Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Program Desa Bersinar Dari Badan Narkotika Nasional (Bnn) Kota Denpasar Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Di Desa Sidakarya, Denpasar Selatan Tinida, Nadine Theresya; Wijaya, Komang Adi Sastra; Wirantari, I Dewa Ayu Putri
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.212

Abstract

The purpose of this study is to analyze the implementation of the Desa Bersinar program from the National Narcotics Agency (BNN) of Denpasar City in Preventing Drug Abuse in Sidakarya Village, South Denpasar. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques, namely observation, interviews, and documentation. Based on the results of the study, it was studied using the program implementation theory by Charles O. Jones which consists of 3 (three) indicators, namely (1) Organization, (2) Interpretation, and (3) Application. The results of the study indicate that the organizational indicator cannot be said to be optimal due to limitations in financial resources and infrastructure resources. The interpretation indicator cannot be said to be optimal because the socialization activities have not touched all elements of society. While the application indicator cannot be said to be optimal because there is no routine activity schedule and there are obstacles. The organizational and application indicators need to be improved. Recommendations for the above problems are to increase the number and quality of drug counseling teams, increase socialization of the Desa Bersinar program, search for sources of funds or budgets, and innovation from the village (Pokja and IBM Siwa Berana) in designing other activities in the Desa Bersinar program. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi program Desa Bersinar dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Desa Sidakarya, Denpasar Selatan. Metode penelitian yang digunakan, yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dikaji menggunakan teori implementasi program oleh Charles O. Jones yang terdiri dari 3 (tiga) indikator, yaitu (1) Organisasi, (2) Interpretasi, dan (3) Aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator organisasi belum dapat dikatakan optimal dikarenakan adanya keterbatasan dalam sumber daya finansial dan sumber daya sarana prasarana. Indikator interpretasi belum dapat dikatakan optimal dikarenakan kegiatan sosialisasi belum menyentuh seluruh elemen masyarakat. Sedangkan indikator aplikasi juga belum dapat dikatakan optimal dikarenakan tidak adanya jadwal kegiatan yang rutin serta terdapat hambatan. Indikator organisasi dan aplikasi perlu untuk ditingkatkan. Rekomendasi atas permasalahan diatas, yaitu peningkatan jumlah dan kualitas tim penyuluh narkoba, peningkatan sosialisasi program Desa Bersinar, pencarian sumber dana atau anggaran,dan inovasi pihak desa (Pokja dan IBM Siwa Berana) dalam merancangkan kegiatan lain pada program Desa Bersinar. Kata Kunci: Implementasi Program, Desa Bersinar, BNN Kota Denpasar, Narkoba, Desa Sidakarya
Implementasi Program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dalam Menangani Tindakan Kekerasan Terhadap Anak di Desa Tegal Kertha Kota Denpasar Sari, Ni Kadek Diah Puspita; Wirantari, I Dewa Ayu Putri; Lukman, Juwita Pratiwi
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.214

Abstract

The purpose of this study was to understand in depth the implementation of the PATBM program in dealing with acts of violence against children in Tegal Kertha Village. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. This study was studied using the theory of program implementation by Charles O. Jones which consists of: Organization, Interpretation, and Application. The results of the study indicate that the implementation of the PATBM program has been carried out by PATBM Tegal Kertha but has not been fully implemented optimally. Deficiencies are still found in the organizational indicators that still experience obstacles in the aspect of human resources, namely the difficulty of recruiting volunteers and budget limitations in implementing the program, the interpretation indicator that still has obstacles, namely the uneven distribution of socialization given to the community and the application indicator that has not been met because there is no definite schedule for providing socialization of the PATBM program to the community. Recommendations for these problems include the need to strengthen human resources, find alternative sources of program funding, increase socialization of the PATBM program and provide online complaints. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami secara mendalam mengenai pelaksanaan implementasi program PATBM dalam menangani tindakan kekerasan terhadap anak di Desa Tegal Kertha. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dikaji menggunakan teori implementasi program oleh Charles O.Jones yang terdiri dari: Organisasi, Interpretasi, dan Aplikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi program PATBM telah dilaksanakan oleh pihak PATBM Tegal Kertha namun belum sepenuhnya terlaksana secara optimal. Kekurangan masih ditemukan pada indikator organisasi yang masih mengalami kendala pada aspek sumber daya manusia yakni sulitnya merekrut relawan dan keterbatasan anggaran dalam pelaksanaan program, indikator interpretasi yang masih terdapat kendala yaitu kurang meratanya sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat serta indikator aplikasi yang belum terpenuhi karena belum terdapat jadwal pasti pemberian sosialisasi program PATBM kepada masyarakat. Rekomendasi atas permasalahan tersebut meliputi diperlukannya penguatan sumber daya manusia, mencari alternatif sumber pendanaan program, peningkatan sosialisasi program PATBM dan penyediaan pengaduan secara online. Kata kunci: Implementasi Program, Kekerasan Anak, Perlindungan Anak, Program PATBM, Desa Tegal Kertha
Implementasi Aplikasi BUMDes-KU Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kerta Sari Utama Desa Kesiman Kertalangu Maharani, Ni Luh Putu Delinda; Wirantari, I Dewa Ayu Putri; Yudartha, I Putu Dharmanu
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.216

Abstract

The purpose of this research is to understand how the improvement in service quality at the Village-Owned Enterprises (BUMDes) Kerta Sari Utama in Kesiman Kertalangu Village. This research uses a type of qualitative descriptive research with data sources, namely primary data and secondary data. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation, as well as data analysis techniques used, namely data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the research results analyzed using the implementation theory proposed by Charles O. Jones, which includes 3 indicators: organization, interpretation, and application, it shows that in the organization indicator, the resources and units owned by BUMDes Kerta Sari Utama in the implementation of the BUMDes-KU application have been met. However, the socialization methods used have not been optimal because they are limited to social media and customers who visit the BUMDes store unit. On the interpretation indicator, the community's understanding of the BUMDes-KU application is still lacking due to insufficient socialization conducted by the Village Government or the BUMDes regarding the implementation of the BUMDes-KU application. Meanwhile, the application indicator has been running optimally as seen from the improved quality of service at BUMDes Kerta Sari Utama, which initially only served offline, but now also serves online. However, from the BUMDes side, when an order comes in through the application, there is no notification, which requires BUMDes employees to open the application to check the incoming orders. Recommendations from this study are to provide a deeper understanding for the community by conducting more structured socialization and conducting regular development and checking of the BUMDes-KU application. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana peningkatan kualitas pelayanan pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kerta Sari Utama Desa Kesiman Kertalangu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data, yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisis data yang digunakan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dianalisis menggunakan teori implementasi yang dikemukakan oleh Charles O. Jones yang mencakup 3 indikator yang mencakup organisasi, interpretasi, dan aplikasi menunjukkan bahwa pada indikator organisasi, sumber daya dan unit yang dimiliki BUMDes Kerta Sari Utama pada implementasi aplikasi BUMDes-KU ini sudah terpenuhi, namun metode sosialisasi yang digunakan masih belum berjalan dengan optimal karena hanya terbatas hanya melalui media sosial dan kepada pelanggan yang datang ke unit toko BUMDes. Pada indikator interpretasi, pemahaman dari masyarakat mengenai aplikasi BUMDes-KU juga masih kurang karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan Pemerintah Desa ataupun pihak BUMDes kepada masyarakat mengenai implementasi aplikasi BUMDes-KU. Sementara itu indikator aplikasi sudah berjalan dengan optimal dilihat dari meningkatnya kualitas pelayanan pada BUMDes Kerta Sari Utama yang awalnya hanya melayani secara offline, saat ini juga melayani secara online. Namun dari sisi BUMDes ketika ada orderan yang masuk melalui aplikasi tidak ada notifikasi yang masuk sehingga mengharuskan pegawai BUMDes untuk membuka aplikasi untuk mengecek orderan yang masuk melalui aplikasi. Rekomendasi dari penelitian ini yaitu memberikan pemahaman lebih dalam bagi masyarakat dengan melakukan sosialisasi yang lebih terstruktur serta melakukan pengembangan dan pengecekan secara berkala terhadap aplikasi BUMDes-KU. Kata kunci: Implementasi program, Aplikasi BUMDes-KU, BUMDes Kerta Sari Utama, Kualitas Pelayanan, Desa Kesiman Kertalangu
Collaborative Governance Dalam Pelestarian Tradisi “Meanyud-anyudan” Di Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar Pratiwi, Ni Luh Putu Eka Sandi; Wirantari, I Dewa Ayu Putri; Prabawati, Ni Putu Anik
Socio-political Communication and Policy Review Article In Press
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the shift in cultural values and the decline in community participation in preserving a tradition in Peliatan Village, which is known as an artistic and cultural village in Ubud District, Gianyar. To ensure its preservation, Peliatan Village implements a Collaborative Governance approach involving the government, the community, and the private sector specifically, PT PLN UID Bali through CSR funding assistance. This research employs a descriptive qualitative method with a case study approach, utilizing interviews, observations, and documentation. The collaborative governance framework is assessed using eight key indicators: network structure, commitment to a common purpose, trust among participants, governance, access to authority, distributive accountability/responsib ility, information sharing, and access to resources. The findings indicate that the successful preservation of this tradition depends on the collaboration of various stakeholders, particularly through environmental programs, community awarenes, and infrastructure support. However, several challenges persist, such as limited access to the river and the temporary nature of private sector assistance.This study recommends the development of long-term strategies to ensure the sustainability and effectiveness of tradition preservation efforts. It is expected to contribute to the development of collaborative-based cultural preservation policies. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat pergeseran nilai budaya dan menurunnya partisipasi masyarakat dalam melestarikan suatu tradisi di Desa Peliatan, dimana Desa Peliatan dikenal sebagai desa seni dan budaya di Kecamatan Ubud, Gianyar. Untuk menjaga kelestariannya, Desa Peliatan menerapkan pendekatan Collaborative Governance yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta yaitu PT. PLN UID Bali melalui bantuan dana CSR. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Indikator collaborative governance yang digunakan adalah 8 indikator yaitu network structure, commitment to a common purpose, trust among the participant, governance, acces to authority, distributive accountability/responbility, information sharing, dan access to resources. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pelestarian tradisi ini bergantung pada kolaborasi berbagai pihak, terutama melalui program lingkungan, kesadaran masyarakat, dan dukungan infrastruktur. Namun, terdapat beberapa tantangan, seperti akses menuju sungai yang terbatas dan sifat bantuan swasta yang temporer. Rekomendasi dari penelitian ini adalah diperlukan strategi jangka panjang agar pelestarian tradisi ini berkelanjutan dan efektif. Penelitian ini diharapkan berkontribusi dalam pengembangan kebijakan pelestarian budaya berbasis kolaborasi. Kata Kunci: Collaborative Governance; Pelestarian Budaya; Meanyud-anyudan; Desa Peliatan; Partisipasi Masyarakat.
Strategi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mega Kencana Ungasan Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa Ungasan Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung Putra, I Kadek Alit Krestiana; Wirantari, I Dewa Ayu Putri; Yudartha, I Putu Dharmanu
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.230

Abstract

This research aims to examine and analyze the strategies implemented by BUMDes Mega Kencana Ungasan in increasing Original Village Income (PAD) Ungasan, South Kuta District, Badung Regency. Using qualitative descriptive methods, this research explores the supporting and inhibiting factors in BUMDes management, as well as the formulation, implementation and evaluation of strategies. The research results show that BUMDes Mega Kencana Ungasan utilizes local potential in the form of a high population and support from village facilities, even though it faces challenges in the form of competition with modern minimarkets and limited human resources. The strategy implemented includes developing trade and service business units, such as Ungasan Mart and the Cipta Ungasan Bersih waste transportation unit. Implementation of this strategy has succeeded in increasing BUMDes income significantly between 2022 and 2024. Regular evaluation through coordination meetings and strict supervision is the key to successful adaptation and innovation in business management. This research recommends strengthening human resource capacity, utilizing digital technology, and diversifying businesses based on local potential for sustainable development of BUMDes. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis strategi yang diterapkan oleh BUMDes Mega Kencana Ungasan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menggali faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan BUMDes, serta formulasi, implementasi, dan evaluasi strateginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BUMDes Mega Kencana Ungasan memanfaatkan potensi lokal berupa jumlah penduduk yang tinggi dan dukungan fasilitas dari desa, meskipun menghadapi tantangan berupa persaingan dengan minimarket modern dan keterbatasan sumber daya manusia. Strategi yang dijalankan meliputi pengembangan unit usaha perdagangan dan jasa, seperti Ungasan Mart dan unit pengangkutan sampah Cipta Ungasan Bersih. Implementasi strategi ini berhasil meningkatkan pendapatan BUMDes secara signifikan antara tahun 2022 hingga 2024. Evaluasi rutin melalui rapat koordinasi dan pengawasan ketat menjadi kunci keberhasilan adaptasi dan inovasi dalam pengelolaan usaha. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas SDM, pemanfaatan teknologi digital, serta diversifikasi usaha berbasis potensi lokal untuk keberlanjutan pengembangan BUMDes. Kata Kunci: Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pendapatan Asli Desa (PAD), Manajemen Strategi
Strategi Dinas Pariwisata Dalam Pengembangan Wisata Budaya Melalui Program Denpasar Heritage City Tour di Kota Denpasar Maharani, Ni Made Bulan Cantika; Lukman, ⁠Juwita Pratiwi; Wirantari, I Dewa Ayu Putri
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.231

Abstract

This study aims to analyze the strategies implemented by the Denpasar City Tourism Office in developing cultural tourism through the Denpasar Heritage City Tour program. The research uses a qualitative method with a descriptive approach, and data collection techniques include interviews, observation, and document study. The findings are analyzed using Kotten's strategic theory, which consists of: (1) Corporate Strategy, (2) Program Strategy, (3) Resource Support Strategy, and (4) Institutional Strategy. The results indicate that the strategies employed by the Denpasar City Tourism Office in developing cultural tourism through the Denpasar Heritage City Tour program have not yet been fully optimized due to several challenges in implementation, including lack of promotion, inadequate infrastructure facilities, and suboptimal funding allocation and intergovernmental synergy. These issues were further analyzed using SWOT analysis by Freddy Rangkuti, which includes (1) Strengths, (2) Weakness, (3) Opportunities, and (4) Threats, resulting in four key strategic: (1) Optimizing Local Wisdom in Thematic Tourism (SO), (2) Infrastructure Revitalization and Collaborative Promotion (WO), (3) Strengthening Cultural Identity as Differentiation (ST), and (4) Strengthening Governance Through Cross-Sector Integration (WT). This research recommends implementing digital promotion, improving infrastructure around the area, and enhancing collaboration or synergy between institutions to realize sustainable tourism. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan oleh Dinas Pariwisata Kota Denpasar dalam upaya mengembangkan wisata budaya melalui program Denpasar Heritage City Tour. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian dikaji dengan menggunakan teori strategi dari Kotten yang terdiri dari: (1) Strategi Organisasi, (2) Strategi Program, (3) Strategi Pendukung Sumber Daya, (4) Strategi Kelembagaan menunjukan bahwa strategi Dinas Pariwisata Kota Denpasar dalam pengembangan wisata budaya melalui program Denpasar Heritage City Tour masih belum optimal dikarenakan dalam pelaksanaannya mengalami kendala meliputi kurangnya promosi, fasilitas infrastruktur yang belum memadai, serta alokasi pendanaan dan sinergitas pemerintah kurang optimal. Permasalahan tersebut dianalisis kembali dengan menggunakan SWOT oleh Freddy Rangkuti yang terdiri dari (1) Strengths, (2) Weakness, (3) Opportunities, (4) Threats sehingga menghasilkan strategi utama yaitu: (1) Optimalisasi Kearifan Lokal dalam Wisata Tematik (SO), (2) Revitalisasi Infrastruktur dan Promosi Kolaboratif (WO), (3) Penguatan Identitas Budaya Sebagai Diferensiasi (ST), (4) Penguatan Tata Kelola Melalui Integrasi Lintas Sektor (WT). Penelitian ini menghasilkan rekomendasi pelaksanaan promosi digital, perbaikan infrastruktur disekitar kawasan, serta meningkatkan kerja sama atau sinergitas antar lembaga untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. Kata Kunci: Heritage City Tour, Pariwisata, Pariwisata Berkelanjutan, Strategi Pengembangan, SWOT, Wisata Budaya
Implementasi Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Merdeka dalam Mewujudkan Pemerataan Pendidikan Tinggi (Studi Kasus: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana) Putri, Ni Kadek Bella Akmilia; Wijaya, Komang Adi Sastra; Wirantari, I Dewa Ayu Putri
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.233

Abstract

This study aims to determine the extent to which the implementation of this program is in realizing equitable higher education. This study applies a qualitative type with a descriptive approach. The analysis uses the Program Implementation theory from Charles O. Jones. The findings show that the implementation of the KIP Merdeka College Program is very significant in realizing equitable higher education at the Faculty of Social and Political Sciences, Udayana University. However, there are several obstacles in the interpretation dimension such as lack of socialization, for example socialization related to the technical and procedures for filling in monitoring and evaluation which results in many students experiencing errors and confusion. In addition, there is minimal socialization regarding the accountability of the use of living expenses to students receiving the KIP Kuliah Merdeka program, as well as limited transparency of information regarding the time of disbursement of funds and the technical amount of living expenses assistance. However, in terms of organization and application, the implementation of this program is running optimally. In terms of organization, there is a clear organizational structure and implementation of tasks. Meanwhile, in the application, the results obtained showed that this program was positively accepted by students and could provide assistance in the form of open access and opportunities to pursue higher education, up to the beginning of equalizing higher education. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana implementasi program ini dalam mewujudkan pemerataan pendidikan tinggi. Penelitian ini menerapkan tipe kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Analisis menggunakan teori Implementasi Program dari Charles O. Jones. Hasil temuan menunjukkan bahwa implementasi Program KIP Kuliah Merdeka sangat signifikan dalam mewujudkan pemerataan pendidikan tinggi di Fisip Universitas Udayana. Namun terdapat beberapa kendala dalam dimensi interpretasi seperti kurangnya sosialisasi, misalnya sosialisasi terkait teknis dan prosedur pengisian, monitoring dan evaluasi yang mengakibatkan banyak siswa mengalami kesalahan dan kebingungan. Selain itu, minimnya sosialisasi mengenai pertanggungjawaban penggunaan biaya hidup kepada mahasiswa penerima program KIP Kuliah Merdeka, serta keterbatasan keterbukaan informasi waktu terkait pencairan dana dan teknis besaran bantuan biaya hidup. Meskipun demikian dari segi organisasi dan aplikasi, implementasi program ini berjalan optimal. Dari segi organisasi terdapat susunan organisasi dan pelaksanaan tugas yang jelas. Sedangkan dalam aplikasi diperoleh hasil bahwa program ini mampu diterima secara positif oleh siswa dan dapat memberikan bantuan berupa keterbukaan akses dan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi, hingga permulaan pemerataan pendidikan tinggi. Kata Kunci: Implementasi Program, KIP Kuliah Merdeka, Pemerataan Pendidikan Tinggi, Fisip Universitas Udayana
Implementasi Sustainable Tourism Dalam Pemulihan Citra Pariwisata Bali Pasca Isu “Bali Tak Layak Dikunjungi Tahun 2025” Pada Dinas Pariwisata Provinsi Bali Esta, Puput Fera Ari; Wirantari, I Dewa Ayu Putri
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.239

Abstract

This research discusses the implementation of the concept of sustainable tourism as a strategy for the Bali Provincial Tourism Office to restore Bali's tourism reputation after the emergence of the negative issue 'Bali Is Not Worth Visiting in 2025'. This issue has affected tourists' perceptions and reduced public confidence in Bali as a primary tourist destination. Additionally, the concept of Good Governance also plays a significant role in internal government management in the formation of programs that will be realized into the concept of sustainable tourism. Using a descriptive qualitative approach with interview, observation, and documentation methods, this research explains the real steps taken by the government, including strengthening local cultural identity. The Tourism Office strives to balance economic, social, and environmental interests by involving various parties, such as traditional villages, local communities, and the private sector in managing tourist sites. The results of this study indicate that the implementation of sustainable tourism not only has the potential to gradually improve Bali's tourism image but also strengthens Bali's position as a responsible, environmentally friendly, and sustainable global destination. This step also represents a form of change towards a more equitable and fair tourism management that prioritizes the long-term interests of the community and the environment in Bali. Abstrak Penelitian ini membahas implementasi konsep sustainable tourism (pariwisata berkelanjutan) sebagai strategi Dinas Pariwisata Provinsi Bali untuk memulihkan reputasi pariwisata Bali setelah munculnya isu negatif "Bali Tak Layak Dikunjungi Tahun 2025". Isu ini sempat berpengaruh pada pandangan wisatawan dan mengurangi kepercayaan publik terhadap Bali sebagai tujuan wisata utama. Selain itu, konsep Good Governance juga memiliki pengaruh besar dalam tata kelola pemerintah secara internal dalam pembentukan program -program yang akan direalisasikan ke konsep sustainable tourism. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi, penelitian ini menjelaskan langkah nyata yang diambil oleh pemerintah termasuk penguatan identitas budaya lokal. Dinas Pariwisata berusaha menyeimbangkan kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan melibatkan berbagai pihak, seperti desa adat, komunitas setempat, serta sektor swasta dalam pengelolaan tempat wisata. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pariwisata berkelanjutan tidak hanya berpotensi memperbaiki citra pariwisata Bali secara bertahap, melainkan juga memperkuat posisi Bali sebagai destinasi global yang bertanggung jawab, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Langkah ini juga menjadi salah satu bentuk perubahan menuju pengelolaan pariwisata yang lebih merata, adil, dan mengutamakan kepentingan jangka panjang masyarakat serta lingkungan di Bali.
Pengaruh Reward dalam Motivasi dan Kinerja Atlet yang Mengikuti Pekan Olahraga Pelajar (PORJAR) Provinsi: Studi Kasus Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Badung Diyasaputri, Ni Made Indhira Cahya; Wirantari, I Dewa Ayu Putri
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.244

Abstract

This research aims to analyze the impact of reward provision on the motivation and performance of student-athletes participating in the provincial-level Student Sports Week (PORJAR). The approach employed is descriptive qualitative through a case study conducted at the Badung Regency Education and Sports Agency. Data was gathered via in-depth interviews, direct observation, and documentation. The findings indicate that appropriate rewards, both material and non-material, can enhance athletes' training enthusiasm, discipline, and achievement. The implementation of the reward policy, regulated by the Badung Regent's Decree Number 2695/047/HK/2024 with a total budget of Rp7,192,500,000, proved effective in motivating high-achieving athletes and coaches. The reward scheme is structured based on medal (gold, silver, bronze), team size, and the recipient's role (athlete or coach). This reward provision functions not only as an economic incentive but also as a motivational strategy consistent with Self-Determination Theory and Goal Setting Theory. The provided rewards are capable of strengthening athletes' intrinsic motivation, helping them set more specific targets, and improving their consistency and performance in competition. These findings affirm that a fairly designed, measurable, and sustainable reward system can create a more professional, competitive, and long-term achievement-oriented ecosystem for student sports development. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian reward terhadap motivasi dan kinerja atlet pelajar yang mengikuti Pekan Olahraga Pelajar (PORJAR) tingkat provinsi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi kasus di Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Badung. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian reward yang tepat, baik materiil maupun non-materiil, mampu meningkatkan semangat berlatih, kedisiplinan, dan prestasi atlet. Implementasi kebijakan pemberian reward yang diatur melalui Keputusan Bupati Badung Nomor 2695/047/HK/2024, dengan total anggaran sebesar Rp7.192.500.000, terbukti efektif dalam memotivasi atlet dan pembina berprestasi. Skema reward disusun secara terstruktur berdasarkan perolehan medali, jumlah anggota tim, serta peran penerima (atlet atau pembina). Pemberian reward ini tidak hanya berfungsi sebagai insentif ekonomi, tetapi juga sebagai strategi motivasional yang sejalan dengan Self-Determination Theory dan Goal Setting Theory. Reward yang diberikan mampu memperkuat motivasi intrinsik atlet, membantu mereka menetapkan target yang lebih spesifik, serta meningkatkan konsistensi dan performa dalam kompetisi. Temuan ini menegaskan bahwa sistem penghargaan yang dirancang secara adil, terukur, dan berkelanjutan dapat menciptakan ekosistem pembinaan olahraga pelajar yang lebih profesional, kompetitif, dan berorientasi pada prestasi jangka panjang. Kata Kunci: Reward, Motivasi, Kinerja Atlet, Pekan Olahraga Pelajar
Strategi Intelijen Kejaksaan Tinggi Bali dalam Mengamankan Pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 Sonia, Nafira Nindya Ayu; Wirantari, I Dewa Ayu Putri
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.248

Abstract

The 2024 Simultaneous Regional Head Elections present a major challenge for the Bali High Prosecutor’s Office in maintaining socio-political stability and regional security. Through the Intelligence Division, the Prosecutor’s Office has an important role in early detection of potential disturbances, preventing conflict, and ensuring that the regional head election process takes place democratically. This study aims to analyze the security strategy implemented by the Bali High Prosecutor’s Office, with an emphasis on aspects of supervision, cross-agency coordination, and the use of information technology. The research method used is a descriptive qualitative approach through interviews, participatory observation, and documentation during internship activities. The results of the study indicate that the strategies implemented are preventive and collaborative, including the establishment of election posts, the use of the Inteliz Pro application, digital space supervision, and public education through programs such as “Jaksa Menyapa”. However, challenges such as money politics, limited personnel, and the influence of non-local residents and foreign nationals in the public space need to be addressed more seriously. This study recommends strengthening cross-agency coordination, verifying non-local voter data, and increasing the capacity of intelligence human resources to support a safe and conducive regional head election. ABSTRAK Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 menghadirkan tantangan besar bagi Kejaksaan Tinggi Bali dalam menjaga stabilitas sosial-politik dan keamanan daerah. Melalui Bidang Intelijen, Kejaksaan memiliki peran penting dalam mendeteksi dini potensi gangguan, mencegah konflik, serta memastikan proses Pilkada berlangsung secara demokratis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengamanan yang diterapkan Kejaksaan Tinggi Bali, dengan menitikberatkan pada aspek pengawasan, koordinasi lintas lembaga, serta pemanfaatan teknologi informasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi selama kegiatan magang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan bersifat preventif dan kolaboratif, mencakup pembentukan posko pemilu, penggunaan aplikasi Inteliz Pro, pengawasan ruang digital, serta edukasi publik melalui program seperti “Jaksa Menyapa”. Namun, tantangan seperti politik uang, keterbatasan personel, dan pengaruh warga nonlokal maupun WNA dalam ruang publik perlu ditangani lebih serius. Penelitian ini merekomendasikan penguatan koordinasi lintas lembaga, verifikasi data pemilih nonlokal, serta peningkatan kapasitas SDM intelijen guna mendukung Pilkada yang aman dan kondusif. Kata kunci: Strategi Intelijen, Kejaksaan Tinggi, Pilkada 2024.
Co-Authors Agrevina, Elsa Agustini, Putu Dian Ameita Raydila, Ni Desak Made Ary Komala, Luh Nyoman Sinta Ayudia, Ida Ayu Wulan Nirmala Azhar, MuhammadxAli Destyawati, Ni Putu Erika Devi, Komang Triananda Kurnia Dewi, Indira Pasha Kumara Dewi, Ni Putu Kartika Dewi, Putu Bintang Listya Diputra, I Kadek Dwi Rizky Diyasaputri, Ni Made Indhira Cahya Dwi Lestari, Ni Made Icha Ekayana, I Putu Esta, Puput Fera Ari Febriantini, Komang Trisna Fua, Maria Dewi Ayuyanti Bire Girindra, Ida Ayu Githa Gusti Ayu Dwi Intan Mahayoni I Gede Krisna Yudandi I Ketut Winaya I Putu Dharmanu Yudartha I Putu Dharmanu Yudharta, I Putu Dharmanu Juwita Pratiwi Lukman Kadek Wiwin Dwi Wismayanti Komang Adi Sastra Wijaya Kumara, Ni Luh Putu Maya Luksi Dehot, Maria Theovilla Maharani, Ni Luh Putu Delinda Maharani, Ni Made Bulan Cantika Mahayoni, Gusti Ayu Dwi Intan Mareta, Komang Vriska Tiara Milandika, Kadek Bagus Rama Iswara Mulya, Julian Dinar Rajati Murtiningsih, Rizky Mustika, Kadek Ni Nyoman Sri Astuti Ni Putu Anik Prabawati Ni Wayan Supriliyani Nofita Eka Putri Novita Dewi, Dewa Ayu Nuryanti, Ana Dwi Olgina, Aulya Paramitha Dewi, Ni Putu Jyoti Piers Andreas Noak Pradnya Paramita, Putu Mas Anandania Pramesti, Ni Putu Dinda Puspa Prasetyani Utari, Putu Ayu Mirah Pratiwi, Ni Luh Putu Eka Sandi Prihandani, Ni Komang Puspa Widyasari, Sang Ayu Nyoman Putra, I Kadek Alit Krestiana Putri, Ni Kadek Bella Akmilia Putri, Ni Made Rianti Nitiyasa Putri, Ni Putu Regina Prama Putu Eka Purnamaningsih Putu Nomy Yasintha Rahayu, Ni Made Anjaswari Ratitya, Sotya Prima Ricky, Dwipayana Rika Wiliana, Putu Dian Rismayanthi, Ni Wayan Rosa, Erina Samodra, Nadyannisa Saputra, Reynaldi Rahmadani Sari, Ni Kadek Diah Puspita Setyawati, Ni Putu Seni Pradnya Siti Rahayu, Kadek Intan Sonia, Nafira Nindya Ayu Sriwulandari, Komang Suarningsih, Ni Luh Gede Sugiantara, I Putu Oki Sutarini, Ni Kadek Dhea Suyeni, I Gusti Ayu Vinna Rai Swandari, Koming Ayu Dila Puteri Swari, Gusti Agung Ayu Sri Agung Candra Tangkas, Ni Nyoman Setyawati Tarini, Ketut Bella Tinida, Nadine Theresya Wardani, Ni Putu Kusuma Wetarani, Ni Putu Karnhura Weterani, Ni Putu Karnhura Widasari, Komang Adin Trisna Widhiana, I Made Surya Wijaya, Komang Adi Sastra Wiranda, Ni Made Dea Putri Wiswadhipa, Anak Agung Gde Prana Wulandari, Anak Agung Sagung Putri Yolanda, Agnes Yosi Yudartha, Putu Dharmanu Yunita Sriandewi, Ni Luh Putu