Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Kakao Secara Kimiawi di Kelompok Tani Kakao Desa Kisol Kabupaten Manggarai Timur Victoria Coo Lea; Umbu Awang Hamakonda; Victoria Ayu Puspita; Igniosa Taus
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i2.317

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), khususnya hama dan penyakit utama yang menyerang tanaman kakao di Desa Tanah Rata, Kabupaten Manggarai Timur. Kakao merupakan komoditas unggulan yang menjadi penggerak perekonomian dan sumber pendapatan masyarakat setempat. Namun, sebagian besar tanaman kakao di wilayah ini telah berusia tua, kurang mendapat perawatan intensif, dan mengalami serangan OPT, sehingga produktivitasnya rendah. Hama utama yang menyerang adalah penggerek buah kakao (Helopeltis spp.), sedangkan penyakit yang sering ditemukan adalah busuk buah yang disebabkan oleh Phytophthora palmivora. Faktor-faktor ini menjadi penghambat utama dalam peningkatan produksi kakao di Desa Tanah Rata. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27-28 Agustus 2024 dengan menggunakan metode observasi. Data diperoleh melalui wawancara dengan petani kakao untuk mengidentifikasi permasalahan dan teknik pengendalian hama, yang kemudian divalidasi melalui pengamatan langsung di lapangan. Langkah awal meliputi survei pertanaman kakao dan wawancara dengan anggota kelompok tani untuk memahami kendala yang dihadapi. Pengendalian dilakukan berdasarkan prinsip Pengelolaan Hama Terpadu (PHT), dengan penekanan pada penggunaan teknologi ramah lingkungan dan bahan kimia sintetis sebagai alternatif terakhir jika serangan OPT melebihi ambang ekonomi. Hasil kegiatan menunjukkan beberapa dampak positif, antara lain peningkatan pemahaman petani tentang rehabilitasi tanaman kakao dan pengendalian OPT berbasis PHT, munculnya pucuk baru, bunga, dan bakal buah pada tanaman, serta peningkatan produksi kakao secara bertahap. Selain itu, petani memahami pentingnya pengendalian OPT yang ramah lingkungan sebagai langkah preventif. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong keberlanjutan produksi kakao sekaligus memperkuat pengelolaan UMKM berbasis kakao di wilayah tersebut.
Pelatihan Teknis Budidaya Kakao Guna Peningkatan Produktivitas di Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur Victoria Ayu Puspita; Umbu Awang Hamakonda; Igniosa Taus; Victoria Coo Lea
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i2.334

Abstract

Tanaman kakao atau kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan di Indonesia yang mempunyai peranan penting dalam menunjang  perekonomian nasional dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Data BPS Kabupaten Manggarai Timur menunjukkan produksi tanaman kakao mengalami peningkatan pada 2 tahun terakhir, namun produktivitas kakao di Kabupaten Manggarai Timur masih tergolong rendah karena hanya berada di angka 3,3, ton/ha. Berdasarkan hal tersebut, maka Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) yang merupakan salah satu CSR dari PT. Astra International berkolaborasi dengan salah satu Perguruan Tinggi di Kabupaten Ngada yakni Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER FB) guna mengubah pola pikir petani kakao di wilayah Manggarai Timur sehingga dapat melaksanakan kegiatan budidaya tanaman kakao berdasarkan SOP yang ada sehingga pelaksanaan tata kerja produksi kakao secara benar, tertib dan tepat, untuk diperoleh produktivitas optimal. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini meliputi pemberian materi terkait Manajemen Teknis Budidaya Tanaman Kakao dan dilanjutkan dengan pendampingan pencatatan harian terkait semua kegiatan pemeliharaan tanaman kakao. Hasil yang diharapkan adalah para petani kakao di  salah satu binaan yaitu para petani binaan mulai bisa untuk melakukan teknis budidaya tanaman kakao yang baik dan disesuaikan dengan SOP yang telah dibuat.
Penyuluhan Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kakao pada Masyarakat Desa Boba, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada Victoria Coo Lea; Umbu Awang Hamakonda; Victoria Ayu Puspita; Igniosa Taus; Umbu N. Limbu
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i1.402

Abstract

Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada kakao merupakan tantangan utama bagi petani di Desa Boba, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada, yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Serangan hama seperti penggerek buah kakao dan penyakit seperti busuk buah menyebabkan menurunnya produktivitas secara signifikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas petani dalam mengenali serta mengendalikan hama dan penyakit tanaman kakao melalui pendekatan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan materi tentang jenis-jenis hama dan penyakit utama pada tanaman kakao, diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion), serta kunjungan lapangan ke kebun petani untuk observasi langsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani sangat antusias dan aktif terlibat dalam seluruh tahapan kegiatan. Mereka menunjukkan peningkatan pengetahuan dalam identifikasi gejala serangan dan pemilihan metode pengendalian yang sesuai, seperti sanitasi kebun, pemangkasan, serta penggunaan insektisida secara bijak. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan berbasis praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas lokal petani dalam pengelolaan kakao secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat dilanjutkan secara berkala sebagai bagian dari program revitalisasi tanaman kakao di wilayah tersebut.
PERANAN KELOMPOK PETANI MUDA DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH (STUDI KASUS DESA PAPE KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADA) Igniosa Taus; Mersiana Tawa
Jurnal Agriovet Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/r37tw359

Abstract

Farming business activities require the role of farmer groups as production units and effective and optimal management of land, labor, and capital are supporting variables that influence the increase in production intensity. The purpose of this study is to examine the relationship between the role of farmer groups in carrying out their agricultural business activities and to analyze the income of rice farming businesses in Pape Village, Bajawa District. Study data shows that farmer groups are still not optimal in carrying out their function as production units to realize cooperasion in achieving a more efficient and economically profitable business scale. Farmersexperience losses as seen from the amount of income obtained through rice farming in the June - September 2025 planting season which is IDR 2,987,000 with a rasio of 0.64% or R/C less than 1 indicating that the rice farming business of farmer groups is experiencing losses and is not yet feasible to be cultivated. Key words: Pape Village, Business Feasibility, Paddy Fields, Young Farmers,  Agricultural Productivity   
IDENTIFIKASI POTENSI DAN PERMASALAHAN PERTANIAN DI KECAMATAN GOLEWA SELATAN KABUPATEN NGADA Igniosa Taus; David Januarius Djawapatty; Umbu A. Hamakonda
Jurnal Agriovet Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v3i2.492

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi danpermasalahan dalam bidang pertanian. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah pendekatan deskriptif eksploratif. Hasil penelitianmenunjukan bahwa di Kecamatan Golewa Selatan memiliki potensibidang pertanian pada komoditi pangan, hortikultura dan perkebunan.Luas lahan pertanian padi sawah sebesar 530, 69 ha dengan jumlahproduksi 1082,292 ton/ha. Luas lahan jagung 121,86 ha dengan jumlahproduksi 281,25 ton/ha. Pisang memiliki luas lahan 192,05 ha denganjumlah produksi 392,5 ton/ha, tanaman perkebunan kakao memilikiluas lahan 204,2 ha dengan total produksi 376,53 ton/ha, kemiridengan luas lahan 152,04 dan total produksi 102,7 ton/ha. Hasil akhirdari penelitian ini adalah mengetahui potensi pertanian danpermasalahan yang ada serta solusi terhadap permasalahan pertanian dikecamatan Golewa Selatan. Kata Kunci : Pertanian, Golewa Selatan, Deskriptfi Eksploratif
ANALISIS POTENSI PETERNAKAN UNGGULAN DI KECAMATAN GOLEWA SELATAN KABUPATEN NGADA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR David Djawa Patty; Hendrikus Demon Tukan; Igniosa Taus
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i1.539

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik peternak danusaha ternak yang paling banyak dikembangkan oleh masyarakat KecamatanGolewa Selatan, Kabupaten Ngada, Provinsi NTT. Penelitian dilaksanakanpada bulan Februari 2020 sampai dengan bulan Maret 2021 di KecamatanGolewa Selatan Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ada 37responden yang digolongkan dalam kategori I dan kategori II telah dipilihsebagai responden secara purposive sampling. Analisis data menggunakananalisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan rata-rata persentase, rata-ratausia peternak tergolong dalam usia produktif dengan rata-rata usia 51,5 tahun,tingkat pendidikan peternak sudah cukup memadai dengan rata-ratapendidikan yang ditempuh tamatan SMA, rata-rata jumlah anggota rumahtangga peternak sebanyak 4,5 orang, rata-rata pengelaman beternak sudahlebih dari 15 tahun dan komoditas ternak unggulan masyarakat adalah ternakayam dan babi dengan masing-masing presentase jumlah kepemilikan padakriteria I ternak ayam sebanyak 43,53% dan ternak babi sebanyak 29,41%sedangakan pada kriteria II ternak ayam sebanyak 29,02% dan ternak babisebanyak 22,93%.Kata Kunci : Potensi, Usaha peternakan, Peternak, Komoditas ternakunggulan
IDENTIFIKASI POTENSI DAN MASALAH DIBIDANG PERTANIAN KECAMATAN RIUNG BARAT KABUPATEN NGADA PROVINSI NTT Umbu Awang Hamakonda; Egidius Rembo; Jenny R Bay; Igniosa Taus
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i2.648

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi danmasalah di bidang pertanian. Metode penelitian ini adalah deskriptifeksploratif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dikecamatan Riungbarat Kabupaten Ngada memiliki potensi dibidang pertanian danmemiliki luas lahan pertanian tanaman padi sebesar 1060 Ha danjumlah produksi 5,5 Ton/Ha, jagung luas luas lahan 829 dengan jumlahproduksi 2,5 Ton/Ha, kacang tanah memiliki luas lahan 38 Ha denganjumlah produksi 1,5 ton/ha, singkong memiliki luas areal 471 ha danproduksi sebesar 1,5 ton/ha, tanaman cabai memiliki luas areal 22 Hadan produksi sebesar 12,93 ton/ha sedangkan tanaman perkebunankopi robusta memiliki luas areal 81,5 Ha dengan jumlah produksisebesar 61,1 ton/Ha. Masalah dibidang pertanian adalah perubahaniklim dan kurangnya teknologi yang baik serta ketersediaan air danpupuk sehingga mempengaruhi hasil produksi pertanian yang kurangbaik. Salah satu alternatif dalam upaya pemecahan masalah di bidangpertanian adalah mempersiapkan lahan secara optimal, pupuk sertaketersediaan teknologi dalam proses pengolahan tanah.Kata Kunci : Potensi dan masalah pertanian (padi, jagung, ubi kayu,cabai dan kopi robusta) The purpose of this research is to identify potentials and problemsin agriculture. This research method is descriptive exploratory. Theresults showed that the district of Riung Barat, Ngada Regency haspotential in agriculture and has an area of 1060 Ha of agricultural landfor rice and a total production of 5.5 tons/ha, corn has an area of 829with a total production of 2.5 tons/ha, peanuts has a land area of 38 hawith a total production of 1.5 tons/ha, cassava has an area of 471 haand a production of 1.5 tons/ha, chili plants have an area of 22 ha and aproduction of 12.93 tons/ha while plantation crops Robusta coffee hasan area of 81.5 Ha with a total production of 61.1 tons/Ha. Problems inagriculture are climate change and lack of good technology as well asthe availability of water and fertilizers so that it affects agriculturalproduction that is not good. One alternative in efforts to solveproblems in agriculture is to prepare the land optimally, fertilizers andthe availability of technology in the soil processing process.Key words: Agricultural potential and problems (rice, corn, cassava,chili and robusta coffee)
IDENTIFIKASI PENYEBAB GAGAL PANEN JAGUNG LAMURU (STUDI KASUS PADA KELOMPOK TANI STIPER FLORES BAJAWA DESA TUREKISA KECAMATAN GOLEWA BARAT) Igniosa Taus; Hendrikus Demon Tukan
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i2.723

Abstract

AbstrakKelompok tani Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPERFB) melaksanakan program pemerintah yaitu Tanam Jagung PanenSapi (TJPS) dengan melakukan beberapa proses produksi yaitu:penyiapan benih, persiapan lahan, penanaman, perawatan danpemeliharaan, yang terdiri dari pemupukan, penyiangan serta panendan pasca panen. Permasalahan besar yang dihadapi petani adalahgagal panen, keadaan ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranyaadalah hama dan penyakit yang menyerang tanaman jagung sertacurah hujan yang tinggi. Tujuan mengidentifikasi gagal panen padausaha tani, mengidentifikasi solusi pemecahan masalah penyebab gagalpanen jagung. Metode analisis yang digunakan yaitu analisa denganmenggunakan metode Fish Bone untuk mengetahui sebab akibat daripermasalahan gagal panen jagung kelompok tani STIPER FB.Kata Kunci : Pengendalian, gagal panen, fish bone, sebab akibat AbstractThe farm goup in STIPER FB executed the program fromgovernment named TJPS (Tanam Jagung Panen Sapi) It means thatgrowing corn harvesting cow. In this program the farm group did someproduction proceses, they were the preperation of seeds, groundpreperation, planting, maintainance by fertilization and weeding andalso harvesting and pra harvesting. The big problem faced by the farmgroup was crops failure. There were some factors causing this problem,the first there was pests disease and second was heavy rainfall. Theaim of this research was to identify the factor causing crops failure ofcorn. The method used in this research was fish Bone method to knowthe cause and impact of crops failure in farm group of STIPER FB.Key words: Control, crop failure, fish bone, cause, impact
INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI DAN CENDAWAN PATOGEN PADA TANAMAN PISANG KEPOK (Musa acuminata x Musa balbisiana) DI DESA BAWARANI KABUPATEN NGADA, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Victoria Coo Lea; Nicolaus Noywuli; Umbu Awang Hamakonda; Jenny Ronawati Bay; Victoria Ayu Puspita; Igniosa Taus
Jurnal Agriovet Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/d9v7qn07

Abstract

Indications of pest and disease attacks during plant growth cause a decrease in fruit quality. Fungi cause local or systemic symptoms in their host, and these symptoms may occur separately in different hosts, simultaneously in the same host, or one following the other in the same host. Diagnosis and identification of pathogens on a laboratory scale in kepok banana plants in Ngada Regency have not been conducted. Therefore, it is necessary to identify the pathogens causing various disease symptoms in banana plants so that it can serve as preliminary data for further research related to pathogen disease management and information for farmers. This research aims to inventory and identify pathogens causing diseases in banana plants. This research method uses a survey method (purposive sampling) and observation in the plant disease laboratory. The results found several pathogens associated with kepok banana plants, namely Fusarium wilt disease (Fusarium oxysporum and Fusarium graminearum) and bacterial wilt disease (Pseudomonas solanacearum and Ralstonia solanacearum).