Claim Missing Document
Check
Articles

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Aritmetika Sosial Melalui Pembelajaran Kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions Modeong, Masni; Pulukadang, Rosiah J.; Mangobi, James U.L.
MARISEKOLA: Jurnal Matematika Riset Edukasi dan Kolaborasi Vol. 5 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/marisekola.v5i2.2498

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Aritmatika Sosial  dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe STAD. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kotabunan. Hasil analisis data pada setiap siklus menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Peningkatan ini terlihat dari perubahan jumlah atau persentase ketuntasan.  Data ketuntasan dari pra siklus ke siklus I terjadi perubahan jumlah atau persentase siswa yang tuntas, yakni dari 7 siswa (30,43%) menjadi 14 siswa (60,87%) atau terjadi kenaikan sebesar 30,44%. Perubahan ini juga terjadi dari siklus I ke siklus II, yakni dari 14 siswa (60,87%) menjadi 20 siswa (86,96%) atau terjadi kenaikan sebesar 26,09%. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar materi Aritmatika Sosial siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kotabunan. Beberapa perubahan perilaku siswa pada siklus I yang diperhatikan adalah terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang sudah mengikuti proses pembelajaran materi Aritmatika Sosial dengan Model Kooperatif tipe STAD. Pada siklus II, beberapa perilaku yang dilihat pada siswa setelah dilaksanakannya pembelajaran ternyata semua aktivitas berjalan sebagaimana yang diharapkan sehingga terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang mencapai 86,96%. Dengan demikian, terjadi peningkatan kehadiran, keaktifan, keberanian dan rasa percaya diri siswa dalam proses belajar mengajar sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan selama pelaksanaan penelitian.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Rori, Kevin G.; Pulukadang, Rosiah J.; Regar, Vivian E.
MARISEKOLA: Jurnal Matematika Riset Edukasi dan Kolaborasi Vol. 5 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/marisekola.v5i2.4263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Subjek dalam penelitian yaitu kelas VIII B SMP Negeri 1 Tompaso. Adapun pengumpulan data dilakukan berdasarkan tahapan–tahapan sebagai berikut: Observasi, Tes, dan WawancaraTeknik yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah menggunakan tes dan wawancara. Tes digunakan untuk mengetahui jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel dan wawancara digunakan untuk mengetahui penyebab kesalahan. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kerangka analisis dikembangkan berdasarkan kesalahan Newman. Hasil penelitian diperoleh 5 jenis kesalahan yaitu kesalahan membaca, kesalahan memahami, kesalahan transformasi, kesalahan keterampilan proses dan kesalahan penulisan jawaban. Penyebab terjadinya kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV adalah siswa kurang memahami konsep SPLDV, tidak menguasai metode penyelesaian SPLDV, kurang terampil dalam melakukan perhitungan, siswa tidak berfikir kreatif, dan kurangnya latihan dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV.
Perbandingan Hasil Belajar Siswa Materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel diajar Menggunakan Model Problem Based Learning dan Konvensional Walangitan, Cindy C.; Pulukadang, Rosiah J.; Wenas, John R.
MARISEKOLA: Jurnal Matematika Riset Edukasi dan Kolaborasi Vol. 5 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/marisekola.v5i2.4982

Abstract

Proses pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dengan guru didalam kelas, proses belajar juga sebagai penentu kualitas hasil belajar siswa. Dalam proses belajar mengajar di dalam kelas masih bersifat teacher center dan bukan bersifat student center, sehingga menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian ekperimen yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar dari kelas eksperimen yaitu kelas yang diajarkan dengan model Problem Based Learning (PBL) dan kelas yang diajarkan menggunakan model konvensional.  Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Langowan dengan subjek penelitian yaitu kelas X MIPA 3 dan X MIPA 4 kedua kelas ini homogen dengan jumlah masing-masing kelas sebanyak 30 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian komparatif menggunakan metode Quasi Eksperiment (eksperimen semu). Data yang digunakan untuk melihat pencapaian kompetensi didapat dari tes akhir (posttest). Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan model Problem Based Learning (PBL) adalah 88,669, sedangkan rata-rata hasil belajar siswa yang diajarkan dengan konvensional adalah 69,933 Berdasarkan data hasil pengujian hipotesis penelitian diperoleh nilai thitung > ttabel (2,155>1,672), maka diambil kesimpulannya yaitu hasil belajar siswa kelas X pada materi SPLTV yang diajar menggunakan model pembelajaran PBL lebih tinggi dari hasil belajar yang diajarkan dengan model Konvensional.
Problem Solving Ability of Remboken 1 Middle School Students in Solving Story Problems in Algebraic Form Based on Polya's Steps Katuuk, Rivaldo Chun; Sumarauw, Sylvia J. A.; Pulukadang, Rosiah J.
Journal of Education Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i1.691

Abstract

Problem-solving abilities are essential for the development of students' mathematical abilities. This ability must be described clearly to contribute to problem-solving and mathematical problem-solving abilities. This research aimed to describe problem-solving abilities in solving algebraic story problems based on Polya's steps: understanding the problem, formulating a plan, implementing the problem, and checking again. The subjects in this research were three students selected from 12 students in class VII-C at SMP Negeri 1 Remboken, consisting of students with high, medium and low abilities based on the mathematical problem-solving ability test results. The data collection techniques used were through written tests, interviews and documentation. The results of the research that has been explained show that problem-solving abilities in solving questions are divided into three categories, namely high, medium and low. Students with high-category abilities can master 4 Polya steps with up to 5 questions. Students with the medium ability category can master 4 Polya steps for questions number 2, 4 and 5, master 3 of the 4 Polya steps, namely steps 1, 2 and 3 for question number 1, and can master 2 of the 4 Polya steps, namely step 1 and 2. Meanwhile, students with low ability categories can master the 4 Polya steps only in question number 1, master 2 of the 4 Polya steps, namely steps 1 and 2 for question number 2, and questions number 3, 4 and 5 for subjects with low ability do not able to do it