Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

TRANSFORMASI PENDIDIKAN DIGITAL MELALUI PEMBELAJARAN JARAK JAUH BERBASIS MODEL 70:20:10: STUDI SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Dien Burhanuddin; Aminawati Aminawati; Angwar Sadat; Dirgantara Wicaksono
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i1.8964

Abstract

The digital transformation in education requires learning models that can effectively bridge theoretical knowledge with real-world practice in remote learning environments. One relevant approach is the 70:20:10 model, which emphasizes experiential learning (70%), social learning (20%), and structured formal learning (10%). This study aims to identify trends, challenges, and opportunities in implementing the 70:20:10 model to support future distance learning. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted using the PRISMA guidelines through identification, screening, and critical evaluation of relevant studies. A total of 186 initial articles were reviewed, and 16 studies met the inclusion criteria. The findings indicate that the 70:20:10 model enhances learners’ competencies through digital-based simulations, virtual collaboration, and integrated practical learning. The discussion highlights that the effectiveness of this model highly depends on technological infrastructure, educators’ digital literacy, and learning design that emphasizes authentic experiences. This study concludes that the 70:20:10 model has strategic potential in strengthening distance learning ecosystems in the digital era; however, successful implementation requires strong institutional support and well-integrated pedagogical planning to ensure sustainable learning outcomes. ABSTRAK Transformasi pendidikan digital mendorong perlunya model pembelajaran yang mampu menghubungkan teori dengan praktik nyata dalam lingkungan jarak jauh. Salah satu pendekatan yang dianggap relevan adalah model 70:20:10, yang menekankan proporsi pembelajaran berbasis pengalaman (70%), pembelajaran sosial (20%), dan pembelajaran formal terstruktur (10%). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren, tantangan, serta peluang implementasi model 70:20:10 dalam mendukung pembelajaran jarak jauh di masa depan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA yang melibatkan proses identifikasi, seleksi, dan analisis kritis terhadap artikel yang relevan. Sebanyak 186 artikel awal diseleksi hingga tersisa 16 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model 70:20:10 berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi peserta melalui aktivitas digital berbasis simulasi, kolaborasi virtual, dan pembelajaran praktik yang terintegrasi. Pembahasan juga mengungkap bahwa kualitas implementasinya sangat dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur teknologi, literasi digital pendidik, dan desain pembelajaran yang berorientasi pengalaman. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa model 70:20:10 memiliki potensi strategis dalam memperkuat ekosistem pembelajaran jarak jauh di era digital, namun memerlukan dukungan kelembagaan dan integrasi pedagogis yang matang agar dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS TEACHING FACTORY UNTUK MEMBENTUK KARAKTER KERJA (SOFT SKILL) PESERTA DIDIK PADA KOMPETENSI KEAHLIAN PERMESINAN DI SMK TI MUHAMMADIYAH CIKAMPEK Faizal Rahman; Ahmad Suryadi; Dirgantara Wicaksono
Jurnal Instruksional Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Instruksional
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/instruksional.7.2.11-20

Abstract

Penelitian tentang pengembangan modul pembelajaran berbasis pabrik yang bertujuan untuk membentuk karakter kerja (soft skills) siswa pada kompetensi keahlian permesinan di SMK TI Muhammadiyah Cikampek dilakukan dengan tujuan untuk merancang model pengembangan, menentukan tingkat kelayakan, dan menganalisis karakter kerja siswa dengan implementasi metode pembelajaran berbasis pabrik di SMK TI Muhammadiyah Cikampek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode R&D melalui model ADDIE. Hasil penelitian berupa modul pengembangan pembelajaran berbasis pabrik yang diimplementasikan pada target penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbasis pabrik pada program keahlian permesinan di SMK TI Muhammadiyah Cikampek sesuai dengan model pengembangan ADDIE dan memiliki analisis yang tepat berdasarkan materi dan media ahli. Selain itu, karakter kerja siswa sesuai dengan indikator variabel keterampilan intrapersonal dan interpersonal dalam penelitian ini.
PENGEMBANGAN E-MODUL AQIDAH BERBASIS HYPERCONTENT UNTUK SANTRI KELAS VII DI PESANTREN AT-TAJDID MUHAMMADIYAH TASIKMALAYA Riva Sahri Ramdani; Dirgantara Wicaksono
Jurnal Instruksional Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Instruksional
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/instruksional.7.1.45-58

Abstract

Mengajarkan Aqidah kepada peserta didik kelas VII SMP dibutuhkan media yang yang tepat dan menyenangkan. Media buku cetak berbahasa arab dan metode pembelajaran yang tradisional menjadikan pembelajaran kurang interaktif. Oleh karena itu, maka diperlukan sebuah modul berbasis teknologi (e-modul) yang hypercontent sebagai pendamping buku utama pada pelajaran aqidah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pengembangan e-modul aqidah berbasis hypercontent, mengetahui kelayakan dan keefektifannya dalam pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ASSURE. E-modul dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran berdasarkan pada nilai rata-rata yang diberikan oleh ahli materi 3,60 dan ahli media 3,71. E-modul dinyatakan efektif dalam pembelajaran berdasarkan grafik ketuntasan belajar peserta didik yang mengalami kenaikan dari 37,5% menjadi 97,5%.
PENGEMBANGAN AI-BASED RPL LEARNING PODCAST MENGGUNAKAN NOTEBOOKLM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN REGULASI BAGI PEGAWAI DIREKTORAT PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN Helsa Jumaipa WY; Rusdi Kurniawan; Andi Fitri Wahyu Ramadhani; Dirgantara Wicaksono
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.14089

Abstract

ABSTRACT The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) has created new opportunities for developing adaptive learning media to support workplace learning, particularly in understanding complex regulations. Staff of the Directorate of Learning and Student Affairs are required to comprehensively understand the Recognition of Prior Learning (RPL) regulations and their interconnections with other supporting regulations to support policy formulation, service delivery, and consultation for higher education institutions. This study aimed to develop an AI-Based RPL Learning Podcast using NotebookLM as a flexible and contextual regulatory learning medium. The study employed a Design and Development Research (DDR) approach consisting of needs analysis, learning solution design, media development, and limited implementation. The product was developed by integrating regulatory documents and Frequently Asked Questions (FAQs) into NotebookLM and utilizing the Audio Overview feature to generate a conversational learning podcast. The results indicate that the developed media produced a 29-minute podcast presenting concise regulatory summaries, relationships among regulations, and discussions of common issues encountered during consultation services. The product offers an accessible learning alternative, facilitates comprehensive regulatory understanding, and aligns with the characteristics of adult learning in the workplace. Therefore, the AI-Based RPL Learning Podcast has the potential to serve as an innovative learning medium for improving the effectiveness of regulatory learning within the Directorate of Learning and Student Affairs. ABSTRAK Perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru dalam pengembangan media pembelajaran yang lebih adaptif untuk mendukung pembelajaran di lingkungan kerja. Pegawai Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan memerlukan pemahaman yang komprehensif mengenai regulasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) beserta keterkaitannya dengan berbagai regulasi pendukung sebagai dasar penyusunan kebijakan, pemberian layanan, dan konsultasi kepada perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan AI-Based RPL Learning Podcast berbasis NotebookLM sebagai media pembelajaran regulasi yang lebih fleksibel dan kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan Design and Development Research (DDR) melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan solusi pembelajaran, pengembangan media, dan implementasi terbatas. Produk dikembangkan dengan mengintegrasikan dokumen regulasi dan Frequently Asked Questions (FAQ) ke dalam NotebookLM, kemudian memanfaatkan fitur Audio Overview untuk menghasilkan podcast pembelajaran berbasis percakapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan menghasilkan podcast berdurasi sekitar 29 menit yang menyajikan ringkasan regulasi, keterkaitan antarregulasi, serta pembahasan berbagai permasalahan yang sering muncul dalam layanan konsultasi. Produk ini memberikan alternatif pembelajaran yang lebih mudah diakses, mendukung pemahaman regulasi secara menyeluruh, dan sesuai dengan karakteristik pembelajaran orang dewasa di lingkungan kerja. Dengan demikian, AI-Based RPL Learning Podcast berpotensi menjadi media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran regulasi di lingkungan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan.
STUDI KUALITATIF TENTANG KARAKTERISTIK DAN KEBUTUHAN AKADEMIK PESERTA DIDIK SEBAGAI LANDASAN PENYUSUNAN SISTEM INSTRUKSIONAL DI MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA Rita Mulyati; Masyadi; Samsudin; Dirgantara Wicaksono
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 Nomer 03, September 2026 Publication
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.18019

Abstract

This qualitative study aims to analyse the characteristics and academic needs of students enrolled in the Pancasila Education course. The goal is to develop a relevant and contextual instructional system based on these findings. The study employs a qualitative descriptive approach. Data were collected through semi-structured interviews with five students and open-ended questionnaires via Google Forms completed by 20 students from various faculties. The results showed that most students (65%) are visual learners, 20% are kinesthetics learners, and 15% are auditory learners. The main obstacles were the dominance of the lecture method (90%) and abstract material (85%). Students expressed a desire for case-based discussion methods (100%), learning videos (85%), and contextual approaches (90%). A significant gap exists between the instructional system designed in the RPS (with 70% lecture allocation) and student needs. These findings underscore the urgent need to develop varied, interactive, and student-cantered instructional designs for Pancasila Education courses.
Development of the Taruna Melati Utama Paripurna Cadre Training Module Based on the Experiential Learning Method at PP IPM Khadijah Hairani; Dirgantara Wicaksono
The Future of Education Journal Vol 4 No 8 (2025): Continued
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i8.1012

Abstract

This study develops a Training Module for Taruna Melati Utama Paripurna Cadres (PKPTMU) using Experiential Learning at the Central Board of Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM). Using a research and development method with the ADDIE model, the study involved facilitators, the cadre development division, and PKPTMU participants. Expert validation results indicate that the module is valid (media: 3.75; material: 3.80), while small- and large-group trials scored 3.74 and 3.81, respectively (both categorized as very good). The N-Gain analysis shows an improvement in learning outcomes from the medium to the high category. More than 85% of participants rated the module as engaging and relevant, confirming its feasibility and effectiveness for cadre development.
Dampak Penerimaan dan Penggunaan Teknologi Video Konferensi terhadap Pola Komunikasi Pembelajaran Alfina Kamelia; Alfi Oktafian Sulistiyaningrum; Widia Setyaningrum; Dirgantara Wicaksono
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 2 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i2.845

Abstract

Studi ini bertujuan menganalisis Penggunaan dan pemanfaatan video konferensi dalam pembelajaran jarak jauh di Indonesia pasca pandemi Covid-19. Penelitian menggunakan pendekatan studi literatur naratif terhadap 30 artikel jurnal nasional dan internasional terbitan tahun 2020–2025. Analisis dilakukan dengan sintesis tematik untuk mengidentifikasi faktor Penggunaan teknologi, pola pemanfaatan, serta hambatan dan strategi optimalisasi penggunaan video konferensi. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi kegunaan menjadi faktor paling dominan dalam membentuk Penggunaan video konferensi, sementara kemudahan penggunaan berperan tidak langsung melalui sikap pengguna. Pemanfaatan video konferensi masih didominasi metode ceramah satu arah dengan penggunaan fitur interaktif yang terbatas. Hambatan utama meliputi keterbatasan infrastruktur, kesenjangan akses internet, kompetensi pedagogik digital, serta fenomena zoom fatigue.  Studi ini menyimpulkan bahwa optimalisasi pembelajaran berbasis video konferensi konferensi memerlukan dukungan infrastruktur, peningkatan kapasitas pengajar, serta desain pembelajaran yang lebih interaktif dan proporsional.
Membangun Karakter Warga Negara Yang Aktif (Active Citizen) Melalui Model SAFE Pada Mata Pelajaran Pkn Di SMA Nizam Al-Mulk Batam Agus Syarif; Renei Indriaty; Wahyu Indria Sri Darmasari; Dirgantara Wicaksono
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1749

Abstract

Pembentukan karakter warga negara yang aktif (active citizen) merupakan salah satu fokus utama dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran sering kali masih bersifat teoretis dan monoton, sehingga kurang mampu memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan penerapan model pembelajaran SAFE (Sequential, Analytical, Formative, Experiential) dalam meningkatkan karakter active citizen pada siswa kelas XI di SMA Nizam Al-Mulk Batam. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi partisipasi siswa, angket karakter warga negara aktif, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap keterlibatan dan tanggung jawab sosial siswa setelah diterapkannya model SAFE. Pada siklus I, persentase keaktifan siswa baru mencapai kategori cukup, namun pada siklus II meningkat pesat hingga mencapai kategori sangat baik. Karakter active citizen siswa, yang meliputi aspek kepedulian sosial, kemampuan berpikir kritis terhadap isu publik, dan keterampilan berkolaborasi, mengalami penguatan yang nyata. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran SAFE pada mata pelajaran PPKn efektif dalam membangun karakter warga negara yang aktif. Model ini direkomendasikan bagi para pendidik sebagai salah satu strategi inovatif untuk menciptakan pembelajaran PPKn yang lebih kontekstual, bermakna, dan berpusat pada siswa.