMEs at lurik weaving craft centers in Cawas District, Klaten Regency have a significant impact on their financial management practices.
Pengaruh Inovasi Produk, Kolaborasi Network, Akses Permodalan, dan Orientasi Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMKM( Survei pada PKL di Kecamatan Jebres Kota Surakarta) Pamungkas, Angga Putra; Wibowo, Edi
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI -JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/16bc8y19

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk mengevaluasi implikasi dari inovasi produk, jaringan kolaboratif, aksesibilitas modal, serta orientasi kewirausahaan terhadap capaian kinerja Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Lokus penelitian difokuskan secara spesifik pada sektor Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdomisili di wilayah administratif Kecamatan Jebres, Kota Surakarta.Secara metodologis, studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif melalui metode survei. Menggunakan teknik Cluster Random Sampling, penelitian ini melibatkan 121 responden yang merepresentasikan populasi PKL di wilayah tersebut, terdiri atas 77 pelaku usaha kuliner makanan dan 44 pelaku usaha minuman. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner dengan skala Likert 1-5, di mana data yang diperoleh kemudian diuji melalui serangkaian prosedur statistik, meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, pengujian hipotesis (uji t dan uji F), serta analisis koefisien determinasi (R2).Temuan empiris mengonfirmasi bahwa secara parsial, variabel inovasi produk, kolaborasi jaringan, akses permodalan, dan orientasi kewirausahaan memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap peningkatan kinerja UMKM. Secara simultan, integrasi keempat variabel independen tersebut menunjukkan pengaruh signifikan dengan nilai F-hitung mencapai 77,910. Lebih lanjut, nilai Adjusted R Square sebesar 0,719 mengindikasikan bahwa model penelitian ini mampu merepresentasikan 71,9% variasi kinerja UMKM, sedangkan 28,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal lainnya seperti struktur modal, perilaku serta literasi keuangan, kompetensi sumber daya manusia, maupun efektivitas penggunaan media sosial.  
Analysis of Capital Structure and Non Performing Loans on Financial Performance in the Activity Management Unit (UPK) of Boyolali District in 2022-2023 Irchani, Ervin; Wibowo, Edi; Astuti, Dewi Saptantinah Puji
Journal of International Accounting, Taxation and Information Systems Vol. 2 No. 1 (2025): February
Publisher : CV. Proaksara Global Transeduka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70865/jiatis.v2i1.97

Abstract

This research investigates how Debt-to-Equity Ratio (DER), Equity Ratio (ER), Non-Performing Loans (NPL), and Loan Loss Provision (LLP) impact the financial performance, as measured by Return on Assets (ROA), in Activity Management Units (UPK) located in Boyolali Regency. A method of purposive sampling was employed to choose 15 UPKs from various regions within the district. Data analysis employed classical assumption tests and hypothesis testing through F-tests, t-tests, and R-square analysis. Results reveal that while Debt-to-Equity Ratio and Equity Ratio individually do not significantly affect financial performance, Non-Performing Loans and Loan Loss Provision demonstrate significant individual effects. Collectively, all four variables significantly influence Return on Assets, explaining 40.2% of financial performance variation. The study suggests improving credit analysis quality and loan write-off processes while highlighting the need for future research with extended timeframes and broader geographic samples.