Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Hukum Pemanfaatan Media Sosial yang aman dan sehat bagi Remaja di Yayasan Pondok Pesantren Darul Falah Sumberejo Sukorejo Ponorogo Yana Indawati; Sri Maharani MTVM; Wiwin Yulianingsih
VSJ | Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): Veteran Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Hukum, UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/vsj.v2i1.18

Abstract

Media Sosial adalah wujud perkembangan teknologi yang digunakan sebagai sarana berkomunikasi, berinteraksi dan membangun jaringan melalui media online bagi seluruh lapisan kalangan masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberi pemahaman dan meningkatkan kesadaran dan etika kepada remaja santri didalam menggunakan media sosial diera digital. Pengaruh lingkungan dan keluarga dapat menjadi faktor penting mendorong remaja dan dampak yang didapatkan. Metode yang digunakan adalah Penyuluhan Hukum kepada remaja santri Pondok Pesantren Darul Falah dalam penggunaan media sosial agar dapat dimanfaatkan secara bijak dan cerdas serta menghasilkan suatu yang bermanfaat bagi penggunanya. Hasil dari serangkaian penyuluhan hukum ini yakni meningkatnya pemahaman, kemampuan dan pengetahuan kepada remaja santri Pondok Pesantren darul Falah dalam bermedia sosial dan transaksi lainnya yang berhubungan dengan Informasi Transaksi Elektronik (ITE), sehingga perkembangan teknologi informasi dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat. Serta meningkatkan kewaspadaan terhadap resiko yang akan didapat jika media sosial disalah gunakan.
Analisis Yuridis Cerai Gugat Karena Kekerasan Dalam Rumah Tangga: (Studi Putusan Nomor 126/Pdt.G/2024/PA.Sda) Rizkya Fitri Ananda Hariyanto; Wiwin Yulianingsih
Jurnal Hukum Lex Generalis Vol 6 No 6 (2025): Tema Hukum Keluarga
Publisher : CV Rewang Rencang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56370/jhlg.v6i6.1610

Abstract

Unresolved domestic problems often lead to divorce lawsuits, including due to domestic violence. This study analyzes Decision Number 126/Pdt.G/2024/PA.Sda which states that divorce lawsuits cannot be accepted even though there are strong indications of domestic violence. This study uses a normative legal method with a statute approach, conceptual approach, and case approach. The results of the study show that the panel of judges was incorrect in interpreting domestic violence only as physical violence, even though psychological violence has been proven to be real. This inappropriate decision creates injustice for victims of domestic violence who should receive legal protection.
Negara Hukum yang Bersifat Demokratis: Konsep dan Implementasinya WIWIN YULIANINGSIH
Jurnal Hukum Lex Generalis Vol 6 No 10 (2025): Tema Filsafat, Politik dan Etika Profesi Hukum
Publisher : Himpunan Ilmu Hukum dan Ilmu Hukum Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56370/jhlg.v6i10.2207

Abstract

The state of law is a fundamental concept in modern government systems that emphasizes the supremacy of law in regulating the life of society and the state. In a state of law, government power is limited by law to ensure justice, human rights, and legal certainty for all citizens. A democratic rule of law is a form of government in which the law not only binds every individual and institution, but also ensures the existence of democratic principles that respect human rights, equality, and people's participation in the decision-making process. This article discusses the definition of a democratic rule of law, its main principles, and the challenges faced in its implementation.    
Counterradicalism in Efforts to Prevent Radicalism in Rechtsbewutstzijn-Based Universities Puspitosari, Hervina Puspitosari; Yana Indawati; Wiwin Yulianingsih
International Journal of Educational Research & Social Sciences Vol. 2 No. 4 (2021): August 2021
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijersc.v2i4.131

Abstract

The target of the spread of radical terrorism that has infiltrated the university environment needs to be prevented and become a common concern, especially university leaders. The development of the radical flow of terrorism in universities can endanger the unity of the state because universities are a place for education candidates for intellectuals, entrepreneurs, bureaucrats, technocrats, and professionals. Counter-radicalism is an effort to prevent the entry of the seeds of radicalism in the transformation of terrorism in universities. Prevention and control efforts can be carried out through a soft education approach by instilling the spirit of nationalism and defending the country to students and academics in the Higher Education environment. Rechtsbewustzijn is closely related to legal compliance and the effectiveness of the law, so it is hoped that the values ​​of legal awareness that are built strongly in the Higher Education environment will be successful in supporting counter-radicalism programs in preventing radicalism in Higher Education. All components in Higher Education in obeying the law are not a compulsion but because the law is by the values ​​that exist in society and by the needs of the Higher Education environment which is a safe and comfortable place to study.
Awig-Awig Effectiveness In Protection Of Marine Natural Resources, Indigenous Communities Of Lombok Wiwin Yulianingsih; Frans Simangunsong; Maria Novita Apriyani
International Journal of Educational Research & Social Sciences Vol. 2 No. 4 (2021): August 2021
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijersc.v2i4.146

Abstract

Sources of income for fishermen are not only generated through fishery resources but also carry out fish cultivation in ponds, seaweed cultivation and traditional fish processing. Fish farming, and development activities are carried out by fishermen because the results obtained from the sea are not sufficient for their daily needs. This study is to determine the effectiveness of the application of Awig-Awig in the protection of marine natural resources of the indigenous peoples of East Lombok. The approach chosen in this research is empirical juridical. The choice of this approach was taken because what will be studied in addition to laws and regulations is also the influence of customary law that develops in society, especially in East Lombok. Awig-awig Teluk Jor area is divided into 13 chapters and consists of 17 articles. The chapters contained in the awig-awig of the Teluk Jor area regulates general provisions, types and facilities of fishing gear, fishing areas, and the operation of fishing gear, cultivation, conservation, pollution of the coastal environment, security, shipping, institutions and sources. management funds, sanctions, procedures for administering sanctions, additional and transitional rule, and closings. About  conservation, the awig-awig of the Teluk Jor area regulate  the use of mangroves that can be used for research, tourism, and other business activities that do not damage the surrounding environment as well as protection from illegal logging, and conversion of mangrove land into ponds.
Membangun Budaya Komunikasi Digital yang Beretika pada Warga Kelurahan Babat Jerawat Dinda Bhawika Wimala Pastika; Miko Aditiya Suharto; Maria Novita Apriyani; Wiwin Yulianingsih; Yana Indawati
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 04 (2026): ISSUE APRIL
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mengubah cara masyarakat berinteraksi dan menyampaikan informasi. Di Kelurahan Babat Jerawat, fenomena penggunaan media sosial dan platform digital semakin meningkat, terutama di kalangan usia produktif. Namun, peningkatan akses digital ini tidak selalu diiringi dengan kesadaran pentingnya etika komunikasi digital. Masalah seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, pelanggaran privasi, serta konflik akibat miskomunikasi di ruang siber menjadi tantangan tersendiri. Tujuan dari makalah ini adalah untuk menganalisis kondisi aktual budaya komunikasi digital masyarakat di Kelurahan Babat Jerawat serta merumuskan strategi membangun budaya komunikasi digital yang beretika. Kegiatan Pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pelaksanaan di lapangan, dan dokumentasi kegiatan literasi digital yang telah dilakukan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa sebagian besar warga masih memiliki pemahaman terbatas mengenai prinsip-prinsip komunikasi etis di ruang digital. Namun, terdapat antusiasme yang cukup tinggi dalam mengikuti kegiatan edukatif yang berkaitan dengan literasi digital. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah bahwa pembangunan budaya komunikasi digital yang beretika sangat mungkin dilakukan jika didukung oleh keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah kelurahan, organisasi kemasyarakatan, hingga pemuda. Sebagai saran, diperlukan program literasi digital yang berkelanjutan, berbasis komunitas, dan menyesuaikan dengan kebutuhan lokal, agar kesadaran serta keterampilan etis warga dalam berkomunikasi di dunia digital dapat meningkat secara signifikan.
Optimalisasi Kinerja Bumdes “Sumber Lancar” Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa Dongko Muhammad Frengki; Muhammad Zulfian Surya Pratama; Binsar Setiawan Manurung; Wiwin Yulianingsih
ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/aladalah.v1i2.157

Abstract

Upaya dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat diperlukan sinergi dari berbagai pihak, terutama pemerintah desa dalam menjamin kebutuhan warganya. Upaya yang dapat ditempuh untuk mewujudkan tujuan tersebut yakni melalui BUMDes. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui upaya yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan kinerja BUMDes dalam meningkatkan pendapatan asli desa melalui Standar Operasional yang baik, sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang mana pemerolehan data dilakukan secara langsung melalui pengamatan, wawancara dengan narasumber dan dokumentasi kegiatan. Berdasarkan analisis identifikasi permasalahan, terdapat faktor internal dan faktor eksternal yang menghambat efektivitas BUMDes sehingga upaya yang dapat diaplikasikan yakni dengan memaksimalkan Standar Operasional Prosedur dan diiringi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten, menyiapkan strategi pemasaran yang baik, meningkatkan sistem manajemen yang efektif sehingga BUMDes dapat berjalan optimal dalam mensejahterakan masyarakat.
Pemberdayaan UMKM Melalui Legalitas Usaha Di Desa Dongko Kecamatan Dongko Windy Juli Astuti Ningtyas; Shamara Qanita; Lusia Ervi Oktaviarika; Mukhammad Ilham Aprilian; Wiwin Yulianingsih
ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/aladalah.v1i2.158

Abstract

Pasca krisis ekonomi di tahun 1997-1998 perekonomian di Indonesia mulai meningkat karena adanya kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang telah dipergunakan sebagai suatu kelompok untuk mengembangkan potensi diri hingga potensi alam. Salah satunya pengembangan pereknomian di Indonesia telah banyak dijalankan oleh masyarakat Desa Dongko melalui 3 (tiga) kelompok usaha, yaitu Koperasi Wanita (KOPWAN) “Kencana”, Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), dan Kelompok Usaha Wanita (KUW) “Nurani Ibu” yang beranggotakan perempuan. Dalam berusaha tentunya dibutuhkan sebuah legalitas untuk menunjukkan bahwa usaha tersebut benar-benar ada. Salah satunya yang saat ini pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mewajibkan pemilik usaha memiliki Nomor Induk Berusaha atau NIB. Nomor Induk Berusaha adalah identitas pelaku usaha yang diterbitkan oleh pemerintah melalui website lembaga OSS setelah pengusaha tersebut terdaftar. NIB ini digunakan oleh pelaku usaha untuk memperoleh izin usaha dan/atau identitas usaha serta memenuhi persyaratan izin usaha untuk beroperasi. Metode pendampingan yang dilaksanakan oleh penulis (1) Survey, (2) Wawancara, dan (3) Diskusi Terfokus. Pendampingan pembuatan NIB dilaksanakan di Desa Dongko Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek. Diharapkan dengan pendampingan NIB ini dapat membantu UMKM di Desa Dongko untuk mendapatkan legalitas usaha guna untuk mempermudah pengurusan surat surat usaha lainnya, serta menunjukkan bahwa usaha tersebut memang ada, beroperasi dan layak berdiri. Target dalam penulisan ini sekitar 20 UMKM yang ada di Desa Dongko.
Upaya Pemanfaatan Digitalisasi Pemasaran Dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM Di Desa Dongko Dian Ayu Lestari; Jihan Amira Nurcahyo; Pahala Raja Pangindoan Simanullang; Wiwin Yulianingsih
ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/aladalah.v1i2.167

Abstract

Digitalization of marketing emerged in the Industrial Revolution 4.0 Era, which in the era of digital technology and the internet must be interconnected. This is a challenge for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) to have creative, innovative businesses and minimize operational costs. Through student service activities for the community by providing assistance to MSME actors in Dongko Village in optimizing digital marketing by holding socialization related to marketing digitalization. The method used in this activity is to use a quality approach through outreach, implementation and mentoring. the result of this activity is to help digitize the marketing of MSME products in Dongko Village. So that these activities affect MSME actors in Dongko Village to take advantage of digital marketing gradually.
UNDANG - UNDANG TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL DALAM PEMENUHAN HAK KORBAN Muhammad Gerald Arsy; Wiwin Yulianingsih
ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2023): Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/aladalah.v1i3.321

Abstract

Sexual violence is a serious crime that violates human rights and adversely affects the well-being of victims. Protecting the rights of victims of sexual violence is crucial to ensuring justice and recovery for victims. Therefore, the purpose of this study is to investigate the realization of the rights of victims of sexual violence according to the current legislation. This study uses legal analysis techniques Yuridis-Empiris in relation to legislation applicable to sexual violence. Various aspects related to the exercise of victims' rights, such as protection, rehabilitation and compensation, are analyzed in detail. In addition, the study also addresses related issues such as public awareness, education and access to support services. The results of the study show that the law on sexual violence recognizes the importance of protecting the rights of victims. Victim protection is governed by a number of mechanisms, including the provision of physical protection and access to effective legal systems. Victim rehabilitation is also considered an important part of recovery, along with psychological support, medical care and education. Protection of the rights of victims of sexual violence is an important part of legislation on sexual violence. This law provides an important framework for the protection, rehabilitation and compensation of victims. However, issues such as public awareness and access to services remain to be addressed. Better protection of victims' rights in the future will require cooperation between governments, community groups and individuals.
Co-Authors Achmad Ichsan Maliki ADHITYA WIDYA KARTIKA Adib Yanuar Gunawan ADINDA PRASYANTIA Aisha Sofia Chandra Maharani Aisha Sofia Chandra Maharani Ali Yusuf Amanda Shafa Puji Iryanti Angelia Anjani Telaum Banua Antasiyah, Lia Binsar Setiawan Manurung Binsar Setiawan Manurung Brigitta Diffania Dedo Indra Pratama Dhanar Setya Wahyu Dian Ayu Lestari Dian Ayu Lestari Dinda Bhawika Wimala Pastika Dinda Rahma Mautiayu Erny Roesminingsih Ervan Septia Fizal Pratama Frans Simangunsong Gabriel Sahat Martua Hedy Faizal Nugraha Hervina Puspitosari, Hervina Heryanto Susilo Jihan Amira Nurcahyo Jihan Amira Nurcahyo Kevin Septian Anugrah Perdana Kiki Meylia Darma Esicho Lusia Ervi Oktaviarika Lusia Ervi Oktaviarika Lusia Ervi Oktaviarika Lusia Ervi Oktaviarika Maria Novita Apriyani Miko Aditiya Suharto Muh. Arief Syahroni Muhammad Frengki Muhammad Frengki Muhammad Gerald Arsy Muhammad Gerald Arsy Muhammad Iqbal Alyyudin Muhammad Syam Savero Muhammad Yustino Aribawa Muhammad Zulfian Surya Pratama Muhammad Zulfian Surya Pratama Mukhammad Ilham Aprilian Mukhammad Ilham Aprilian Mukhammad Ilham Aprilian Mukhammad Ilham Aprilian Mutiara Bella Alfianti Neisa Ines Tritanaya Olga Sekar Anggun Hamidah Pahala Raja Pangindoan Simanullang Pahala Raja Pangindoan Simanullang Patricia Sina Iwi Putri Diana Lestari Rica Alivianti Rahayu Rindang Dwi Putri Nirmala Rizkya Fitri Ananda Hariyanto Rr. Chantika Vebyola Wijaya Sabiyan Yudhistira Hekmatiar Shamara Qanita Shamara Qanita Shamara Qanita Shamara Qanita Shinta Fawzia Kironowarni, SJAFIATUL MARDLIYAH Sofian Maulana Hadi Sri Maharani MTVM Sutrisno, Sutrisno Talitha Nabilah Tien Fitriyah, Mas Anienda Tsania Manzil Assolich Ubaidulloh Halim Verlita Azizah Alkholifi Veviati, Isna Wahyu Nurul Aini Widodo Windy Juli Astuti Ningtyas Windy Juli Astuti Ningtyas Windy Juli Astuti Ningtyas Windy Juli Astuti Ningtyas Yana Indawati Yana Indawati Yusuf Aulia Rahman