Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Height Matters? Examining Position-Specific Anthropometric Differences in Football Players Muhammad Reza Aziz Prasetya; Awang Firmansyah; Heri Wahyudi; Safeyn Sadaat Mridul
Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK) Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ijok.v6n2.p10-19

Abstract

Background: Height is an important anthropometric factor in football and may influence positional roles and performance. Players in different positions are required to perform specific tasks, which may lead to differences in physical characteristics such as height. However, evidence on height differences across playing positions is still limited. Methods: This study analyzed data from 100 football players (20 per position). Mean height was compared across positions using one-way ANOVA, followed by Tukey post hoc test to identify pairwise differences. Results: There was a significant difference in height across playing positions (F(4, 95) = 13.26, p < 0.001). Goalkeepers showed the greatest mean height (189.80 cm), followed by defenders (183.85 cm), attackers (182.40 cm), unspecified players (180.95 cm), and midfielders (177.95 cm). Tukey post hoc analysis showed that goalkeepers were significantly taller than all other positional groups, while defenders were significantly taller than midfielders. Conclusions: Height differs across playing positions in football and reflects position-specific demands. These findings suggest that height can be considered in talent identification and player selection, particularly for positions that require aerial ability. However, performance in football is influenced by multiple factors, not height alone.
Pengaruh Kombinasi Latihan ABC Drill terhadap Ekstrakulikuler Kecepatan Sprint 100 Meter di SMP Al Azhar Jainur Syeikh Ibi Nian; Heri Wahyudi; Testa Adi Nugraha; Soni Sulistyarto
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 7 No. 3 (2026): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/spr.v7i3.1293

Abstract

The development of athletic performance among junior high school students has shown a positive trend, particularly in improving motor competence and physical fitness. Coordinative movement training, such as the ABC drill (Agility, Balance, and Coordination), is widely employed in athletic training; however, empirical evidence regarding its effectiveness in improving 100-meter sprint performance among junior high school students remains limited. This study aimed to determine whether an ABC drill training program significantly improves 100-meter sprint performance by enhancing biomotor components related to acceleration and coordination. The study employed a quantitative quasi-experimental approach using a one-group pretest–posttest design. A total of 15 students aged 13–15 years from SMP Islam Al-Azhar were selected through purposive sampling. Sprint performance was assessed using 100-meter sprint pretests and posttests conducted before and after a six-week intervention, consisting of three training sessions per week based on a combined ABC drill program. The normality test indicated that the data were normally distributed. The paired-samples t-test revealed a highly significant difference between the pretest and posttest results (p < 0.001), indicating that the combined training program was effective in improving 100-meter sprint performance. These findings provide empirical evidence and practical recommendations for physical education teachers and coaches to implement multicomponent training programs integrating coordinative and acceleration exercises in physical education classes and extracurricular athletics programs.  
Peran Psikologis Dalam Olahraga: Analisis Mental Atlet Floorball Putri Universitas Negeri Surabaya Sebelum Kejuaraan Rektor Cup 2025 Putri Tia Afianisa; Heri Wahyudi; Achmad Widodo; Lutfhi Abdil Khuddus
Jurnal Keolahragaan Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v12i1.23769

Abstract

Mental atlet menjadi perhatian global dalam dekade terakhir, namun pembinaan atlet di Indonesia dominan menekankan aspek fisik dan teknis sambil mengabaikan aspek psikologis. Periode persiapan menjelang kompetisi merupakan fase kritis yang dapat memicu respons psikologis pada atlet. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi mental atlet floorball putri Universitas Negeri Surabaya sebelum Rektor Cup 2025, khususnya terkait depresi, kecemasan, dan stres. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan teknik total sampling terhadap 38 atlet floorball putri Universitas Negeri Surabaya pada persiapan Rektor Cup 2025. Instrumen penelitian menggunakan Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21). Teknik analisis data menggunakan bantuan SPSS’25. Hasilnya menunjukkan 94,7% atlet berada dalam kategori depresi normal, namun 94,7% atlet mengalami kecemasan tingkat sedang hingga sangat berat dengan 65,8% berada pada kategori sangat berat, dan 68,5% atlet mengalami stres tingkat sedang hingga sangat berat. Mean skor mental keseluruhannya 34,87 dengan standar deviasi 8,811 dan rentang skor 21-48. Kecemasan dan stres menjadi masalah mental utama yang dihadapi atlet floorball putri Universitas Negeri Surabaya menjelang Rektor Cup 2025. Tingginya prevalensi kecemasan dan stres menunjukkan urgensi untuk mengimplementasikan program intervensi psikologis komprehensif termasuk screening mental rutin, Psychological Skills Training, Cognitive Behavioral Therapy, dan integrasi psikolog olahraga dalam sistem pembinaan.
Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Fasilitas Olahraga Di Lapangan Thor Surabaya Anand Ramadhansyah Riffi Sadewo; Heri Wahyudi
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap fasilitas olahraga di Lapangan Thor Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 30 responden yang merupakan pengguna Lapangan Thor. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner menggunakan Google Form dengan skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat secara keseluruhan berada pada kategori puas dengan nilai rata-rata sebesar 3,50. Aspek kebersihan memperoleh nilai rata-rata tertinggi (4,33), diikuti aspek kenyamanan dan aksesibilitas (masing-masing 3,67). Sementara itu, aspek fasilitas pendukung memperoleh nilai rata-rata terendah (2,67), yang menunjukkan masih perlunya peningkatan pada fasilitas seperti toilet, ruang ganti, dan area parkir. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa fasilitas olahraga di Lapangan Thor Surabaya telah memberikan tingkat kepuasan yang baik bagi masyarakat, namun peningkatan pada fasilitas pendukung perlu menjadi prioritas agar kualitas pelayanan dapat ditingkatkan secara menyeluruh.
Pengaruh Pelatihan Shadow Terhadap Peningkatan Kelincahan Pada Atlet Bulutangkis Aghy Assegaf; Himawan Wismanadi; Heri Wahyudi; Pudjijuniarto; Afif Rusdiawan
Jurnal Kesehatan Jasmani dan Olahraga (KEJAORA) Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani dan Olah Raga)
Publisher : Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/kejaora.v10i2.4179

Abstract

Bulutangkis merupakan salah satu cabang olahraga yang menggunakan bola kecil (shuttlecock) sebagai objek permainan. Tujuan utama dari permainan ini adalah untuk mengarahkan shuttlecock ke area permainan lawan agar sulit dikembalikan, sekaligus mencegah shuttlecock jatuh di area sendiri. Penelitian ini menerapkan metode latihan shadow (bayangan) untuk mengetahui pengaruhnya terhadap peningkatan kelincahan atlet bulutangkis dari klub PB. Girlie. Metodologi yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan pre-test, pemberian perlakuan (treatment), dan post-test. Subjek dalam penelitian ini adalah 33 atlet PB. Girlie, dengan sampel yang dipilih secara purposive berjumlah 10 atlet putra berusia 16–19 tahun yang termasuk dalam kategori remaja dan taruna. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes shuttle run berbentuk T-test, baik pada tahap pre-test maupun post-test, sedangkan perlakuan dilakukan melalui latihan shadow. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t berpasangan (paired t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai standar deviasi pada pre-test adalah 0,68147 dan mengalami penurunan menjadi 0,57142 pada post-test. Uji normalitas memberikan nilai 0,074, sementara uji t menunjukkan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05, yang menandakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari perlakuan yang diberikan.
Influence of Selenium Supplementation on Oxidative Stress and Inflammatory Response in High Intensity Exercise Roy Irawan; Heri Wahyudi; Mokhamad Bawono; Joesoef Roepajadi; Nanda Rimawati; Adi Wijayanto
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i3.4619

Abstract

Exhaustive exercise could increase oxygen consumption 10 to 20 times folds which can then increase oxidative stress which is characterized by an increase in Reactive Oxygen Species (ROS). Increased oxidative stress (ROS) during exercise could cause cell damage. Selenium is a trace element that is believed to have antioxidant and anti-inflammatory activity. Objectives: This study aimed to determine the effectiveness of a 28-day supplementation period on plasma MDA and HMGB1 levels after high-intensity exercise activities. Methods: This study was experimental, with a pretest-posttest control group design approach. A total of 28 Sports Science Department students at Universitas Negeri Surabaya who met the inclusion and exclusion criteria participated in the study. Through simple random sampling, participation was divided into 2 groups, namely the selenium group (SG) and the placebo (PL) group. Selenium supplements for SG were 200 mcg/day, and PL was 100mg corn starch capsules, both groups consumed in 28 days. Participants performed bench-stepping by Newham with 10 sets x 10 repetitions, with 1-minute intervals. Plasma MDA and HMGB1 measurements were carried out immediately after, 24 hours after, and 48 hours after bench-stepping. Data on changes in plasma levels of MDA and HMGB1 were tested using repeated measures ANOVA with a significance level of P<0.05. Result: there was a significant difference in the plasma MDA and HMGB1 between each group with the significance value of MDA that was p = 0.000 and the significance value of HMGB1 that was p = 0.000. Selenium supplementation for 28 days reduces the increase in oxidative stress (MDA) and increase in HMGB1 after high-intensity exercise activities.