Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

INVENTARISASI HAMA ULAT KANTUNG DAN PARASITOID DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. KARYA TANAH SUBUR (KTS) ACEH BARAT Chairudin Chairudin; Rini Aprilna; Sumeinika Fitria Lizmah; Agustinur Agustinur; Vina Maulidia
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4131

Abstract

Bagworms are one of the important pests in oil palm cultivation. Bagworm causes holes in oil palm leaves, slits and even dry out, which can cause damage and reduce productivity. Conventional control of bagworm pests using insecticides has been proven to cause long-term losses, so more environmentally friendly control is needed by using parasitoids. This research aims to inventory bagworm pests and parasitoids in oil palm plantations which have the potential to be developed for ecosystem-based pest control purposes. Sampling in this research was carried out at PT Karya Tanah Subur oil palm plantation, West Aceh. The analysis was carried out by calculating the diversity and evenness of pest and parasitoid types. From the research results, 4 types of bagworms were obtained, identified as Metisa plana, Mahasena corbetti, Clania sp. and Cremastopsyche pendula. Of the 4 types of bagworms, the more dominant ones are Metisa plana and Mahasena corbetti. Meanwhile, there are also 4 types of parasitoids found, identified as Diadegma sp., Dirhinus sp., Paraphylax varius and Telenomus sp.
Pengaruh Beberapa Spesies Bakteri Endofit Terhadap Viabilitas Dan Vigor Benih Tomat Maulidia, Vina; Jalil, Muhammad; Junita, Dewi; Fitria Lizmah, Sumeinika; Chairuddin; Agustinur
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 8 No. 1 (2023): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Desember
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v8i1.9536

Abstract

Bakteri endofit adalah bakteri yang hidup pada jaringan tanaman, dan bersimbiosis secara mutualisme dengan tanaman, peran bakteri endofit bukan hanya sebagai agensia hayati dalam mengendalikan penyakit tanaman namun juga berperan dalam pemacu pertumbuhan tanaman seperti perkecambahan benih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beberapa spesies bakteri endofit terhadap viabilitas dan vigor benih tomat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap, dengan perlakuan kontrol dan enam spesies bakteri (Arthobacter sp., P. aeruginosa, B. cereus, P. moselli, S. marcescens, dan B. thuringiensis) dengan tiga ulangan. Metode pada penelitian ini meliputi perbanyakan bakteri endofit, perlakuan benih, penanaman, dan pengamatan, serta analisis data menggunakan SPSS 25, dengan uji F dan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil pengamatan viabilitas benih menunjukkan bahwa bakteri endofit spesies B. cereus, P. moselli, S. marcescens, dan B. thuringiensis memiliki daya berkecambah dan potensi tumbuh maksimum tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya, sedangkan pada parameter vigor benih spesies P. moselli dan S. marcescens memiliki persentase indeks vigor, kecepatan tumbuh, dan keserempakan tumbuh terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Kata kunci: benih, bakteri, viabilitas, vigor
Pendampingan Pengolahan Kompos Berbasis Bioaktivator Mikroorganisme Selulolitik Bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Bungoeng Jeumpa Desa Lapang Aceh Barat Dewi Junita; Agustinur Agustinur; Sumeinika Fitria Lizmah; Muhammad Afrillah; Nana Ariska; Chairul Rizal
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 4 No. 2 (2023): May
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v4i2.7262

Abstract

This Service community aims to improve the comprehension and skills of KWT Bungoeng Jeumpa members about the processing organic waste into compost based on cellulolytic microorganism bioactivators regarding the processing of organic waste into bioactivator-based compost to fulfill fertilizer needs in KWT Bungoeng Jeumpa. The methods of this service were counseling and practice, which consisted of the initial stage (preparation, survey, and focus group discussion), the implementation stage (Counseling and practice), and the evaluation at final stage. The target partners for this service activity were KWT, totaling 21 members. The instrument for evaluating this activity used a questionnaire and were analyzed descriptively. The results of this community service activity showed that the understanding and skills of KWT Bungoeng Jeumpa members increased regarding compost processing based on microorganism bioactivators, following the results of the evaluation where the understanding and abilities of KWT Bungoeng Jeumpa members increased by 28.57% and 14.25%.
Pengaruh Perendaman Benih dengan Penambahan PGPR Asal Akar Bambu terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Cabai Rawit (Capsicum frustescens) Agustinur, Agustinur; Aini, Zahriatul; Jasmi, Jasmi; Junita, Dewi; Maulidia, Vina
AGRITROP Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v21i2.20081

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang terus mengalami peningkatan permintaan baik pada skala rumah tangga maupun industri. Seiring dengan peningkatan jumlah konsumsi tersebut, produksi cabai rawit yng berkualitas juga harus ditingkatkan. Untuk mengoptimalkan produksi cabai rawit, para petani juga membutuhkan benih yang bermutu. Salah satu teknik peningkatan mutu benih yang ditawarkan sebelum benih ditanam adalah dengan cara perendaman benih dengan penambahan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman benih cabai rawit dengan penambahan PGPR terhadap viabilitas dan vigor benih. Penelitian dilakukan dengan mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang  terdiri atas 5 perlakuan dan  3 ulangan disetiap perlakuanya. Faktor yang diteliti yaitu lama perendaman benih dengan penambahan PGPR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman benih cabai rawit pada larutan PGPR asal akar bambu berpengaruh sangat nyata terhadap keserempakan tumbuh, daya kecambah, kecepatan tumbuh dan vigor benih cabai rawit. Perlakuan perendaman terbaik dijumpai pada perlakukan P2 yaitu perendaman selama 5 jam
Pemanfaatan Refugia Terhadap Keanekaragaman Serangga Musuh Alami Di Pertanaman Bawang Merah (Allium Cepa) Sari, Putri Mustika; Rasyidina, Ayu; Agustinur, Agustinur; Chairudin, Chairudin; Lisa, Oviana
Jurnal Agrotek Lestari Vol 10, No 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v10i2.9320

Abstract

Refugia plants are able to control pest insects in cultivation plants, the benefits of refugia plants can become microhabibtat natural enemies. This research was conducted to see the diversity of natural enemy insects in the planting of shallots (allium cepa) by utilizing various flowering plants as edge plants. This research was conducted in the Teuku Umar University Experimental Garden. The research began in October-December 2023. This study used a non-factorial plot split plot design method with 5 levels and 4 treatments, namely: T0 = without refugia plants, T1 = Zinnia Elegans, T2 = Marigold Plants, T3 = Cosmos Plant, T4 = Zinnia elegans + marigold + cosmos. The results showed that insect identification there were 7 types of orders and 20 species of insect species. The result of the natural enemy diversity index value with the calculation of H 'data in all treatments is moderate. The results of the independence index of the type with the highest value are in the combination treatment reaching the E'1 value, which means according to E => 0.6 the level of compliance of the type is classified as high. In the yield of shallots for the highest lime weight, there is a combination of 1.890 kg.Keywords: Refugia, natural enemies, diversity, types of evenness
Respon Panjang Akar dan Jumlah Akar Tanaman Melati Putih (Jasminum Sambac L.) Terhadap Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Alami dan Asal Stek Batang: Response of Root Length and Number of Roots of White Jasmine Plants (Jasminum Sambac L.) to the Provision of Natural Plant Growth Regulators and the Origin of Stem Cuttings Harahap, Evi Julianita; Agustinur; Chairudin; Sumeinika Fitria Lizmah; Muhammad Afrillah; Yuliatul Muslimah; Dewi Fihria
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 21 No. 1 (2025): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v21i1.6008

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar di Kabupaten Aceh Barat mulai Juni sampai Agustus 2020. Rancangan Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 5 x 3 dengan 3 kali ulangan. Faktor yang diteliti meliputi konsentrasi berbagai zat pengatur tumbuh alami dan beberapa macam bahan stek. Faktor pertama konsentrasi berbagai zat pengatur tumbuh alami terdiri atas 5 taraf yaitu: Z0 = 0% (kontrol), Z1 = 50% ekstrak bawang merah, Z2 = 100% ekstrak bawang merah, Z3 = 50% ekstrak tauge, dan Z4 = 100% ekstrak tauge. Faktor kedua macam bahan stek terdiri dari 3 taraf yaitu: B1 = bagian pucuk cabang, B2 = bagian tengah cabang, dan B3 = bagian pangkal cabang. Apabila uji F menunjukkan pengaruh yang nyata maka akan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5% (BNT0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa zat pengatur tumbuh alami berpengaruh nyata pada panjang akar, jumlah akar primer, dan persentase stek hidup. Asal stek batang berpengaruh nyata pada panjang akar, jumlah akar primer, dan persentase stek hidup. Perlakuan Z1 (50% ekstrak bawang merah) merupakan perlakuan terbaik pada parameter panjang akar dan jumlah akar primer. Perlakuan B1 (bagian tengah cabang) merupakan perlakuan terbaik pada parameter panjang akar dan jumlah akar primer.
PEMBUATAN DAN APLIKASI PUPUK KOMPOS BERBAHAN DASAR SAMPAH ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN SANITASI LINGKUNGAN DESA ALUE AMBANG Larista, Larista; Agustinur, Agustinur; Puji Lestari, Dewi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i3.1164-1173

Abstract

Alue Ambang adalah salah satu desa di Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, Indonesia, yang terletak dilokasi pesisir laut. Menurut survey yang dilakukan, Desa Alu Ambang umumnya bertekstur tanah lempung berpasir. Tanah lempung berpasir merupakan tanah denagn kapasitas menahan air yang rendah serta kehilangan air dan kelembaban tanah yang cepat. Penggunaan bahan organik sangat efektif dalam menjaga kualitas tanah yang ideal untuk pengelolaan lahan kering. Sampah  banyak mengandung unsur organik (sampah organik) yang dapat dengan mudah diuraikan oleh alam menjadi bahan yang stabil. Oleh karena itu, sangat penting untuk terus mengembangkan teknologi pengolahan limbah yang inovatif dan sesuai yang mudah diterapkan di skala rumah tangga, termasuk pengomposan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan dan pengaplikasian pupuk kompos pada tanaman, meningkatkan sanitasi lingkungan,serta mengajarkan masyarakat untuk budidaya sayuran dipakarangan rumah dengan sistem pertanian organik. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan   selama 4 bulan, metode yang lakukan yaitu pelatihan dan pembuatan pupuk kompos dengan tahapan sebagai berikut : (1) Tahapan survei, (2) pelatihan, (3) pembuatan kompos, (4) pengaplikasian, (5) pemanenan, (6) pengolahan. Hasil dari pengabdian ini yaitu kader tani dan kelompok TOGA mendapatkan pengetahuan tentang pemanfaatan sampah organik, mengetahui cara pembuatan dan pengaplikasian kompos dan juga dapat mengolah sayuran hasil dari pertanian organik. Dengan adanya pengabdian ini semua anggota kader dan kelompok toga mendapatkan ilmu baru yang dapat di sebar luaskan ke maysarakat desa lainnya, berguna untuk meningkatkan ekonomi dan meningkatkan sanitasi di lingkungan masyarakat desa alue ambang. Kesimpulannya setelah dilakukannya pengabdian, masyarakat jauh lebih paham tentang pemanfaatan sampah organik.
Analisis Kadar Air dan Organoleptik Terhadap Variasi Rasa Abon Cabai Merah Rahmi, Suci; Agustinur, Agustinur; Lizmah, Sumeinika Fitria
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jtpp.v7i2.14479

Abstract

Cabai merah (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas holtikultura yang umum di dunia dan memiliki nilai ekonomi tinggi. cabai merah banyak dibudidayakan oleh petani Indonesia. Selain karena manfaatnya bagi kesehatan, cabai merah juga memiliki harga jual yang cukup tinggi.Pengembangan produk berbasis cabai merah yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat yaitu salah satunya dengan mengolah menjadi abon cabai. Karakteristik abon cabai memiliki rasa pedas dan gurih dari cabai dengan tambahan bahan seperti ikan teri atau rebon untuk meningkatkan rasa. Namun pada penelitian ini abon cabai merah akan memberikan variasi rasa yang beragam yang berasal dari karakteristik khas Aceh yaitu dengan penambahan  asam sunti dan daun kari. Metode penelitian yang dilakukan dimulai dengan pembuatan bubuk asam sunti dan kari, persiapan abon cabai merah, pembuatan variasi rasa abon cabai, analisis kadar air, kadar pH serta pengujian organoleptik. Hasil penelitian diperoleh kadar air dari tiga variasi rasa abon cabai merah yang paling rendah kadar air abon cabai sunti sebesar 7,30 %. pH yang rendah pada abon sunti sebesar 5,30.  Secara keseluruhan hasil organoleptik  diperoleh abon cabai kari dan abon original banyak disukai panelis dengan skor 4,04 - 4,18  kategori (suka) sedangkan abon cabai sunti diperoleh skor rata-rata 3,73 (Netral).
Exploration of Endophytic Bacteria from Rice Roots as a Biocontrol Agency for Leaf Blight Disease in Vitro Maulidia, Vina; Agustinur, Agustinur; Siregar, Mawaddah Putri Arisma; Weihan, Rayhan Amadius
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 11, No 4: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus December 2025
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v11i4.8113

Abstract

Background: Endophytic bacteria live within plant tissues without causing disease symptoms and possess strong potential as biocontrol agents through the production of antimicrobial compounds such as bacillomycin, iturin, siderophores, hydrogen cyanide, chitinase, glucanase, protease, and volatile compounds like acetoin, 2,3-butanediol, and H₂S. These metabolites can inhibit leaf blight pathogens, including Xanthomonas oryzae. The prolonged use of chemical pesticides has caused pathogen resistance, environmental harm, and health risks, highlighting the need for eco-friendly biopesticides. Endophytic bacteria provide a sustainable alternative by suppressing pathogens through competition, biofilm formation, and inducing plant resistance. This study aims to explore the potential of endophytic bacteria isolated from rice roots as biocontrol agents against leaf blight pathogens in vitro. Methodology: Endophytic bacteria were isolated from healthy 40 days rice plants in Pajar Village, Darul Hikmah District, Aceh Jaya Regency Aceh Province. Isolation and purification were carried out using the streak plate technique, followed by macroscopic and microscopic characterization. Antagonistic ability was evaluated through the well diffusion method, and the effects of selected isolates on seed vigor and viability were assessed. Findings: A total of 25 isolates were successfully obtained, exhibiting macroscopic and microscopic diversity. Seven isolates inhibited pathogen growth by forming clear zones, with isolate AJY07 showing moderate inhibition (10 mm). These seven isolates (AJY04, AJY06, AJY07, AJY09, AJY11, AJY23, and AJY24) also enhanced seed vigor and viability and reduced infection during germination by 10–20% compared to controls. Contributions: The findings demonstrate the potential of selected endophytic bacteria as environmentally friendly biopesticides to support the development for sustainable rice cultivation
Management of fruit and vegetable waste into ecoenzyme in Drien Rampak Village, West Aceh Regency Agustinur Agustinur; Dewi Junita; Sumeinika Fitria Lizmah; Chairul Rizal; Muhammad Afrillah; Vina Maulidia
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol. 9 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v9i4.13984

Abstract

The accumulation of waste in public areas of Drien Rampak Village remains an unresolved issue. The growing population has led to increased consumption and waste production. Currently, there is no waste management mechanism capable of addressing this problem effectively. The waste is predominantly household waste, such as organic fruit and vegetable residues. This activity aimed to provide training to the PKK women’s group in Drien Rampak Village on making ecoenzymes as a solution for managing organic waste. The implementation included training and hands-on assistance. The stages of the activity were as follows: coordination with partners, education on waste management, ecoenzyme-making training, fermentation process, and ecoenzyme harvesting. The activity produced 100 liters of ecoenzyme using 30 kg of fruit and vegetable residues. Based on pre-test and post-test questionnaire results, significant improvements were observed in participants' attitudes, knowledge, and skills in managing household organic waste. The highest improvement was in attitudes (16.84-point difference), followed by skills (13.11-point difference) and knowledge (5.49-point difference).