Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Pelatihan Kader Posyandu terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Mengenai Kurang Energi Kronik di Desa Kramajaya dan Tanak Beak Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat Septiani, Baiq Dewi Sukma; Naelasari, Dian Neni; Raodah, Siti
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 4 No 1 (2024): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v4i1.668

Abstract

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, ditemukan bahwa prevalensi kekurangan energi kronis (KEK) pada wanita usia subur (WUS) sebesar 14,8%, sedangkan prevalensi kekurangan energi kronis pada ibu hamil sebesar 17,3%. Desa Kramajaya dan Tanak beak merupakan wilayah kerja Puskesmas Narmada dengan kejadian Kekurangan Energi Kronis sebesar 14% pada tahun 2020. Kurangnya pengetahuan kader posyandu, remaja, wanita usia subur, ibu hamil dan ibu menyusui mengenai dampak KEK terhadap kejadian gizi buruk atau gizi kurang. Berdasarkan data tersebut, intervensi mengenai pentingnya asupan gizi seimbang bagi remaja, ibu hamil dan ibu menyusui sangat penting untuk mencegah kejadian KEK. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan kader posyandu terhadap pengetahuan dan keterampilan mengenai kekurangan kurang energi kronis (KEK) Di Desa Kramajaya Dan Tanak Beak Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Jenis penelitian ini adalah Open-Label Non-Randomized Controlled Trial Design with Pre-Post With Control Design atau disebut juga Non-Equivalent Group Design yaitu dengan membandingkan perubahan hasil pada kelompok perlakuan dan kelompok. Populasi dalam penelitian ini adalah 35 orang kader posyandu di Desa Kramajaya dan 35 orang kader posyandu di Desa Tanak Beak dengan sampel 10 orang kader posyandu di Desa Kramajaya dan 10 orang kader posyandu di Desa Tanak Beak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pelatihan kader posyandu terhadap tingkat pengetahuan dan keterampilan tentang kekurangan energi kronis di Desa Kramajaya dan Tanak Beak Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat (p-value= 0,000) dengan (R square = 0,85).
Pemenuhan Gizi Lansia Melalui Produk Olahan Pangan Lokal dan Konseling Gizi Febrina Sulistiawati; Baiq Dewi Sukma Septiani
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v2i2.217

Abstract

Undang-undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia menyatakan bahwa lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 (enam puluh) tahun ke atas. Penduduk lansia pada umumnya memiliki fisik maupun non fisik yang kondisinya telah banyak mengalami penurunan akibat proses alamiah yang disebut dengan proses menua atau aging. Lansia memerlukan dukungan dari berbagai pihak, tidak hanya pemerintah namun juga dukungan masyarakat agar tetap dapat terjamin kesehatan maupun kesejahteraannya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menanamkan dan meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku lansia dalam mengatasi masalah gizi dan kesehatan yang dihadapi agar mampu menyusun menu makanan sehat dan bergizi seimbang terutama yang berasal dari pangan lokal yang banyak tersedia di wilayah sekitar tempat tinggal mereka. Kegiatan ini dilakukan menggunakan metode diskusi kolaboratif dengan teknik motivational interviewing. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa : (1) lansia membutuhkan konseling gizi secara rutin agar dapat mengatur pola makan sesuai dengan kebutuhan gizi lansia dan penyakit yang diderita, (2) labu kuning dan ubi jalar ungu dapat dijadikan alternatif pangan olahan sehat untuk lansia karena mengandung tinggi serat dan antioksidan yang baik untuk mengontrol kadar gula darah lansia.
Edukasi Pedoman Umum Gizi Seimbang Bagi Ibu Hamil Kurang Energi Kronik (KEK) di Desa Batu Kuta Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat Baiq Dewi Sukma Septiani; Febrina Sulistiawati
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v2i2.227

Abstract

Kurang Energi Kronik (KEK) merupakan salah satu masalah gizi pada ibu hamil dengan rentang usia 20-35 tahun yang terjadi akibat dari ketidakseimbangan asupan gizi secara menahun. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, terdapat 14,8% kasus wanita tidak hamil dengan KEK dan 17,3% prevalensi kasus wanita hamil dengan KEK, hal ini menunjukkan masih tingginya angka kejadian Kurang Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil. Tingginya angka kejadian KEK juga masih terjadi di Desa Batu Kuta Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat dengan prevalensi sebesar 14%. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai pedoman umum gizi seimbang (PUGS) pada ibu hamil kurang energi kronik (KEK) di Desa Batu Kuta Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Program Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Ilmu Gizi Universitas Nahdlatul Ulama NTB berupa edukasi pedoman umum gizi seimbang (PUGS) dan kesehatan yang diadakan di Desa Batu Kuta Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat sebagai wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Lokasi pengabdian dilakukan di Desa Batu Kuta Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan dapat disimpukan bahwa adalah ibu hamil kurang energi kronik (KEK) membutuhkan informasi mengenai pentingnya pedoman umum gizi seimbang dalam perubahan pola konsumsi serta membantu meningkat status gizi ibu selama masa kehamilan baik pada trimester 1 sampai dengan trimester 3. Kata Kunci: Edukasi; Pedoman Umum Gizi Seimbang; Ibu Hamil Kurang Energi Kronik (KEK)
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Untuk Remaja Febrina Sulistiawati; Baiq Dewi Sukma Septiani
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.522

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan serangkaian program yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat dari tidak sehat menjadi berperilaku sehat. Program ini masih perlu disosialisasikan dengan baik kepada seluruh elemen masyarakat. Salah satu kelompok masyarakat yang perlu diberikan edukasi terkait dengan PHBS adalah kelompok remaja. Hal ini karena remaja berada pada fase kehidupan dengan rasa ingin tahu yang tinggi sehingga merupakan kelompok prioritas untuk diberikan edukasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah 30 siswa SMPN 18 Mataram. Metode yang digunakan dalam kegiatan edukasi ini adalah penyuluhan. Evaluasi kegiatan diperoleh melalui kuesioner tingkat pengetahuan pretest dan posttest. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan siswa mengenai PHBS dengan kategori baik dari semula 13% menjadi 67%.
Pendampingan Kelas Remaja Sadar Gizi dan Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal Menjadi Menu Sehat Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di SMPN 18 Mataram Baiq Dewi Sukma Septiani; Febrina Sulistiawati
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.525

Abstract

Saat ini Indonesia dihadapkan pada tiga beban masalah gizi (triple burden) yaitu stunting, wasting dan obesitas serta kekurangan zat gizi mikro seperti anemia. Data Riskesdas Nasional Tahun 2018 menunjukkan bahwa sebanyak 25,7% remaja usia 13-15 tahun dan 26,9% remaja usia 16-18 tahun dengan status gizi pendek dan sangat pendek. Data Riskesdas Provinsi NTB menunjukkan bahwa prevalensi remaja usia 13-15 tahun dengan status gizi stunting sebanyak 23,38% sedangkan di Kota Mataram prevalensi remaja dengan status gizi stunting sebanyak 22,17%. Tujuan pelaksanaan kegiatan yaitu melakukan proses pendampingan kelas remaja sadar gizi dan pelatihan pengolahan pangan lokal menjadi menu sehat sebagai upaya pencegahan stunting di SMPN 18 Mataram. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini diantaranya melakukan kegiatan Forum Group Discussion dengan Kepala Sekolah SMPN 18 Mataram, Wali Kelas, Guru Pembina Bimbingan Konseling, Kepala Dusun, Ketua RT/RW dan Kepala Lingkungan Desa Ampenan Selatan terkait dengan pemanfaatan bahan pangan lokal yaitu hasil perikanan di pesisir pantai Ampenan, pembentukan kelas remaja sadar gizi usia 13-15 tahun, memberikan pendampingan edukasi gizi melalui media piring edukatif sehingga meningkatkan pengetahuan remaja mengenai asupan bergizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting pada generasi berikutnya serta memberikan pelatihan pengolahan bahan pangan lokal menjadi menu sehat dengan memanfaatkan bahan pangan lokal sekitar sekolah terutama hasil perikanan pesisir pantai Ampenan. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa (1) remaja membutuhkan edukasi gizi secara rutinagar dapat mengatur pola makan sesuai dengan kebutuhan gizi remaja (2) Dengan dilakukannya edukasi gizi ini diharapkan kesadaran remaja terkait gizi dapat tercapai (3) Ikan tongkol dan talas dapat disajikan alternatif pangan olahan sehat dan kekinian karena mengandung sumber protein tinggi sebagai upaya pencegahan masalah gizi pada remaja.