Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis Kandungan Timbal (Pb) pada Tanaman Kangkung Air (Ipomoea aquatica) di Pesisir Pantai X Kota Ternate Mursalin, Nadya; Rerung, Lola Tulak; Abdullah, Abulkhair
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v6i1.3825

Abstract

Latar Belakang: Pencemaran lingkungan pesisir berpotensi menurunkan kualitas dan keamanan bahan pangan yang dibudidayakan oleh masyarakat. Salah satu kontaminan yang menjadi perhatian serius adalah logam berat timbal (Pb) yang bersifat toksik, persisten, dan mampu terakumulasi dalam jaringan tanaman. Kangkung air (Ipomoea aquatica) merupakan sayuran yang banyak dibudidayakan dan dikonsumsi masyarakat pesisir Pantai X, Maluku Utara, yang lingkungannya berdekatan dengan sumber pencemar seperti limbah domestik, penumpukan sampah, dan pembakaran sampah. Tujuannya untuk mengetahui keberadaan dan kadar logam berat timbal (Pb) pada tanaman kangkung air yang dibudidayakan di pesisir Pantai X. Metode: Sampel kangkung air diambil dari tiga titik lokasi berbeda (A, B, dan C) di sepanjang pesisir Pantai X. Sampel dipisahkan menjadi bagian daun dan batang, kemudian dilakukan preparasi melalui proses pengeringan, penghalusan, dan destruksi basah menggunakan campuran asam HNO₃:HClO₄ (2:1). Analisis kadar timbal dilakukan menggunakan instrumen Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) pada panjang gelombang 217 nm. Hasil pengukuran dinyatakan dalam satuan mg/kg dan dibandingkan dengan batas maksimum cemaran logam berat menurut BPOM Nomor 9 Tahun 2022 (0,2 mg/kg) dan SNI 7387:2009 (0,5 mg/kg). Hasil: Kadar Pb pada daun berkisar antara 1,08-2,32 mg/kg, sedangkan bagian batang berkisar antara 1,24-1,72 mg/kg, dengan satu sampel batang tidak terdeteksi. Seluruh kadar Pb yang terukur melebihi batas baku mutu. Kesimpulan: Kangkung air yang dibudidayakan di pesisir pantai X Maluku Utara terkontaminasi timbal dan dinyatakan tidak layak dikonsumsi karena melampaui batas aman pangan.
Pengaruh Suhu Pengeringan terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Ungu (Graptophyllum pictum L. Griff) Chaerunnisa Salsabillah; Abulkhair Abdullah; Amran Nur
Journal of Pharmascience Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.21010

Abstract

Daun ungu (Graptophyllum pictum L. Griff) telah lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit yang berhubungan dengan radikal bebas. Kandungan flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin dalam daun ungu berperan sebagai antioksidan alami yang dapat menangkal radikal bebas. Namun, proses pengeringan dalam ekstraksi tanaman obat dapat memengaruhi kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan terhadap aktivitas antioksidan ekstrak daun ungu dan menentukan suhu optimal yang dapat menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pendekatan laboratorium. Daun ungu dikeringkan pada berbagai suhu (30℃, 45℃, dan 60℃), lalu diekstraksi menggunakan etanol 96%. Pada ekstraknya dilakukan uji kadar air, skrining fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air ekstrak daun ungu yang dikeringkan pada suhu 30℃, 45℃, dan 60℃ masing-masing 5,69%, 5,82%, dan 5,87%. Pengujian skrining fitokimia menunjukkan bahwa pada suhu 30℃ dan 40℃ masih ditemukan berbagai jenis senyawa metabolit sekunder, sedangkan pada suhu 60℃ hanya teridentifikasi satu senyawa metabolit sekunder. Nilai IC50 untuk masing-masing suhu pengeringan adalah 32,46 μg/mL, 72,46 μg/mL, dan 193046,68 μg/mL.
Enhancing health independence of coastal communities through basic health education at SMPN 10 Ternate City [Peningkatan kemandirian kesehatan masyarakat pesisir melalui pendidikan kesehatan dasar di SMPN 10 Kota Ternate] Abulkhair Abdullah; Muhammad Zulfian A. Disi; Sitti Hartina
Buletin Pengabdian Bulletin of Community Services Vol. 5 No. 3 (2025): Bull. Community. Serv.
Publisher : LPPM Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/bulpen.v5i3.610

Abstract

Limited access to healthcare facilities and low health literacy remains significant challenges, particularly on Hiri Island, North Maluku. SMP Negeri 10 Ternate City is one of the schools on Hiri Island equipped with a school health unit (UKS) room, yet it has not been utilized optimally. This community service initiative aimed to promote health independence among school members by providing education on Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) and training in the use of basic medical tools. The methods included CHLB education for students and mentoring for teachers in the operation of sphygmomanometers and digital thermometers, which were also provided as support for the UKS facility. Evaluation was conducted through a pre-test and post-test using a questionnaire consisting of 10 true/false questions. The analysis revealed a significant improvement in students knowledge (p 0.05) regarding CHLB, with average scores increasing from 57.89 (pre-test) to 73.68 (post-test). Furthermore, students enthusiasm during the activities indicated that an interactive educational approach can foster awareness of the importance of healthy living habits. This program not only yielded short-term benefits but also paved the way for sustainability and replication in other schools.