Claim Missing Document
Check
Articles

Model Problem Based Learning Berbasis Blended Learning; Eksperimentasi Pada Pembelajaran Matematika Topik Operasi Matriks Trezita A. S. Onibala; Rosiah J. Pulukadang; Anetha L. F. Tilaar
Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa Vol. 2 No. 1 (2023): Februari : Inspirasi Dunia : Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.06 KB) | DOI: 10.58192/insdun.v2i1.402

Abstract

Kesulitan belajar yang terlihat saat observasi di SMA Negeri 1 Tompaso menjadi pemicu dilakukannya penelitian ini. Masalah muncul dari beberapa kendala, seperti kemungkinan peningkatan hasil belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hasil penggunaan model Problem Based Learning berbasis blended learning. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan desain kelompok eksperimen pra dan pasca tes. Sampel diambil dari kelas XI MIPA 3 dan XI MIPA 1 yang masing-masing berjumlah 22 siswa. Kelas-kelas ini normal dan homogen dan masing-masing berfungsi sebagai kelompok eksperimen dan kontrol. Dengan menggunakan uji-t untuk menguji data penelitian, diketahui bahwa nilai thitung = 3,7598 > ttabel = 1,6819 dengan taraf signifikansi = 0,05 menunjukkan menolak H0 dan menerima H1. Konsekuensinya, keefektifan model blended learning problem based learning berdampak pada hasil belajar siswa.
Student Errors In Solving Story Problems With Fraction Count Operations; Analysis On Class VII Students Kristin Alviane Friskila Pomantow; Rosiah J. Pulukadang; Ichdar Domu
Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa Vol. 2 No. 2 (2023): Mei :Inspirasi Dunia : Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/insdun.v2i2.774

Abstract

. Fraction is one of the materials in mathematics subject in class VII odd semester, which students must master well. Because this material continues from elementary school. Fraction is related to every day, and many problems use the concept of fractions. The research aims to describe the errors according to Newman's procedure, which students carry out to solve the issues. The methods used in data collection were tests and interviews. The written examination was given to class VII 15 students as the subject. The test questions consist of 4 item description questions, then from the results of the written test of 5 students who made mistakes according to the Newman procedure. The results of research that have been carried out on students according to Newman's approach in solving fractions questions as indicated by the results of their daily tests, the most frequent error is the process skill error and encoding error with a percentage of 58,33%, the transformation error is 51,66%, comprehension error 41,66% and the last percentage of reading error 25 %. The causes of student errors include being unable to read correctly, not understanding fractions, and being unable to determine the formula or steps to use, such as making mistakes in the calculation process and writing wrong information or answers.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI PYTHAGORAS BERDASARKAN TEORI KASTOLAN DI SMP NEGERI 2 LANGOWAN Banne, Rahmat Saleh R. R. L; Pulukadang, Rosiah J.; Regar, Vivian E.
SOSCIED Vol 7 No 2 (2024): SOSCIED - November 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jsoscied.v7i2.860

Abstract

The purpose of this study was to describe the errors made by students in solving story problems on pythagorean material in class VIII B SMP Negeri 2 Langowan based on Kastolan's theory. This research uses qualitative research, with the methods used in data collection are written tests in the form of description questions (essay), interviews, and documentation. The subjects in this study were class VIII Byang students totalling 29 students. Based on the results of the data obtained, it shows that in solving story problems on pythagorean material, students make mistakes at the stage of understanding the concept with a percentage of 15.17%, the stage of understanding the procedure with a percentage of 42% and the stage of understanding the technique with a percentage of 62%.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA OPERASI MATRIKS DI SMK N 1 TOULUAAN Panekenan, Calvin; Pulukadang, Rosiah J.; Pesik, Anneke
SOSCIED Vol 7 No 2 (2024): SOSCIED - November 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jsoscied.v7i2.874

Abstract

This study examines the application of two different learning models in learning matrix operation mathematics at SMK N 1 Touluaan. This research used experimental method with pretest-posttest experiment group design, involving two randomly selected classes with the number of samples of each class of 20 students and the experimental class applied Problem-Based Learning and the control class applied direct learning. The results showed that there was a significant difference between the learning outcomes of students taught using the Problem-Based Learning model and students taught using the direct learning model. In this study using the t-test to test the data, with the results of the value of t_hitung = 3.239041637> t_tabel = 1.68595 with a real level α = 0.05 this means reject H_0 and accept H_1. The Problem-Based Learning model is proven effective in improving student learning outcomes on matrix operation material.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SPLTV DI SMA NEGERI 2 MANADO Letunggamu, Maria Priskila; Pitoy, Cori; Pulukadang, Rosiah J
SOSCIED Vol 7 No 2 (2024): SOSCIED - November 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jsoscied.v7i2.892

Abstract

This research investigates the application of the cooperative learning model, specifically the Team Assisted Individualization (TAI) approach, in enhancing the learning outcomes of high school students in the topic of System of Linear Equations in Three Variables (SPLTV) at SMA Negeri 2 Manado. The study is motivated by the challenges students face in mathematics, particularly in contextual problems and mathematical modeling, leading to outcomes that do not meet the Minimum Completeness Criteria (KKM). The research employs a quasi-experimental design, contrasting one class utilizing the TAI model with another using conventional teaching methods. Data were collected via pre-tests and post-tests, which revealed a significant difference in average scores favoring the TAI model. Results indicate that TAI not only improves knowledge but also engages students actively, promoting collaboration and reducing the perception of mathematics as a difficult subject. The study suggests the integration of cooperative learning strategies to enhance student motivation and understanding in mathematics education, contributing to the development of effective teaching methodologies.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal-Soal Matematika Pokok Bahasan Operasi Bentuk Aljabar Kelas VII Sinaga, Sara N.; Pitoy, Cori; Pulukadang, Rosiah J.
MARISEKOLA: Jurnal Matematika Riset Edukasi dan Kolaborasi Vol. 5 No. 1: April 2024
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/marisekola.v5i1.2412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiagnosa kesalahan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tondano dalam menyelesaikan soal-soal matematika pokok bahasan operasi bentuk aljabar. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 3 soal yang dikatakan dapat dijawab benar oleh siswa yaitu pada soal nomor 1,2, dan 3, soal yang dikatakan tidak dapat dijawab oleh siswa yaitu dari soal nomor 5 sampai nomor 10 serta pada soal nomor 4 terjadi banyak kesalahan. Dari keempat jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal-soal operasi bentuk aljabar, kesalahan yang paling sering terjadi yaitu kesalahan fakta dengan persentase untuk tingkat kesulitan rendah 75%, sedang 75,64%, tinggi 77,63%,  disusul oleh kesalahan konsep dengan persentase untuk tingkat kesulitan rendah 40%, sedang 65,38%, tinggi 65,79%, setelah itu kesalahan prinsip dengan persentase untuk tingkat kesulitan rendah 5%, sedang 37,18%, tinggi 6,58%, sedangkan kesalahan terendah yang dialami siswa yaitu kesalahan operasi dengan persentase untuk tingkat kesulitan rendah 0%, sedang 23,08%, tinggi 1,32%. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini yaitu jenis kesalahan fakta dan konsep merupakan jenis kesalahan yang paling sering terjadi, untuk itu siswa masih perlu banyak berlatih soal mengenai materi operasi bentuk aljabar yang berkaitan dengan jenis kesalahan tersebut agar dapat membantu memperbaiki kesalahan yang telah terjadi.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Aritmetika Sosial Melalui Pembelajaran Kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions Modeong, Masni; Pulukadang, Rosiah J.; Mangobi, James U.L.
MARISEKOLA: Jurnal Matematika Riset Edukasi dan Kolaborasi Vol. 5 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/marisekola.v5i2.2498

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Aritmatika Sosial  dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kotabunan. Hasil analisis data pada setiap siklus menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Peningkatan ini terlihat dari perubahan jumlah atau persentase ketuntasan.  Data ketuntasan dari pra siklus ke siklus I terjadi perubahan jumlah atau persentase siswa yang tuntas, yakni dari 7 siswa (30,43%) menjadi 14 siswa (60,87%) atau terjadi kenaikan sebesar 30,44%. Perubahan ini juga terjadi dari siklus I ke siklus II, yakni dari 14 siswa (60,87%) menjadi 20 siswa (86,96%) atau terjadi kenaikan sebesar 26,09%. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar materi Aritmatika Sosial siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kotabunan. Beberapa perubahan perilaku siswa pada siklus I yang diperhatikan adalah terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang sudah mengikuti proses pembelajaran materi Aritmatika Sosial dengan Model Kooperatif tipe STAD. Pada siklus II, beberapa perilaku yang dilihat pada siswa setelah dilaksanakannya pembelajaran ternyata semua aktivitas berjalan sebagaimana yang diharapkan sehingga terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang mencapai 86,96%. Dengan demikian, terjadi peningkatan kehadiran, keaktifan, keberanian dan rasa percaya diri siswa dalam proses belajar mengajar sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan selama pelaksanaan penelitian.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Rori, Kevin G.; Pulukadang, Rosiah J.; Regar, Vivian E.
MARISEKOLA: Jurnal Matematika Riset Edukasi dan Kolaborasi Vol. 5 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/marisekola.v5i2.4263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Subjek dalam penelitian yaitu kelas VIII B SMP Negeri 1 Tompaso. Adapun pengumpulan data dilakukan berdasarkan tahapan–tahapan sebagai berikut: Observasi, Tes, dan WawancaraTeknik yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah menggunakan tes dan wawancara. Tes digunakan untuk mengetahui jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel dan wawancara digunakan untuk mengetahui penyebab kesalahan. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kerangka analisis dikembangkan berdasarkan kesalahan Newman. Hasil penelitian diperoleh 5 jenis kesalahan yaitu kesalahan membaca, kesalahan memahami, kesalahan transformasi, kesalahan keterampilan proses dan kesalahan penulisan jawaban. Penyebab terjadinya kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV adalah siswa kurang memahami konsep SPLDV, tidak menguasai metode penyelesaian SPLDV, kurang terampil dalam melakukan perhitungan, siswa tidak berfikir kreatif, dan kurangnya latihan dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV.
Perbandingan Hasil Belajar Siswa Materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel diajar Menggunakan Model Problem Based Learning dan Konvensional Walangitan, Cindy C.; Pulukadang, Rosiah J.; Wenas, John R.
MARISEKOLA: Jurnal Matematika Riset Edukasi dan Kolaborasi Vol. 5 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/marisekola.v5i2.4982

Abstract

Proses pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dengan guru didalam kelas, proses belajar juga sebagai penentu kualitas hasil belajar siswa. Dalam proses belajar mengajar di dalam kelas masih bersifat teacher center dan bukan bersifat student center, sehingga menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian ekperimen yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar dari kelas eksperimen yaitu kelas yang diajarkan dengan model Problem Based Learning (PBL) dan kelas yang diajarkan menggunakan model konvensional.  Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Langowan dengan subjek penelitian yaitu kelas X MIPA 3 dan X MIPA 4 kedua kelas ini homogen dengan jumlah masing-masing kelas sebanyak 30 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian komparatif menggunakan metode Quasi Eksperiment (eksperimen semu). Data yang digunakan untuk melihat pencapaian kompetensi didapat dari tes akhir (posttest). Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan model Problem Based Learning (PBL) adalah 88,669, sedangkan rata-rata hasil belajar siswa yang diajarkan dengan konvensional adalah 69,933 Berdasarkan data hasil pengujian hipotesis penelitian diperoleh nilai thitung > ttabel (2,155>1,672), maka diambil kesimpulannya yaitu hasil belajar siswa kelas X pada materi SPLTV yang diajar menggunakan model pembelajaran PBL lebih tinggi dari hasil belajar yang diajarkan dengan model Konvensional.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY-TWO STRAY PADA MATERI FUNGSI KELAS VIII DI SMP NEGERI 4 TONDANO Pilomali, Tiara; Salajang, Santje M.; Pulukadang, Rosiah J.
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 5 No 1 (2024): DE_Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/dejournal.v4i1.1246

Abstract

This research is motivated by a lack of mastery of mathematics learning concepts, especially in function material. This is based on the results of observations made by the author showing that students still have difficulty calculating the value of a function and determining the form of presentation of the function and the use of conventional learning methods which make students stiff and bored with mathematics lessons. So to improve students' mastery of concepts and learning outcomes, namely by using the Two Stay-Two Stray learning model. This research method is experimental research conducted on class VIII students at SMP Negeri 4 Tondano. This research design uses a posttest only control design. The population of this study was all students in class VIII, while the research sample consisted of two classes, namely class VIII A, consisting of 32 students, as the experimental class and class VIII B, as the control class, consisting of 32 students. Based on the data, the average learning outcome for the experimental class was 85.94 while the average learning outcome for the control class students was 79.31. The data normality test shows that the data has a normal distribution. The research instrument used was a student learning outcomes test in the form of an essay. The results of data analysis with a significance level of 0.05 obtained tcount > ttable (3.2145 > 1.670). Based on the research results, it can be concluded that the use of the Two Stay-Two Stray learning model in functional material can improve student learning outcomes compared to conventional learning models