Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Nutritional Status Based on Body Mass Index and Waist Circumference in the Elderly in the Regional Leadership of 'Aisyiyah, Tasikmalaya City Ida Rosidawati; Nia Restiana; Neni Nuraeni; Lilis Lismayanti; Rosy Rosnawanty; Usman Sasyari; Miftahul Falah
HealthCare Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): HealthCare Nursing Journal
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v7i1.6164

Abstract

Elderly people are a population group that experiences various physiological changes with age that affect nutritional status. Food consumption and the body's utilization of nutrients can be used to estimate nutritional status. The Body Mass Index and Waist Circumference are two methods used to evaluate the nutritional condition of the elderly. This study purpose to determine the nutritional status based on Body Mass Index and Waist Circumference in the elderly in the Aisyiyah regional leadership of Tasikmalaya City. This research method used a descriptive study with a cross-sectional design. The number of samples in this study was 33 elderly people with an accidental sampling technique. Interviews were conducted with the research subjects to obtain age data, then body weight, height and waist circumference were taken. The analysis used univariate analysis, namely frequency distribution. The results of the study showed that the nutritional status of respondents based on BMI was mostly normal, as many as 19 people (58%), while the nutritional status of respondents based on waist circumference was mostly central obesity, as many as 26 people (79%). Although the nutritional status of respondents based on BMI was mostly normal, most of the respondents' waist circumference experienced central obesity. This deserves attention, because central obesity can increase the risk factors for metabolic and cardiovascular disorders, therefore it is recommended that waist circumference can be reduced.
Nutritional Status Based on Body Mass Index and Waist Circumference in the Elderly in the Regional Leadership of 'Aisyiyah, Tasikmalaya City Ida Rosidawati; Nia Restiana; Neni Nuraeni; Lilis Lismayanti; Rosy Rosnawanty; Usman Sasyari; Miftahul Falah
HealthCare Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): HealthCare Nursing Journal
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v7i1.6164

Abstract

Elderly people are a population group that experiences various physiological changes with age that affect nutritional status. Food consumption and the body's utilization of nutrients can be used to estimate nutritional status. The Body Mass Index and Waist Circumference are two methods used to evaluate the nutritional condition of the elderly. This study purpose to determine the nutritional status based on Body Mass Index and Waist Circumference in the elderly in the Aisyiyah regional leadership of Tasikmalaya City. This research method used a descriptive study with a cross-sectional design. The number of samples in this study was 33 elderly people with an accidental sampling technique. Interviews were conducted with the research subjects to obtain age data, then body weight, height and waist circumference were taken. The analysis used univariate analysis, namely frequency distribution. The results of the study showed that the nutritional status of respondents based on BMI was mostly normal, as many as 19 people (58%), while the nutritional status of respondents based on waist circumference was mostly central obesity, as many as 26 people (79%). Although the nutritional status of respondents based on BMI was mostly normal, most of the respondents' waist circumference experienced central obesity. This deserves attention, because central obesity can increase the risk factors for metabolic and cardiovascular disorders, therefore it is recommended that waist circumference can be reduced.
PENINGKATAN KEMAMPUAN CARE GIVER DALAM MERAWAT PASIEN DENGAN GANGGUAN JIWA DI LEMBAGA SOSIAL REHABILITASI PENDERITA GANGGUAN JIWA MENTARI HATI Neni Sholihat; Indra Gunawan; Nia Restiana; Rosy Rosnawanti; Saryomo Saryomo
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan jiwa merupakan suatu kondisi yang seimbang antara fisik, mental, spiritual dan sosial sehingga individu dapat mengatasi persoalan hidup, produktif, dan mampu berkontribusi terhadap lingkungan sekitarnya. Apabila individu tidak mampu unuk beradaptasi dengan kondisi sekitarnya maka individu tersebut dapat mengalami ganguan jiwa. Berdasarkan data hasil Riskedas tahun 2013 mengenai prevalansi penderita gangguan jiwa di Indonesia, ditemukan sekitar 6% penduduk Indonesia mengalami gangguan emosional dan sekitar 1.7 % mengalami gangguan jiwa berat. Sedangkan di Jawa Barat prevalansi gangguan jiwa mencapai 1.6 % dan di Kota Tasikmalaya sebanyak 171 penderita. Tujuan pengmas ini untuk meningkatkan kemampuan care giver dalam merawat pasien dengan gangguan jiwa. Hasil didapatkan ada peningkatan pengetahuan care giver dalam memahami cara merawat pasien dengan gangguan jiwa di Lembaga sosial rehabilitasi.
PENINGKATAN KEMAMPUAN CARE GIVER DALAM MERAWAT PASIEN DENGANGANGGUAN JIWA DI LEMBAGA SOSIAL REHABILITASI PENDERITA GANGGUANJIWA MENTARI HATI Neni Sholihat; Indra Gunawan; Nia Restiana; Rosy Rosnawanti; Saryomo Saryomo
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan jiwa merupakan suatu kondisi yang seimbang antara fisik, mental, spiritual dan sosial sehingga individu dapat mengatasi persoalan hidup, produktif, dan mampu berkontribusi terhadap lingkungan sekitarnya. Apabila individu tidak mampu unuk beradaptasi dengan kondisi sekitarnya maka individu tersebut dapat mengalami ganguan jiwa. Berdasarkan data hasil Riskedas tahun 2013 mengenai prevalansi penderita gangguan jiwa di Indonesia, ditemukan sekitar 6% penduduk Indonesia mengalami gangguan emosional dan sekitar 1.7 % mengalami gangguan jiwa berat. Sedangkan di Jawa Barat prevalansi gangguan jiwa mencapai 1.6 % dan di Kota Tasikmalaya sebanyak 171 penderita. Gangguan jiwaini disebabkan oleh faktor biologi, psikologis dan sosial budaya. Selain itu masalah kesehatan jiwa juga muncul diakibatkan oleh penyediaan perawatan pada pasien dengan gangguan jiwa yang tidak memadai khususunya di kota kecil atau di perdesaan. Pasien dengan gangguan jiwa kronis memerlukan pengelolaan perawatan yang melibatkan berbagai elemen dalam proses penyembuhan pasien seperti keluarga, komunitas dan care giver agar pengelolaan kilnisnya menunjukan perbaikan.
PENGABDIAN MASYRAKAT TENTANG KESEHATAN JIWA PADA REMAJA SMP DAN SMA DI WILAYAH PUSKESMAS TAMANSARI Rossy Rosnawanty; Neni Sholihat; Saryomo Saryomo; Nia Restiana; Qonita Chairun Nissa; Gandi Sukma Nugraha; Fani Sulistian; Fitri Nurlina; Dede Elvan Rispandi
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa Remaja dikatakan sebagai masa kritis, dimana pada usia ini Remaja mulai mencari jati dirinya. Masalah-masalah yang terjadi pada remaja antara lain tidak punya gaya sendiri, takut menyampaikan ide, mudah tersinggung, kurang percaya diri, malu bergaul, minder, suka menyendiri, melamun, ide bertentangan dengan orang tua, punya aturan sendiri yang tidak sesuai dengan orang tua, ragu dengan cita-cita, tidak punya harapan, mudah putus asa, sampai dengan pergaulan bebas dan terjerumus dalam narkoba. Maka untuk menghindari dan mengatasi dampak penyimpangan tersebut diperlukan suatu wadah agar dapat mewujudkan sumberdaya yang tidak hanya sehat secara fisik saja tetapi juga mental dan sosial serta mempunyai produktivitas yang optimal melalui upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan jiwa yang terus menerus melalui pendidikan kesehatan jiwa pada remaja
SIMULASI TANGGAP DARURAT BENCANA PADA MASYARAKAT DESA SINDANG JAYA KECAMATAN CIKALONG Hani Handayani; Yuyun Sholihatin; Asep Setiawan; Ida Herdiani; Hana Ariyani; Miftahul Falah; Bayu Brahmantia; Neni Sholihat; Saryomo Saryomo; Rossy Rosnawanty; Indra Gunawan; Neni Nuraeni; Ida Rosidawati; Sri Mulyanti; Nina Pamela Sari; Aida Sri Rachmawati; Tatang Kusmana; Fitri Nurlina; Lilis Lismayanti; Nia Restiana; Usman Sasyari; Oni Sahroni
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menjadikannya sebagai negara yang memiliki lebih kurang 17.504 buah pulau dengan luas. daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2 atau sekitar 70% luas Indonesia merupakan perairan, sedangkan 30% sisanya merupakan daratan. Namun selain diberkahi oleh kekayaan alam yang melimpah, letak Indonesia yang unik ini pun membawa konsekuensi logis bahwa Indonesia merupakan negara dengan memiliki potensi kerawanan bencana geologi yang cukup tinggi dan tersebar dari ujungbarat pulau Sumatera hingga selatan pulau Papua. Hal ini disebabkan oleh letak geologis Indonesia yang dilalui oleh dua jalur pegunungan muda dunia yaitu Pegunungan Mediterania di sebelah barat dan Sirkum Pasifik sebelah timur (Pasific Ring of Fire) serta berada pada pertemuan tiga lempeng besar dunia yaitu Lempeng Pasifik yang bergerak ke arah baratbaratlaut dengan kecepatan sekitar 10 cm per tahun, Lempeng Indo-Australia yang bergerak keutara-timurlaut dengan kecepatan sekitar 7 cm per tahun, serta Lempeng Benua Eurasia yang bergerak ke arah baratdaya dengan kecepatan 13 cm pertahun
A Lived Experience of Being A Family Caregiver for People with Schizophrenia in Indonesia; A Phenomenological Study Gunawan, Indra; Huang, Xuan-Yi; Restiana, Nia; Rosnawanty, Rossy
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 3 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i3.3147

Abstract

The family caregiver is significant in helping their relatives with schizophrenia by providing care support. At the same time, the long period and constant caregiving process can negatively affect the caregiver's condition physically and mentally. Understanding these phenomena is needed to create an appropriate intervention to solve the caregiving issues. Objective: This study aimed to explore family caregivers' experiences in providing care for family members with schizophrenia in Indonesia. Method: This study uses a phenomenological qualitative approach conducted from July to December 2022 in West Java, Indonesia. Fourteen primary caregivers were recruited using purposive sampling, meaning they have lived with the client for at least one year, are close relatives, and bear almost all of the care duties. An in-person face-to-face interview was driven to gather the data by following semi-structured questions as a reference. The narrative was analyzed by adopting the seven steps of Colaizzi's method. Results: Three themes and nine sub-themes were identified: lack of support in caregiving, lose yourself, and caregiving burden. Conclusions: These study findings provided a deep understanding of the experiences of Indonesian family caregivers in providing care to family members with schizophrenia at home.
Efektivitas Terapi Edukasi Berbasi Teori Self -Efficacy terhadap Sikap Pengasuh Keluarga dalam Merawat Orang dengan Skizofrenia Gunawan, Indra; Restiana, Nia; Rosnawanty, Rossy; Saryomo, Saryomo
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.5327

Abstract

Skizofrenia merupakan suatu gangguan mental kronis serius, yang dapat mengganggu fungsi kehidupan seseorang. Sering kali orang dengan skizofrenia sangat bergantung terhadap orang lain terutama keluarganya. Menjadi pengasuh bagi penderita skizofrenia bukanlah tugas yang mudah. Sebagian besar pengasuh keluarga mengaku tidak siap untuk menjadi caregiver orang dengan skizofreia, akibtnya mereka menunjukkan sikap negatif terhadap pasien mereka. Tujuan dari peneltian ini adalah untuk mengetahui efektivitas terapi edukasi berbasi teori self -efficacy terhadap sikap pengasuh keluarga dalam merawat orang dengan skizofrenia Desain penelitian yang digunakan pada studi ini adalah quasi-experiment dengan one group pre and posttest design. Populasi dalam penelitian ini yaitu keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan skizofrenia sebanyak 22 orang. Teknik sampling yang diguakan adalah total sampling. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat, Analisa bivariat yang digunakan adalah uji Wilcoxon signed-rank test. Sedangkan kuisioner yang digunakan untuk mengukur sikap pengasuh keluarga adalah kuisioner yang diadaptasi dari Finding Meaning Through Caregiving questionnaire (FMTC). Adapun hasil dari penelitia ini adalah intervensi edukasi berbasis teori self-efficacy efektif untuk meningkatkan sikap caregiver dalam melakuka perawatan terhadap anggota keluarganya dengan skizofrenia p-value (0,002).