Claim Missing Document
Check
Articles

Desain Pabrik LNG dengan Proses Refrigerasi Propane Pre-Cooled Mixed Refrigerant (C3MR) di Bangkudulis, Kalimantan Utara Novandira, Belva Angeline; Integrity, Justian Immanuel; Widjaja, Arief
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.147783

Abstract

Indonesia diketahui memiliki cadangan gas alam yang berlimpah dengan total per tahun 2021 yaitu sebesar 60,61 TSCF atau sekitar 6.061.000 MMSCFD menjadikannya energi primer terbanyak ketiga setelah minyak bumi dan batu bara. Pemanfaatan gas alam pun mulai banyak dilakukan sebagai salah satu solusi dalam pemenuhan kebuhan berbagai sektor di Indonesia. Pengolahan gas alam menjadi produk Liquified Natural Gas (LNG) menempati urutan pertama dalam presentase pemanfaatan gas alam. Untuk memenuhi kebutuhan akan LNG, dilakukan perancangan pabrik LNG yang berlokasi di Bangkudulis, Kalimantan Utara. Kalimantan diketahui memiliki potensi sumber gas alam yang cukup besar dengan cadangan terbukti sebesar 2924,71 per tahun 2021. Kapasitas produksi pada pabrik ini sebesar 250 MMSCFD. Empat unit yang digunakan dalam proses pengolahan pabrik LNG ini yaitu unit separasi dengan two phase horizontal separator, aMDEA Acid Removal Gas, Dehydration menggunakan molecular sieve berukuran 4A, 5A, dan 13X, fraksinasi menggunakan 2 fraksinator yaitu de-ethanizer dan de-butanizer, serta liquifikasi C3MR. Produk utama yang dihasilkan pabrik ini adalah LNG sebesar 181.085,70 kg/jam (211,5 MMSCFD) dengan produk samping LPG sebesar 22.921,890 kg/jam dan kondensat sebesar 7.245,16 kg/jam. Pabrik LNG ini memiliki kebutuhan panas atau energi sebesar 38.218,34 kW. Untuk mendirikan pabrik ini, diperlukan Total Capital Investment (TCI) sebesar Rp 12.443.702.392.877,70 dengan perkiraan umur pabrik selama 10 tahun. Perhitungan untuk menganalisis ekonomi dilakukan dan diperoleh nilai IRR sebesar 22,52%, dengan waktu pengembalian modal (POT) selama 4,54 tahun dan BEP sebesar 28,28%.
Desain Pabrik Proses Produksi LNG Dengan Metode Refrigerasi Dual Mixed Refrigerant (DMR) Di Bangkudulis, Kalimantan Utara Al-Ghifari, Admiral Yagi; Maulidarsyah, Muhammad Fauzan; Widjaja, Arief
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.147820

Abstract

Desain Pabrik Proses Produksi LNG ini menggunakan metode refrigerasi Dual Mixed Refrigerant (DMR) dengan bahan baku sebesar 250 MMSCFD dan kapasitas produksi sebesar 2,08277 MTPA yang berlokasi di Bangkudulis, Kalimantan Utara. Proses utama dari pabrik ini terdiri dari pre-treatment section, fractionation section, dan liquefaction section. Berdasarkan serangkaian proses yang telah dibuat, gas alam dengan laju alir massa 262.975,95 kg/jam dapat diolah menjadi beberapa produk berupa 183.384,14 kg/jam LNG, 22.828,34 kg/jam LPG, dan 7.345,33 kg/jam Condensate. Berdasarkan analisis ekonomi, dapat disimpulkan bahwa didapatkan nilai Capital Expenditure sebesar Rp 10.296.417.582.839; Operational Expenditure sebesar Rp 7.027.731.887.247; Internal Rate of Return sebesar 27,41%; Pay Out Time selama 4 tahun 9 bulan dengan estimasi umur pabrik selama 15 tahun; dan Break Even Point sebesar 35,53%. Dari data analisis kelayakan diatas, dapat disimpulkan bahwa pabrik ini menguntungkan dan layak untuk didirikan.
PRODUKSI GULA REDUKSI DARI SABUT KELAPA MELALUI PRETREATMENT AUTOCLAVE Junianti, Fitri; Widjaja, Arief
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 1 No 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.067 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v1i1.18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi gula reduksi dari bahan biomassa. Pemilihan biomassa ini dengan melihat kandungan dari selulosa dan hemiselulosa pada biomassa tersebut. Sabut kelapa memiliki 22 % selulosa, 10% hemiselulosa, 47% lignin, 12% air (moisture), 1,5% abu dan 7,5% ekstrak. Tahapan pada penelitian ini dimulai dengan pretreatment mekanik untuk memperbesar luas permukaan sabut kelapa sehingga mudah untuk didegradasi dan tahan lama. Tahapan selanjutnya yaitu dipretreatment dengan autoclave pada kondisi operasi 121oC dan 1 bar dengan waktu reaksi 15, 30, 45, dan 60 menit. Konsentrasi gula reduksi terbesar didapatkan pada kondisi operasi 121oC dan 1 bar dengan waktu reaksi 60 menit.
Coconut husk to reducing sugar conversion using combined ultrasound and surfactant aided subcritical water Zuhroh, Saiyyidah Tus; Fatmawati, Akbarningrum; Widjaja, Arief
Jurnal Rekayasa Proses Vol 16 No 2 (2022): Volume 16, Number 2, 2022
Publisher : Jurnal Rekayasa Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.69231

Abstract

The first purpose of this study was to investigate the effect of operating variables and surfactant concentration in subcritical water to after ultrasonic process on the sugar-producing yield from coconut husk. The second purpose was to obtain the optimum operating condition of the subcritical water process. The sonication before the subcritical water process was done by dispersing 40 mesh coconut husk powder in water at 60°C, and 35 kHz. The effect of sonication time was studied by comparing the material crystallinity and composition after being treated for 30 minutes. In this research, the optimization was done by using a Box-Behnken response surface methodology (RSM) experimental design with 3 factors (temperature, time, and surfactant concentration). The designed lower and upper levels were 130°C and 170°C, 40, and 80 minutes, as well as 1 and 3% (w). The results showed that the quadratic response surface model predicted the maximum reducing sugar yield to be 12.0%, which was achieved at the optimum condition of 170°C, 77.5 minutes, and 2.3% SDS surfactant addition. The experiment run at the obtained optimum condition resulted in a reducing sugar yield of 11.7%, which was close to that obtained from the model prediction.
Enhancing Monomeric Sugar Production from Coconut Husk by FeCl3-assisted Hydrothermal Pretreatment and Enzymatic Hydrolysis Wijaya, Candra; Sangadji, Ningsi Lick; Muharja, Maktum; Widjaja, Tri; Riadi, Lieke; Widjaja, Arief
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2025: BCREC Volume 20 Issue 3 Year 2025 (October 2025)
Publisher : Masyarakat Katalis Indonesia - Indonesian Catalyst Society (MKICS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.20444

Abstract

Coconut husk (CCH), an abundant agricultural byproduct of the coconut processing industry, holds significant potential as a renewable feedstock for monomeric sugar production. However, efficient fractionation remains a challenge due to its recalcitrant lignocellulosic structure. This study investigates FeCl₃-assisted hydrothermal pretreatment (HTP) as a selective and scalable approach to enhance enzymatic hydrolysis efficiency and sugar recovery. The effects of FeCl₃ concentrations, temperatures, and unified of pretreatment conditions as combined hydrolysis factor (CHF) on biomass fractionation, modeling xylan dissolution, and monomeric sugar production were evaluated. Results indicate that 0.06 M FeCl₃ at 150 °C achieved the highest total monomeric sugar concentration of 7.364 g/L, an 11-fold increase compared to the non-catalyzed control (0.667 g/L) during HTP. This condition also facilitated 81.2% hemicellulose removal while minimizing cellulose and lignin degradation, thereby improving enzymatic digestibility. Furthermore, xylan hydrolysis also successfully developed with high correlation with unified CHF parameter. FeCl₃-assisted HTP CCH coupled with enzymatic hydrolysis further enhanced overall sugar recovery, with a total monomeric sugar yield of 18.4 g per 100 g raw CCH, representing a 4.4-fold increase compared to hydrothermally pretreated CCH without FeCl₃. These findings highlight FeCl₃-assisted HTP as a promising, cost-effective strategy for biomass fractionation, supporting its integration into lignocellulosic biorefineries for bio-based product development. Copyright © 2025 by Authors, Published by BCREC Publishing Group. This is an open access article under the CC BY-SA License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0).
SIMULASI KENAIKAN KAPASITAS PRODUKSI GULA PADA PROSES KARBONATASI DI PT. INDUSTRI GULA GLENMORE MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK ASPEN PLUS Muharja, Maktum; Darmayanti, Rizki Fitria; Widjaja, Arief; Firmansyah, Arfian Alwi; Karima, Nur
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.192 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v11i1.39521

Abstract

PT Industri Gula Glenmore (PT. IGG) merupakan salah satu industri gula di Indonesia yang menggunakan metode defekasi remelt karbonatasi (DRK) pada proses pemurnian nira. Dalam beberapa tahun ke depan, PT IGG berencana menaikkan kapasitas produksi sebesar 8.000 ton/hari dari kapasitas semula sebesar 6.000 ton/hari. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menyimulasikan peningkatan produksi gula dari 6.000 menjadi 8.000 ton/hari dengan menganalisis neraca massa dan neraca energi dan mensimulasikannya menggunakan software Aspen Plus V11. Proses yang disimulasikan dalam studi ini berfokus pada kinerja karbonator. Hasil penghitungan kapasitas 6.000 ton/hari menunjukkan massa keluar dan energi yang dibutuhkan (∆H) pada karbonator 2 secara berturut-turut adalah 72.766,20 kg/jam dan -1.828,32 kkal/jam. Sedangkan pada kapasitas 8.000 ton/hari, massa keluar dan energi yang dibutuhkan pada karbonator 2 secara berturut-turut adalah 97.015,61 kg/jam dan -2.441,30 kkal/jam. Simulasi menggunakan aspen plus menunjukkan hasil dengan selisih perbedaan yang dapat ditoleransi dibandingkan dengan penghitungan neraca massa dan energi. Dari studi ini, simulasi peningkatan produksi gula akan berguna untuk mempermudah proses desain karbonator pada kenaikan kapasitas produksi atau penggantian metode pemurnian.
Optimalisasi Hidrolisis Air Subkritis Biomassa Ampas Tebu Berbantuan Surfaktan untuk Produksi Gula Reduksi Muharja, Maktum; Widjaja, Arief; Fadhilah, Nur; Darmayanti, Rizki Fitria; Fadilah, Siska Nuri
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 12 No. 3 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v12i3.53403

Abstract

Penggunaan bahan bakar fosil yang menimbulkan banyak masalah mendorong peneliti untuk mengembangkan energi terbarukan. Ampas tebu sebagai limbah pertanian yang melimpah di Indonesia berpotensi untuk dimanfaatkan dalam produksi gula reduksi yang merupakan produk antara dari biofuel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hidrolisis air subkritis ampas tebu menggunakan surfaktan Tween 80 untuk mengoptimalkan total perolehan gula reduksi. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental kuantitatif. Analisa data yang digunakan yaitu analisis kuantitatif dan kualitatif. Proses air subkritis dioptimalkan dengan memvariasikan kondisi operasi suhu 130-170°C, waktu 30-60 menit, dan konsentrasi aditif 1-3%. Optimasi dilakukan dengan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) untuk memahami perilaku faktor-faktor signifikan yang mempengaruhi konsentrasi gula reduksi. RSM ditentukan dengan menggunakan software Design-Expert V11. Hasil penelitian menunjukkan total gula reduksi tertinggi yaitu sebesar 470.6444 didapatkan pada variasi suhu 170°C, selama 30 menit, dan konsentrasi surfaktan 2%. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode air subkritis dengan penambahan aditif dapat dipertimbangkan untuk produksi biofuel dari limbah ampas tebu dalam mendukung pengembangan energi terbarukan.
DIGITAL MANUFACTURING MODEL FOR REMOTELY OPERATED VEHICLE (ROV) IN INDONESIA: A CONCEPT STUDY Artaraharja, Yoseph Daniswara; Widjaja, Sjarief; Hermawan, Yuda Apri
Journal of Marine-Earth Science and Technology Vol. 4 No. 3 (2023): December
Publisher : Marine & Earth Science and Technology Research Center, DRPM, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j27745449.v4i3.1060

Abstract

Industrial revolution 4.0 era represents a paradigm shift in manufacturing and technology, which is characterized by an integrated and interconnected system to support the operation of an industry. Many countries contributed to this era, including Indonesia. As a maritime country, maritime-related products have the potential to be offered. Remotely operated vehicles (ROV) is a form of digitalization product that is frequently used to support the operation of the maritime industry. Therefore, ROV is manufactured locally to provide easier access to industries demanding ROV. Digital manufacturing for ROV can bring further contributions towards industrial revolution 4.0, which involves the usage of digital technologies such as computer-aided design and manufacturing (CAD/CAM), internet of things (IoT), artificial intelligence (AI), and robotics to create an integrated manufacturing system. Furthermore, digital manufacturing information system provides real-time information during the manufacturing process. According to this study, digital manufacturing can significantly improve the efficiency and integration in manufacturing the ROV.
Strategi Produktivitas Tenaga Kerja dan Daya Saing: Studi Kasus Galangan Kapal Kawasan Pulau Batam dan Jawa Suwasono, Bagiyo; Widjaja, Sjarief; Zubaydi, Ahmad; Yuliadi, M. Zaed
International Research Journal of Business Studies Vol. 3 No. 2 (2010): August-November 2010
Publisher : Universitas Prasetiya Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21632/

Abstract

The strength of international competitiveness encouraged a shipyard to reduce cost of materials and labor. Therefore, a shipyard did a measurement to improve the rationalization toward labor productivity. This study aimed to compare the path model from strategies of labor productivity and competitiveness of medium size shipyard in region of Batam and Java. The normality test of questionnaire data at 200 respondents who are competent in the field of shipbuilding through the ratio of skewness and kurtosis did not show normal distribution from the data. Test of model feasibility through PLS algorithm and bootstrapping showed moderate criterion and no significant difference in the variable path for both regions. The first latent variable: shipyard competitiveness is influenced by the strategic policy and labor productivity, while the second latent variable: labor productivity is influenced by work activity, strategic policy, and corporate culture. Test of model segmentation through FIMIX-PLS showed good criterion and no significant difference in the interaction of variable heterogeneity for both regions. The final result of shipyards PLS path modeling showed a consistent relationship between strategic policy and labor productivity in order to increase the Indonesian shipyard competitiveness.
Perancangan Instalasi Pengolahan Karagenan berbasis Komunitas Pesisir dengan Energi Terbaharukan Widjaja, Sjarief; Nurkhamidah , Siti; Arif , Irfan Syarief
Sewagati Vol 9 No 5 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i5.4087

Abstract

Konsep ekonomi biru merupakan program pembangunan yang menyelaraskan pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan. Di desa-desa pesisir, pertumbuhan ekonomi dapat didorong dengan memilih produk berbasis lokal yang bernilai tinggi dan kompetitif, memilih proses produksi yang bersih dengan energi terbarukan dan melibatkan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Penelitian dilaksanakan di Desa Talango, Pulau Poteran, Sumenep, Jawa Timur dengan memilih komoditas rumput laut sebagai komoditas utama, yang untuk selanjutnya diolah menjadi karagenan. Perancangan dan pembangunan instalasi pengolahan karagenan berbasis komunitas pesisir untuk tahap awal dilakukan pada skala laboratorium, untuk memastikan bahwa proses pengolahan karagenan dapat berjalan dengan baik dengan mencapai mutu yang baik pula. Dukungan energy listrik diperoleh melalui sumber energi terbarukan yaitu Solar Photovoltaic (PV), dan dirancang dan dipasang secara terpadu pada instalasi pengolahan karagenan. Penelitian ini didukung oleh kerjasama antara DRPM ITS Surabaya dengan Fakultas Pertanian, Universitas Wiraraja, Sumenep sebagai lembaga kemitraan, dan melibatkan masyarakat pesisir yang tinggal di Pulau Poteran. Pada tahap akhir dilaksanakan pelatihan kepada masyarakat pesisir dan komunitas mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Wiraraja, Sumenep. Hasilnya, model instalasi pengolahan karagenan berbasis komunitas pesisir tersebut dapat menjawab tantangan upaya hilirisasi produk rumput laut, memberikan nilai tambah, mendorong kemandirian energi, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Co-Authors Achmad Chumaidi, Achmad Achmad Zubaydi Adi Soeprijanto Aditya Dwi Saputra Adrian Nur Adrian Nur Afan Hamzah, Afan Agra Bachtiar Ahmad Zubaydi Akbarningrum Fatmawati Akbarningrum Fatmawati Akhmad Basuki Widodo Al-Ghifari, Admiral Yagi Anwar, Nadiem Aparamarta, Hakun Wirawasista Aparamarta, Hakun Wirawista Apol, Tabina Raissa Ari Anggoro Arif , Irfan Syarief Artaraharja, Yoseph Daniswara Bagiyo Suwasono Bagiyo Suwasono Bagiyo Suwasono Bagiyo Suwasono, Bagiyo Baiq Firyal Salsabilla Safitri Candra Wijaya, Candra Debra Arlin Puspasari Debra Arlin Puspasari Denistira Fazlur Rahman Desi Liah Martasari Desy Nurwijayanti Dwina Moentamaria Eny Setyowati F Ferry Fadilah, Siska Nuri Firmansyah, Arfian Alwi Fredi Susanto Hanny F. Sangian Hasanudin Hellen Kartika Dewi Hellen Kartika Dewi Hermawan, Yuda Apri Heru Setyawan I Nyoman Budiantara I. Wuled Lenggoro Ilham Alamsah Ilham Alamsyah Integrity, Justian Immanuel Irfan Albana Irfin, Zakijah Irma Nurhanifah Fenda Putri Jayyid Zuhdan Junaidi Kristian Junaidy Kristian Junaidy Kristian Junianti, Fitri Kamila Adila Muslim Karima, Nur Kurniawan Candra Eka Prasetya Mamuji Putra Laila Nur Rahmah Laila Nur Rahmah Lidya Lorenta Sitompul Lieke Riadi M Musmariadi M. Rasyid, Daniel M. Zaed Yuliadi Ma'ruf, Buana Marcus Tukan Maulidarsyah, Muhammad Fauzan Muhammad Nurul Hakim Muharja, Maktum Mukti Mulyawan Nadiem Anwar Novandira, Belva Angeline Nur Fadhilah Nur Fadhilah Nurkhamidah , Siti Nurul Maziyah Nurul Maziyah Panunggal, Eko Patdono Suwignjo Pertiwi, Urania Noor Lintang Rachma, Fanina Aulia Ratna Purwaningsih Ratna Purwaningsih Ratna Purwaningsih Rizki Fitria Darmayanti Rohmah, Ika Putri Nikmatur Samsudin Affandi Sangadji, Ningsi Lick Setiyo Gunawan Silvya Yusnica Agnesty Silvya Yusnica Agnesty Silvya Yusnica Agnesty Silvya Yusnica Agnesty Siska Nuri Fadilah Siska Nuri Fadilah Soedarmodjo, Thea Prastiwi Soegiono, Soegiono Sri Gunani Partiwi Sri Gunani Partiwi Sugeng Winardi Sukma Rahma Sukma Rahma Sukmawati Rahma Tantular Nurtono Thea Prastiwi Soedarmodjo Tri Achmadi Tri Widjaja Winardi, Sugeng Yakub Hendrikson Manurung Yakub Hendrikson Manurung Yuliadi, M. Zaed Zaed Yuliadi Zaed Yuliadi, Zaed Zubaydi, Ahmad Zuhroh, Saiyyidah Tus