Jaka Fadraersada
Laboratorium Penelitian Dan Pengembangan Kefarmasian FARMAKA TROPIS, Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Published : 45 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Penggunaan Analgesik dan Antibiotik pada Pasien Fraktur Novita Dwi Sulistiani; Mirhansyah Ardana; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.524 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.308

Abstract

Analgesik dan antibiotik merupakan terapi utama pada pasien fraktur. Berbagai macam jenis fraktur mendapatkan terapi analgesik dan antibiotik yang berbeda-beda. Oleh karena itu perlu diketahui pola penggunaan obat pada pasien fraktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik berdasarkan jenis kelamin, usia, dan jenis fraktur serta pola penggunaan analgesik dan antibiotik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional secara retrospektif berdasarkan catatan rekam medik tahun 2017 di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien yang di diagnosis fraktur femur terbesar berjenis kelamin laki-laki sebanyak 22 orang (51,17%) dan fraktur radius terbesar berjenis kelamin laki-laki sebanyak 17 orang (53,15%). Fraktur femur banyak terjadi pada usia remaja (15-24) sebanyak 17 orang (39,53%) dan fraktur radius banyak terjadi pada usia dewasa (25-44) sebanyak 11 orang (34,39%). Fraktur femur dan radius banyak terjadi pada jenis tertutup dengan persentasi 83,73% dan 84.37%. Hasil menunjukkan seftriakson adalah antibiotik yang paling banyak digunakan pada kedua fraktur, digunakan selama operasi dan juga pasca operasi dengan 100% dan 90,7% pada fraktur femur dan 100% dan 93,75% dalam fraktur radius. Hasil menunjukkan natrium metamizol adalah analgesik yang paling banyak digunakan pada kedua fraktur, digunakan selama operasi dan juga pasca operasi dengan 100% dan 86,05% pada fraktur femur dan 96,87% dan 93,75% dalam fraktur radius.
Formulasi Granul Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Anonna muricata Linn.) Menggunakan Metode Granulasi Basah Raehan Natul Jannah; Jaka Fadraersada; Lisna Meylina; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.494 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.310

Abstract

Daun Sirsak (Anonna muricata Linn.) merupakan tanaman obat yang memiliki berbagai macam manfaat. Salah satu manfaat daun sirsak yaitu sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini, untuk menentukan aktivitas antioksidan dan evaluasi sediaan granul dari ekstrak etanol daun sirsak. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH dan formulasi granul dilakukan dengan metode granuasi basah. Hasil yang diperoleh aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun sirsak yaitu 19,24 ppm yang termasuk kategori antioksidan sangat kuat dan hasil evaluasi sediaan granul yaitu uji kelembaban 3,22%, laju alir 14,01 g/s, sudut istirahat 25,31°, kompresibilitas 5,77% yang memenuhi persyarataan kriteria sediaan granul yang baik serta distribusi ukuran partikel paling dominan pada rentang 426-850 µm yang termasuk kategori serbuk kasar.
Gambaran Karakteristik, Pola Pengobatan dan Kepatuhan Pasien HIV/AIDS Di Kota Samarinda Rani Oktavia Claudia; Dewi Rahmawati; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.726 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.311

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan dan melemahkan sistem pertahanan tubuh terhadap infeksi. Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) adalah penyakit yang ditandai dengan satu atau lebih penyakit indikator dengan tidak ada penyebab lain selain immunodeficiency. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, pola pengobatan, dan kepatuhan pasien HIV/AIDS di Kota Samarinda. Metode yang digunakan adalah observasional yang dilakukan secara prospektif dengan menggunakan lembar pengumpul data dan kuisoner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). Pengambilan data dilakukan dari bulan Juli-November 2018. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk memaparkan data yang didapatkan Hasil penelitian karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki 16 (53,34%), umur terbanyak adalah 26-35 tahun 13 (43,34%), jenis pekerjaan terbanyak adalah swasta 12 (40%), cara penularan terbanyak adalah hubungan seksual dengan lelaki (homoseksual dan heteroseksual) 15 (50%), stadium HIV/AIDS terbanyak adalah stadium I 20 (66,67%). Berdasarkan data pola pengobatan terapi yang paling banyak digunakan pada pasien HIV/AIDS adalah Triple FDC 26 (86,67%). Berdasarkan kuisoner MMAS sebanyak 16 (53,34%) pasien HIV/AIDS memiliki Kepatuhan Sedang.
Pengaruh Penggunaan Leaflet terhadap Pengetahuan Swamedikasi Mahasiswa Di Universitas Mulawarman Lefinia Putri Pirade; Welinda Dyah Ayu; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.678 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.315

Abstract

Mahasiswa merupakan kalangan pelajar yang berpendidikan tinggi serta mempunyai tingkat pengetahuan yang lebih luas jika dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya. Dengan semakin tingginya tingkat pengetahuan dapat menimbulkan kecenderungan untuk lebih sering melakukan swamedikasi daripada orang lain. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh leaflet terhadap tingkat pengetahuan swamedikasi pada mahasiswa kesehatan dan non kesehatan. Metode pengambilan data dilakukan secara prospektif dengan cara Purposive Sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner pengetahuan tentang swamedikasi dan leaflet sebagai media edukasi. Disimpulkan bahwa hasil pretest mahasiswa kesehatan angkatan 2016 adalah 12,27 dan posttest 16,06 (P-value 0,000), untuk angkatan 2017 memiliki hasil pretest 11,73 dan posttest 15,00 (P-value 0,000) sedangkan mahasiswa non kesehatan angkatan 2016 mempunyai nilai pretest sebesar 15,07 dan posttest 16,50 dan memiliki P-value 0,000 sedangkan untuk angkatan 2017 dengan hasil pretest 14,57 dan posttest 16,53 (P-value 0,000). Masing-masing mahasiswa dari fakultas kesehatan dan non kesehatan mengalami perubahan tingkat pengetahuan yang signifikan setelah diberikan leaflet karena memiliki P-value >0,005.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Patch Bukal Mukoadhesif Celecoxib Siti Inayah; Lizma Febrina; Novita Eka Kartab Putri Tobing; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.813 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.321

Abstract

Celecoxib merupakan obat NSAID yang telah digunakan secara luas untuk mengobati penyakit artritis. Bioavailabilitasnya hanya sekitar 40% dengan rute pemberian oral karena mengalami first-pass metabolism serta memiliki efek samping terhadap saluran cerna. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memodifikasi rute penghantaran celecoxib dengan memformulasikan dalam bentuk sediaan patch bukal mukoadhesif. Patch dibuat menggunakan metode solven casting dengan memvariasikan konsentrasi HPMC sebagai polimer adhesif, yaitu terdiri dari F1, F2, F3 yang masing-masing mengandung HPMC sebanyak 2%, 3%, dan 4%. Sediaan patch dievaluasi meliputi uji keseragaman bobot dan ketebalan, uji pH permukaan, uji kemampuan mengembang dan uji disolusi zat aktif. Dari ketiga formula, hasil terbaik ditunjukkan oleh F1 dengan hasil pengujian: keseragaman bobot 29.5± 0.010 mg; keseragaman ketebalan 0.25 ± 0.012 mm; pH permukaan 6.4 ± 0.1; kemampuan mengembang 15.99%; dan persentase terdisolusi 66.7%. Patch F1 menunjukkan karakteristik patch yang baik dan memiliki profil pelepasan obat yang tinggi.
Profil Stabilitas Ekstrak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa) sebagai Kandidat Pewarna Lipstik Dwiki; Yuspian Nur; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.49 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.324

Abstract

Pewarna merupakan bagian penting dalam formulasi serta aseptabilitas lipstik. Pewarna alami yang memiliki kemiripan dengan pewarna sintetik salah satunya berasal dari senyawa antosianin yang memiliki kemiripan dengan FD&C Red .40 dan telah banyak digunakan oleh industri makanan dan kosmetik. Penelitian dilakukan untuk mengetahui profil stabilitas antosianin dari ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) terhadap beberapa parameter yaitu pengaruh pH, suhu, cahaya dan lama waktu penyimpanan. Ekstrak bunga rosella diperoleh dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak kering kemudian dilarutkan dalam aquades untuk membuat 1000 ppm ekstrak dan setelah diberi perlakuan diukur dengan metode spektroskopi UV-Vis kemudian data dianalisis statistik menggunakan One Way Anova (p<0,05). Degradasi terkecil dari masing-masing parameter yaitu pada pengaruh pH 4 sebesar 55,83% (p=0.000), pengaruh suhu 8-15 °C sebesar 2,15% (p=0.000), pengaruh cahaya lampu selama 3 jam 5,46% (p=0.000) dan Lama penyimpanan selama 15 hari meyebabkan terjadinya degradasi antosianin sebesar 4,53% (p=0.000).
Studi Pemberian Minuman Rempah Jahe Merah ( Zingiber Officinale VAR Rubrum Rhizoma) dan Kunyit (Curcuma Domestica VAL) terhadap Penurunan Skala Nyeri Dismeore Nur Awaliah; Agung Rahmadani; Dewi Rahmawati; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.77 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.330

Abstract

Minuman rempah jahe merah dan kunyit mengandung senyawa aktif gingerol dan kurkumin yang diduga memiliki fungsi sebagai analgetika, antipiretika, dan antiinflamasi dan dapat digunakan sebagai pengurang rasa nyeri pada saat dismenore.Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik, pengaruh pemberian minuman rempah terhadap 30 mahasiswi dismenore di Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman . Penelitian ini menggunakan quasy eksperimental dengan teknik sampling accidental sampling. Prosedur dalam penelitian ini menggunakan pengukuran skala nyeri awal (Pre-Test) dan skala nyeri akhir (Post-Test). Hasil data karakteristik didapatkan persentase tertinggi pada mahasiswi yang memiliki siklus menstruasi teratur 27 orang (81%) dengan lama nyeri >1 jam 20 orang (66,67%), gejala yang dialami nyeri perut 14 orang (46,6%), menganggu aktivitas perkuliahan 20 orang (66,67%), dan menangani rasa sakit dengan istirahat 8 orang (60%). Hasil analisis menggunakan uji statistik one way anova didapatkan pada pemberian jahe merah nilai p value = 0,00017 < 0,05 , sedangkan pada kunyit nilai p value = 0,000322. Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh minuman rempah jahe merah dan kunyit terhadap penurunan skala nyeri dismenore.
Studi Pemberian Antipsikotik terhadap Beberapa Jenis Skizofrenia Di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda Rina Yemima Maylani; Jaka Fadraersada; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.653 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.333

Abstract

Skizofrenia merupakan penyakit gangguan otak parah di mana orang menginterpretasikan realitas secara abnormal gangguan pikiran berupa halusinasi, delusi, dan perilaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis Skizofrenia yang banyak dialami pasien dan keterkaitan jenis Skizofrenia dengan pemberian obat terhadap pasien Skizofrenia di instansi rawat inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan teknik pengambilan data secara prospektif. Teknik pengambilan sampel adalah Total sampling dirawat inap diRSJD Atma Husada Mahakam Samarinda. Data dianalisis secara deskriptif pada bagian catatan rekam medik. Pengambilan data dilakukan dirawat inap di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda periode agustus-oktober 2018. Hasil penelitian didapatkan pola pengobatan pada pasien Skizofrenia tak terinci lebih banyak diberikan Risperidone pada terapi tunggal dan kombinasi Risperidone + Clozapine yang banyak diberikan. Skizofrenia hebefrenik antipsikotik yang banyak diberikan adalah Haloperidol pada terapi tunggal. Skizofrenia paranoid lebih banyak diberikan Haloperidol pada terapi tunggal, dan Risperidone + Clozapine pada terapi kombinasi. Skizofrenia simpleks terapi yang diberikan adalah Clozapine, dan pada Skizofrenia yang tak tergolongkan terapi yang diberikan adalah Haloperidol dan Chlorpromazine.
Pengaruh Pemberian Leaflet terhadap Pengetahuan Mahasiswa Universitas Mulawarman Terkait Penyakit HIV/AIDS Asni Asni; Jaka Fadraersada; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.005 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.336

Abstract

HIV/AIDS saat ini merupakan penyakit mematikan dan belum ditemukan obatnya. Pemahaman mengenai penyakit ini menjadi penting untuk meningkatkan pencegahan terhadap resiko tertular. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui tingkat pengetahuan Mahasiswa Universitas Mulawarman tentang HIV/AIDS dengan metode quasi ekperimental menggunakan kuisioner pre test and post test. Data diambil pada bulan Agustus hingga September2018 bertempat di Universitas Mulawarman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan tentang HIV/AIDS setelah pemberian leaflet pada Fakultas A (pre test 76,50%; post test 87,26%), Fakultas B (pre test 89,40%; post test 90,9%), dan pada Fakultas C (pre test 77,9%; post test 87,31%). Dari penelitian ini diperoleh bahwa adanya peningkatan terhadap pengetahuan tentang HIV/AIDS sebelum dan sesusah diberikan leaflet.
Studi Terapi Antiretroviral pada Pasien HIV/AIDS Di Kota Samarinda Nur Riska Safitri; Jaka Fadraersada; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 9 (2019): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.778 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v9i1.342

Abstract

Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang menyerang atau menginfeksi sistem imun yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Ada 4 stadium infeksi HIVdimana pada saat virus ini mencapai stadium 4 disebut dengan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). Terapi antiretroviral merupakan terapi yang diberikan untuk orang dengan HIV/AIDS yang harus dikonsumsi seumur hidup. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik serta pola pengobatan pasien HIV/AIDS yang ada di kota Samarinda. Metode yang digunakan ialah observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif pada pasien HIV/AIDS di rumah sakit dan beberapa puskesmas di kota Samarinda dan kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil studi observasional menunjukkan total penderita sebesar 233 orang, dengan karakteristik terbanyak, yaitu: berjenis kelamin laki-laki 173 (74,2%), rentang usia 25 s.d 49 tahun (72,5%), pekerjaan swasta (57,9%) dan pendidikan SMA (21,4%). Pengobatan HIV/AIDS di kota Samarinda sebagian besar menggunakan antiretroviral regimen obat kombinasi Triple FDC (Tenofovir 300 mg + Lamivudin 300 + Efavirenz 600).