This Author published in this journals
All Journal Interaksi Online
M Bayu Widagdo
Unknown Affiliation

Published : 91 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 91 Documents
Search
Journal : Interaksi Online

Karya Bidang Program Tayangan Gitaran Sore-Sore PROTV (Sebagai Project Officer, Program Director dan Produksi) Manggala Hadi Prawira; Tandiyo Pradekso; Agus Naryoso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.496 KB)

Abstract

Televisi lokal sebagai media televisi yang berbeda dengan televisi nasional mempunyai keunggulan dalam tayangan yang disajikan. Tayangan televisi lokaldapat menyajikan konten acara yang menitik beratkan kepada potensi budaya lokal yang ada di setiap daerah sehingga bisa menumbuhkan kedekatan antara penonton dengan sebuah tayangan. Namun pada kenyataannya hal itu tidak mampu membuat televisi lokal seperti PROTV dengan Tayangan Gitaran Sore Sore menjadi pilihan utama tontonan bagi masyarakat Semarang dan tentunya pemasukan iklan juga terkena dampaknya. Hal ini dikarenakan belum adanya pesan yang dapat menghubungkan antara masyarakat Semarang dan sekitarnya dengan Tayangan Gitaran Sore-Sore. Karya Bidang ini dilakukan untuk membangun sebuah komunikasi yang menghubungkan masyarakat Semarang dan sekitaranya dengan tayangan Gitaran Sore-Sore. Sehingga kenaikan behavior menonton acara Gitaran Sore-Sore dapat tercapai. Hal ini juga berpengaruh terhadap pemasukan iklan pada tayangan ini.Pesan yang dibangun dalam kegiatan ini adalah “Jelajah Dunia Semarang Lewat Obrolan”. Dengan memiliki pemahaman tentang kondisi psikografis dari masyarakat dan menuangkan dalam bentuk kegiatan, kemampuaan berkoordinasi dengan baik dengan pihak yang terkait, maupun hal lainnya yang dilaksanakan secara tepat, Tugas yang dibebankan kepada penulis dapat dikatakan berhasil. Berdasarkan hasil riset yang dilaksanakan setelah kegiatan berlangsung,goals frekuensi menonton (1 kali dalam seminggu) tayangan Gitaran Sore-Sore di jam tay ang yang baru mampu mencapai 64% dari yang semula 31%. Berarti kenaikan yang dicapai yaitu 33%, melebihi target yang ditentukan yaitu 20%.Dari divisi bisnis dan komunikasi target pengiklan juga dapat dicapai yaitu dilihat dari tercukupinya biaya produksi program tayangan dan kegiatan komunikasi yang dilakukan. Dari hal-hal tersebut maka dapat dikatakan Produksi Program Tayangan Gitaran Sore Sore berhasil .Kata Kunci : Gitaran Sore-Sore PROTV, Komunikasi Marketing, Program, Marketing
PRODUKSI PROGRAM KULINER PADA PROGRAM ACARA WISATA JALAN KULINER CAKRA SEMARANG TV (Peran dan Pertanggungjawaban sebagai Penulis Naskah dan Pemandu Acara) Theresia Dita Anggraini; Hedi Pudjo Santosa; I Nyoman Winata; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.705 KB)

Abstract

Kuliner adalah segala hal yang berhubungan dengan konsumsi makanan seharihari.Kuliner merupakan bagian dari gaya hidup dan untuk itu menarik untukdiangkat menjadi sebuah tayangan televisi. Wisata Jalan Kuliner adalah salah satuprogram acara di stasiun TV lokal Cakra Semarang TV yang mengangkat temaini. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai kuliner yang enak danmenarik baik dari sisi historis maupun cita rasa. Diharapkan acara ini mampumenjadi referensi bagi penonton yang ingin menambah wawasan dan pengalamandalam menikmati makanan di Semarang. Untuk itu penulis beserta tim membuatnews feature ini ke dalam acara tersebut. Dengan tujuan yang kurang lebih sama;untuk mengemas informasi mengenai bagaimana cara menikmati, menampilkanproses pembuatan secara mendalam, serta nilai historis dari berbagai jajanan diSemarang.Jajanan klenyem, timus, lumpia, tahu isi rebung, wingko babat, gandos, wedangrempah, dan wedang kacang tanah merupakan jajanan di semarang yang masihdiminati oleh sebagian besar masyarakat. News feature ini dibuat dalam empatepisode, yang tayang sekali setiap minggunya selama empat minggu berturut-turutdan dibagi berdasarkan bahan dasar jajanannya. Di tiap episode penulis besertatim mewawancarai narasumber yang berkaitan dengan jajanan yang dibahas.Narasumber tersebut seperti penjual, pembuat jajanan, konsumen, maupun pendapat masyarakat umum.Kata kunci: Kuliner, wisata, televisi
PRODUKSI PROGRAM KEBUDAYAAN GAMBANG SEMARANG PADA PROGRAM ACARA SLUMAN SLUMUN CAKRA SEMARANG TV Gilang Wicaksono; Yanuar Luqman; Nurul Hasfi; Hedi Pudjo Santosa; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.35 KB)

Abstract

Gambang Semarang merupakan sebuah kesenian tradisional kerakyatan yang berkembang dikota Semarang sejak tahun 1930, hal ini berdasarkan peneltian yang dilakukan oleh tim peneliti kesenian Gambang Semarang, fakultas Ilmu Budaya, Universitas Dipongoro. Dalam sejarahnya kesenian Gambang Semarang merupakan sebuah kesenian yang berasal ataupun memiliki kemiripan dengan Gambang Kromong yang berasal dari Ciputat, dan ini menjadi sebuah perdebatan dalam asal-usul kesenian Gambang Semarang itu sendiri. Walaupun menjadi sebuah perdebatan, kini Gambang Semarang diamini oleh warga kota Semarang sebagai kesenian khas kota Semarang. oleh karena itu juga, tim peneliti kesenian Gambang Semarang FIB mengangkat kesenian gambang Semarang sebagai identitas budaya Semarang.Mengapa kemudian Gambang Semarang di anggap menjadi sebuah kesenian khas dan menjadi identitas kesenian kota Semarang, hal tersebut berdasarkan melalui proses sejarah, dimana Gambang Semarang memiliki sejarah yang panjang di kota ini, berkembang dan mendapat apresiasi dari warga kota Semarang. Dalam perkembangannya, Gambang Semarang mendapat penataan tari yang menggambarkan keadaan geografis kota Semarang. Tidak hanya tari, penataan alat musik turut serta dikembangkan baik itu bentuk, rupa, notasinya serta penggunaan lagu-lagu yang bernuansa Semarang. tidak hanya unsur musik dan tari, kesenian gambang semarang juga memiliki unsur lawak.Beragam kesenian dikota semarang sejatinya tidak bisa terlepas dari berbagai etnis yang berada di kota Semarang Yakni, etnis Jawa, Arab dan Cina. Ini juga yang terlihat dalam kesenian Gambang Semarang, dimana didalamnnya terdapat unsur Cina dan Jawa, baik itu dari segi peralatan dan juga pemainnya. Tak kadang pula perkembangan kesenian tersebut merupakan buah usaha dari berbagai etnis dalam melahirkan, mempertahankan hingga melestarikannya. Oleh karena itu gambang semarang memiliki visi misi sebagai kesenian yang membawa misi akulturasi, hibridasi dan juga asimiliasi.Dalam perkembangannya kesenian gambang semarang mengalami pasang surut, dan keadaan surut paling dirasakan pada tahun 2010, sebagian besar pemain Gambang Semarang klasik telah meninggal dunia. Agar tetap ada yang bisa melestarikan maka terbentuklah sebuah komunitas ang bernama Gambang Semarang Art Company. Melaui komunitas tersebutlah kesenian Gambang Semarang bisa terus ada, dan menjadi sebuah kesenian khas dan identitas kesenian di kota Semarang.Kata kunci : Identitas, Gambang Semarang, perkembangan, pelestarian.
WISATA KELUARGA DALAM PROGRAM ACARA JATENG EXOTIC DI CAKRA SEMARANG TV Adityo Cahyo Aji; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo; I Nyoman Winata; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.282 KB)

Abstract

Media massa memiliki pengaruh yang sangat besar dalam era teknologi seperti saat ini. Salah satu fungsi pers atau media massa adalah sebagai sumber informasi bagi masyarakat. Dalam hal ini media massa televisi menjadi media untuk menyampaikan pesan berupa informasi yang dikemas berbentuk berita feature wisata keluarga. Disinilah peran komunikasi berlangsung, yaitu sebagai penyampai pesan yang ingin disampaikan dari komunikator kepada komunikan. Pada karya bidang ini membuat sebuah program feature dengan format audio-visual pada televisi dengan tema Wisata Keluarga di Semarang dan Sekitarnya. Karya ini disuguhkan dengan konsep tayangan yang menarik dan kreatif. Konsep tayangan berita feature ini berbeda dengan konsep tayangan yang saat ini banyak digunakan oleh media televisi lain, yakni dengan mengajak satu buah keluarga untuk berwisata ke beberapa tempat dalam satu hari penuh dengan tanpa harus menginap dan memakan banyak waktu. Tempat wisata yang diangkat disini antar lain adalah Curug Tujuh Bidadari Bandungan, Kuliner Sate Kelinci Bandungan, Pasar Bandungan, The Sea Pantai Cahaya, Kuliner Ayam Goreng Gringsing Bu Bengat, Wisata Air Water Blaster Semarang, Pusat Oleh-Oleh Kampoeng Semarang, Kampung Batik Semarang, Kuliner Toko Oen, Wisata Sejarah Kota Lama, Kuliner Malam Pasar Semawis Semarang. Tema tersebut dikerjakan melalui 3 tahap, yaitu tahap pra produksi, tahap produksi, dan tahap paska produksi. Setelah melalui 3 tahap tersebut, terciptalah sebuah karya program fature yang siap untuk di publikasikan melalui media televisi. Merupakan suatu kesempatan, karena saya mendapatkan ijin tayang pada media televisi lokal Cakra Semarang TV. Karya ini dapat di tampilkan pada suatu spot program acara mengenai pariwisata bernama Jateng Exotic. Setelah melalui berbagai proses kerja, karya ini bertujuan untuk memperkenalkan, memberitakan, menginformasikan tempat pariwisata di Kota Semarang dan sekitarnya. Berupa tempat wisata bersejarah, tempat rekreasi, dan wista kuliner. Disuguhkan dengan kemasan atau cara penayangan yang inovatif, unik, dan menarik. Karya Bidang ini tayang pada hari Minggu, 23 Februari, 2 Maret, 9 Maret, dan 16 Maret 2014 pukul 14.30 WIB di Cakra Semarang TV.  Kata kunci: feature, jateng exotic, wisata, jurnalistik, program televisi
LAPORAN KEGIATAN STRATEGIC COMMUNICATION MUSEUM KERETA API AMBARAWA (DIVISI SPONSORSHIP) Taufik Indra Ramadhan; Djoko Setyabudi; Tandiyo Pradekso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.428 KB)

Abstract

Museum Kereta Api Ambarawa merupakan salah satu peninggalan sejarah yangsangat berharga di Indonesia. Namun sangat disayangkan minat dan keinginan masyarakatuntuk mengunjungi museum ini sangatlah rendah. Maka dari itu melalui rangkaian kegiatanpromosi Strategic Communication Museum Kereta Api Ambarawa bertujuan untukmempromosikan museum ini kepada masyarakat.Kegiatan Strategic Communication Museum Kereta Api Ambarawa tak lepas dariperan dari Sponsorship. Divisi Sponsorship adalah orang yang bertanggung jawab atasseluruh kegiatan sponsor yang akan mendukung kegiatan dan mendatangkan income.Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 bulan di bulan Mei. Dari hasil pelaksanaankegiatan didapatkan peningkatan pengunjung museum yang semula rata – rata 600pengunjung setiap bulannya menjadi 900 pengunjung setiap bulannya.
Hubungan Iklim Komunikasi dan Kepuasan Komunikasi dengan Motivasi Kerja Karyawan PT.KAI DAOP 4 Semarang Gilang Maher Pradana; Hedi Pudjo Santosa; M Bayu Widagdo; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.496 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi ditandai dengan munculnya media baru internet telah mempengaruhi industri termasuk industri transportasi.Informasi menjadi mudah untuk didapatkan,hal ini menuntut perusahaan penyedia jasa trasnportasi untuk menyesuaikan diri,termasuk juga PT.KAI DAOP 4 Semarang.PT.KAI DAOP 4 Semarang telah melakukan transformasi besar di tubuh organisasinya.Transformasi tersebut meliputi perubahan di sisi eksternal dan internal.Di sisi internal , perusahaan ini mengubah situasi komunikasi di dalam perusahaannya dari yang tadinya kaku menjadi lebih fleksibel.Salah satunya adalah dengan memperhatikan iklim komunikasi yang bersifat makro dan efek kepuasan komunikasi yang bersifat mikro di dalam tubuh organisasi ini.Karya tulis ilmiah ini disusun untuk mengetahui hubungan antara iklim komunikasi dan kepuasan komunikasi dengan motivasi kerja karyawan back-office PT.KAI DAOP 4 Semarang.            Karya Tulis Ilmiah ini disusun dengan menggunakan metode kuantitatif untuk menguji hipotesis dengan  uji statistic rank-kendall .Teori-teori yang digunakan adalah  Teori strukturasi dan Teori Hubungan Manusia.Teori Strukturasi dapat menjelaskan hubungan  Iklim Komunikasi dengan motivasi kerja karyawan ,dapat juga menjelaskan hubungan kepuasan komunikasi dengan motivasi kerja karyawan.Teori Hubungan Manusia menjelaskan hubungan kepuasan komunikasi dengan motivasi kerja karyawan.            Penelitian ini menghasilkan hasil penelitian yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara iklim komunikasi dengan motivasi kerja karyawan PT.KAI DAOP 4 Semarang karena besar signifikansi sebesar 0,000 yaitu kurang dari 0,05 dengan keeratan sebesar 0,543 yang berarti memiliki keeratan yang kuat.Terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan komunikasi dengan motivasi kerja karyawan PT.KAI DAOP 4 Semarang karena besar signifikansi sebsar 0,000 yaitu kurang dari 0,05 dengan keeratan sebesar 0,501 yang berarti memiliki keeratan yang kuat.            Karya tulis skripsi ini diharapkan dapat memberikan pandangan baru pada kajian komunikasi organisasi tentang iklim komunikasi dan kepuasan komunikasi di dalam sebuah organisasi.Selain itu , hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pandangan baru kepada pihak PT.KAI DAOP 4 Semarang sehingga mereka dapat mengelola situasi komunikasi di perusahaannya dengan lebih baik.
Produksi Program Acara Berita Feature “Harmoni Islam” di Cakra Semarang TV sebagai Juru Kamera Nanda Dwitiya Swastha; M Bayu Widagdo; Hedi Pudjo Santosa; I Nyoman Winata; Lintang Ratri Rahmiaji
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.764 KB)

Abstract

Televisi merupakan salah satu media massa yang memiliki fungsi penting sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial sebagaimana tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Keunggulan berupa sifat audio-visual menjadikan televisi masih menjadi media massa yang digemari oleh sebagian besar masyarakat hingga kini. Oleh sebab itu, para stasiun televisi dituntut kreatif dalam menciptakan program acara yang mampu menarik minat masyarakat untuk menontonnya.Pada momen Ramadhan, stasiun televisi nasional maupun lokal berupaya menciptakan program acara bertemakan “bulan suci” tersebut. Sayangnya, tidak seluruh program acara bertemakan Ramadhan memiliki konten yang edukatif. Beberapa program acara Ramadhan justru hanya menonjolkan komedi yang terkadang mengandung unsur kekerasan, baik secara verbal maupun non verbal, dengan tujuan memperoleh rating dan share yang tinggi.Upaya untuk menampilkan program acara Ramadhan yang edukatif dan menarik menjadi alasan utama kami untuk menciptakan program Harmoni Islam. Pada dasarnya, program Harmoni Islam merupakan salah satu produk jurnalistik berbasis feature yang mengulas informasi seputar Islam untuk mengisi momen Ramadhan dan ditampilkan secara santai, mudah dipahami, dan didukung visual yang menarik. Target audience menyasar masyarakat yang berada pada usia produktif dengan karakter aktif, memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, dan mampu memahami ajaran Islam yang disampaikan melalui pesan audio-visual.Setelah melalui tahapan praproduksi, proses produksi, pascaproduksi, program Harmoni Islam ditayangkan di Cakra Semarang TV setiap hari selama bulan Ramadhan mulai tanggal 28 Juni 2014 sampai 27 Juli 2014 pukul 17.00 WIB. Melalui program acara televisi ini diharapkan masyarakat memperoleh tayangan yang edukatif, sehingga mampu meningkatkan wawasan dan amalan ibadah di bulan Ramadhan.Kata Kunci: televisi, program acara, Ramadhan, Islam
Strategic Communication Museum Kereta Api Ambarawa Sebagai Area and General Affairs Manager Indra Septia BW; Djoko Setyabudi; M Bayu Widagdo; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.505 KB)

Abstract

Museum Kereta Api Ambarawa merupakan salah satu peninggalan di Indonesia yang memilkipotensi pariwisata yang sangat besar. Maka dari itu melalui rangkaian kegiatan promosiStrategic Communication Museum Kereta Api Ambarawa bertujuan untuk mengangkat potensimuseum ini menjadi sebuah objek yang dikenal oleh masyarakat luas .Kegiatan Strategic Communication Museum Kereta Api Ambarawa tak lepas dari peran dariArea and General Affairs Manager . Area and General Affairs Manager adalah orang yangbertanggung jawab atas seluruh kebutuhan operasional tim dan kebutuhan operasionalkegiatan.Keberhasilan kinerja dari Area and General Affairs Manager dapat diukur dari terpenuhi atautidaknya seluruh kebutuhan operasional dan perijinan kegiatan. Dalam kegiatan ini.Kelancaran seluruh rangkaian kegiatan Strategic Communication Museum Kereta ApiAmbarawa sangat ditentukan dengan kinerja dari Area and General Affairs Manager
Pengalaman Komunikasi Orang Tua Terhadap Pendampingan Menggunakan Smartphone dan Internet Sarah Veradinata Purba; Hedi Pudjo Santosa; M Bayu Widagdo; Primada Qurrota Ayun
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.405 KB)

Abstract

Smartphone and the internet is one of the new things that interest youngpeople nowadays especially among school age children. In the environmentalguidelines for schools, Smartphone and the internet have become mandatoryitems brought to be able to get along. This research aims to know thecommunication experience of parents in doing this against the use of Smartphoneand the internet. This study uses qualitative methods with phenomenologicalapproach. Informants in this study are the parents and children of 6 pairs. Theresults of this research were obtained that parents give the Smartphone andinternet facilities to the child because it wants his son to be able to get along andnot outdated. In addition to that of the research results are also obtained that thechild learns the internet the first time is from the experience of children see theirparents with internet and Smartphone, and the average child can already use theinternet since primary school. Mentoring is done by the parents the child'scommunication with disembodied here, where parents give advice – advice to thechild in the use of Smartphone and the internet
Karya Bidang Program Tayangan Gitaran Sore-Sore PROTV (Divisi Business and Communication, dan Dokumentasi) Nadia Dwi Agustina; Tandiyo Pradekso; Agus Naryoso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.959 KB)

Abstract

Kehadiran televisi lokal memberikan tayangan yang berbeda dari tayangan televisi nasional yaitu dengan konten acara yang menitik beratkan kepada potensi budaya lokal yang ada di setiap daerah sehingga bisa menumbuhkan kedekatan antara penonton dengan sebuah tayangan.Hal ini merupakan kekuatan tersendiri dari Televisi lokal. Namun nyata-nya hal itutidak mampu membuat televisi lokal seperti PROTV dengan Tayangan Gitaran Sore Soremenjadi pilihan utama tontonan bagi masyarakat Semarang karena belum adanya jembatan antara masyarakat dengan Gitaran Sore Sore. Karya Bidang ini bertujuan untuk membangun sebuah jembatan dengan tujuan meningkatkan behavior menonton acara Gitaran Sore Sore dengan membawa pesan “Jelajah Dunia Semarang Lewat Obrolan”..Dengan memiliki pemahaman tentang kondisi psikografis dari masyarakat, kemampuaan berkoordinasi dengan baik, menjalin relasi dengan para stake holder maupun hal lainnya yang dilaksanakan secara tepat, Tugas yang dibebankan kepada penulis dapat dikatakan berhasil.Berdasarkan hasil riset yang dilaksanakan setelah kegiatan berlangsung goals frekuensi menonton (1 kali dalam seminggu) tayangan Gitaran Sore-Sore di jam tayang yang baru mampu mencapai 64% dari yang semula 31%. Berarti kenaikan yang dicapai yaitu 33%, melebihi target yang berjumlah 20%.Sedangkan biaya yang dikeluarkan untuk Divisi Produksi bisa dipenuhi serta mendapatkan surplus dari Sponsor yang di dapat oleh divisi promosi. Beberapa pengiklan pun tertarik untuk beriklan Maka dapat dikatakan Produksi Program Tayangan Gitaran Sore Sore berhasil, Kata Kunci : Media, Sponsor, Televisi lokal.
Co-Authors Adi Nugroho Aditia Nurul Huda Aditya Iman Hamidi Adityo Cahyo Aji Agus Naryoso Ahmad Fauzi Ahmad Fikar Harakan Aisah Putri Sajidah, Aisah Putri Aldila Leksana Wati Ambar Rakhmawati Angga Dwipa Anggia Anggraini Aprillia N S Arum Sawitri Wahyuningtias Asti Amalina Widiyasari Atina Primaningtyas Ayu Pramudhita Noorkartika Bareta Hendy Pamungkas Bayu Bagus Panuntun Bayu Hastinoto Prawirodigdo Bebby Rihza Priyono Beta Fiftina Aryani Bhaswarani Oktadianisty Budi Adityo Debi Astari Deni Arifiin Dimas Muhammad Dimas Setiawan Hutomo Distian Jobi Ridwan Diyan Krissetyoningrum Djoko Setyabudi DR Sunarto Dr. Sunarto Dwi Purbaningrum Dyah Mayangsari Puspaningrum Eggie Nurmahabbi Farisa Dian Utami Febryana Dewi Nilasari Fitriana Nur Indah S Fransiska Candraditya Utami Ghela Rakhma Islamey Ghita Kriska Dwi Ananda Gilang Maher Pradana Gilang Wicaksono Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hendrikus Setya Pradhana Hilda Maisyarah I Nyoman Winata I Nyoman Winata Ibrahim Muhammad Ramadhan Ifadhah Vellayati Widjaja Imam Dwi Nugroho Imam Muttaqin Indah Pratiwi Indra Septia BW Jaza Akmala Ramada Jenny Putri Avianti Joyo Nur Suyanto Gono Kaisya Ukima Tiara Anugrahani Kartika Ayu Pujamurti Lintang Jati Rahina Lintang Ratri Rahmiaji Manggala Hadi Prawira Marliana Nurjayanti Nasoetion Mohammad Akbar Rizal Hamidi Much. Yulianto Muhammad Imaduddin Musyafi Tribun Jateng Nadia Dwi Agustina Nanda Ayu Puspita Ningsih Nanda Dwitiya Swastha Ni Made Dinna Caniswara Nicolas Handoko Raharjo, Nicolas Handoko Nilna Rifda Kholisha Novelia Irawan S Novi Rosmaningrum Nur Dyah Kusumawardhani Putri Nurhanatiyas Mahardika Nurist Surayya Ulfa Nuriyatul Lailiyah Nurrist Surayya Ulfa Pranamya Dewati Primada Qurrota Ayun Raynaldo Faulana Pamungkas Renis Susani Karamina Rijalul Vikry Rizki Rengganu Suri Perdana Sallindri Sanning Putri Sarah Veradinata Purba Shabara Wicaksono Sholakhiyyatul Khizana Sigit Haryadi Siska Ratih Dewanti Sri Widowati Herieningsih Stephany Alamanda Sulastri _ Syarifa Larasati Tandiyo Pradekso Taufik Indra Ramadhan Taufik Reza Ardianto Taufik Suprihartini Taufik Suprihatini Theresia Dita Anggraini Tri Utami Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Vania Ristiyana Vivitri Dewi Prasasty Wahyu Tri Oktaviani Wiwid Noor Rakhmad Yanuar Luqman Yoga M Pamungkas Yoga Yuniadi Yudi Agung Kurniawan Yuliantika Hapsari Yunita Indriyaswari Yuyun Octaviani Budiarti