Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PEKERJA SEHAT PRODUKTIVITAS KERJA MENINGKAT: EDUKASI PANDUAN ERGONOMI KEPADA KARYAWAN Gracia Aktri Margareth Manihuruk; Theresia Theresia; Maria Maxmila Yoche; Fransiska Ompusunggu; Lina Berliana Togatorop; Fernaldi Dopong; Varel Hizkia Putra Rahawarin
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 6 No. 3 (2022): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v6i3.6234

Abstract

Ergonomi bermanfaat untuk meningkatkan keselamatan kerja dan produktivitas karyawan. Pekerjaan yang tidak dilakukan sesuai prinsip ergonomi akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang akan merugikan pekerja dan organisasi. Edukasi program ergonomi dinilai efektif dalam mengurangi masalah kesehatan akibat pekerjaan terutama di bidang konstruksi sehingga hal ini diharapkan menciptakan perilaku serta budaya kerja yang aman. Pekerja di warehouse dan di kantor berisiko mengalami gangguan otot, sendi, dan tulang akibat pola gerak yang tidak ergonomis. Para pekerja yang belum pernah menerima edukasi panduan ergonomi dan skrining kesehatan serta K3 yang belum terselenggara menjadi perhatian bagi tim PKM. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui status kesehatan dan meningkatkan pengetahuan para pekerja mengenai ergonomi di lingkungan kerja. Kegiatan edukasi panduan ergonomi terdiri dari pemaparan materi, demonstrasi, pemberian poster, pelaksanaan pre-test dan post-test, serta pemeriksaan kesehatan. Hasil yang didapatkan adalah terjadi peningkatan nilai rerata post-test sebesar 2.74 apabila dibandingkan dengan nilai rerata pre-test. Selain itu, setelah edukasi terjadi peningkatan nilai minimum dari 25 pada pre-test menjadi 50 pada post-test. Sebagian besar peserta pemeriksaan kesehatan berada dalam kategori obesitas (47%). Hal ini menjadi masukan serta bahan pertimbangan bagi mitra dalam pengambilan keputusan untuk keselamatan karyawan dan efisiensi perusahaan.    
The Relationship of Interdialytic Weight Gain is Associated with Intradialysis Hypertension in Hemodialysis Patients Afitiani Maghfiroh; Lina Berliana Togatorop
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.4234

Abstract

One of the complications in the hemodialysis process is intradialysis hypertension. Hemodialysis patients also often experience increased interdialytic weight gain (IDWG). IDWG and intradialysis hypertension are each associated with patient mortality and morbidity. This study was conducted to determine the relationship between interdialytic weight gain and intradialysis hypertension in hemodialysis patients at Depok City Hospital. This research method is quantitative with cross sectional design. A total of 92 hemodialysis patients who met the inclusion criteria were selected using purposive sampling technique. Data were collected using a respondent characteristics questionnaire, IDWG scoring sheet, and intradialysis systolic blood pressure observation sheet. The results showed that 37% of respondents were 55-64 years old; 53.3% were female; 48.9% had a high school education; 76.1% of respondents did not work; 75% of respondents had an economic status of <Rp4,878,612.00 (below Depok's minimum wage); 44.6% were of Betawi ethnicity; 80.4% had a history of hypertension; 52.2% had undergone hemodialysis for 6-12 months; 54.3% had ≥2 comorbidities; 59.8% took ≥2 anti-hypertensive drugs; and 81.5% had a fluid intake of ≥500 ml per day. Based on Spearman correlation test, there was a relationship between interdialytic weight gain and intradialysis hypertension in hemodialysis patients at Depok City Hospital (p = 0.014; r = 0.255). Monitoring IDWG and the incidence of intradialysis hypertension is important to pay attention to so that its impact can be prevented, so that the mortality and morbidity rates of patients do not increase in the future.
Aksi “Gulali”(Gerakan Pengendalian Diabetes Melitus) dengan Peer Health Coaching Program : Menuju Desa Siaga Dm Mareta Dea Rosaline; Diah Tika anggraeni; Duma Lumban Tobing; Santi Herlina; Arief Wahyudi Jadmiko; Sang Ayu Made Adyani; Lalu Ahmad Gamal; Marisa Syavitri Dilaga; Lina Berliana Togatorop; Clara Oktalia Cahyani; Syakia Retno Aditya Dwi Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.25239

Abstract

ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) merupakan ancaman kesehatan global dengan prevalensi yang meningkat signifikan, termasuk di Desa Kuta, Lombok Tengah. Literasi kesehatan dan efikasi diri menjadi hambatan utama dalam manajemen penyakit dan pencegahan komplikasi DM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui Aksi GULALI (Gerakan Pengendalian Diabetes Melitus) dengan pendekatan Peer Health Coaching. Peserta berjumlah 55 orang dari Desa Kuta. Intervensi meliputi pelatihan Peer Health Coaching bagi kader dan keluarga yang mencakup tanda gejala DM, komplikasi, aktivitas fisik, pemantauan glukosa darah, kepatuhan terapi farmakologis, serta deteksi dini kaki diabetik menggunakan monofilament test. Selain itu, dilakukan skrining kadar gula darah yang berkolaborasi dengan Puskesmas Kuta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank. Mayoritas responden adalah perempuan (72,7%) dengan rata-rata usia 45,2 tahun. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan dari 2,89 (48,15%) menjadi 4,32 (72%) dengan nilai p = 0,001. Proporsi peserta berpengetahuan tinggi meningkat dari 28,3% menjadi 68,3%. Program GULALI efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengendalian DM dan perawatan kaki diabetik. Sinergi antara kader, keluarga, dan tenaga kesehatan setempat menjadi kunci keberhasilan program menuju Desa Siaga DM. Kata Kunci: Diabetes Melitus,GULALI, Gerakan Pengendalian Diabetes Melitus,Peer Health Coaching Program.  ABSTRACT Diabetes Mellitus (DM) is a global health threat with significantly increasing prevalence, including in Kuta Village, Central Lombok. Low health literacy and self-efficacy are major barriers to disease management and complication prevention. This community service activity aims to increase public knowledge through the GULALI Program (Diabetes Mellitus Control Movement) using a Peer Health Coaching approach. The participants consisted of 55 individuals from Kuta Village. The intervention included Peer Health Coaching training for cadres and families covering DM symptoms, complications, physical activity, blood glucose monitoring, pharmacological therapy adherence, and early detection of diabetic foot using the monofilament test. Additionally, capillary blood glucose screening was conducted in collaboration with the Kuta Health Center. Evaluation was performed using pre-test and post-test, analyzed with the Wilcoxon Signed-Rank test.The majority of respondents were female (72.7%) with an average age of 45.2 years. The analysis results showed a significant increase in the average knowledge score from 2.89 (48.15%) to 4.32 (72%) with a p-value = 0.001. The proportion of participants with high knowledge increased from 28.3% to 68.3%. The GULALI Program is effective in increasing community knowledge regarding DM control and diabetic foot care. Synergy between cadres, families, and local health workers is the key to the success of the program towards a DM Alert Village. Keywords: Diabetes Mellitus, Family, GULALI (Diabetes Mellitus Control Movement), Health Cadres, Family, Peer Health Coaching.
HEALTHY WORKPLACE MOVEMENT: SKRINING DAN EDUKASI KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA KARYAWAN Andy Sirada; Kiki Rezki Faradillah; Susianna Jansen; Lina Berliana Togatorop; Dwi Suratmini; Rycco Darmareja
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39710

Abstract

Abstrak: Gangguan muskuloskeletal merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sering dialami pekerja akibat posisi kerja statis, aktivitas berulang, dan penerapan ergonomi yang kurang optimal. Kondisi ini dapat menurunkan kenyamanan, kapasitas kerja, dan produktivitas apabila tidak dilakukan upaya pencegahan sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan karyawan mengenai kesehatan muskuloskeletal dan ergonomi kerja serta mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal melalui skrining menggunakan Nordic Body Map (NBM). Kegiatan dilaksanakan pada 32 karyawan PT Cakra Manggilingan Jaya melalui edukasi kesehatan kerja, skrining keluhan muskuloskeletal, dan praktik workplace stretching. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri atas 10 pertanyaan terkait kesehatan muskuloskeletal dan ergonomi kerja. Indikator keberhasilan kegiatan ditetapkan berdasarkan peningkatan skor pengetahuan peserta setelah intervensi edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan rerata skor pengetahuan meningkat dari 58,4 pada pre-test menjadi 81,2 pada post-test dengan selisih peningkatan sebesar 22,8 poin. Hasil skrining NBM menunjukkan keluhan muskuloskeletal paling banyak ditemukan pada area pinggang/punggung bawah (75%), leher (62%), dan bahu (56%). Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai dan berpartisipasi dalam praktik workplace stretching yang diberikan. Kegiatan Healthy Workplace Movement efektif meningkatkan pengetahuan karyawan mengenai kesehatan muskuloskeletal dan ergonomi kerja serta dapat menjadi salah satu strategi promotif dan preventif untuk mengurangi risiko gangguan muskuloskeletal di lingkungan kerja.Abstract: Musculoskeletal disorders are among the most common occupational health problems experienced by workers due to prolonged static postures, repetitive activities, and inadequate ergonomic practices. These conditions may reduce comfort, work capacity, and productivity if preventive measures are not implemented at an early stage. This community service program aimed to improve employees’ knowledge of musculoskeletal health and workplace ergonomics and to identify musculoskeletal complaints through screening using the Nordic Body Map (NBM). The program involved 32 employees of PT Cakra Manggilingan Jaya and consisted of occupational health education, musculoskeletal complaint screening, and workplace stretching practice. Knowledge evaluation was conducted using a pre-test and post-test comprising 10 questions related to musculoskeletal health and workplace ergonomics. The success indicator of the program was defined as an improvement in participants’ knowledge scores following the educational intervention. The results showed that the mean knowledge score increased from 58.4 in the pre-test to 81.2 in the post-test, representing an increase of 22.8 points. The NBM screening revealed that musculoskeletal complaints were most frequently reported in the lower back (75%), neck (62%), and shoulder (56%) regions. All participants completed the entire program and actively participated in the workplace stretching session. The Healthy Workplace Movement program was effective in improving employees’ knowledge of musculoskeletal health and workplace ergonomics and may serve as a promotive and preventive strategy to reduce the risk of musculoskeletal disorders in the workplace.
Meningkatkan Aktivitas Fisik Lansia Melalui Exergame: Inovasi Pengabdian Masyarakat Berbasis Teknologi Andy Sirada; Risa Kusuma Anggraeni; Sri Gunda Fahriana Fahruddin; Lina Berliana Togatorop; Kusumajanti Kusumajanti; Syifa Salsabila Putri Maharani; Nathashya Dwi Moranthi
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 6 No. 4 (2026): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v6i4.2881

Abstract

Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan, kemandirian, dan kualitas hidup lansia. Namun, rendahnya motivasi serta kejenuhan terhadap bentuk latihan konvensional sering menjadi hambatan bagi lansia untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan fisik. Perkembangan teknologi digital memberikan peluang untuk menghadirkan metode latihan yang lebih menarik melalui pemanfaatan exergame, yaitu permainan interaktif yang menggabungkan aktivitas fisik dengan teknologi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan minat lansia terhadap aktivitas fisik melalui pemanfaatan exergame sebagai media latihan berbasis teknologi. Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan Paguyuban Warga Lanjut Usia (WULAN) Indonesia dan diikuti oleh 58 peserta lansia. Metode pelaksanaan terdiri atas tahap survei lapangan, identifikasi kebutuhan dan pemilihan topik berdasarkan literatur, penyusunan materi, sosialisasi, praktik exergame, serta evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta dari 61,8 pada pre-test menjadi 84,7 pada post-test. Selain itu, 91,4% peserta menyatakan kegiatan sangat bermanfaat dan 87,9% peserta menilai exergame sebagai metode latihan yang menarik dan menyenangkan. Hasil ini menunjukkan bahwa exergame berpotensi menjadi alternatif aktivitas fisik yang inovatif untuk meningkatkan keterlibatan lansia dalam berolahraga. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi dalam mendukung penuaan sehat dan peningkatan kualitas hidup lansia.
Co-Authors A'immatul Fauziyah Afitiani Maghfiroh Andy Sirada Angelica, Silvia Putri Anggraeni, Diah Tika Arief Wahyudi Jadmiko Arkianti, Maria Maxmila Yoche Aryaputri, Pheliasaskara Dhanariswari Nurraissa Asy Syifa Anwari Zahra Asy Syifa Anwari Zahra Bastareina, Lulu Chandrayani Simanjorang Chandrayani Simanjorang Chriska Roully Adeline Sinaga Chriska Roully Adeline Sinaga Clara Oktalia Cahyani Dewi, Dita Amalia Dimas Krisbiantoro Dopong, Fernaldi Duma Lumban Tobing Dwi Suratmini Eva Chris Gultom Fangidae, Erniyati Fernaldi Dopong Fernaldi Dopong Fitri Rahmawati Fransiska Ompusunggu Fransiska Ompusunggu fransiska ompusunggu Gracia Akti Manihuruk Gracia Aktri Manihuruk Gracia Aktri Margareth Manihuruk Gracia Aktri Margareth Manihuruk Hutapea, Adventina Delima Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul Joice Cathryne Kiki Rezki Faradillah Kusumajanti Laily Hanifah Laily Hanifah Lalu Ahmad Gamal Laura Sianturi Leoma Janice Saragih Manihuruk, Gracia Akri Margareth Manihuruk, Gracia Aktri Margareth mareta dea rosaline Maria Maxmila Yoche Maria Maxmila Yoche Maria Maxmila Yoche A Marisa Syavitri Dilaga Maulana, Muhammad Gilang Mugi Rahayu Lestari Mugi Rahayu Lestari Nabila, Adinda Zahra Nathashya Dwi Moranthi Novita Susilawati Barus Nurhalija, Siti Pakpahan, Martina Panjaitan, Masrida Adolina Putra Rahawarin, Varel Hizkia Rahawarin, Varel Hizkia Putra Rana Zahra Raniyah Wangsawinangun Rana Zahra Raniyah Wangsawinangun Rendheart, Galang Rifai, Akbar Ridho Risa Kusuma Anggraeni Rycco Darmareja Sabina, Adinda Salwa Sang Ayu Made Adyani Santi Herlina Saragih, Leoma Janice Setiawan Setiawan Sintha Fransiske Simanungkalit Siregar, Deborah Sri Gunda Fahriana Fahruddin Susianna Jansen Syakia Retno Aditya Dwi Putri Syifa Salsabila Putri Maharani Tavipiana, Zafira Virgine Theresia Theresia Theresia Theresia Varel Hizkia Putra Rahawarin Varel Hizkia Putra Rahawarin Watania, Lani Natalia