Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGEMBANGAN E-MODUL AQIDAH BERBASIS HYPERCONTENT UNTUK SANTRI KELAS VII DI PESANTREN AT-TAJDID MUHAMMADIYAH TASIKMALAYA Riva Sahri Ramdani; Dirgantara Wicaksono
Jurnal Instruksional Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Instruksional
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengajarkan Aqidah kepada peserta didik kelas VII SMP dibutuhkan media yang yang tepat dan menyenangkan. Media buku cetak berbahasa arab dan metode pembelajaran yang tradisional menjadikan pembelajaran kurang interaktif. Oleh karena itu, maka diperlukan sebuah modul berbasis teknologi (e-modul) yang hypercontent sebagai pendamping buku utama pada pelajaran aqidah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pengembangan e-modul aqidah berbasis hypercontent, mengetahui kelayakan dan keefektifannya dalam pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ASSURE. E-modul dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran berdasarkan pada nilai rata-rata yang diberikan oleh ahli materi 3,60 dan ahli media 3,71. E-modul dinyatakan efektif dalam pembelajaran berdasarkan grafik ketuntasan belajar peserta didik yang mengalami kenaikan dari 37,5% menjadi 97,5%.
STRATEGI PEMANFAATAN EDUMU PADA PEMBELAJARAN DI SMP MUHAMMADIYAH 29, DEPOK Achmad Fachrudin; Widia Winata; Dirgantara Wicaksono
Jurnal Instruksional Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Instruksional
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk adalah memberikan gambaran terkait strategi, dampak, dan faktor penghambat dan pendukung eduMu pada pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan model studi kasus. Temuan dalam penelitian pada, Pertama, strategi bentuk pemanfaatan eduMu dalam pembelajaran menunjukkan (a) proses perencanaan yang sesuai visi, misi, tujuan sekolah, perubahan lingkungan eksternal dan kemampuan lingkungan internal (b) proses pelaksanaan dilakukan karena pembagian tugas sesuai tupoksi, jaringan internet yang kuat dan stabil, tim IT yang handal dan terampil, (c) proses evaluasi dan pengembangan dilakukan dan pengembangan berdasarkan evaluasi. Kedua, dampak pemanfaatan eduMu menunjukkan (a) keunggulan eduMu pada inovasi teknologi, aplikasi terpadu, mudah dipakai, ada pendampingan penggunaan, dan server yang tangguh. (b) manfaat eduMu dirasakan sekolah yaitu terintegrasi dan terstruktur data dan informasi, kegiatan mengajar dan administrasi lebih mudah, siswa lebih mudah mengakses materi, orangtua siswa dapat memantau kegiatan belajar anak, (c) keefektifan dan keefisienan menghadapi kendala di lapangan yaitu tidak semua siswa memiliki handphone. Ketiga, faktor penghambat dan pendukung berasal dari internal dan eksternal.
PENGEMBANGAN MODUL ECOLITERACY BERBASIS PROJECT BASED LEARNING UNTUK PROGRAM KEAKSARAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN Wirdamayanti; Zulfitria; Dirgantara Wicaksono
Jurnal Instruksional Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Instruksional
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) mendeskripsikan proses pengembangan modul ecoliteracy berbasis project based learning untuk program keaksaraan anak usai 5-6 tahun, 2) menilai/menguji hasil kelayakan modul ecoliteracy berbasis project based learning untuk program keaksaraan anak usai 5-6 tahun yang dikembangkan, 3) mengukur efektifitas modul ecoliteracy berbasis project based learning untuk program keaksaraan anak usai 5-6 tahun yang dikembangkan. Penelitian dilakukan di RA Baitul Maal Pondok Aren Tangerang Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R & D), dengan model pengembangan Dick and Carey. Objek penelitiannya adalah modul ecoliteracy berbasis project based learning untuk keaksaraan anak usai 5-6 tahun. Populasi penelitian adalah peserta didik RA Baitul Maal jenjang TK B berjumlah 10 orang. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa modul ecoliteracy berbasis project based learning untuk program keaksaraan anak usai 5-6 tahun layak diproduksi, di-publish dan digunakan. Hal ini dapat dilihat dari hasil validasi ahli materi dengan rerata skor 91% uji kelayakan menunjukkan hasil validasi ahli materi “layak”. Hasil validasi dari ahli media dengan rerata nilai 87% uji kelayakan menunjukkan hasil validasi ahli media adalah “layak”. Hasil validasi ahli bahasa dengan rerata 91% uji kelayakan menunjukkan hasil validasi ahli bahasa adalah “layak”. Hasil uji coba kelompok kecil adalah 89%, uji coba menunjukkan “sangat baik”. Hasil diperoleh dari uji coba kelompok besar adalah 97,9%, uji kelayakan menunjukkan hasil “sangat baik”. Modul ecoliteracy berbasis project based learning untuk program keaksaraan anak usai 5-6 tahun dapat meningkatkan keaksaraan peserta didik di RA Baitul Maal Pondok Aren Tangerang Selatan. Hal ini dapat dilihat dari hasil performance test sebelum dan sesudah penggunaan modul. Sebelum menggunakan modul ketercapaian keaksaraan 64,7%, setelah menggunakan meningkat menjadi 97,9%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa modul ecoliteracy berbasis project based learning untuk program keaksaraan anak usai 5-6 tahun efektif dan bisa diterapkan di RA Baitul Maal Tangerang Selatan
Reinventing the AI-TPACK Frontier: The AI EdDesign Model as a Catalyst for Pedagogical Innovation Dirgantara Wicaksono; Rinanto
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v7i2.13857

Abstract

Purpose: This study aims to develop and evaluate the efficacy of the AI EdDesign model in addressing the disparities in artificial intelligence literacy and instructional design competencies among Educational Technology students. Design/methodology/approach: The research utilizes a Research and Development (R&D) methodology by adapting the ADDIE development model. Subjects were partitioned into experimental and control groups to observe the intervention's impact. The research instruments comprised an AI-TPACK competency rubric, cognitive performance assessments, and a technology acceptance questionnaire, all of which underwent rigorous expert validation. Findings: The findings indicate that the AI EdDesign model significantly enhances students' needs analysis and instructional design skills compared to conventional methods. The utilization of generative AI-based virtual tutors proved effective in providing instructional scaffolding that stimulates creativity without inducing cognitive dependency. Subjects reported highly positive perceptions of the personalized learning pathways, which were deemed relevant to their individual developmental requirements. Practical implications: This model offers a practical framework for academic institutions to implement AI as a co-design partner, thereby accelerating the mastery of adaptive pedagogical skills for future educators. Originality/value: The novelty of this study lies in the integration of the AI-TPACK framework into a digital platform capable of mitigating risks to students' critical thinking through structured AI feedback mechanisms.   Purpose: Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas model AI EdDesign untuk mengatasi kesenjangan literasi kecerdasan buatan serta rendahnya kompetensi desain instruksional pada mahasiswa Teknologi Pendidikan. Design/methodology/approach: Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model pengembangan ADDIE. Subjek penelitian melibatkan mahasiswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian terdiri dari rubrik kompetensi AI-TPACK, tes kinerja kognitif, dan kuesioner model penerimaan teknologi yang telah melalui proses validasi ahli. Findings: Temuan menunjukkan bahwa model AI EdDesign secara signifikan meningkatkan kemampuan analisis kebutuhan dan keterampilan desain instruksional mahasiswa dibandingkan metode konvensional. Penggunaan tutor virtual berbasis kecerdasan generatif terbukti efektif memberikan bimbingan scaffolding yang meningkatkan kreativitas tanpa menciptakan ketergantungan kognitif. Subjek memberikan respon positif terhadap fitur personalisasi jalur pembelajaran yang dianggap relevan dengan kebutuhan individu. Practical implications: Model ini memberikan panduan praktis bagi institusi pendidikan dalam mengimplementasikan AI sebagai mitra desain, sehingga mempercepat penguasaan keterampilan pedagogis yang adaptif bagi calon pendidik. Originality/value: Kebaruan studi ini terletak pada integrasi kerangka kerja AI-TPACK ke dalam platform digital yang mampu memitigasi risiko penurunan daya kritis mahasiswa melalui mekanisme umpan balik AI yang terstruktur.
Manajemen Pendidikan Islam dalam Konteks Moderasi Beragama di Indonesia Fahmi Hauzan Rafif; Muhammad Faiq Haqqoni; Fahmi Firmansyah; Dirgantara Wicaksono
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 8 No. 1 (2026): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v8i1.10975

Abstract

The growing global trends of religious polarization, intolerance, and extremism have positioned education as a strategic arena for strengthening religious moderation. Indonesia, characterized by its plural Muslim society and long-standing tradition of Islamic wasathiyah, is frequently regarded as a significant reference in the implementation of religious moderation through education. However, existing studies largely emphasize normative and curricular dimensions, while managerial and governance aspects of Islamic education remain underexplored. This article aims to critically examine how religious moderation is integrated into the management functions of Islamic education and to propose a conceptual framework for moderate Islamic education management. Employing a qualitative approach through a systematic qualitative literature review, this study analyzes reputable academic publications and relevant policy documents. Data were examined using the Planning, Organizing, Actuating, and Controlling (POAC) framework as the primary analytical lens. The findings indicate that religious moderation can be operationalized as an integrated managerial principle embedded in policy planning, organizational structuring, program implementation, and evaluative mechanisms. This study contributes theoretically by positioning religious moderation as a managerial paradigm within Islamic education management and offers practical implications for developing inclusive, sustainable, and context-responsive governance of Islamic education in multicultural societies.