Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Interaksi Online

HUBUNGAN TERPAAN SOSIALISASI BPJS KESEHATAN DAN SIKAP MASYARAKAT PADA PROGRAM DENGAN KEPUTUSAN MASYARAKAT SEBAGAI PESERTA BPJS KESEHATAN Prescilla Roesalya; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi; Sri Widowati
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.346 KB)

Abstract

Dalam jangka waktu kurang lebih 4 bulan (Januari-April) BPJS Kesehatan telahmenjadi pemberitaan di berbagai media televisi maupun media cetak, dalam artikelnyamereka menuliskan beberapa tulisan mengenai BPJS Kesehatan yang membahas tentangkeluhan masyarakat mengenai sosialisasi program peralihan PT ASKES yang kini telahmenjadi BPJS Kesehatan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan terpaan sosialisasi BPJSKesehatan dan sikap masyarakat pada program dengan keputusan masyarakat untuk menjadipeserta BPJS Kesehatan. Populasi dalam penelitian ini adalah warga Kecamatan Candisari,kelurahan Jatingaleh, RT 02 RW 03 dengan rentan usia 20-60 tahun. Responden yang terlibatdalam penelitian ini sebanyak 100 sampel. Didalam penelitian ini menggunakan teori difusiinovasidan Analisis yang digunakan adalah Analisis kuantitatif dengan menggunakanKorelasi kendall.Hasil dari analisis Korelasi kendall yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa antaravariabel (X1) dengan variabel (Y) terdapat hubungan yang signifikan. Hal ini ditunjukkanoleh nilai probabilitas kesalahan (sig) sebesar 0,037 yang lebih kecil dari 5% dan besarnyanilai koefisien korelasi adalah 0,179. Sedangkan variabel (X2) dan (Y) terdapat hubunganyang sangat signifikan. Hal itu ditunjukkan oleh nilai probabilitas kesalan (sig) sebesar 0,000yang lebih kecil dari sig 1%, dan nilai koefisien korelasi adalah 0,405. Variabel independenyang lebih memiliki hubungan ialah variabel sikap (0,405) yang terbukti memiliki hubunganpositif dengan variabel dependen yaitu keputusan sebagai peserta.Kata kunci : Terpaan sosialisasi, Sikap masyarakat, dan keputusan sebagai peserta.
HUBUNGAN TINGKAT KETIDAKPASTIAN DAN KONSEP DIRI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KOMUNIKASI PRIA PADA TAHAP PERKENALAN DENGAN WANITA Rwanda Zwazdianza Azwar; Dr Sunarto; Wiwid Noor Rakhmad; Sri Widowati
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.025 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya prosentase pria yang mengalami kecemasan komunikasi ketika berkomunikasi dengan wanita yang belum dikenal. Setiap hubungan personal baik teman, sahabat, kekasih, dan sebagainya terbentuk melalui tahap-tahap, salah satunya adalah tahap kontak atau perkenalan. Tahap kontak atau perkenalan menjadi krusial karena pada tahap ini masing-masing individu akan memutuskan apakah hubungan dapat dilanjutkan ke tahap selajutnya atau tidak. Dengan demikian, kecemasan komunikasi secara tidak langsung akan menghambat pria untuk mengembangkan hubungan dengan wanita. Kecemasan komunikasi yang dialami pria ditentukan oleh dua faktor, yaitu ketidakpastian dan konsep diri yang dimiliki pria.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat ketidakpastian dan konsep diri yang dimiliki pria dengan tingkat kecemasan komunikasi yang dialami pria pada tahap perkenalan. Beberapa teori yang digunakan pada penelitian ini antara lain teori pengurangan ketidakpastian, teori selanjutnya yang digunakan dalam penelitian ini berkaitan dengan konsep diri yang dimiliki pria, dan teori terakhir yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kecemasan komunikasi.Penelitian ini merupakan tipe penelitian eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif, dan menggunakan paradigma positivistik. Populasi dalam penelitian ini adalah pria berusia 20-40 tahun yang mengikuti produk atau pelatihan Hitman System dan mengalami kecemasan komunikasi. Sampel yang digunakan adalah non random dengan teknik accidental sampling dikarenakan jumlah populasi yang tidak diketahui dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Berdasarkan perhitungan statistik dengan menggunakan rumus uji korelasi Rank Kendall, diketahui terdapat hubungan positif yang signifikan antara tingkat ketidakpastian (X1) dengan tingkat kecemasan komunikasi (Y), atau semakin tinggi tingkat ketidakpastian pria maka semakin tinggi pula tingkat kecemasan yang dialami pria. Diketahui pula terdapat hubungan negatif yang sangat signifikan antara konsep diri (X2) dengan tingkat kecemasan komunikasi (Y), dapat dikatakan semakin positif konsep diri pria maka semakin rendah tingkat kecemasan komunikasi yang dialami pria. Terakhir, didapati bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara tingkat ketidakpastian (X1) dan konsep diri (X2) dengan tingkat kecemasan komunikasi (Y), atau pria mengalami ketidakpastian yang tinggi ketika berkenalan dengan wanita maka tingkat kecemasan komunikasi yang dialaminya juga akan meningkat, namun jika pria memiliki konsep diri yang positif maka tingkat kecemasan yang dialaminya akan menurun.Kata kunci: Tingkat Ketidakpastian, Konsep Diri, dan Tingkat Kecemasan Komunikasi
Pengaruh Intensitas Membaca Berita tentang Ganjar Pranowo di Surat Kabar Daerah dan Interaksi dengan Kelompok Rujukan terhadap Tingkat Kepercayaan Masyarakat Mengenai Kinerja Gubernur Arifa Rachma Febriyani; Sri Widowati; Much Yulianto; Joyo NS Gono
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.085 KB)

Abstract

Sejak 23 Agustus 2013, masyarakat Jawa Tengah resmi dipimpin oleh Ganjar Pranowo usai beliau memenangi pemilihan gubernur. Namun, survei menunjukkan keraguan masyarakat terhadap kinerja gubernur setelah empat bulan masa kepemimpinannya berlangsung. Surat kabar daerah dipandang berkontribusi dalam menentukan tingkat kepercayaan masyarakat karena kerap mengekspos dinamika kepemimpinan Ganjar Pranowo. Tingkat kepercayaan masyarakat dapat pula terbentuk saat mereka berbincang tentang kinerja gubernur bersama keluarga dan teman.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tipe eskplanatori, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas membaca berita tentang Ganjar Pranowo di surat kabar daerah dan interaksi dengan kelompok rujukan terhadap tingkat kepercayaan masyarakat mengenai kinerja gubernur. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Efek Media Massa dan Teori Kelompok Rujukan. Jumlah populasi sebanyak 7311 orang merupakan penduduk berusia 17-60 tahun di Kelurahan Sumurboto, Semarang. Menggunakan teknik multistage random sampling, diambil sampel sebanyak 99 orang. Data primer dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, dan regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS.Perhitungan statistik menunjukkan persamaan regresi linier sederhana antara intensitas membaca berita tentang Ganjar Pranowo di surat kabar daerah terhadap tingkat kepercayaan masyarakat mengenai kinerja gubernur adalah Y= 39.517+0.419X1dengan nilai signifikansi 0.000 < 0.01. Sementara, persamaan regresi linier sederhana antara interaksi dengan kelompok rujukan terhadap tingkat kepercayaan masyarakat mengenai kinerja gubernur adalah Y=36.340+0.234X2 dengan nilai signifikansi 0.001 < 0.01. Berdasarkan kedua persamaan tersebut dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh positif yang sangat signifikan secara parsial antar variabel-variabel X terhadap variabel Y, namun pengaruhnya sangat kecil.Surat kabar daerah hendaknya memegang teguh komitmen untuk melaksanakan praktik jurnalisme bertanggung jawab dengan menjaga obyektivitas berita. Humas Pemprov disarankan untuk aktif mempublikasikan informasi mengenai kinerja gubernur dalam merealisasikan program-program pro rakyat dan berbagai kebijakan yang dirumuskan. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Masyarakat seharusnya menjadi pembaca yang kritis.Key Words : Intensitas membaca; interaksi dengan kelompok rujukan; tingkat kepercayaan; kinerja gubernur
PENDEKATAN KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI DALAM MENJAGA KEHARMONISAN KELUARGA PELAUT Saundra Centauria; Sri Widowati; Taufik Suprihartini; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.438 KB)

Abstract

Keharmonisan dalam keluarga adalah suatu hal yang didambakan setiap orang. Namun banyak kesulitan untuk mencapai hal tersebut. Salah satunya yang dialami oleh keluarga pelaut dimana terjadi keterpisahan jarak dalam jangka waktu yang lama. Kondisi hubungan jarak jauh itu memicu banyaknya konflik yang terjadi, hingga terjadinya perselingkuhan dan perceraian. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan komunikasi dan konflik secara baik, agar dapat menciptakan keharmonisan dalam keluarga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengelolaan komunikasi dan pengelolaan konflik yang terjadi dalam keluarga pelaut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang mendasari diri pada pendekatan fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam kepada subjek penelitian. Teori yang digunakan adalah teori core triad of balance, yang menyatakan hubungan pernikahan dipahami dari tiga hal dalam pengalaman manusia, yaitu perilaku, persepsi , dan fisiologi.Hasil penelitian dari ketiga informan yaitu tiga orang istri yang masing-masing memiliki suami yang berprofesi sebagai pelaut menunjukan bahwa pengelolaan komunikasi pasangan suami istri jarak jauh dapat dijaga dengan cara mengoptimalkan media komunikasi yang ada. Sikap pengungkapan diri / self disclosure , saling jujur, empati, dan supportiveness perlu ditanamkan untuk menjaga hubungan jarak jauh tersebut, karena hal ini dapat mengontrol tingkat kecurigaan dan mengurangi prasangka dari kedua belah pihak. Jenis konflik yang dialami pasangan suami istri jarak jauh ini beragam sesuai dengan lama pernikahan dan kepribadian masing-masing, mulai dari konflik kecil hingga besar. Namun konflik yang sering terjadi yang dikarenakan intensitas pertemuan tatap muka yang sangat terbatas harus dikelola tidak dengan cara mengakhiri hubungan . Dalam hubungan pernikahan, konflik harus diselesaikan dengan baik, mencari solusi bersama yang tidak merugikan kedua belah pihak, dan membuat konflik menjadi suatu hal yang positif agar bisa dimanfaatkan demi mencapai keharmonisan keluarga.Keywords: Komunikasi Antar Pribadi, Keharmonisan Keluarga, Keluarga Pelaut
Hubungan Intensitas Menonton Tayangan Yuk Keep Smile dan Bentuk Parental Mediation dengan Perilaku Kekerasan Yang Dilakukan Anak Annisa Aulia Mahari; Tandiyo Pradekso; Djoko Setyabudi; Sri Widowati; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.15 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah didasarkan pada tingginya kekerasan yang dilakukan anak, salah satu faktor anak melakukan kekerasan itu adalah karena dampak dari televisi. Anak menonton tayangan dan mengadopsi perilaku yang mereka lihat dalam adegan tayangan tersebut. disini, tayangan Yuk Keep Smile merupakan tayangan yang memberikan dampak negatif. Yuk Keep Smile merupakan acara hiburan, namun di dalam adegannya sering ditemukan kekerasan verbal dan kekerasan fisik. Orang tua haruslah memberikan mediasi antara anak dengan televisi, sehingga anak tidak serta merta menirukan apa yang mereka lihat. Bentuk parental mediation manakah yang berhubungan dengan adopsi perilaku anak dari tayangan yang mereka tonton.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas menonton tayangan Yuk Keep Smile dan bentuk parental mediation dengan perilaku kekerasan yang dilakukan anak. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori belajar sosial dari Bandura dan diperkuat dengan teori Powerfull Berdasarkan data dari lapangan didapatkan hasil bahwa intensitas menonton tayangan Yuk Keep Smile cukup tinggi dan 61persen responden mendapatkan coviewing mediation. Anak yang mendapatkan coviewing mediation kecenderungan melakukan kekerasan cukup tinggi, anak yang mendapatkan active mediation kecenderungan melakukan kekerasan rendah dan anak yang mendapatkan restrictive mediation kecenderungan melakukan kekerasan cukup rendah. Populasi dalam penelitian ini adalah anak-anak yang berdomisili di Semarang yang berusia 6 - 12 tahun dan pernah menonton tayangan Yuk Keep Smile. Sampel yang digunakan non random dengan tekhnik accidental sampling dikarenakan jumlah populasi yang tidak diketahui dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden. Untuk menguji hubungan variabel X1 dengan Y dan variabel X2 dengan Y maka digunakan uji analisis Korelasi Pearson, dan uji formula dengan Chi Square, sedangkan untuk menguji variabel X1 dan X2 dengan Y, digunakan uji analisis Korelasi Konkordansi Rank Kendall (Kendall’s W Test). Berdasarkan hasil penelitian maka semakin tingginya intensitas menonton tayangan Yuk Keep Smile dan mendapatkan coviewing mediation semakin tinggi kecenderungan perilaku kekerasan yang dilakukan anak.Kata kunci: dampak televisi dengan anak, parental mediation,kekerasan oleh anak.
Hubungan antara Asertivitas Komunikasi Manajer dan Iklim Komunikasi Organisasi dengan Tingkat Kedisiplinan Kerja Karyawan di CV Merapi Khairunnisya Sholikhah; Sri Widowati; Tandiyo Pradekso; Taufik Suprihatini
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.464 KB)

Abstract

Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Perilaku komunikasi yang dilakukan pimpinan merupakan hal penting dalam kelangsungan organisasi, dengan kemampuan berkomunikasi yang baik, maka pimpinan dapat menyampaikan pengetahuan, ide, gagasan kepada karyawannya. Pola-pola komunikasi yang ada dalam organisasi akan dapat membentuk sebuah iklim komunikasi. Iklim komunikasi sebuah organisasi mempunyai konsekuensi penting bagi pergantian dan masa kerja pegawai dalam suatu organisasi. Iklim komunikasi yang mendukung merupakan salah satu aspek bagi terciptanya hubungan kerja yang berhasil, karena iklim komunikasi menjembatani praktek-praktek pengelolaan sumber daya manusia dengan kinerja termasuk di dalamnya kedisiplinan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asertivitas komunikasi manajer dan iklim komunikasi organisasi dengan tingkat kedisiplinan kerja karyawan. Asertivitas komunikasi manajer adalah gaya komunikasi manajer yang bersifat terbuka yang diukur dengan melihat kemampuan komunikasi manajer di dalam perusahaan. Iklim komunikasi organisasi diukur dengan lima dimensi iklim oleh Redding di antaranya supportiveness, partisipasi membuat keputusan, kepercayaan, keterbukaan dan keterusterangan, serta tujuan kinerja. Sedangkan disiplin kerja diukur dengan melihat tingkat kepatuhan karyawan terhadap jam kerja, penggunaan alat-alat kerja, dan prosedur kerja. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan tetap CV Merapi sebanyak 126 Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah quota samplingyang berjumlah 55 orang. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis koefisien korelasi rankKendall menggunakan perhitungan program SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara asertivitas komunikasi manajer dengan tingkat kedisiplinan kerja karyawan. Hal ini dibuktikan berdasarkan perhitungan melalui uji statistik dimana diperoleh probabilitas kesalahan (sig) sebesar 0,001 dengan koefisien korelasi sebesar 0,426. Oleh karena sig sebesar 0,001 < 0,01; maka kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa menerima Hipotesis alternatif (Ha) dan menolak Hipotesis nol (Ho). sedangkan untuk variabel iklim komunikasi organisasi dan tingkat kedisiplinan kerja karyawan tidak terdapat hubungan karena uji hipotesis menunjukkan bahwa diperoleh probabilitas kesalahan (sig) sebesar 0,096. Oleh karena sig sebesar 0,096 > 0,05; maka kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa menolak Hipotesis alternatif (Ha) dan menerima Hipotesis nol (Ho). Saran yang diberikan sebagai implikasi hasil penelitian adalah perlu diadakannya pelatihan ketenagakerjaan untuk line manajer maupun karyawan untuk dapat memperbaiki keahlian mereka dalam segi komunikasi maupun kinerja.Key words: Asertivitas Komunikasi Manajer, Iklim Komunikasi Organisasi, Tingkat Kedisiplinan Kerja Karyawan
Co-Authors Aaz Muhammad Hafidz Azis Agus Naryoso Ahmad Fikri Alviyanto, Masruri Farid Annisa Aulia Mahari Arifa Rachma Febriyani Ati Suci Dian Martha B.A. Susila Santosa B.A.S. Santosa Bagus Endar Bachtiar Nurhandoko Bagus Suryawan, Ida Djoko Setyabudi DR Sunarto Duke Susila , Habibie Dwi Amiarsi Eko Darwiyanto Ema S. Mulyani Fahma Yuliwardi Fauzan, Noval Ferdiansyah, Leroy Firdausi, Yasmin Fitriana, Rana Ramadhani Nur Handayani, Ela Haqqiyah, Shabrina Naulal Hariz, Muhammad Hening Ryan Aryani Heti Herawat heti herawati Hijriyani, Siti Nadiah Irsyad Alfian, Reza Johan Alibasa, Muhammad Joyo NS Gono Kaswandhi Triyoso Khairunnisya Sholikhah Kusumo, Dana Sulistyo M. Rosyidul Ibad MADE ASTAWAN Mahendra, Maulana Maryani Suwarno Mira Kania Sabariah Monterico Adrian Much Yulianto Muhammad Ari Arfianto Muhammad Johan Alibasa Muhammad Rosyidul Ibad Mursyid . Muyasaroh, Arummi nFN Akhyar nFN Sudaryono nFN Widaningrum Nouvadila, Haqila Nur Novi Ratnasari Novidanu, Ananta Nugroho Edi Kartijono Nur Lailatul M Nurhuda, Nisrina Praditha, Villy Satria Pramudia, Ajeng Prescilla Roesalya Purbaningrum, Setia Raden Siti Nurlaela Ramadhan, Azzam Rio K. Martha Rofiah, Khofidotur Rwanda Zwazdianza Azwar Salsa, Sefira Khiorotus Sari, Amelia Wulan Satryo A. Wibowo Saundra Centauria Shabrina Naulal Haqqiyah Siti Harnina Bintari Soewarno T. Soekarto Sri Ngabekti Suryawan Wiranatha, Agung Syahrevi, Nauval Tandiyo Pradekso Taufik Suprihartini Taufik Suprihatini Tjahja Muhandri Tutik Wresdiyati Tutu April Ariani Utomo, Rafika Azzahra Salsabila Veronikha Effendy Widayanti . Wiwid Noor Rakhmad Zahid Fikri