Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Development Of A Green Economic Village Through The Eco-Enzyme Program In Candisari Village Lamongan, East Java: Pembangunan Desa Ekonomi Hijau Melalui Program EkoenzimDi Desa Candisari Lamongan Jawa Timur Retnowati, Wiwin; Khaerunnisa, Siti Khaerunnisa; Fauzi, R. Moh. Qudsi; Maharani, Sekar
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i3.17533

Abstract

Organic waste is developed into ecoenzymes with science and technology through fermentation processes that produce environmentally friendly products and can reduce pollution. The activity partners are the women of PKK RT. 015/RW. 08 Candisari Village, Sambeng District, Lamongan Regency, with the priority of developing a green economic village through managing organic waste into eco-enzymes. The activities were followed by 34 PKK women participants with stages of presentation of eco-enzyme material, small-scale manufacturing process, mentoring, and evaluation. Based on the pre-test and post-test results showed an increase in the knowledge of ecoenzymes from 0% 0% to enough knowledge of 8.8% and knowledge of 91.2%. The ability to make eco-enzymes increased from 0% tto enough knowledge of 5.9% and knowledge of 94.1%. The indicators of increasing knowledge show that community service activities are successful.
Antibiotic-Producing Streptomyces sp. Isolated from the Soil of a Mangrove Ecosystem Retnowati, Wiwin; Mertaniasih, Ni Made; Purwanta, Marijam; Wiqoyah, Nurul; , Atika; Maharani, Sekar; Mahdani, Wilda
Folia Medica Indonesiana Vol. 59, No. 3
Publisher : Folia Medica Indonesiana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Highlights: 1. The unexplored soil of mangrove ecosystems in Surabaya, Indonesia, has the potential to be home to biodiversity, including Streptomyces sp. that can produce antibiotics. 2. Streptomyces sp. has antibacterial properties against Gram-positive and Gram-negative bacteria, and the duration of incubation plays a critical role in regulating the antibacterial activity. Abstract A mangrove ecosystem in Surabaya, Indonesia, has a high salinity, pH, potassium, phosphorus, and nitrate contents. This ecosystem comprises a mixture of sand, dust, mud, and clay, which has the potential to be a conducive environment for the isolation of Streptomyces. The importance of Streptomyces in biotechnology lies in its ability to produce bioactive secondary metabolites, which represent a valuable reservoir of antibiotics. This research aimed to assess the antibiotic activity exhibited by Streptomyces sp. isolated from the soil of a mangrove ecosystem in Wonorejo, Surabaya, Indonesia. The analysis focused on the potential of Streptomyces sp. to produce antibiotics that work against Gram-positive bacteria (i.e., Staphylococcus aureus ATCC 25923 and Bacillus subtilis) as well as Gram-negative bacteria (i.e., Escherichia coli ATCC 25922, Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853, and Salmonella Typhimurium). The antibacterial activity test was conducted using the modified agar diffusion method. Observations were performed to identify any clear zone formation around the Streptomyces sp. agar colonies with a diameter of 0.8 cm and a height of 3 mm. The clear zone diameter was measured every 24 hours during the 10-day incubation period to assess the diversity of antibacterial activity. The antibacterial profile of Streptomyces sp. exhibited varying levels of activity against different bacterial strains in the tests conducted. The inhibition zone diameters demonstrated the highest levels of activity in Bacillus subtilis (15.9 mm) on day 7, Staphylococcus aureus (27.6 mm) on day 2, Pseudomonas aeruginosa (24.3 mm) on day 7, Escherichia coli (29.2 mm) on day 5, and Salmonella Typhimurium (27.5 mm) on day 7. The results indicated that Streptomyces sp. had inhibitory effects against Gram-positive bacteria as well as Gram-negative bacteria. In conclusion, Streptomyces sp. is a source of biodiversity found in the soil of mangrove ecosystems and has the ability to produce antibiotics.
Edukasi Resistensi Antimikroba pada Siswa SMA: Upaya Membangun Kesadaran Penggunaan Antibiotik yang Bijak: Upaya Membangun Kesadaran Penggunaan Antibiotik yang Bijak Koendhori, Eko Budi; Dwi Endraswari, Pepy; Kusumaningrum, Deby; Mahmudatul Muna, Nafdzu; Juniastuti, Juniastuti; Wiqoyah, Nurul; Retno Wahyunitisari, Manik; J. Setiabudi, Rebekah; Wiwin Retnowati; Setiawan, Firman; Alimsardjono, Lindawati
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 10 No 3 (2025): J-Dinamika
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Resistensi antimikroba merupakan salah satu ancaman kesehatan global yang dapat meningkatkan angka kesakitan, kematian, dan biaya pelayanan kesehatan. Edukasi tentang penggunaan antibiotik yang bijak perlu diberikan sejak usia sekolah agar siswa dapat menjadi agen perubahan di masyarakat.Tujuan: Meningkatkan pengetahuan siswa SMA mengenai antibiotik dan resistensi antimikroba melalui edukasi interaktif.Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 97 siswa SMA Al-Uswah Surabaya dengan metode seminar, diskusi, dan lomba media edukasi (video/poster). Evaluasi dilakukan melalui kuesioner pre-test dan post-test dengan 10 pertanyaan terkait antibiotik dan resistensi antimikroba. Analisis dilakukan dengan menghitung persentase jawaban benar dan peningkatan pengetahuan.Hasil: Rata-rata skor post-test meningkat dibandingkan pre-test. Peningkatan tertinggi pada pertanyaan mekanisme resistensi antibiotik (34,5%), terendah pada pemahaman dasar antibiotik (3,9%). Normalized gain (g=0,44) menunjukkan kategori peningkatan sedang.Kesimpulan: Edukasi interaktif efektif meningkatkan pemahaman siswa tentang resistensi antimikroba. Kegiatan serupa perlu dilanjutkan secara berkelanjutan dan diperluas ke sekolah lain.
Minat dan Kesadaran Kader Mojo terhadap Kesehatan Mulut dan Larutan Kumur TOGA Nadin Nur Al Rofah; Septianda Wihensa Pratama; Laura Trisha Masniari Simatupang; Zahra Rizqi Azkiya; Umrotien Nazzwa Sayidah Azzahra; Tanti Anggraini; Nazwa Fariba Azzahra; Wiwin Retnowati; Sri Wiryanti Boedi Oetami; Hafna Ilmy MuhallaIa
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): December : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i4.860

Abstract

Kearifan lokal dalam pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan potensi strategis dalam pengembangan produk kesehatan alami, termasuk sediaan untuk menjaga kebersihan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut melalui pengenalan serta penerapan obat kumur alami berbahan TOGA. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran dengan melibatkan anggota kelompok masyarakat dewasa yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Sebanyak sepuluh partisipan memenuhi kriteria inklusi sebagai anggota masyarakat yang aktif dan bersedia mengikuti kegiatan, tanpa kriteria eksklusi khusus. Pengumpulan data diawali dengan kuesioner pra-intervensi untuk mengukur kebiasaan dan pengetahuan terkait kesehatan mulut, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan edukasi dan pelatihan praktik pembuatan obat kumur alami berbasis TOGA. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi awal dan respons partisipan terhadap intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, 60 persen partisipan tidak menggunakan obat kumur secara rutin dan 50 persen hanya menggunakannya untuk mengurangi bau mulut. Meskipun demikian, 80 persen partisipan telah menyadari pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, serta 70 persen mengetahui bahwa obat kumur dapat dibuat dari bahan alami. Minat terhadap pengembangan obat kumur alami berbahan TOGA tergolong tinggi, dengan 60 persen partisipan menyatakan sangat tertarik dan 40 persen tertarik. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa intervensi berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kesadaran dan minat terhadap praktik kebersihan mulut alami. Oleh karena itu, obat kumur alami berbasis TOGA berpotensi menjadi strategi promosi kesehatan gigi dan mulut yang berkelanjutan dan relevan secara kultural.
Co-Authors , Atika Abdillah, Ichsan Achmad Basori, Achmad Alimsardjono, Lindawati Almira Aurellia Amalia Ristanti Arifa Mustika Armyne, Amara Destania Atika Baitul Fatimah Bambang Sumaryono Bayu Nugroho , Ardiansah Chaq El Chaq Zamzam Multazam Constantia Lidwina Targanski Deby Kusumaningrum Devi Listiani Dewangga Sakti Satria Kinasih Dwi Endraswari, Pepy Dwi Lestari Ega Putri Novitasari Eko Budi Koendhori, Eko Budi Fansurina Erdayanti Febriyana, Nining Gandul Atik Yuliani Hafna Ilmy MuhallaIa Indiastuti, Danti Nur Jieputra, Alden Juniastuti Juniastuti Karimah, Azimatul Khaerunnisa, Siti Khaerunnisa Laeli Amelia Melani Laura Trisha Masniari Simatupang Lia Lusanti Linda Dewanti M. Aji Saputro M. Wildan Sulthon Al Fikri Maharani, Sekar Mahdani, Wilda Mahmudatul Muna, Nafdzu Mahrus A Rahman, Mahrus A ManikRetno Wahyunitisari Mochammad Yusuf M. Mohammad Fathul Qorib Muhammad Aafi Baharuddin Attamimi Muhammad Sururi Nadin Nur Al Rofah Nazwa Fariba Azzahra Ni Made Mertaniasih Nida'an Khafiya Nidia Syafira Nurul Wiqoyah, Nurul Pambayun Faqih, Dhiajeng Pricilia Yuniar Sianggi Purwanta, Marijam R. Moh. Qudsi Fauzi Rahma, Rachel Sabila Ramadhan, Erlangga Lazuardi Rebekah Setiabudi, Rebekah Retno Wahyunitisari, Manik Rize Budi Amalia Roby Atul Nazila Adawiyah Rosyid, Alfian Nur Sekar Maharani Septianda Wihensa Pratama Setiawan, Firman Sri Wiryanti Boedi Oetami Tanti Anggraini Trisnawati Trisnawati Ummi Maimunah Umrotien Nazzwa Sayidah Azzahra Vida Brilian Vivi Permata Sari Wahyu Perdana Wahyunitisari, Manik Retno Wilda Mahdani Wilda Mahdani Yuani Setiawati Zahra Rizqi Azkiya