Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

TEKNOLOGI PENGOLAHAN COMPLETE FEED, PENGOLAHAN HASIL, DAN LIMBAH TERNAK MEWUJUDKAN DESA SUMBER SALAK SEBAGAI DESA WIRAUSAHA Widodo, Nur; Jadmiko, Moh. Wildan; Khasanah, Himmatul; W., Desy Cahya
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2: Mei-Agustus 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i2.3500

Abstract

Program pengabdian Desa binaan (Probangdebi) bermitra dengan Desa Sumber Salak, Kecamatan Curah Dami, Kabupaten Bondowoso. Berdasarkan hasil evaluasi Indeks Desa membangun (IDM) oleh Kementerian Desa, pada tahun 2020 Desa Sumber Salak memiliki IDM 0,5607 termasuk desa tertinggal, sehingga masih jauh dari Kelompok Desa Maju dan Desa Mandiri. Hasil survei lokasi dan Forum Group Discusion (FGD) antara tim pengabdian desa binaan UNEJ dengan petani, peternak, dan kepala desa Sumber Salak beserta perangkatnya permasalahan yang urgen harus segera diatasi adalah kelangkaan pakan dimusim kemarau mengakibatkan penurunan produktivitas ternak, penguasaan teknologi pengolahan hasil ternak yang masih rendah mengakibatkan peternak tidak memiliki nilai tawar ternak yang tinggi, dan limbah ternak yang belum dekelola dengan baik sehingga mengakibatkan masalah sosial dan pencemaran lingkungan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dibidang pengolahan pakaan complete feed, pengolahan hasil ternak, pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik ramah lingkungan dan diperkaya dengan mikroorganisme lokal, dan meningkatkan jiwa kewirausahaan masyarakat sehingga pada akhirnya meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Desa. Metode pelaksanan dan pendeketan untuk menyelesaikan permasalahan Desa Sumber Salak dalam rangka mencapai tujuan tersebut yaitu dengan pengoptimalan pemanfaatan potensi desa melalui pelatihan dan praktek pembuatan complete feed, pengolahan hasil ternak, dan pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik kaya MOL potensial. Hasil dari pengabdian ini adalah diperoleh produk pakan komplit (complete feed) ternak ruminansia, produk pupuk organik berbahan limbah ternak, produk lamb sauge (sosis domba), peningkatan pengetahuan dan keterampilan, serta adopsi teknologi pengolahan oleh peternak mitra
Perbedaan Performa Produksi Ternak Kelinci Lokal Jantan Yang Diberi Feed Additive Tepung Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Widodo, Nur; Muhammad, Sufyan Tsauri; Amam, Amam; Harsita, Pradiptya Ayu
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v7i2.16585

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan performa produksi (konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan, dan bobot hati) ternak kelinci lokal yang diberikan feed additive tepung daun pepaya dalam ransum. Perlakuan yang digunakan adalah pemberian ransum pakan dengan kadar tepung daun pepaya (TDP) yang berbeda tiap perlakuan. P0: tanpa penambahan TDP ; P1: kadar 2% ; P2: kadar 4% ; P3: kadar 8%. Analisis yang digunakan adalah Analysis of Variance (ANOVA). Jika terdapat pengaruh signifikan, dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan tepung daun papaya tidak berbeda nyata (P
Analisis Performa Produksi Ayam Broiler Strain Cobb 500 dan Cobb 700 Pada Fase Starter di Kandang Closed House PT DMC Malang Amrullah, Daniel Taufik; Widodo, Nur; Khasanah, Himmatul; Jadmiko, Mochammad Wildan
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v7i2.15437

Abstract

The success of broiler farming can be seen from the appearance or production performance. One of the factors that can affect production performance is strain. Selection of the right strain can affect the efficiency of broiler production. The purpose of this study was to analyze the production performance of broiler strains Cobb 500 and Cobb 700 in the starter phase at PT Dinamika Megatama Citra. This research was conducted in October 2023 - May 2024. This research was conducted in a broiler farm with a closed house cage system. The location of this research was located in the internal farm of PT Dinamika Megatama Citra, Bocek Village, Karang Ploso District, Malang Regency, East Java. Variables observed in the study include feed intake, body weight gain, feed conversion ratio (FCR), index performance (IP) and mortality. The data obtained in this study will be analyzed using independent t test. The results showed the feed intake of strain Cobb 500 (1221 g/head/3 weeks) was higher than strain Cobb 700 (1209 g/head/3 weeks), body weight gain of strain Cobb 500 (985 g/head/3 weeks) was higher than strain Cobb 700 (938 g/head/3 weeks), FCR strain Cobb 500 (1.20) is lower than strain Cobb 700 (1.24), index performance strain Cobb 500 (389) is higher than strain Cobb 700 (360) while for the death rate or mortality of strain Cobb 500 (4.5%) is not significantly different from strain Cobb 700.
ECO-FRIENDLY FEED MIGRATION: QUALITY OF LOCAL BROILER FINISHER PELLETS WITH NATURAL ADHESIVES Widianingrum, Desy Cahya; Zamzami, Ahmad; Yulianto, Roni; Widodo, Nur; Khasanah, Himmatul
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 25, No 1 (2025): Volume 25 No. 1 Maret 2025
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v25i1.54079

Abstract

Penggunaan bahan pengikat sintetik pada pakan pelet dianggap mahal, sehingga mendorong pencarian alternatif yang lebih ekonomis dan mudah didapat dari sumber alami yang melimpah di Indonesia. Tepung sagu, tepung tapioka, dan molase diidentifikasi sebagai bahan alami yang kaya akan pati dan energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pakan pelet dengan menggunakan bahan pengikat yang berbeda berdasarkan sifat fisik dan nilai gizinya. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan: PO: Pelet broiler finisher komersial, P1: Ransum broiler finisher + tepung tapioka 2%, P2: Ransum broiler finisher+ 2% molase, dan P3: Ransum broiler finisher+ 2% tepung sagu , masing-masing dengan 10 ulangan. Variabel yang diamati meliputi analisis proksimat untuk menilai kandungan protein kasar dan energi metabolisme pelet, serta uji kualitas fisik seperti berat isi, gaya putus, berat jenis, dan kepadatan tumpukan. Data uji kualitas fisik dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Penambahan bahan pengikat P1 (tepung tapioka 2%) dan P3 (tepung sagu 2%) tidak memberikan perbedaan sifat fisik seperti berat badan hulk, gaya putus, berat jenis, dan berat jenis tumpukan pelet (P<0,05). Sedangkan P2 (2% molase) menunjukkan perbedaan nyata pada berat jenis dan kepadatan tumpukan (P<0,05), namun tidak berbeda nyata pada berat jenis dan gaya putus. Kesimpulannya, penggunaan tepung tapioka 2% sebagai bahan pengikat terbukti merupakan perlakuan yang optimal untuk mencapai mutu fisik dan nilai gizi terbaik, dilihat dari berat isi, kekuatan putus, berat jenis, dan kepadatan tumpukan pelet.
Phenotypic and Genotypic Detection of Staphylococcus aureus and Escherichia coli in Subclinical Mastitis Goat Milk in Lumajang, Indonesia Khasanah, Himmatul; Putra, Nalendra Gigih Wibawanto; Hariyadi, Nanang Tri; Widodo, Nur; Widianingrum, Desy; Yulianto, Roni; Cruz, Joseph F. Dela; Pratiwi, Nurul
Jurnal Medik Veteriner Vol. 8 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol8.iss1.2025.167-174

Abstract

This study aimed to identify the Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria that cause subclinical mastitis in dairy goats in the Senduro sub-district of Lumajang regency, Indonesia. A total of 116 milk samples from 58 dairy goats were tested for the California Mastitis Test (CMT). CMT-positive samples were used for bacterial identification through phenotypic and genotypic analyses. Phenotypic analysis was conducted by culturing bacteria on natrium agar media and followed in selective media. The genotypic analysis employed a specific primer of S. aureus using the 23SrRNA gene and E. coli using the 16SrRNA gene as confirmation of the gold standart. The results of this study showed positive subclinical mastitis in dairy goat samples, which consisted of 21 samples of CMT 1 and a sample of CMT 2. Bacterial identification with phenotypic assays documented 16 samples having S. aureus and one sample having E. coli. The validated genotypic assays showed from 16 samples, validated 5 samples of S. aureus infection and one E. coli infection. In conclusion, bacterial identification of S. aureus and E. coli predominantly infects the SCM dairy goats in the Senduro sub-district as evidenced by the phenotypic analysis and followed by genotypic using the PCR method.
Pengembangan Proklim Melalui Pemanfaatan Pekarangan Berkelanjutan di Desa Binaan Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember Sulistiyowati, Hari; Hasanah, Ela Apriliyanti; Ratnasari, Tri; Dewi, Nilasari; Siddiq, Arif Mohammad; Kurnianto, Agung Sih; Yulianto, Roni; Widodo, Nur
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i2.4112

Abstract

Desa Wonoasri memiliki potensi dalam pengembangan program kampung Iklim (ProKlim) yang salah satunya pada aspek pemanfaatan pekarangan masyarakat. Oleh karena itu kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan Desa ProKlim melalui pemanfaatan pekarangan berkelanjutan di Desa binaan Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan personal dan kelompok melalui sosialisasi dan studi banding, Focus Group Discussion (FGD), dan pendampingan serta demonstrasi. Tolok ukur keberhasilan pengembangan Proklim adalah respon positif Masyarakat dan perangkat desa terhadap keseluruhan kegiatan yang akan dilakukan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah respon positif dari masyarakat terhadap ProKlim yang cukup tinggi dengan keterlibatan 35 masyarakat yang mewakili berbagai kalangan (anak muda, ibu-ibu PKK, bapak-bapak, LMDHK, perangkat desa) dan diskusi interaktif selama kegiatan. Selain itu tiga kolam ikan lele model terpal berkerangka besi diameter 3m dengan masing-masing 1000 bibit ikan lele telah direalisasikan. Demikian juga halnya dengan realisasi 6 rangka besi vertikultur tanaman sayuran yang meliputi tomat, terong, dan pakcoi. Aktivitas diversifikasi produk mangga juga sudah dilaksanakan yaitu memberikan teori dan praktik dalam diversifikasi olahan buah mangga menjadi sirup, puding, kue bolu, dan manisan. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini yaitu pengembangan ProKlim di Desa Wonoasri berhasil dilakukan berdasarkan respon positif masyarakat, realisasi kolam ikan dan vertikultur, dan diversifikasi produk buah mangga. Selanjutnya program ini juga mendapat dukungan sepenuhnya dari Kepala Desa Wonoasri yang akan melanjutkan program Desa ProKlim.
Lingkungan Fisik Kamar Tidur dan Pneumonia pada Anak Balita di Puskesmas Kawalu Kota Tasikmalaya Widodo, Nur
Kesmas Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia termasuk di Kota Tasikmalaya. Diperkirakan proporsi penyakit pneumonia bayi adalah 16,4%, dan pada balita adalah 25%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kejadian pneumonia pada balita dengan faktor lingkungan fisik kamar tidur dan karakteristik anak. Desain penelitian yang digunakan adalah case control. Sampel sebanyak 300 responden terdiri dari 150 orang kasus dan 150 orang kontrol. Dari hasil uji multivariat tanpa interaksi, faktor dominan yang mempengaruhi kejadian penyakit pneumonia pada anak balita adalah status gizi dengan nilai B 1,799 dan OR = 6,041 (CI 95%=1,607-22,713). Sedangkan hasil uji interaksi diperoleh hasil bahwa faktor dominan yang mempengaruhi kejadian pneumonia anak balita adalah interaksi antara asap obat nyamuk dengan status gizi dengan nilai B 1,040 dan OR=2,828 (CI 95%=1,667-4,7988). Pada perhitungan probabilitas didapatkan hasil bahwa balita yang menderita pneumonia memiliki probabilitas odds 15,6 kali punya riwayat status imunisasi tidak lengkap (DPT dan Campak), status gizi kurang dan ada asap obat nyamuk bakar di dalam kamar tidur dibanding balita yang tidak menderita pneumonia. Disarankan agar anak balita diimunisasi lengkap (DPT dan Campak), diberi asupan makanan dengan gizi seimbang, dan tidak menggunakan obat anti nyamuk bakar di dalam kamar tidur, serta perlu disosialisasikan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita. Pneumonia is still an important public health problem in Indonesia, especially in Tasikmalaya city, West Java. It was predicted that pneumonia contributed to fetal death at about 16.4%, while the incidence of the pneumonia among under 5 years children is 25%. The objective of this study is to know the relationship between physical environment of baby sleeping room and pneumonia. Design of the study used is case control study. The sample size is 300 subjects consists of 150 cases and 150 controls. Based on multivariate analysis, the nutritional status of children relate closely with pneumonia (OR = 6.041; 95% CI =1.607- 22.713). While from an interaction analysis it was found that there is an interaction effect of mosquito coil and nutritional status on pneumonia (OR=2.828 ;CI 95%= 1.667-4.7988). Based on probability computation it was known that under 5 years old children who suffer from pneumonia has probability odds of 15.6 times has incomplete diphteria and measles immunization, poor nutritional status, and using mosquito coil compared to healthy children. Under five years children is recommended to get complete DPT and measles immunization, provided balance nutritional intake and not using mosquito coil in sleeping room.
Upaya Peningkatan Nilai Ekonomi di Desa Piasa Wetan Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara Melalui Pengembangan Padi Organik Antosianin Tinggi: Efforts to Increase Economic Value in Piasa Wetan Village, Susukan District, Banjarnegara Regency through the Development of High Anthocyanin Organic Rice Sholikhah, Ummi; Rahayu, Puji; Fanata, Wahyu Indra Duwi; Handoyo, Tri; Magfiroh, Illia Seldon; Suciati, Luh Putu; Widodo, Nur; Setyawati, Intan Kartika; Ratnasari, Tri; Tanzil, Ahmad Ilham
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 3 (2024): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i3.9002

Abstract

Abstract: Piasa Wetan Village, located in Susukan District, Banjarnegara Regency, Central Java, has great potential for cultivating high-anthocyanin rice, supported by a favorable environment. However, limited knowledge and skills among farmers in organic farming practices and the certification process remain challenges. This community service initiative aims to enhance farmers' skills through comprehensive training that includes organic methods, harvest management, and the importance of certification. The training results showed a significant increase in knowledge, from 7% to 100% after the program's completion. More effective cultivation practices are now being implemented, including the selection of high-quality seeds, optimal land preparation, and more efficient harvest and marketing strategies. Certification is expected to help increase market prices, expand access, and ensure sustainability by enforcing strict organic farming standards. With continued education and improved agricultural techniques, Piasa Wetan Village has the potential to become a leading producer of high-anthocyanin rice in Banjarnegara, ultimately increasing farmers' incomes, supporting food security, and providing health benefits to consumers.
The Prevalence of Dairy Goat’s Subclinical Mastitis Related to Udder Morphology and Farming Management Practices Khasanah, Himmatul; Yulianto, Roni; Widodo, Nur; Widianingrum, Desy Cahya; Rusdiana, Riza Yuli
Jurnal Sain Veteriner Vol 42, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.76090

Abstract

This study aimed to analyze the prevalence of subclinical mastitis (SCM) and the correlation between CMT positive score, udder morphology and management practice in dairy goats in several regencies in East Java. The SCM identification was tested using the California Mastitis Test (CMT) method. The obtained data were analyzed qualitatively and quantitatively, and the correlation was determined using Kendall’s tau_b coefficient correlation method. The results showed the prevalence of SCM in Blitar, Lumajang, and Jember amounted to 19,35%, 0,86%, and 25%, respectively. The control management of observed dairy farms was relatively similar such as the milking frequency, feeding management, health control, and cage type. Milk production was moderately correlated with CMT (tb =-0.417) and low correlation with the udder shape (tb =1.51), side udder cross-section (tb =-0,293), teat angle of separation between teat (tb =0,204), and degree of udder separation (tb =0,128). The CMT also has low correlation with the BCS (tb =0,146), udder symmetry (tb =0,126), sided udder cross-section (tb =0,153). Then CMT also has a moderate correlation with housing type (tb =-0,380) and milking frequency (tb =0.365). In conclusion, the prevalence of SCM was relatively low to moderate and its correlation with udder morphology were low to moderate. 
PENDAMPINGAN PENERAPAN BIOAKTIVATOR DALAM PENGOLAHAN KOTORAN SAPI MENJADI PUPUK ORGANIK DI BUMDES SUMBER BAROKAH Khoiri, Syaiful; Tripatmasari, Mustika; Khasanah, Himmatul; Widodo, Nur; Megasari, Dita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19741

Abstract

ABSTRAKBUMDes Sumber Barokah, Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur dengan sektor bisnis utama peternakan sapi dengan kandang komunal. Kotoran sapi yang hasilkan rata-rata 12% dari bobot tubuh sehingga kotoran sapi dapat menjadi permasalahan yang serius apabila tidak diolah. Diperlukan teknologi pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk, seperti penggunaan bahan tambahan berupa bioaktivator yang dapat mempercepat proses fermentasi dan meningkatkan kandungan hara pada pupuk yang dihasilkan. Peternak dari BUMDes Sumber Barokah belum mengetahui cara aplikasi bioaktivator dalam pengolahan pupuk. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk dengan menggunakan bioaktivator. Pelaksanaan pengabdian ini meliputi diskusi, workshop, dan pendampingan. Hasil pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan peternak tentang cara membuat dan kriteria pupuk yang baik yang terbuat dari limbah kotoran sapi sebesar 59,6%. Selain itu, keterampilan peternak dalam membuat pupuk menggunakan bioaktivator meningkat dari yang tidak terampil menjadi sedikit terampil dan terampil mencapai 73,3%. Evaluasi kegiatan pendampingan ini secara umum memperoleh respon baik dari para peternak. Hal yang dapat disarankan dari hasil pengabdian masyarakat ini yaitu diperlukan renovasi kandang komunal dengan desain yang lebih tepat, serta diperlukan sarana dan prasaran yang lebih besar dan lengkap untuk pengolahan limbah peternakan dengan tujuan komersial.   Kata kunci: BUMDes; limbah ternak; mikroba lokal; peternakan; pupuk bokashi. ABSTRACTBUMDes Sumber Barokah, Kebun, Kamal, Bangkalan Regency, East Java with the main business sector is cattle farming with communal pens. Cow dung produces an average of 12% of body weight so cow dung can be a serious problem if unutilized, such as an environmental pollutant. Biotechnology is needed to process cow dung waste into fertilizer, i. e. bioactivators as the additional bio materials that can speed up the fermentation process and increase the nutrient content of the fertilizer produced. However, farmers do not yet know how to apply bioactivators in fertilizer processing. This community service aims to increase the knowledge and skills of farmers in processing cow dung waste into fertilizer using bioactivators. Implementation of this community service includes discussions, workshops, and mentoring. The results of this service show an increase in farmers' knowledge about how to make and the criteria for good fertilizer made from cow dung waste by 59.6%. In addition, farmers' skills in making fertilizer using bioactivators increased from unskilled to slightly skilled and skilled reaching 73.3%. Evaluation of this mentoring activity generally received a good response from farmers. Based on the results of this program, it is recommended that there be a need to renovate communal pens with a more appropriate design, and more complete facilities and infrastructure are needed for processing livestock waste for commercial purposes. Keywords: BUMDes; cattle; cow dung; local microbe; organic fertilizer.