Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Peningkatan Disolusi Asam Mefenamat Melalui Kokristalisasi dengan Para-Aminobenzoic Acid Menggunakan Metode Liquid‐Assisted Grinding Abulkhair Abdullah
JURNAL FARMASI DAN MAKANAN Vol 5 No 2 (2022): Journal Of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v5i2.2413

Abstract

Cocrystallization of mefenamic acid (AM) with para-aminobenzoic acid (PABA) as a coformer has been carried out using the liquid-assisted grinding method. This study aims to determine whether mefenamic acid can be increased its dissolution rate through the formation of cocrystals with PABA. Cocrystal AM-PABA were prepared in a 1:2 molar ratio. The dissolution rate of AM-PABA cocrystal was 1.45 times better than that of pure mefenamic acid. The formation of cocrystals was confirmed by characterization results which showed the formation of a new crystalline phase which was indicated by the appearance of new diffractogram peaks on XRD, decreasing melting point on DSC thermogram, and shifting and decreasing of wavenumber intensity in FTIR spectra.
Analisis Kandungan Timbal (Pb) pada Tanaman Kangkung Air (Ipomoea aquatica) di Pesisir Pantai X Kota Ternate Nadya Mursalin; Lola Tulak Rerung; Abulkhair Abdullah
Jurnal Sanitasi Lingkungan Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Sanitasi Lingkungan
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jsl.v6i1.3825

Abstract

Latar Belakang: Pencemaran lingkungan pesisir berpotensi menurunkan kualitas dan keamanan bahan pangan yang dibudidayakan oleh masyarakat. Salah satu kontaminan yang menjadi perhatian serius adalah logam berat timbal (Pb) yang bersifat toksik, persisten, dan mampu terakumulasi dalam jaringan tanaman. Kangkung air (Ipomoea aquatica) merupakan sayuran yang banyak dibudidayakan dan dikonsumsi masyarakat pesisir Pantai X, Maluku Utara, yang lingkungannya berdekatan dengan sumber pencemar seperti limbah domestik, penumpukan sampah, dan pembakaran sampah. Tujuannya untuk mengetahui keberadaan dan kadar logam berat timbal (Pb) pada tanaman kangkung air yang dibudidayakan di pesisir Pantai X. Metode: Sampel kangkung air diambil dari tiga titik lokasi berbeda (A, B, dan C) di sepanjang pesisir Pantai X. Sampel dipisahkan menjadi bagian daun dan batang, kemudian dilakukan preparasi melalui proses pengeringan, penghalusan, dan destruksi basah menggunakan campuran asam HNO₃:HClO₄ (2:1). Analisis kadar timbal dilakukan menggunakan instrumen Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) pada panjang gelombang 217 nm. Hasil pengukuran dinyatakan dalam satuan mg/kg dan dibandingkan dengan batas maksimum cemaran logam berat menurut BPOM Nomor 9 Tahun 2022 (0,2 mg/kg) dan SNI 7387:2009 (0,5 mg/kg). Hasil: Kadar Pb pada daun berkisar antara 1,08-2,32 mg/kg, sedangkan bagian batang berkisar antara 1,24-1,72 mg/kg, dengan satu sampel batang tidak terdeteksi. Seluruh kadar Pb yang terukur melebihi batas baku mutu. Kesimpulan: Kangkung air yang dibudidayakan di pesisir pantai X Maluku Utara terkontaminasi timbal dan dinyatakan tidak layak dikonsumsi karena melampaui batas aman pangan.
ANALYSIS OF DEXAMETHASONE AND PARACETAMOL CONTENT IN HERBAL MEDICINES FOR MUSCLE PAIN IN TERNATE CITY USING UV-VIS SPECTROPHOTOMETRY Dessy Trisiani; Maghfira Maulani; Abulkhair Abdullah; Muh. Nasir
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v14i2.600

Abstract

Jamu Pegal Linu (herbal medicines for muscle pain) is one of the most commonly consumed traditional herbal drinks to relieve muscle soreness and pain caused by fatigue. The high demand for jamu has led to some irresponsible producers adding Active Pharmaceutical Ingredient (API). The APIs commonly found are paracetamol and dexamethasone. This is a violation of the Indonesian Ministry of Health Regulation Number 007 of 2012 concerning Traditional Medicine Registration, which states that traditional medicine must not contain pharmaceutical chemicals. To detect the presence of paracetamol and dexamethasone in jamu pegal linu in Ternate City, 10 samples were analyzed qualitatively using Thin Layer Chromatography (TLC) with a mobile phase of chloroform:methanol (9:1), and quantitatively using validated UV-Vis spectrophotometry methods, including linearity, precision, accuracy, LOD, LOQ, and determination of content. Based on TLC testing, 5 samples were suspected to contain paracetamol, and 3 were suspected to contain dexamethasone. The validation results showed that all parameters met the requirements: R² ≥ 0.99, recovery 85.289–92.541%, RSD ≤ 0.79%, LOD 0.204–0.336 µg/mL. Based on qualitative analysis using TLC and quantitative analysis using UV–Visible spectrophotometry, several jamu pegal linu products sold in Ternate City were found to contain active pharmaceutical ingredients. Of the ten samples analyzed, 30% were suspected to contain dexamethasone and 50% were suspected to contain paracetamol. These findings indicate a significant presence of pharmaceutical adulterants in herbal medicines marketed in Ternate City. However, confirmatory analysis using more specific techniques such as High Performance Liquid Chromatography (HPLC) or Liquid Chromatography–Mass Spectrometry (LC-MS) is recommended to strengthen the validity of the results.
Pendampingan Optimalisasi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) Di SMP Negeri 10 Kota Ternate Muhammad Zulfian A. Disi; Abulkhair Abdullah; Marisca Febrianty
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 3 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i3.1584

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Pendampingan Optimalisasi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di SMP Negeri 10 Kota Ternate bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekolah melalui penguatan sarana prasarana, peningkatan keterampilan anggota UKS, serta edukasi kesehatan bagi warga sekolah. Permasalahan utama yang ditemukan meliputi tidak memadainya fasilitas UKS, rendahnya kemampuan penggunaan sarana kesehatan, serta kurangnya pengetahuan anggota UKS terkait Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) dan Pertolongan Pertama pada Penyakit (P3P). Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pengadaan sarana UKS, pelatihan penggunaan alat kesehatan, penyuluhan dan praktik P3K serta P3P, pendampingan, dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan serta keterampilan anggota UKS. Selain itu, tersedianya sarana dan prasarana UKS yang lebih memadai mendukung optimalisasi pelayanan kesehatan di lingkungan sekolah. Program ini diharapkan mampu menciptakan budaya hidup sehat, meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi kondisi darurat, serta mendukung terwujudnya lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan produktif.
REVITALISASI UKS GUNA MEWUJUDKAN SEKOLAH SEHAT DI SMA NEGERI 6 KOTA TERNATE Muhammad Zulfian A. Disi; Abulkhair Abdullah; Abd. Hakim Husen
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5257-5263

Abstract

Sekolah Sehat menjadi prioritas dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan siswa. Namun, SMAN 6 Kota Ternate menghadapi tantangan dalam pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), di mana program UKS tidak optimal dikarenakan minimnya sarana UKS. Olehnya itu, diperlukan revitalisasi UKS untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup sehat di kalangan sekolah melalui kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Kegiatan PKM ini bertujuan agar sarana UKS dapat memadai dan menunjang pelaksanaan program UKS di SMAN 6 Kota Ternate serta anggota UKS mengetahui cara penanganan yang tepat dalam memberikan P3K dan P3P kepada warga sekolah yang membutuhkan. Pendekatan yang digunakan meliputi pengadaan sarana dan penataan ruang UKS, pelatihan mengaplikasikan sarana UKS, serta pelatihan dalam memberikan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) dan Pertolongan Pertama pada Penyakit (P3P). Program revitalisasi UKS berhasil meningkatkan pengetahuan siswa tentang pelaksanaan program PKM yang dievaluasi melalui pre-test dan post-test. Evaluasi dilakukan sebanyak 2 kali yang terdiri dari evaluasi pengetahuan dan keterampilan siswa dalam memberikan P3K dan P3P. Hasil evaluasi 1 dan 2 menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan (p 0,05). Pada evaluasi 1 (pelatihan P3K), diperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 68 dan meningkat menjadi 86 pada saat post-test. Sedangkan untuk evaluasi 2 (pelatihan P3P), diperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 61 dan meningkat menjadi 85 pada saat post-test. Hal ini menunjukkan bahwa program PKM yang dilaksanakan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dari siswa.