Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Pelatihan LILA terhadap Tingkat Pengetahuan mengenai Kurang Energi Kronik Pada Mahasiswa Program Studi S1 Gizi Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat Baiq Dewi Sukma Septiani; Febrina Sulistiawati; Novia Arista
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v2i1.244

Abstract

Kurang Energi Kronik (KEK) merupakan salah satu masalah gizi pada ibu hamil dengan rentang usia 20-35 tahun yang terjadi akibat dari ketidakseimbangan asupan gizi secara menahun. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, terdapat 14,8% kasus wanita usia subur dengan KEK dan 17,3% prevalensi kasus wanita hamil dengan KEK, hal ini menunjukkan masih tingginya angka kejadian Kurang Energi Kronik pada wanita usia subur dan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menambah pengetahuan mahasiswa program studi S1 Gizi UNU NTB mengenai pemanfaatan pita lingkar lengan atas (LILA) untuk mengidentifikasi kejadian kurang energi kronik (KEK). Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 orang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pelatihan LILA terhadap tingkat pengetahuan mengenai kurang energi kronik (KEK) pada mahasiswa Program Studi S1 Gizi Universitas Nahdlatul Ulama NTB. Diketahui bahwa sebanyak 8 orang responden dengan tingkat pengetahuan kurang (50%) mengalami peningkatan tingkat pengetahuan menjadi kategori sedang yaitu sebanyak 15 orang (93,8%) (p=0.000). Berdasarkan hasil uji multivariat diketahui bahwa pelatihan LILA memberikan pengaruh 85 kali lebih besar terhadap peningkatan pengetahuan mengenai kurang energi kronik (KEK) pada mahasiswa Program Studi S1 Gizi Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat dimana R = 0.856 dengan (p=0.000). Mahasiswa mampu memanfaatkan media pita LILA sebagai alat pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk mengidentifikasi kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) baik pada remaja, wanita usia subur maupun pada ibu hamil
Gambaran Status Gizi dan Asupan Zat Gizi Makro Kelompok Lansia Rumah Senja Di Desa Jenggik Kabupaten Lombok Timur Febrina Sulistiawati; Baiq Dewi Sukma Septiani
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2022): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v2i2.248

Abstract

Pada saat ini, Indonesia menempati peringkat lima besar negara di dunia dengan jumlah lansia terbanyak. Terdapat banyak perubahan dan masalah yang terjadi pada lansia seiring dengan proses penuaan, seperti penurunan fungsi biologis, psikologis, sosial, ataupun ekonomi. Semua perubahan yang terjadi pada lansia ini tentu saja akan menjadi stressor bagi lansia dan akan mempengaruhi kesejahteraan hidup lansia. Bagi lansia pemenuhan kebutuhan gizi yang diberikan dengan baik dapat membantu dalam proses beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang dialaminya. Selain itu dapat pula menjaga kelangsungan pergantian sel-sel tubuh sehingga dapat memperpanjang usia. Kebutuhan kalori pada lansia berkurang karena berkurangnya kalori dasar dari kebutuhan fisik. Kalori dasar adalah kalori yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan tubuh dalam keadaan istirahat, misalnya : untuk jantung, usus, pernafasan dan ginjal. Berdasarkan hal tersebut, maka dipandang perlu untuk melakukan analisis status gizi kelompok lansia binaan Lembaga Rumah Senja di Desa Jenggik, Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran tentang suatu keadaan secara objektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis status gizi kelompok lansia binaan Lembaga Rumah Senja di Desa Jenggik Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur.
Pengaruh Pelatihan Kader Posyandu Terhadap Sikap Mengenai Kurang Energi Kronik (KEK) di Desa Kramajaya dan Tanak Beak Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat Baiq Dewi Sukma Septiani; Dian Neni Naelasari; Novia Arista; Siti Raodah
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2023): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v3i1.467

Abstract

Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018 pengukuran LiLA diketahui bahwa prevalensi KEK pada Wanita tidak hamil sebesar 14,8%, sedangkan prevalensi KEK pada Wanita hamil sebesar 17,3%. Desa Kramajaya dan Tanak Beak merupakan Wilayah Kerja Puskesmas Narmada dengan angka kejadian KEK sebesar 14% pada tahun 2020. Sikap kader posyandu terhadap remaja, ibu hamil dan ibu menyusui mengenai dampak yang akan ditimbulkan oleh KEK menyebabkan remaja, ibu hamil dan ibu menyusui rentan dalam status gizi yang ditandai KEK. Berdasarkan data tersebut, intervensi tentang pentingnya kecukupan zat gizi yang harus dikonsumsi untuk remaja, ibu hamil dan ibu menyusui sangat penting untuk mencegah KEK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pelatihan kader posyandu terhadap KEK. Jenis penelitian ini adalah Open-Label Non-Randomized Controlled Trial Design dengan rancangan penelitian Pre-Post with Control Design atau disebut juga dengan Non-Equivalent Group Design yaitu dengan membandingkan perubahan hasil pada kelompok perlakuan dan kelompok. Populasi dalam penelitian ini 35 orang kader posyandu di Desa Kramajaya dan 35 orang kader posyandu di Desa Tanak Beak dengan jumlah sample 10 orang kader posyandu di Desa Kramajaya dan 10 orang kader posyandu di Desa Tanak Beak yang diambil dari analisis multivariate. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh pelatihan kader posyandu terhadap sikap mengenai KEK (p=0.000).
Pengaruh Pelatihan Kader Posyandu terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Mengenai Kurang Energi Kronik di Desa Kramajaya dan Tanak Beak Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat Baiq Dewi Sukma Septiani; Dian Neni Naelasari; Siti Raodah
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v4i1.668

Abstract

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, ditemukan bahwa prevalensi kekurangan energi kronis (KEK) pada wanita usia subur (WUS) sebesar 14,8%, sedangkan prevalensi kekurangan energi kronis pada ibu hamil sebesar 17,3%. Desa Kramajaya dan Tanak beak merupakan wilayah kerja Puskesmas Narmada dengan kejadian Kekurangan Energi Kronis sebesar 14% pada tahun 2020. Kurangnya pengetahuan kader posyandu, remaja, wanita usia subur, ibu hamil dan ibu menyusui mengenai dampak KEK terhadap kejadian gizi buruk atau gizi kurang. Berdasarkan data tersebut, intervensi mengenai pentingnya asupan gizi seimbang bagi remaja, ibu hamil dan ibu menyusui sangat penting untuk mencegah kejadian KEK. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan kader posyandu terhadap pengetahuan dan keterampilan mengenai kekurangan kurang energi kronis (KEK) Di Desa Kramajaya Dan Tanak Beak Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Jenis penelitian ini adalah Open-Label Non-Randomized Controlled Trial Design with Pre-Post With Control Design atau disebut juga Non-Equivalent Group Design yaitu dengan membandingkan perubahan hasil pada kelompok perlakuan dan kelompok. Populasi dalam penelitian ini adalah 35 orang kader posyandu di Desa Kramajaya dan 35 orang kader posyandu di Desa Tanak Beak dengan sampel 10 orang kader posyandu di Desa Kramajaya dan 10 orang kader posyandu di Desa Tanak Beak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pelatihan kader posyandu terhadap tingkat pengetahuan dan keterampilan tentang kekurangan energi kronis di Desa Kramajaya dan Tanak Beak Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat (p-value= 0,000) dengan (R square = 0,85).
Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu dan Kepatuhan Pemberian PMT-P Dengan Asupan Makan Pada Balita Wasting di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Karang Kota Mataram Ira Fatira; Baiq Dewi Sukma Septiani; Dian Neni Naelasari
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v4i2.679

Abstract

Balita merupakan kelompok yang paling rentan mengalami masalah gizi, terutama masalah kekurangan gizi seperti kurus, pendek, dan gizi kurang. Kurang gizi pada anak juga mempengaruhi kemampuan kognitif dan kecerdasan anak, serta juga menyebabkan rendahnya produktivitas anak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kurang gizi membawa dampak negatif pada balita, seperti mengganggu pertumbuhan fisik maupun mental, yang dapat daya tahan, menyebabkan hilangnya masa hidup sehat balita, serta meningkatkan angka kesakitan, kecacatan, hingga angka kematian pada balita. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Non eksperimental serta bersifat Cross Sectional. Pada Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Penelitian ini di laksanakan di wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Karang. Dengan populasi sebanyak 103 orang balita wasting, dan pengambilan sampel dengan metode random sampling sebanyak 75 orang responden. Uji yang di gunakan yaitu uji spearmen rank dengan Analisis univariat, bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan gizi ibu dalam kategori kurang (37,3%), kepatuhan pemberian PMT–P dalam kategori kurang (49%). Berdasarkan uji spearman rank menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan gizi ibu (p-value = <0,001), kepatuhan pemberian PMT–P (p – value = <0,003). dari output spss juga di ketahui koefisien korelasi sebesar 0,6 artinya tingkat kekuatan korelasi / hubungan ke dua variabel adalah hubungan yang kuat.
Perbedaan Sifat Organoleptik dan Kandungan Zat Gizi Makro Roti Tawar Nutriloaf dengan Substitusi Tepung Kedelai (Glycine max) dan Beras Merah (Oryza nivara) Jihan Amartia; Baiq Dewi Sukma Septiani; Febrina Sulistiawati; Novia Arista; Dian Septiana; Dwi Andayani
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v5i2.1013

Abstract

Salah satu contoh makanan yang dikonsumsi sebagai makanan ringan di Indonesia saat ini adalah roti. Roti tawar umumnya berbahan dasar terigu protein tinggi. Substitusi tepung kedelai dan beras merah menambah kandungan gizi khususnya protein pada roti tersebut. Tujuan penelitian yaitu menganalisa beda sifat organoleptik dan kandungan zat gizi makro roti tawar Nutriloaf substitusi kacang kedelai dan beras merah. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali perlakuan (K=3), 1 unit percobaan dilakukan 3 kali pengulangan, sehingga total jumlah percobaan adalah 3x1x3 = 9 dan analisis zat gizi diolah secara deskriptif. Dilakukan pula penambahan tepung kedelai dan beras merah pada produk roti tawar Nutriloaf dengan takaran yang berbeda, kemudian hasil yang dianalisis meliputi uji daya terima dan kandungan zat gizi diantaranya energi, protein, lemak, dan karbohidrat. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan T1 meningkatkan daya terima responden dari segi warna, aroma, rasa, tekstur. Kesimpulan: Perlakuan T2 pada produk roti tawar Nutriloaf meningkatkan kandungan gizi protein dan lemak. Ada beda daya terima dan kandungan zat gizi roti tawar Nutriloaf  dari masing – masing perlakuan. roti tawar Nutriloaf  terbaik pada perlakuan T1 dan kandungan gizi roti tawar Nutriloaf  terbaik pada perlakuan T2 yaitu 12,09 gram protein dan 10,09 gram.
Hubungan Aktivitas Fisik dan Asupan Makan dengan Status Gizi Siswa Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Nurul Ulum Mertak Tombok Himayati Nurul Wahdah; Muhammad Syamsussabri; Baiq Dewi Sukma Septiani; Febrina Sulistiawati
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/3dfyp607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik, asupan makan, dan status gizi pada siswa Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Nurul Ulum Mertak Tombok. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan melibatkan 109 siswa berusia 15-18 tahun sebagai responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner food recall 24 jam, kuesioner aktivitas fisik, dan pengukuran antropometri untuk menentukan IMT/U berdasarkan standar z-score. Hasil penelitian menunjukkan 51,38% siswa tergolong kurang gizi, 42,02% normal, sebagian besar aktivitas fisik siswa dalam kategori sedang (60,55%), serta asupan energi, protein, dan lemak yang kurang sering ditemukan. Uji korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan status gizi (p=0,396). Namun, terdapat hubungan signifikan antara asupan energi (p=0,038), protein (p=0,020), lemak (p=0,000), dan karbohidrat (p=0,000) dengan status gizi. Kesimpulannya, status gizi siswa lebih dipengaruhi oleh kecukupan asupan nutrisi daripada tingkat aktivitas fisik.
Comparison of Proximate Composition of Tuna and Mackerel Protein Hydrolysates for Diet Development in Non-Communicable Disease Rachmawati, Septi Nur; Septiani, Baiq Dewi Sukma
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): MAY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v4i2.951

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) remain the leading causes of death worldwide and are closely associated with unhealthy dietary patterns. This condition highlights the need for comprehensive interventions, including dietary approaches. One strategy to reduce the severity of NCDs is the development of food innovations that can improve diet quality, particularly in terms of palatability, without increasing disease risk. Fish protein hydrolysate (FPH) contains amino acids such as glutamate, which contributes to umami taste and can be utilized as a flavor enhancer to improve food acceptability. This study aimed to compare the proximate composition of FPH derived from tuna (Thunnus sp.) and kawakawa (Euthynnus affinis) as a basis for developing flavor enhancers for NCD dietary management. This study used a laboratory experimental design with a quantitative descriptive approach. FPH was produced through enzymatic hydrolysis using papain, followed by proximate analysis including ash, moisture, carbohydrate, protein, and fat contents. The results showed that protein content was higher in tuna FPH, whereas its moisture content was lower than that of kawakawa FPH. Both samples had low fat and ash contents. All parameters differed significantly between samples (p < 0.05), including ash content (p = 0.014), moisture content (p = 0.019), protein content (p = 0.026), carbohydrate content (p = 0.038), and fat content (p = 0.047). Overall, tuna FPH showed better nutritional characteristics and has potential as a natural flavor enhancer to support dietary management in NCDs.