Claim Missing Document
Check
Articles

MEDIA MONOPOLI KESEHATAN GIGI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT Novi Hapsari Puspita; Ida Chairanna Mahirawatie; Ratih Larasati
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 3, No 2 (2022): Juli: In Press
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v3i2.895

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang penting dalam kehidupan setiap individu termasuk pada anak, karena gigi dan gusi yang rusak dan tidak dirawat akan menyebabkan rasa sakit, gangguan pengunyahan, dan dapat mengganggu kesehatan tubuh lainnya. Masalah : Ditemukan rata-rata skor debris indeks pada siswa kelas IV SDN Wage 1 Sidoarjo sebesar 2,05 dan termasuk dalam kategori buruk. Untuk menghindari masalah kesehatan gigi dan mulut perlu dilakukan pemberian pengetahuan tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Pengetahuan dapat diberikan melalui upaya promosi kesehatan gigi dan mulut dengan cara melakukan penyuluhan yang dibantu dengan adanya media promosi kesehatan gigi. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui adanya pengaruh media monopoli kesehatan gigi terhadap peningkatan pegetahuan dan sikap pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Metode Penelitian menggunakan kuisioner. Jenis penelitian yang digunakan adalah  Quasi Experiment dengan  Pretest Posttest Control Group Desain. Responden penelitian ini yaitu siswa kelas IV SDN Wage 1 Sidoarjo yang berjumlah 54 siswa. Teknik analisa data menggunakan uji Mann Whitney. Kesimpulan : adanya pengaruh media monopoli  kesehatan gigi  terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pemeliharaan  kebersihan  gigi dan mulut pada siswa kelas IV SDN Wage 1 Sidoarjo.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW EFEKTIVITAS EDUKASI KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT DITINJAU DARI PENGGUNAAN MEDIA BRAILLE DAN AUDIO PADA PENYANDANG TUNANETRA Mamluatul Kutsiyah C.E; Ratih Larasati; Imam Sarwo Edi
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 2, No 3 (2021): NOVEMBER
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v2i3.765

Abstract

Tunanetra merupakan sebutan bagi individu yang mengalami gangguan pada penglihatannya, baik itu total blind ataupun low vision. 50% dari penyandang tunanetra di Indonesia memiliki Oral Hyigiene Index Score (OHI-S) dengan kategori sedang yaitu dengan skor rata-rata 2,3 hal ini disebabkan kurangnya edukasi kebersihan gigi dan mulut yang menggunakan media yang cocok bagi penyandang tunaneta. Media yang cocok digunakan dalam memberikan edukasi pada tunanetra adalah Braille dan Audio. Tujuan: Menjelaskan tentang kelebihan penggunaan media berbasis Braille dan media Audio. Desain Penelitian: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Systematic Literature Review. Hasil: berdasarkan hasil review pada 11 jurnal dapat diketahui bahwa pemberian edukasi dengan menggunakan Audio lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan Braille, namun tidak dapat dipungkiri bahwa menggunakan Braille juga dapat meningkatkan pengetahuan dan kebersihan gigi dan mulut tunanetra. Kesimpulan: Kelebihan dari menggunakan Braille adalah mengasah kemampuan membaca, sedangkan kekurangannya adalah membutuhkan waktu yang relatif lama. Kelebihan dari menggunakan Audio adalah audien dapat berimajinasi, sedangkan kekurangan dari penggunaan Audio salah satunya adalah berpotensi terjadi penghapusan. Media edukasi dengan Audio lebih efektif dibanding Braille. Edukasi dengan menggunakan dua media sekaligus lebih disarankan.
Pendapatan Orang Tua dengan Tindakan Penambalan Gigi Siswa Kelas 4A SDN Panjang Jiwo 1 Tenggilis Mejoyo Surabaya Silvia Prasetyowati; Ratih Larasati; Rany Agustina
SURABAYA DENTAL THERAPIST JOURNAL Vol. 1 No. 1 (2023): February 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/sdtj.v1i1.6

Abstract

Pendahuluan: Penambalan gigi adalah suatu tindakan perawatan dengan cara melekatkan bahan tambal pada lubang gigi yang telah dibersihkan melalui pengeboran. Tindakan penambalan gigi sendiri yaitu perlakuan perawatan untuk gigi berlubang atau karies gigi. Berdasarkan survei awal diketahui data persentase penambalan gigi siswa kelas 4A SDN Panjang Jiwo 1 Tenggilis Mejoyo Surabaya adalah 11%, hal ini tidak sesuai dengan target penambalan gigi Kemenkes RI (2012) tahun 2020 sebesar 50%. Tindakan penambalan gigi merupakan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang dipengaruhi oleh pendapatan. Apabila pendapatan rendah akan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga akan sulit memenuhi kebutuhan hidup sehat dengan memanfaatan pelayanan kesehatan terutama pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pendapatan orang tua dengan tindakan penambalan gigi siswa kelas 4A SDN Panjang Jiwo 1 Tenggilis Mejoyo Surabaya tahun 2017. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional yang dilakukan pada 30 responden. Pengumpulan data dengan wawancara kepada orang tua dan observasi kepada anaknya siswa kelas 4A SDN Panjang Jiwo 1 Tenggilis Mejoyo Surabaya. Teknik analisis data menggunakan uji Fisher’s exact test. Hasil: Hasil penelitian diperoleh bahwa tidak ada hubungan pendapatan orang tua dengan tindakan penambalan gigi siswa kelas 4A SDN Panjang Jiwo 1 Tenggilis Mejoyo Surabaya. Kata Kunci : Pendapatan; Tindakan Penambalan Gigi; Orang Tua.
Pengetahuan Tentang Karies Gigi Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 28 Surabaya Tahun 2023 Amelia Ayu Widya Ardhana; Imam Sarwo Edi; Ratih Larasati
SURABAYA DENTAL THERAPIST JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/sdtj.v1i2.13

Abstract

Introduction: Dental caries is a chronic disease, a fairly long-term process caused by bacteria in the form of a continuous loss of mineral ions from the crown or root enamel surface of the tooth. According to 2018 Basic Health Study Results (RISKESDAS) data, the prevalence of dental and oral health problems nationwide is 57.6% of the Indonesian population. The porosity of East Java is 42.4%. According to WHO, 34.32% of 12-year-olds have tooth decay. Dental caries develops in school-aged children due to several factors. One of them is knowledge about tooth decay in children. Problem: A problem with this study was the high average caries rate among students in class VII of SMP Negeri 28 Surabaya. The purpose: The purpose of this study is to check the knowledge of dental caries among students in Class VII of SMP Negeri 28 Surabaya. Method: This type of research is descriptive research. The subjects of this study were 34 of her 12-year-old students in grades VII-E and VII-F who completed a questionnaire. A data analysis technique that calculates the average of each response based on the respondent's score and displays the percentages in a tabular format. Result: The results of this study are 7th grade caries from SMP Negeri 28 Surabaya belonging to the moderate category.
Use of Application-Based Animation Media Regarding Dental and Oral Health Care to Increase Knowledge (Study of 12 Year Old Students at SDN 1 Kalikuning, Tulakan District, Pacitan Regency, 2024) : Penggunaan Media Animasi Berbasis Aplikasi Tentang Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Dalam Meningkatkan Pengetahuan (Studi Pada Siswa Usia 12 Tahun Di SDN 1 Kalikuning Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan Tahun 2024) Prima Natawati; Ratih Larasati; IGA Kusuma Astuti
SURABAYA DENTAL THERAPIST JOURNAL Vol. 2 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/sdtj.v2i2.31

Abstract

Dental caries is a dental tissue disease characterized by tissue damage, starting from the surface of the tooth to the layers of enamel, dentin and pulp. The problem in this research is the high rate of DMF-T in students aged 12 years. The aim of this research is to determine the use of application-based animation media about maintaining dental and oral health in increasing knowledge among 12 year old students at SDN Kalikuning 1, Tulakan District, Pacitan Regency. The type of research used was a Quasy Experiment with a one group pretest-posttest design. The research respondents were 12 year old students at SDN Kalikuning 1 Tulakan, Pacitan Regency, totaling 49 students. The research method for collecting data in this study used a pretest-posttest questionnaire sheet to increase students' knowledge about maintaining oral health. Data analysis used the Wilcoxon Test using the SPSS data processing application. The result (improvement of prime) of this research is that the value of Asymp Sig. (2-tailed) of 0.000 < 0.05, there was an increase in knowledge of dental and oral health maintenance before and after counseling using application-based animation media. The conclusion of this research is that there is an increase in knowledge of dental and oral health maintenance, meaning that application-based animation media can increase students' knowledge about it effectively.
EFFECTIVENESS OF USING ANIMATED VIDEO MEDIA IN IMPROVING KNOWLEDGE OF MAINTENANCE OF DENTAL AND ORAL HYGIENE (Study Students of VII & VIII grade of SMPN Diponegoro Surabaya in 2024): EFEKTIVITAS MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO ANIMASI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT (Studi Pada Siswa kelas VII & VIII SMPN Diponegoro Surabaya Tahun 2024) Aini Rahmawidya; Silvia Prasetyowati; Ratih Larasati
SURABAYA DENTAL THERAPIST JOURNAL Vol. 2 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/sdtj.v2i2.34

Abstract

The student learning process to get a success to change behavior in the learning process requires a means to convey good and interesting material. Videos are very attractive to generation 4.0 who are closer and like more sophisticated use, especially videos have funny and unique characters Dental and oral hygiene is a healthy condition that includes the ability to speak, smell, taste, chew, swallow, and express various facial expressions with confidence. Research Problem Based on the initial data of dental examination in appendix 3 on September 25, 2023 with a total of 47 students in classes VII and VIII of SMPN Diponegoro Surabaya, the debris index value was 2.0 or 82.9% of students were in the bad category because the SMPN only conducted UKS activities once a year and only checked for cavities. The purpose of the study was to find out the effectiveness of using video media. animation in increasing knowledge of maintaining dental and oral hygiene in classes VII and VIII of SMPN Diponegoro Surabaya. This type of research uses a pre-experimental design with one group pretest-posttest. The targets of this study were VII & VIII grade students of Diponegoro Junior High School Surabaya with 47 respondents. Data collection methods using questionnaire sheets. The results of the study of animated video media can effectively increase students' knowledge of dental and oral hygiene.
Systematic Literature Review: Pengaruh Pola Makan Kariogenik pada Anak Sekolah Terhadap Status Kesehatan Gigi dan Mulut Priandini, Aulia; Larasati, Ratih; Hadi, Sunomo; Prasetyowati, Silvia
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v2i2.324

Abstract

The maintenance of dental health in school-aged children is crucial as their dental condition will impact their oral health in adulthood. Consumption habits of cariogenic foods such as sugar can increase the risk of dental caries. Therefore, regulating dietary patterns to avoid excessive sugar consumption is important in reducing this risk. The aim of this study is to elucidate the cariogenic dietary patterns in school children concerning the status of dental and oral health through article reviews. The research strategy employed was a literature review obtained from academic databases including Google Scholar, ProQuest, and Science Direct, focusing on publications within the last 5 years. Keywords used were "Cariogenic food," "Cariogenic," "School Children," and "Oral Hygiene," searched using Boolean method, yielding 4 articles for analysis. Two journals were found addressing oral health maintenance behaviors, one focusing on brushing time, five discussing cariogenic snacking patterns, one examining dental visits, and two exploring dental caries and brushing frequency. The majority of journals utilized a cross-sectional study design, with one employing descriptive analytics study design. The sample sizes varied from 40 to 550 respondents.From the results of this research, it is concluded that the consumption pattern of cariogenic foods, such as biscuits and donuts, has a significant impact on the incidence of dental caries among elementary school children and junior high school students in various regions.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: PENGETAHUAN DAN PERILAKU MENGGOSOK GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Larasati, Ratih; Wahyuni, Dewi Farida; Prasetyowati, Silvia; Hadi, Sunomo
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v4i1.823

Abstract

Background: The majority of the Indonesian population already have good brushing behaviour, namely brushing their teeth every day. However, from this percentage only 2.8% brushed their teeth at the right time, namely at least twice after breakfast and before going to bed. Objective: To explain the knowledge and behaviour of brushing teeth in elementary school age children. Method: A literature review study of journal articles. The literature search was conducted from August to September 2020. Conclusions: The knowledge of brushing teeth for elementary school age children is in the sufficient category, which shows that elementary school age children have known the importance of brushing their teeth and brushing behaviour in elementary school age children, most children have brushed their teeth twice a day, but there are still children who brush their their teeth in the wrong time is at the same time as taking a bath because it is considered an easy and practical thing.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW TENTANG JENIS MEDIA PENDIDIKAN MENYIKAT GIGI TERHADAP KEMAMPUAN MENYIKAT GIGI PADA ANAK TUNAGRAHITA Firmansyah, Dewi Masyitoh; Hadi, Sunomo; Larasati, Ratih
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 2, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/jikg.v2i2.707

Abstract

Keterampilan menyikat gigi yang baik dan benar merupakan suatu kegiatan yang paling mendasar yang perlu dimiliki setiap orang, termasuk anak tunagrahita. Masalah dalam penelitian ini yaitu rendahnya  kemampuan menyikat gigi anak tunagrahita, karena keterbatasan tingkat kecerdasan yang dimilikinya mempengaruhi pemahaman dalam proses pembelajaran menyikat gigi. Anak tunagrahita membutuhkan media yang menarik dan sederhana sehingga mampu untuk meningkatkan motivasi belajar serta memudahkan pemahamannya terhadap materi yang disajikan. Peneilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan jenis media visual dan media audio visual pendidikan menyikat gigi terhadap kemampuan menyikat gigi pada anak tunagrahita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Systematic Literature Review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan menyikat gigi anak tunagrahita ditinjau dari penggunaan jenis media visual dan media audio visual pendidikan menyikat gigi.
Pop-Up Book Sebagai Media untuk Meningkatkan Pengetahuan Siswa Sekolah Dasar tentang Konsumsi Makanan Kariogenik Ananta, Indriyani; Larasati, Ratih; Isnanto, Isnanto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16116

Abstract

Cariogenic foods are foods that contain high levels of sugar, which can cause cavities. The high incidence of caries in children can be caused by the limited knowledge of children about the consumption of cariogenic foods. The knowledge that will be conveyed to children must attract attention so that the information conveyed can be accepted. The purpose of this study was to determine the effectiveness of using pop-up book media on increasing knowledge about the consumption of cariogenic foods in elementary school students. This study used a one group pretest-posttest design involving 33 sixth grade students of SDN Marengan Laok 1, Sumenep. The level of knowledge in the phases before and after counseling with pop-up book media was measured by filling out a questionnaire. Furthermore, a comparative analysis of the level of knowledge between before and after the intervention was carried out using the Wilcoxon test. The results of the analysis showed that before the intervention, the highest level of knowledge was sufficient (68%); while after the intervention, the highest level of knowledge was good (95%). The p-value from the results of the comparative analysis of the level of knowledge was 0.000, so it was interpreted that there was a significant difference in the level of knowledge between before and after counseling using pop-up book media. Furthermore, it could be concluded that counseling with pop-up book media is effective in increasing elementary school students' knowledge about the consumption of cariogenic foods.Keywords: cariogenic foods; students; elementary school; knowledge; pop-up book media ABSTRAK Makanan kariogenik merupakan makanan yang mengandung tinggi akan gula, yang dapat menyebabkan gigi berlubang. Tingginya angka kejadian karies pada anak salah dapat disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan anak tentang konsumsi makanan kariogenik. Pengetahuan yang akan disampaikan kepada anak harus menarik perhatian sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas penggunaan media pop-up book terhadap peningkatan pengetahuan tentang konsumsi makanan kariogenik pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest-posttest dengan melibatkan 33 siswa kelas VI SDN Marengan Laok 1, Sumenep. Tingkat pengetahuan pada fase sebelum dan sesudah penyuluhan dengan media pop-up book diukur melalui pengisian kuesioner. Selanjutnya dilakukan analisis perbandingan tingkat pengetahuan antara sebelum dan sesudah intervensi menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum intervensi, tingkat pengetahuan terbanyak adalah cukup (68%); sedangkan sesudah intervensi, tingkat pengetahuan terbanyak adalah baik (95%). Nilai p dari hasil analisis perbandingan tingkat pengetahuan adalah 0,000, sehingga diinterpretasikan bahwa ada perbedaan tingkat pengetahuan secara signifikan antara sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan media pop-up book. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa penyuluhan dengan media pop-up book efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar tentang konsumsi makanan kariogenik.Kata kunci: makanan kariogenik; siswa; sekolah dasar; pengetahuan; media pop-up book
Co-Authors Agung, Amin Hidayatullah Aini Binti Ahmad Aini Rahmawidya Ali Mutafi Alya Nissah Yudianita Amelia Ayu Widya Ardhana Amirah Dini Masula Ananta, Indriyani Anshad Ansari Anshad Ansari Aporn Deenan Arja, Muhammad Noer Rachman Putra Mulyono Aufa, Azhar Bambang Hadi Sugito Dewi Farida Wahyuni dewi, jyothi utami Dinda Novia Ramadhani Dyah Harum Kartika Eka Nurjanah Endang Purwaningsih Endang Purwaningsih Endang Purwaningsih Evinna Juliana Subroto Faizah, Fitriatul Farah Ziyadah Ilma Firdaus, Zakiyah Firmansyah, Dewi Masyitoh Habib Imaduddin Fadhlurrahman Helly Lailiyah Mufarikhah Mufarikhah Hendro Suharnowo Hikmatun Ariany Mabruroh Husnul Wafa I Gusti Ayu Agung Putu Swastini I Gusti Ayu Kusuma I.G.A. Kusuma Astuti I.G.A. Kusuma Astuti N.P. Ida Chairanna M Ida Chairanna Mahirawatie Ida Chairanna Mahirawatie IGA Kusuma Astuti IGA Kusuma Astuti NP Imam Sarwo Edi Imam Sawro Edi Inas Rizqi Amalia Indria Mariana Isnanto Isnanto Isnanto Isnanto, Isnanto Khaerul Anam Larasati Sekar Nagari Lastati, Lastati Listia Nur Farizah Mahirawatie, Ida Chairanna Mahirawatie, Ida Chairanna Mamluatul Kutsiyah C.E mardatillah, marifah asmaul Marjianto, Agus Marselin Nainil Afifa Ma’arif, Samsul Meisy Yuliana Putri Mira Indah Pusponegoro Mubarok, Imam Subhi N.P, I.G.A Kusuma Astuti Nabila safir Ni Nyoman Trisna Arta Cahyani Novi Hapsari Puspita Nur Farida Nurhidayat, Yustisiana Kusuma Hapsari Nuril Hanifah Prasetyowati, Silvia Priandini, Aulia Prima Natawati Puspa Dwiajiningtyas Nugroho Rahmalia Fanty Ekasari Rany Agustina Romadhona, Farid Saerah Tul hikmah Sasi, Ajeng Diva Nawang Seftia Leka Nova Sekar Putri Dianingrum Septiarini, Dwi Soesilaningtyas Soesilaningtyas Sri Hidayati Sri Hidayati Sunomo Hadi Syaima Istikhamah Tasya Olivia Natania Ulfah, Siti Fitria Wahyuni, Ayu Nur Wahyuni, Dewi Farida