Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Kajian Insidensi Penyakit Bercak Daun pada Pembibitan Kelapa Sawit di Main Nursery PT. Socfindo Kebun Seunagan Putri Andini; Agustinur Agustinur; Novian Charles Ritonga
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 18, No 2 (2022): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v18i2.2275

Abstract

Pengembangan perkebunan kelapa sawit tidak lepas dari kegiatan pembibitan. Pertumbuhan bibit merupakan kriteria penting yang dapat menentukan keberhasilan produksi kelapa sawit di lapangan. Saat pembibitan hal yang perlu diperhatikan adalah penyakit yang menyerang bibit. Kejadian penyakit perlu dipelajari pada tanaman agar penyakit dapat dikendalikan secara memadai sehingga produksi benih kelapa sawit dapat berjalan lancar, bebas penyakit dan tumbuh dengan baik. Pada bibit kelapa sawit, penyakit yang paling umum adalah penyakit bercak daun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menyelidiki kejadian penyakit bercak daun di pembibitan kelapa sawit. Lokasi penelitian ini adalah PT Socfindo Kebun Seunagan. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan investigasi langsung, mengumpulkan berbagai data primer dan sekunder yang diperlukan, kemudian diolah dan diinterpretasikan dalam bentuk tabel komputasi dan deskripsi naratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap perbedaan umur tanaman kelapa sawit memiliki tingkat intensitas serangan yang berbeda. Frekuensi serangan Culvularia sp. tertinggi pada umur 6 bulan yaitu 28,75% termasuk dalam kriteria terserang sedang dan frekuensi serangan pada umur 4 bulan yang paling terendah yaitu 25% termasuk dalam kriteria terserang ringan. Kata kunci: Bercak daun, Bibit kelapa sawit, Main nursery, Penyakit, Perkebunan kelapa sawit.
Efektivitas Beauveria bassiana sebagai Pengendali Hama Walang Sangit (Leptocorisa acuta) Pada Stadia Nimfa dan Imago di Laboratorium Chairudin Chairudin; Sumenika Fitria Lizma; Rati Lestari; Agustinur Agustinur; Vina Maulidia
Jurnal Agrotek Lestari Vol 8, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v8i2.6172

Abstract

Walang sangit (Leptocorisa acuta) adalah hama penting pada tanaman padi yang mengganggu kualitas dan kuantitas buli padi, sehingga penting untuk dikendalikan. Salah satu alternatif pengendalian hama ini adalah dengan menggunakan pestisida nabati seperti cendawan Beauveria basssiana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas konsentrasi Beauveria bassiana untuk pengendalian hama pada stadia nimfa dan imago di laboratorium. Penelitian ini dilaksanakan pada Mai-Juni 2021. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor pertama Konsentrasi Beauveria bassiana terdiri dari K1 (4%), K2 (6%), K3 (8%), dan K4 (10%), faktor kedua adalah stadia walang sangit yaitu S1 (Imago) dan S2 (nymfa). Parameter pengamatan yaitu mortalitas walang sangit. Hasil menunjukkan bahwa faktor stadia mempengaruhi kematian nimfa yang berbeda nyata dengan pada stadia Imago terutama pada hari kedua pengamatan. Faktor konsentrasi tidak berbeda nyata terhadap kematian walang sangit pada seluruh waktu pengamatan.Kata kunci: Konsentrasi, Beauveria bassiana, nimfa, imago, Leptocorisa acuta
EFEKTIVITAS DOSIS GLIFOSAT DAN PARAQUAT DALAM PENGENDALIAN ILALANG PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JAQC) Agung Devana; Agustinur Agustinur; Amda Resdiar; Muhammad Hidayat
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 1 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i1.2584

Abstract

Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu komoditi perkebunan yang memiliki nilai jual yang tinggi dan penyumbang devisa terbesar bagi negara Indonesia dibandingkan dengan komoditi perkebunan lainnya. Untuk meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit dapat dilakukan dengan pemeliharaan yang tepat, salah satunya adalah pengendalian gulma. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode pengendalian gulma secara kimiawi, yakni dengan cara mencampurkan herbisida jenis glifosat dengan herbisida jenis paraquat. Pencampuran  herbisida dapat meningkatkan efektivitas herbisida dalam mengendalikan  gulma    di perkebunan kelapa sawit.Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2022 di kebun Tanoh Makmue PT AGRO SINERGI NUSANTARA di perbatasan Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Jaya. Penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan data primer yaitu data mentah yang didapatkan melalui pengamatan, dan data sekunder yaitu  data yang didapatkan dari hasil wawancara dengan mandor pengendalian gulma dan para karyawan kebun. Berdasarkan hasil penelitian Pengaruh Dosis Glifosat Dan Paraquat Untuk Mengendalikan Ilalang Pada Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jaqc) Di Afdeling 1, Kebun Tanoh Makmue, PT. AGRO SINERGI NUSANTARAtelah dilaksanakan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pencampuran herbisida dengan dua jenis bahan aktif yang berbeda (glifosat dan paraquat) menunjukkan hasil yang lebih efektif dibandingkan dengan hanya menggunakan satu jenis bahan aktif saja.
Pengenalan Hidroponik DFT (Deep Flow Technique) pada Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) untuk Pencegahan Stunting di Desa Kuta Blang Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan Evi Julianita Harahap; Dewi Junita; Chairudin Chairudin; Agustinur Agustinur; Muhammad Afrillah
Jurnal Pengabdian Agro and Marine Industry Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Agro And Marine Industry
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hydroponic Deep Flow Technique (DFT) is a hydroponic method that provides nutrients in the form of water in the form of a pool. DFT hydroponic cultivation of plants, especially pakcoy (Brassica rapa L.) can increase income, can be consumed alone at home, adds nutritional value, and can prevent stunting. The problem of stunting can be prevented by consuming nutritious food, one of which is by consuming vegetables. DFT hydroponic farming can be done in narrow areas, for example in yards, roofs, and so on. The purpose of this activity is to introduce DFT (Deep Flow Technique) hydroponics to pakcoy plants (Brassica rapa L.) as the main plant to the community in Kuta Blang Village, Samadua District, South Aceh District. This community service was carried out on Wednesday 17 November 2021. The method used in this community service was an extension method in the form of presentation of material and practices related to DFT hydroponics on pakcoy plants (Brassica rapa L.). The counseling process begins with the presentation of the material by the speaker, followed by discussion or question and answer.Keywords: Hydroponic Deep Flow Technique (DFT), pakcoy, stunting
Identifikasi Penyakit Pada Tanaman Terung (Solanum melongena L.) di Desa Gunung Kleng Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat Vina Maulidia; Agustinur Agustinur; Putri Mustika Sari; Sumeinika Fitria Lizmah; Irvan Subandar
Jurnal Agrotek Lestari Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v9i1.7834

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) merupakan salah satu produk hortikultura yang menjadi sumber gizi dan serat, serta menjadi sumber pendapatan petani, dalam memenuhi permintaan masyarakat, dibutuhkan hasil produksi yang optimal, namun terdapat berbagai faktor pembatas diantaranya adanya serangan penyakit pada tanaman terung. Penelitian ini bertujuan untuk penyakit yang menyerang tanaman terung di lahan petani. Penelitian ini dilakukan di lahan terung milik petani di Desa Gunung Kleng Kecamatan Muerebo Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh. Metode penelitian ini adalah observasi, wawancara, identifikasi gejala penyakit tanaman, dan analisis persentase dan intensitas serangan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan gejala penyakit yang menyerang tanaman terong pada lahan petani begejala bercak daun yang diindikasikan dari patogen golongan fungi Cercospora, sp., Hasil analisis persentase serangan penyakit tngkat serangan rendah sebesar 38,72%, sedangkan intensitas serangan penyakit (49,00%) yang berkriteria sedang. Berdasarkan hasil penelitian dibutuhkan pengendalian penyakit secara terpadu seperti sanitasi lahan, pengendalian secara mekanis, dan pengendalian secara hayati. Kata kunci : tanaman terung, wawancara, bercak daun, persentase serangan penyakit, pengendalian penyakit
PENYULUHAN PEMANFAATAN LIMBAH KULIT JENGKOL SEBAGAI PESTISIDA ALAMI DI DESA LAPANG KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT Agustinur Agustinur; Sumeinika Fitria Lizmah; Vina Maulidia; Evi Julianita Harahap; Putri Mustika Sari; Dewi Fithria
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2806-2810

Abstract

Kulit jengkol merupakan salah satu limbah pertanian yang menjadi permasalahan di lingkungan masyarakat. Penumpukan limbah kulit jengkol dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena dapat menghasilkan aroma dan bau yang tidak sedap. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, limbah kulit jengkol dapat diolah menjadi pupuk kompos dan pestisida nabati.  Namun informasi ini masih minim diketahui oleh masyarakat, terutama masyarakat di Kabupaten Aceh Barat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Oleh sebab itu dilakukan sosialisasi untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah kulit jengkol tersebut. Kegiatan ini dilakukan di  Desa Lapang Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Sasaran peserta kegiatan adalah masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani Desa Lapang. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal.Tim Pelaksana memberikan informasi dan penyuluhan bagi masyarakat serta menampilkan contoh pengolahan limbah kulit jengkol yang sudah jadi serta cara aplikasinya melalui audio visual. Kegiatan pengabdian berjalan dengan lancar serta disambut antusias oleh masyarakat. Setelah mendengarkan pemaparan materi, masyarakat menjadi lebih paham mengenai pentingnya pengelolaan limbah pertanian untuk menjadi produk yang lebih bermanfaat.
EDUKASI MANAJEMEN SAMPAH RUMAH TANGGA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN HANDICRAFT BERBASIS SAMPAH ANORGANIK PADA KELOMPOK PKK DRIEN RAMPAK ACEH BARAT Agustinur Agustinur; Dewi Junita; Sumeinika Fitria Lizmah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i11.4009-4015

Abstract

Desa Drien Rampak merupakan salah satu desa di Kecamaan Johan Pahlawan yang terletak di wilayah pusat pemerintahan dan perekonomian kabupaten Aceh Barat. Keberadaan desa ini yang terletak di pusat pemerintahan dan perekonomian menyebabkan jumlah konsumsi rumah tangga semakin banyak dengan berbagai macam aktivitas sehingga berdampak terhadap penumpukan sampah rumah tangga yang banyak pula. Namun pengelolaan sampah di desa Drien Rampak belum optimal dilakukan, sehingga perlu dilakukan pemberdayaan terkait manajemen sampah rumah tangga serta praktik pemanfaatan sampah rumah tangga khususnya pada Kelompok PKK  desa Drien Rampak.  Kegiatan pemberdayaan di lakukan di kantor Keuchik desa Drien Rampak Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat yang dilaksanakan dari juni sampai dengan September 2023. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri atas dua tahapan yaitu tahap persiapan yatu koordinasi dengan mitra, tahapan pelaksanaan edukasi dan praktik pembuatan handicraft berbahan dasar sampah anorganik rumah tangga. Keberhasilan kegiatan akan diukur dengan metode survey menggunakan instrumen kuesioner, data hasil survey disajikan dalam bentuk kuantitatif deskriptif. Kegiatan edukasi manajemen sampah rumah tangga dan pelatihan pembuatan handicraft pada kelompok PKK desa Drien Rampak berlangsung dengan baik, berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan bahwa dengan terlaksananya kegiatan pemberdayaan terjadi peningkatan nilai rata-rata pada peserta kegiatan baik dari aspek sikap, pengetahuam maupun keterampilan
In vitro potential control of white root fungus in nutmeg (Myristica fragrans) based on botanical fungicide of coconut shell liquid smoke CHAIRUDIN, CHAIRUDIN; SUBANDAR, IRVAN; AGUSTINUR, AGUSTINUR; MAULIDIA, VINA
Jurnal Natural Volume 24 Number 2, June 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jn.v24i2.35879

Abstract

Nutmeg (Myristica fragrans) is spice plant which has an important position as a source of essential oils. An important problem in nutmeg cultivation is white root disease which can reduce nutmeg production. Until now, white root disease is still a problem in nutmeg plantations in South Aceh district. One of the solution that can be explored as an environmentally friendly control measure is to use the botanical fungicide coconut shell liquid smoke. This research aims to determine the potential of coconut shell liquid smoke in controlling white root fungus in vitro. The research was carried out in the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Teuku Umar University. The research design used was a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of nine levels of liquid smoke concentration treatment; control 0%, 0.5%, 1%, 2%, 3%, 4%, 6%, 8%, 10%. Each treatment involved three replications. Data analysis was carried out using analysis of variance and Tukey's least significant difference (HSD) test.The research stages carried out consisted of producing coconut shell liquid smoke, isolating white root fungus from the roots of infected nutmeg plants and potential assay of liquid smoke in inhibiting the growth of white root fungus. In vitro bioassay result showed that liquid smoke treatment 3% was the best treatment because it was the lowest concentration causing total inhibition of the growth of white root fungus.
EKSPLORASI JAMUR ASAL TONGKOL KOSONG KELAPA SAWIT YANG BERPOTENSI SEBAGAI AGEN PENDEGRADASI SELULOSA Agustinur Agustinur; Yusrizal Yusrizal
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i3.5128

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam bidang pertanian adalah melimpahnya limbah yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal seperti tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Komponen terbesar yang terkandung di dalam TKKS adalah selulosa. Komponen ini cenderung sulit terdegradasi di alam. Beberapa agens hayati dari kelompok jamur diketahui dapat mendegradasi selulosa karena memiliki kemampuan selulolitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi jamur asal limbah TKKS yang memiliki potensi untuk mendegradasi selulosa, sehingga nantinya dapat dimanfaatkan dalam mendegradasi limbah TKKS secara optimal. Tahapan penelitian dimulai dari pengambilan sampel TKKS terdekomposisi yang berada di area perkebunan kelapa sawit PT Agro Sinergi Nusantara Kabupaten Aceh Jaya, Aceh. Kemudian dari sampel tersebut dilakukan tahapan isolasi jamur. Hasil isolasi tersebut telah diperoleh sebanyak 18 isolat jamur. Selanjutnya isolat-isolat tersebut dipurifikasi dan diuji potensi selulolitiknya dengan cara ditumbuhkan pada media CMC. Berdasarkan hasil uji potensi selulolitik diperoleh sebanyak 17 isolat yang memiliki potensi dengan indikator terbentuknya zona bening di sekeliling koloni.  Di antara 17 isolat tersebut terdapat 3 isolat bakteri dengan kategori potensi selulolitik tinggi yaitu isolat JM714, JM402 dan JM609, dengan indeks selulolitik berturut-turut sebesar 6,5, 3,47 dan 2,1. Setelah dilakukan identifikasi isolat JM714 diduga merupakan anggota genus Aspergillus, sementara isolat JM402 dan JM609 adalah anggota genus Trichoderma.
Post-Harvest Handling Training for Red Chilies as an Effort to Optimize Harvest Quality in Farmer Group Samarasa Agustinur; Sumeinika Fitria Lizmah; Suci Rahmi
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2024): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v7i4.5440

Abstract

Red chilies are a horticultural commodity that is susceptible to damage, resulting in a decrease in product quality. The decline in the quality of chilies after harvest occurs due to the ongoing respiration process, so that the chilies wilt (dry) or rot. Other damage to chilies can also occur due to rotting caused by microbes. Therefore, the red chilies produced by the Samarasa farmer group have been directly sold or used by themselves. If the harvest is large in quantity, it will be sold at a cheaper price. This is done because it is feared that red chili harvest products that are stored for a long time will rot and become unsellable. This service activity aims to provide training and assistance regarding post-harvest handling of red chilies so that they can improve their quality and make their shelf life longer. Several stages of service activities carried out include coordination with partners, post-harvest handling training, discussion and evaluation. This activity went well and smoothly. Evaluation results from questionnaires filled out by participants showed an increase in farmers' knowledge and skills regarding how to handle post-harvest red chilies with an increase of 24% and 12% respectively after attending the training.