Claim Missing Document
Check
Articles

Communication Strategy of the Education Office and the Serang City Health Office on the Issue of Food Health for School Children (PJAS) in Improving Food Safety Mulyasih, Rahmi; Mujtaba , Burhanudin; Winangsih, Rahmi; Sagita, Darwis
Indonesian Journal of Social Science Research Vol. 6 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Social Science Research (IJSSR)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/ijssr.06.02.15

Abstract

The issue of healthy snacks for school children (PJAS) is an issue that highlights the consumption of healthy food for school children. This arises because there are cases of food poisoning that occur in several areas caused by poor food quality selection in the end causing poisoning for school children. Therefore, a communication strategy is needed in order to provide comprehensive knowledge about healthy snacks for school children which is of concern not only to the school, but also food sellers and parents of students. The Health Office and the Education Office have made several efforts to provide an understanding of healthy snacks for school children in collaboration with other agencies such as BPOM. With the cooperation carried out between cross-work units in Serang City, it is hoped that cases of food poisoning for school children will not occur again.
PERSEPSI ORANG TUA DI PROVINSI BANTEN TERHADAP KEBIJAKAN DIBUKANYA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TATAP MUKA TAHUN 2021 DI ERA PANDEMI COVID-19 Rahmi Winangsih; Darwis sagita; Burhan Mujtaba
Jurnal Riset Komunikasi Terapan Vol 1, No 01 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jkrt.v1i01.20037

Abstract

Setiap orang dapat melihat hal yang sama namun mempunyai kecenderungan dengan cara berbeda-beda. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, diantaranya pengetahuan, pengalaman dan sudut pandangnya. Cara pandang seseorang terhadap suatu objek tertentu  menggunakan alat  indera  yang  dimiliki,  kemudian berusaha untuk  menafsirkannya. Hal  ini  kemudian  yang  kita  pahami  sebagai persepsi. Penelitian ini berusaha memahami persepsi masyarakat tentang kebijakan   pemerintah   untuk   membuka   kembali   kegiatan   belajar mengajar sekolah secara tatap muka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan melakukan teknik survei terhadap sampel orang tua murid yang ada di Banten. Hasil penelitian ini adalah secara dominan orang tua siswa di Banten sudah mengetahui perkembangan informasi tentang virus covid-19 dari berbagai referensi, termasuk tentang adanya program vaksinasi. Namun perasaan percaya terhadap program vaksinasi secara dominan hanya terjadi di Kota Tangerang. Sedangkan pada Kabupaten kota lainnya, rasa ketidakpercayaan pada program vaksinasi sedikit lebih besar selisihnya dibanding rasa percaya pada vaksin. Namun mereka tetap lebih banyak yang memilih untuk melakukan vaksinasi, kendati selisihnya pun tidak banyak dengan yang memilih tidak melakukan vaksin. Dan  secara dominan orang tua  di seluruh Kabupaten Kota di Provinsi Banten yang diteliti, memilih untuk memutuskan anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka..
Peran Dukungan Sosial dalam Pembentukan Resiliensi Diri pada Penyintas Quarter-Life Crisis Syulvita Sari; Rahmi Winangsih; Mia Dwiana Widyaningtyas
Social Science Research Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Oktober
Publisher : Inovasi Saintific Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa transisi menuju dewasa awal (emerging adulthood) merupakan fase perkembangan yang penuh dinamika danketidakpastian. Pada tahap ini, individu berhadapan dengan berbagai tuntutan hidup seperti pencarian identitas diri, kemandirian finansial, serta kebutuhan untuk mencapai kestabilan emosional. Situasi tersebut sering kali memunculkan fenomena Quarter-Life Crisis (QLC), yaitu periode ketika seseorang mengalami kebingungan,kecemasan, hingga krisis makna hidup. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana dukungan sosial berperan dalammembentuk resiliensi pada individu yang pernah mengalami QLC, khususnya melalui makna subjektif serta strategi adaptasi yang mereka bangun selama menghadapi tekanan psikologis. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif (Interpretative Phenomenological Analysis/IPA) dan paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima partisipan dewasa awal yang memiliki pengalaman QLC, kemudian dianalisis secara tematik untuk mengungkap dinamika pengalaman pribadi setiap informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial merupakan faktor penting dalam proses pemulihan.Dukungan keluarga memberi rasa aman dan penerimaan emosional, sementara teman dan pasangan menyediakan ruang untuk bercerita, validasi, serta motivasi. Bagi individu yang kehilangan figur orang tua, hadirnya dukunganpengganti keluarga menjadi sumber kekuatan emosional yang signifikan. Dukungan sosial tidak hanya berfungsi sebagai bantuan eksternal, tetapi juga menjadi sarana refleksi bagi individu untuk mengubah pengalaman sulit menjadi pembelajaran bermakna. Penelitian ini menegaskan bahwa resiliensi bukanlah sifat bawaan, melainkan proses dinamishasil interaksi antara faktor internal dan lingkungan sosial. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengembanganprogram pendampingan psikososial yang lebih sensitif terhadap kebutuhan generasi muda dalam menghadapi transisi menuju dewasa awal.
2. Efektivitas Collaborative Governance Dalam Kebijakan Penanganan Stunting Ahmad Sururi; Rahmi Mulyasih; Rahmi Winangsih
Jurnal Litbang Sukowati : Media Penelitian dan Pengembangan Vol 9 No 2 (2025): Vol. 9 No. 2, November 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32630/sukowati.v9i2.518

Abstract

The purpose of this study is to analyze the effectiveness of collaborative governance in stunting management policies in Serang Regency. This study uses a qualitative descriptive approach. The selection of the research location was carried out in Mongpok Village, Cikeusal District, Serang Regency. Data collection techniques through observation and interviews with 12 (twelve) informants. Data were analyzed using systematic qualitative data analysis, namely through the stages and processes of data classification (data coding), labeling, and category compilation. The results of the study indicate that the effectiveness of collaborative governance in stunting management policies in Mongpok Village, Serang Regency is quite effective based on four approaches, namely optimizing needs and use of resources, results achieved, collaboration processes and stakeholder satisfaction. The findings of the study indicate the importance of active commitment and responsibility on local actors such as village heads, community and religious leaders in overcoming various problems of stunting management that occur in the community and at the same time encouraging the important role of religious and community leaders to actively participate in every socialization activity and invite the entire community to behave cleanly and healthily in an effort to succeed in stunting management policies
OPTIMALISASI PERAN IBU MENGADOPSI PROGRAM PHBS MENERAPKAN JAMBAN SEHAT KELUARGA DI LINGKUNGAN MASYARAKAT KOTA SERANG Rahmi Winangsih
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 2 No. 2 (2013): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.533 KB) | DOI: 10.30656/lontar.v2i2.345

Abstract

Model penerapan kebijakan pemerintah untuk mengubah perilaku masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat menggunakan jamban sehat keluarga, seperti yang dilaksanakan petugas Puskesmas, antara lain membuat arisan MCK yang bertujuan agar setiap kepala keluarga mempunyai sarana MCK, sehingga tidak lagi membuang kotoran sembarangan. Program ini tidak berhasil secara optimal, karena masyarakat tidak mau berubah secara optimal untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.  Oleh karena itu, peran Ibu sebagai madrasah keluarga, dekat dengan anak-anak sebagai generasi selanjutnya, dianggap sebagai pembaharu dunia dalam membentuk karakter berkualitas tidak bisa dianggap sepele. Keberadaannya sangat diperlukan terutama dalam mengubah perilaku mendasar, seperti membangkitkan kesadaran berperilaku hidup bersih dan sehat menekankan penerapan program jamban sehat.  Komunikasi seorang Ibu sebagai sosok wanita yang mampu berbicara lebih sopan, penuh tata krama, cerminan kasih sayang, lemah lembut tutur katanya, dan terperinci/detail, akan mudah melakukan perubahan perilaku anak mendasar, bahkan Ibu dijadikan sebagai sosok peletak dasar jiwa dan perilaku anak, sebagai titik awal perubahan sikap dan perilaku masyarakat Kota Serang.
Big Data Analysis Of Banten Community Information Consumption After The Decline of The Covid 19 Case Darwis Sagita; Burhanudin Mujtaba; Rahmi Winangsih
LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2023): Lontar : Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/lontar.v11i2.2090

Abstract

This research explains the information consumption of Banten people after the decline of the covid 19 case. What information themes are communicated by the community about Banten on social media. This research was conducted with a qualitative approach by discussing the results of data mining searches (data retrieval on social media through applications), while the application used is NodeXL. The following are the results of this study; among the five aspects of information that researchers examined the data (health, education, economy, tourism, and politics), health information was the least communicated (both one-way and two-way) by the community. Meanwhile, politics and tourism are the most communicated aspects of social media. It can be said that the communication behavior of the community about Banten Province on YouTube social media is generally not dominated by two-way or more communication models. Feedback only occurs on certain information themes. The theme of political information and tourism is the most two-way or more. Meanwhile, health information is the least discussed and does not generate much feedback. It can be concluded that health information is no longer a public concern after the decline in covid 19 cases.
Transformasi Kelembagaan Birokrasi Provinsi Banten: Scenario dan Roadmap Pemerintah Daerah Provinsi Banten (Tinjauan Teoritis dan Normatif) Ahmad Sururi; Rahmi Winangsih; Rahmi Mulyasih
Sawala : Jurnal Administrasi Negara Vol. 13 No. 2 (2025): Sawala : Jurnal Administrasi Negara
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/sawala.v13i2.11317

Abstract

Transformasi kelembagaan menjadi prasyarat penting dalam menjawab tantangan kompleks pemerintahan daerah di era digital dan tata kelola kolaboratif. Artikel ini bertujuan mengkaji secara konseptual skenario dan roadmap transformasi kelembagaan pemerintahan daerah berbasis analisis multidimensi—struktural, kultural, teknologi, dan kapabilitas jaringan. Dengan pendekatan kualitatif dan studi literatur dari sumber-sumber ilmiah nasional dan internasional, artikel ini menawarkan kerangka kerja strategis serta kontribusi terhadap penguatan kapasitas kelembagaan sektor publik. Temuan utama menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi membutuhkan pendekatan adaptif, partisipatif, dan integratif, serta sinergi antara reformasi digital dan desain ulang kelembagaan. Artikel ini memberikan kontribusi terhadap ilmu administrasi publik dengan memperkaya teori transformasi kelembagaan serta praktik desain kebijakan kelembagaan yang berkelanjutan.