Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Rori, Kevin G.; Pulukadang, Rosiah J.; Regar, Vivian E.
MARISEKOLA: Jurnal Matematika Riset Edukasi dan Kolaborasi Vol. 5 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/marisekola.v5i2.4263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Subjek dalam penelitian yaitu kelas VIII B SMP Negeri 1 Tompaso. Adapun pengumpulan data dilakukan berdasarkan tahapan–tahapan sebagai berikut: Observasi, Tes, dan WawancaraTeknik yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah menggunakan tes dan wawancara. Tes digunakan untuk mengetahui jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita sistem persamaan linear dua variabel dan wawancara digunakan untuk mengetahui penyebab kesalahan. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kerangka analisis dikembangkan berdasarkan kesalahan Newman. Hasil penelitian diperoleh 5 jenis kesalahan yaitu kesalahan membaca, kesalahan memahami, kesalahan transformasi, kesalahan keterampilan proses dan kesalahan penulisan jawaban. Penyebab terjadinya kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV adalah siswa kurang memahami konsep SPLDV, tidak menguasai metode penyelesaian SPLDV, kurang terampil dalam melakukan perhitungan, siswa tidak berfikir kreatif, dan kurangnya latihan dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV.
Perbandingan Hasil Belajar Siswa Materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel diajar Menggunakan Model Problem Based Learning dan Konvensional Walangitan, Cindy C.; Pulukadang, Rosiah J.; Wenas, John R.
MARISEKOLA: Jurnal Matematika Riset Edukasi dan Kolaborasi Vol. 5 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/marisekola.v5i2.4982

Abstract

Proses pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dengan guru didalam kelas, proses belajar juga sebagai penentu kualitas hasil belajar siswa. Dalam proses belajar mengajar di dalam kelas masih bersifat teacher center dan bukan bersifat student center, sehingga menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian ekperimen yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar dari kelas eksperimen yaitu kelas yang diajarkan dengan model Problem Based Learning (PBL) dan kelas yang diajarkan menggunakan model konvensional.  Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Langowan dengan subjek penelitian yaitu kelas X MIPA 3 dan X MIPA 4 kedua kelas ini homogen dengan jumlah masing-masing kelas sebanyak 30 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian komparatif menggunakan metode Quasi Eksperiment (eksperimen semu). Data yang digunakan untuk melihat pencapaian kompetensi didapat dari tes akhir (posttest). Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan model Problem Based Learning (PBL) adalah 88,669, sedangkan rata-rata hasil belajar siswa yang diajarkan dengan konvensional adalah 69,933 Berdasarkan data hasil pengujian hipotesis penelitian diperoleh nilai thitung > ttabel (2,155>1,672), maka diambil kesimpulannya yaitu hasil belajar siswa kelas X pada materi SPLTV yang diajar menggunakan model pembelajaran PBL lebih tinggi dari hasil belajar yang diajarkan dengan model Konvensional.
Meningkatkan Hasil Belajar Anak dalam Berhitung Bilangan 1-10 pada Kelompok A, TK Amzar Molinow Paputungan, Hasnawati; Pulukadang, Rosiah
MARISEKOLA: Jurnal Matematika Riset Edukasi dan Kolaborasi Vol. 4 No. 2: Oktober 2023
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/marisekola.v4i2.8645

Abstract

Penguasaan materi bilangan di Taman Kanak-Kanak Kelompok A cenderung masih sangat kurang. Anak-anak pada kelompok ini cenderung masih menghafal dan belum memahami konsep dasar bilangan dan konsep dasar berhitung. Hal ini disebabkan oleh proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru masih monoton dan kurang menggunakan variasi media. Anak-anak menjadi kurang termotivasi dalam belajar dan mengakibatkan belum optimalnya hasil belajar anak dalam materi mengenal dan menghitung bilangan 1- 10. Masalah ini juga menjadi salah satu yang sering dihadapi oleh anak kelompok A di TK Amzar Molinow. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan dalam upaya untuk meningkatkan hasil belajar anak dalam mengenal konsep dasar bilangan dan berhitung. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang memiliki dua siklus dengan masing-masing siklus yang terdiri dari empat tahapan. Tahapan tersebut secara berturut-turut adalah perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian dalam studi ini adalah 10 anak di Kelompok A, TK Amzar Molinow.  Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analisis tersebut ditemukan bahwa penggunaan media gambar buah apel dalam kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar anak dalam mengenal konsep bilangan di TK Amzar Molinow. Oleh karena itu, studi ini menyarankan kepada guru TK, dalam meningkatkan hasil belajar anak dapat menggunakan media gambar buah apel sebagai alternatif metode pembelajaran pengenalan bilangan 1-10 di kelas.
Problem Solving Ability of Remboken 1 Middle School Students in Solving Story Problems in Algebraic Form Based on Polya's Steps Katuuk, Rivaldo Chun; Sumarauw, Sylvia J. A.; Pulukadang, Rosiah J.
Journal of Education Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i1.691

Abstract

Problem-solving abilities are essential for the development of students' mathematical abilities. This ability must be described clearly to contribute to problem-solving and mathematical problem-solving abilities. This research aimed to describe problem-solving abilities in solving algebraic story problems based on Polya's steps: understanding the problem, formulating a plan, implementing the problem, and checking again. The subjects in this research were three students selected from 12 students in class VII-C at SMP Negeri 1 Remboken, consisting of students with high, medium and low abilities based on the mathematical problem-solving ability test results. The data collection techniques used were through written tests, interviews and documentation. The results of the research that has been explained show that problem-solving abilities in solving questions are divided into three categories, namely high, medium and low. Students with high-category abilities can master 4 Polya steps with up to 5 questions. Students with the medium ability category can master 4 Polya steps for questions number 2, 4 and 5, master 3 of the 4 Polya steps, namely steps 1, 2 and 3 for question number 1, and can master 2 of the 4 Polya steps, namely step 1 and 2. Meanwhile, students with low ability categories can master the 4 Polya steps only in question number 1, master 2 of the 4 Polya steps, namely steps 1 and 2 for question number 2, and questions number 3, 4 and 5 for subjects with low ability do not able to do it
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL SPLDV BERDASARKAN TEORI NEWMAN DI KELAS VIII Chofifa Indah E. Mamonto; Rosiah J. Pulukadang; Ontang Manurung
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Keguruan
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A system of two-variable linear equations (SPLDV) is a system or entity of several similar two- variable linear equations. This study aims to determine student errors in completing the Newman Theory Two-variable Linear Equation System material. The method used is a descriptive method with a qualitative approach. Of the 5 questions given, 2 numbers were answered correctly, namely number 2 and number 5. In this study, 5 respondents were selected who made mistakes in solving the two-variable system of equations to be interviewed about the questions that had been given. Of the five types of student errors according to Newman's Theory in solving system problems of linear equations, two errors that often occur are errors in writing the final answer with a percentage of 49%, then process skill errors with a percentage of 47%, errors in understanding questions with a percentage of 32%, reading error with a percentage of 13% and the last transformation error with a percentage of 10%.
Development of a Realistic Mathematics Teaching Module on Arithmetic Sequences and Series to Support the Mathematical Literacy of Vocational High School Students Indira Runturambi; Rosiah J. Pulukadang; Navel Oktaviandy Mangelep; Philoteus E. A. Tuerah; Sylvia J. A. Sumarauw
International Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 4 No. 2 (2026): International Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ijssh.v4i2.2743

Abstract

The persistently low mathematical literacy of Indonesian students, repeatedly documented in international assessments, is rooted in procedural and decontextualised teaching practices, including in the topic of arithmetic sequences and series at vocational high schools (SMK). This study aimed to produce a realistic mathematics teaching module on arithmetic sequences and series that is valid, practical, and effective for supporting the mathematical literacy of grade X students. A Research and Development approach using Plomp's model was employed, comprising three phases: preliminary research, development/prototyping, and assessment. The subjects were 22 grade X students of SMK Negeri 1 Amurang; three expert validators assessed validity and eight students assessed practicality in a small-group evaluation. Instruments comprised validation sheets, student response questionnaires, and a mathematical literacy test based on the formulating, employing, and interpreting indicators. The results showed that the module met the highly valid criterion (86%), the practical criterion (81.8%), and the effective criterion with a mean N-Gain of 0.84 (high category) and 86.36% classical completeness. The mean test score increased from 17.73 in the pretest to 86.45 in the posttest. These findings confirm that a Realistic Mathematics Education-based module designed through layered formative evaluation can bridge mathematical concepts with students' vocational contexts while strengthening mathematical literacy. This study contributes to the provision of contextual teaching materials for vocational education and opens opportunities for experimentally designed effectiveness testing in further research.
STUDI PERBEDAAN MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBASIS PROYEK MATH ON THE STREET DAN PEMBELAJARAN LANGSUNG PADA HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MATERI PERBANDINGAN Walean, Virgina Vreisy; Regar, Vivian Eleonara; Pulukadang, Rosiah Juliati
De Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/defermat.v9i1.2493

Abstract

This study aims to compare students’ learning outcomes on ratio material through two different models, namely the Project Based Learning model and Direct Instruction. The research was conducted at SMP Negeri 1 Modoinding using a quasi-experimental design with a Pretest Posttest control group model. The PjBL class as the experimental group followed project-based learning involving field observation activities, while the Direct Instruction class as the control group received learning through teacher explanations and practice exercises. The research instrument was a learning outcomes test administered before and after the treatment. The data were analyzed through normality testing, homogeneity testing, and a t-test to determine whether there was a significant difference between the two classes. The results showed that the mean Posttest score of the experimental class (83.72) was significantly higher than the control class (76.08), with t-value = 3.958 > t-table = 2.011 (α = 0.05). Students who were involved in field projects appeared to better understand the concept of ratios because they processed the data they collected themselves, so that the learning process felt closer to real-life situations. These findings indicate that the implementation of PjBL based on the Math On The Street project has a positive effect on students’ learning outcomes, especially on ratio material, and can be an alternative form of learning that is more meaningful compared to the Direct Instruction model
KESIAPAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN ASESMEN DIAGNOSTIK PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP NEGERI 4 TONDANO Damopolii, Matthew Clay Immanuel; Pulukadang, Rosiah Juliati; Pitoy, Cori
De Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/defermat.v9i1.2505

Abstract

This study aims to determine teachers’ readiness in implementing diagnostic assessment in mathematics learning at SMP Negeri 4 Tondano. This research employed a qualitative approach with a case study design. The subjects of the study consisted of three mathematics teachers who had implemented diagnostic assessment in their teaching. Data collection techniques included in-depth interviews, classroom observations, and documentation of diagnostic assessment instruments and blueprints. The data were then analyzed using the interactive data analysis model by Miles and Huberman, which involves data reduction, data display, and conclusion drawing. To ensure data validity, source and technique triangulation were applied. The results showed that teachers’ readiness falls into the sufficient category. Two teachers (Mathematics Teacher 1 and Mathematics Teacher 2) have understood the concept, developed instruments, implemented, and evaluated diagnostic assessment well, although there are still challenges related to students’ readiness. Meanwhile, one teacher (Mathematics Teacher 3) has not implemented diagnostic assessment formally. The instruments developed include test blueprints and cognitive test items; however, they do not yet fully cover non-cognitive assessment components and comprehensive evaluation instruments
STUDI DESKRIPTIF KECEMASAN MATEMATIKA DAN FAKTOR PENYEBABNYA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 TONDANO Abizars Javier Sualang; Rosiah Pulukadang; Anekke Pesik
JURNAL LEMMA Vol 12, No 2 (2026): Lemma: Letters of Mathematics Education
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jl.2026.v12i2.11296

Abstract

Kecemasan matematika (math anxiety) merupakan masalah umum di kalangan siswa yang dapat mengganggu proses belajar dan perilaku dalam matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecemasan matematika dan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab yang mempengaruhinya pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Tondano. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan 27 siswa sebagai responden angket dan 9 siswa sebagai subjek wawancara. Data dikumpulkan melalui angket kecemasan matematika skala Likert yang mencakup empat aspek (fisik, psikologis, perilaku, kognitif) dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan matematika siswa berkisar dari ringan hingga sedang, dengan aspek psikologis paling dominan. Faktor penyebab utama bersifat internal, yaitu rasa takut salah, kurang percaya diri, dan pengalaman belajar tidak menyenangkan. Faktor eksternal seperti tekanan orang tua dan pengalaman negatif dengan teman sebaya turut berkontribusi. Kecemasan berdampak pada kesulitan konsentrasi dan penundaan tugas, namun bagi sebagian siswa, kecemasan justru memotivasi mereka untuk memperbaiki cara belajar.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Geogebra Classroom Pada Materi Translasi Militia Jeane Jenifer Gosal; Rosiah J. Pulukadang; James U.L. Mangobi
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 3 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i3.528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis GeoGebra Classroom yang valid, praktis, dan efektif dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi translasi di kelas IX SMP. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar serta kurangnya minat siswa terhadap materi translasi yang bersifat abstrak. Model pengembangan yang digunakan adalah model ASSURE, yang terdiri dari enam tahap: menganalisis karakteristik peserta didik, merumuskan tujuan pembelajaran, memilih metode dan media, menggunakan media dan materi, mendorong keterlibatan siswa, serta melakukan evaluasi dan revisi. Penelitian dilakukan pada 30 siswa kelas IX-A SMP Kristen Woloan tahun ajaran 2024/2025. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi media dan materi, angket respon guru dan siswa, serta soal pre-test dan post-test. Hasil validasi menunjukkan bahwa media dan materi pembelajaran memperoleh nilai rata-rata 3,78 dan 3,73, masuk dalam kategori sangat valid. Respon guru mendapat nilai rata-rata 4,9 dan respon siswa mencapai 97,98%, yang termasuk kategori sangat positif. Uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan peningkatan signifikan hasil belajar, dari nilai rata-rata pre-test 68 menjadi 89,7 pada post-test (p < 0,001). Dengan demikian, media pembelajaran berbasis GeoGebra Classroom dinyatakan valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi translasi. Media ini direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.