Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Kualitas Air Minum Pada Sumur Bor di Kelurahan Anaiwoi Kecamatan Tanggetada Nurfasiha, Nurfasiha; Hasriyanti, Hasriyanti; Arif, Arif; Syahrul, Syahrul; Salu, Sahrul Poalahi; Rembah, Rina; Kumalasari, Rizki; Dzakir, Laode; S, Suwarto; Yatjong, Isramyano; Masgode , Muhammad Buttomi; Puspaningtyas, Retno; Rustan, Fathur Rahman; Hidayat, Arman; Dirgantara, Arya; Prasetyo, Bagus Eko; Ola, Mursalim Ninoy La; Ode, Al Tafakur La; Purnama, Haerul; Mansyur, Mansyur
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i01.308

Abstract

Air minum merupakan air yang melalui pengolahan atau tanpa pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Berdasarkan data hasil pengujian yang telah dilaksanakan pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada tahun 2023 diperoleh nilai pH air dari sumur bor yang sering digunakan atau dikonsumsi langsung (diminum) oleh masyarakat sekitar Anaiwoi tidak memenuhi standar baku mutu. Untuk menindaklanjuti hal tersebut dilakukanlah kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) lanjutan yang bertujuan untuk mengetahui kualitas air minum yang ada di Kelurahan Anaiwoi berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum. Parameter yang dianalis untuk kebutuhan air minum terdiri dari sifat fisik (Jumlah zat terlarut, kekeruhan, bau, rasa, suhu), kimia (Besi, Klorida, Nitrit, pH, Mangan, Amonia, Tembaga, Fluorida, Sulfat, Seng, Aluminium) dan Mikrobiologi (Coliform dan E-Coli). Pengujian dilakukan menggunakan dua sampel yaitu: sampel air minum sebelum pengolahan dan sampel air minum setelah pengolahan (dimasak). Berdasarkan hasil pengujian pada kedua sampel tersebut diperoleh bahwa parameter fisik dan mikrobiologi telah memenuhi syarat, sedangkan untuk parameter kimia dalam hal ini adalah kandungan nilai pH air belum memenuhi syarat. Nilai pH sebelum pengolahan yaitu 5 dan nilai pH setelah pengolahan (dimasak) yaitu 5,8 sedangkan standar baku mutu pH air yaitu 6,5 - 8,5.
ANALISIS KETERSEDIAAN ANGKUTAN UMUM PADA RUTE WAMENGKOLI-LOMBE DI KABUPATEN BUTON TENGAH, BERDASARKAN KESEIMBANGAN KEBUTUHAN PENGGUNA JASA & KEUNTUNGAN PENYEDIA JASA -, Syajruddin; Purnama, Haerul; Hidayat, Arman; -, Fitriani
CLAPEYRON: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2024): Clapeyron : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/clapeyron.v5i2.8791

Abstract

Angkutan umum merupakan angkutan penumpang yang dilakukan dengan sistem sewa atau bayar. Terminal ini berada di kabupaten buton tengah khususnya rute wamengkoli-lombe. penelitian dengan judul “analisis kebutuhan angkutan umum penumpang di kabupaten buton tengah (studi kasus:rute wamengkoli-lombe). Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui jumlah armada optimal pada rute Wamengkoli-Lombe agar dapat memenuhi keseimbangan usaha antar pengguna jasa dan operator dan  mengetahui ketersediaan armada yang beroperasi pada rute Wamengkoli-Lombe sudah mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan pengguna jasa. Hasil penelitian diperoleh bahwa jumlah armada optimal yang dibutuhkan agar dapat memenuhi keseimbangan usaha antar pengguna jasa dan operator adalah sebanyak 23 armada berdasarkan hasil faktor muat yaitu 0.66, biaya operasional kendaraan (BOK) per tahun yaitu Rp. 110.754.994,1, BOK+Margin 10% pertahun yaitu Rp. 110.754.994,11 dan pendapatan per tahun yaitu Rp. 50.715.789,47 dengan hasil load faktor break even point (BEP) yaitu 0.78. Sedangkan jumlah armada yang dibutuhkan pengguna jasa adalah sebanyak 16 armada yaitu sudah mencukupi untuk kebutuhan pengguna jasa.
Pendampingan Perencanaan Fasilitas Wisata Pantai Pasir Putih di Kolaka Utara Hidayat, Arman; Puspaningtyas, Retno; Masgode, Muhammad Buttomi; Rustan, Fathur Rahman; Ola, Mursalim Ninoy La
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v2i1.43

Abstract

Pasir Putih Beach in Kolaka Utara possesses considerable potential as a leading tourist destination. Nonetheless, insufficient infrastructure continues to pose a significant obstacle to attracting additional visitors. This community service initiative seeks to develop tourism infrastructure that meets the need of local populations and adheres to sustainable principles. The Participatory Action Research methodology was utilized to guarantee active community engagement in identifying demands, doing analysis, and planning facilities. The phases of the activity encompassed field observation, focus group discussions, planning, and community validation. The result of this action is a planning document that includes facility designs, cost estimates, implementation timelines, and management strategies. The proposed amenities comprise public restrooms, parking zones, seating arrangements, informational displays, and divided garbage receptacles. The transfer of the planning document to local authorities constitutes the preliminary phase of participatory implementation. This strategy not only produces facilities that address community requirements but also enhances awareness and cultivates a sense of ownership among residents concerning the stewardship of Pasir Putih Beach. This effort aims to foster sustainable tourism development, enhance tourist visitation, and yield economic advantages for the local community
Edukasi Pemeliharaan Bangunan Sederhana untuk Meningkatkan Keamanan dan Umur Layanan Bangunan Arya Dirgantara; Arman Hidayat
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v3i1.130

Abstract

Pemeliharaan bangunan merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga keamanan, kenyamanan, fungsi, dan umur layanan bangunan rumah tinggal. Namun, sebagian masyarakat masih menerapkan pola pemeliharaan yang bersifat reaktif, yaitu melakukan perbaikan setelah kerusakan terjadi dan berkembang menjadi lebih serius. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemeliharaan bangunan sederhana, identifikasi kerusakan sejak dini, pemeliharaan preventif, serta penentuan tindakan penanganan awal yang tepat. Kegiatan dilaksanakan di wilayah perdesaan dengan melibatkan 32 orang masyarakat umum. Metode pelaksanaan terdiri atas identifikasi kondisi awal, pre-test, penyampaian materi, demonstrasi dan diskusi kasus, post-test, serta evaluasi respons peserta. Materi edukasi mencakup pemeriksaan komponen bangunan, kerusakan atap, dinding, plafon, lantai, pintu dan jendela, saluran air, drainase, serta prioritas penanganan kerusakan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata peserta dari 61,88 pada pre-test menjadi 86,25 pada post-test, atau meningkat sebesar 39,38%. Persentase peserta yang memperoleh nilai minimal 75 meningkat dari 25,00% menjadi 90,63%. Peningkatan pemahaman tertinggi terjadi pada kemampuan peserta dalam mengidentifikasi kerusakan yang memerlukan tindak lanjut. Selain itu, 93,75% peserta menyatakan materi mudah dipahami dan 87,50% menyatakan mampu melakukan pemeriksaan sederhana terhadap kondisi bangunan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis contoh visual dan kasus sehari-hari efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat serta mendorong perubahan pola pemeliharaan dari reaktif menuju preventif. Pemeliharaan berkala diharapkan dapat membantu mendeteksi kerusakan sejak dini, mengurangi risiko kerusakan berat, dan memperpanjang umur layanan bangunan.