Jaka Fadraersada
Laboratorium Penelitian Dan Pengembangan Kefarmasian FARMAKA TROPIS, Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Published : 45 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Efek Anti Inflamasi Sari Buah Nanas (Ananas comosus L.) dan Apel Hijau (Pyrus malus L.) pada Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus L.) Dimas Aqil Fikrinda; Jaka Fadraersada; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.782 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.164

Abstract

Inflamasi merupakan suatu respons protektif normal terhadap luka jaringan yang disebabkan trauma fisik, zat kimia, atau zat mikrobiologik. Nanas mengandung enzim bromelain yang merupakan enzim proteolitik dan apel mengandung senyawa-senyawa flavonoid seperti kuersetin, keduanya memiliki efek antiinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi sari buah nanas (Ananas comosus L.) dan apel hijau (Pyrus malus L.) sebagai anti inflamasi dengan metode pletismometer setiap 60 menit selama 6 jam yang dibandingkan dengan natrium diklofenak. Hewan uji diberikan secara oral 1 jam sebelum diinduksi dengan 0,1 mL karaginan 2%. Hewan uji dibagi ke dalam IV kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor hewan uji. Kelompok I kontrol (-) Na CMC 0,5% , kelompok II kontrol (+) natrium diklofenak 50 mg, kelompok III konsentrasi terbaik nanas tunggal 60%, dan kelompok IV konsentrasi terbaik apel tunggal 56%. Hasil volume telapak kaki yang didapatkan, dilaporkan secara deskriptif antara sari buah nanas tunggal dibandingkan Natrium diklofenak pada jam ke 1 dan ke 6 yaitu 4,59 mL dengan 4,06 mL ; 4,05 mL dengan 4,01 mL. Kemudian sari buah apel tunggal dibandingkan Natrium diklofenak pada jam ke 1 dan ke 6 yaitu 4,67 mL dengan 4,06 mL ; 4,01 mL dengan 4.01 mL. Dapat disimpulkan bahwa sari buah nanas dan apel hijau memiliki potensi yang lebih kecil sebagai antiinflamasi dibandingkan dengan natrium diklofenak 50 mg.
Efektivitas Penyuluhan Pengendalian Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Menggunakan Metode Reminder dan Booklet Di Instalasi Rawat Jalan RSUD A.W. Sjahranie Dyera Wahyu Heraningtyas; Jaka Fadraersada; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.065 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.166

Abstract

Pengetahuan pasien tentang penyakit dan terapi DM memegang peranan penting dalam mengontrol kadar glukosa darah serta kepatuhan pasien dalam menjalankan terapinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi berupa booklet dan reminder terhadap kadar glukosa darah dan kepatuhan pasien DM tipe2 di Instalasi Rawat Jalan RSUD A. W. Sjahranie dibandingkan dengan kontrol. Penelitian dilakukan secara prospektif dengan metode eksperimen. Hasil penelitian berdasarkan umur paling banyak berusia 56-65 tahun dengan persentase pada sampel 43,33% dan kontrol 46,67%, berdasarkan jenis kelamin perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki yakni 60% pada sampel dan 56,67% pada kontrol, berpendidikan SMA sampel 70% dan kontrol 65%, dan paling banyak berprofesi sebagai ibu rumah tangga dengan persentase pada sampel 55% dan kontrol 51,67%. Pada kelompok edukasi mayoritas pasien mengalami penurunan kadar glukosa darah tetapi hal ini tidak terjadi pada kelompok kontrol. Berdasarkan sisa obat (pill count) diperoleh kepatuhan pada kelompok edukasi 35 pasien (58,33%) dan kelompok kontrol 12 pasien (20%). 28 pasien dari 35 pasien yang patuh mengalami penurunan kadar glukosa darah sedangkan pada kelompok kontrol 10 pasien dari 12 pasien yang patuh mengalami penurunan kadar glukosa darah.
Identifikasi Metabolit Sekunder dan Pengujian Toksisitas Ekstrak Metanol Kulit Kayu Laban (Vitex pinnata L.) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Florensius Rinaldi F; Arsyik Ibrahim; Jaka Fadraersada; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.83 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.172

Abstract

Laban (Vitex pinnata) merupakan salah satu tanaman tradisional yang sering digunakan oleh masyarakat dayak, untuk menyembuhkan diare dan disenteri Dalam penelitian ini digunakan bagian kulit kayunya sebagai sampel. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menghitung nilai rendemen, mengidentifikasi senyawa aktif dan analisis toksisitas dari kulit kayu laban dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan menggunakan larva udang Artemia salina L. sebagai bioindikator. Penelitian ini dimulai dari ekstraksi kulit kayu laban (Vitex pinnata) dengan metode refluks, dengan pelarut metanol. Ekstrak metanol kemudian dipekatkan, lalu dihitung nilai rendemen, dilakukan uji fitokimia dan uji toksisitas. Dari proses ekstraksi, diketahui bahwa nilai rendemen ekstrak metanol kulit kayu laban (Vitex pinnata) adalah sebesar 17%. Dari uji metabolit sekunder, diperoleh data bahwa ekstrak kulit kayu laban positif mengandung flavonoid, tanin dan senyawa fenolik. Dari hasil uji toksisitas diperoleh bahwa ekstrak metanol kulit kayu laban memiliki nilai toksisitas sebesar 177 ppm. Dari nilai LC50 ini, diduga bahwa ekstrak metanol kulit kayu laban (Vitex pinnata) memiliki aktivitas sebagai antimikroba.
Karakteristik dan Pengobatan Pasien Pneumonia di Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Meilita Efliana; Jaka Fadraersada; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.124 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.183

Abstract

Infeksi saluran napas, khususnya pada pneumonia merupakan infeksi yang penyebarannya sangat luas yakni melanda bayi, anak-anak, hingga dewasa. Kasus Pneumonia di Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2013 dengan jumlah perkiraan kasus sebesar 37.310 kasus meningkat dari tahun sebelumnya 2012 sebanyak 35.377 kasus. Penelitian ini dilakukan secara non eksperimental (survei) bersifat deskriptif dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan catatan rekam medik pasien. Teknik sampling yang digunakan adalah purposif sampling. Dari 97 sampel diperoleh persentase terbesar laki-laki 51 pasien sebesar 52,58%. Persentase usia yang paling banyak ialah 0-5 tahun sebesar 58%. Pengobatan pada penggunan antibiotik golongan dan jenis obat yang paling banyak digunakan adalah golongan sefalosporin 47,30% yakni dengan jenis antibiotik seftriakson. Rute pemberian obat antibiotik yang paling banyak diberikan ialah secara intravena sebesar 88,76%. Frekuensi pemberian obat antibiotik yang diberikan bervariasi tergantung pada spesien bakteri target. Terapi suportif yang banyak digunakan ialah golongan bronkodilator 33,11%. Interaksi obat yang terjadi berupa interaksi farmakodinamik dan interaksi farmakokinetik.
Isolasi Senyawa Antioksidan dari Daun Pila-Pila (Mallotus paniculatus) Wulan Maulida; Jaka Fadraersada; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.236 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.209

Abstract

Pila – pila (Mallotus paniculatus) merupakan tumbuhan semak yang secara empiris digunakan sebagai antioksidan. Antioksidan adalah senyawa yang dapat menunda, mencegah atau memperlambat reaksi oksidasi. Telah dilakukan penelitian mengenai isolasi senyawa dan uji antioksidan daun pila – pila. Penelitian ini bertujuan untuk mencari eluen terbaik dalam pemisahan senyawa dari daun pila - pila menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT) dan mengetahui aktivitas antioksidan pada senyawa tersebut. Sebanyak 10,0 g ekstrak metanol daun pila – pila difraksinasi dengan metode padat – cair dan didapat fraksi etil asetat, N-butanol, dan metanol. Uji antioksidan pada fraksi dilakukan menggunakan radikal 1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil (DPPH) 100 ppm dan dihasilkan fraksi setil asetat yang terbaik. Kemudian fraksi etil asetat diisolasi dengan metode kromatografi kolom menggunakan beberapa jenis eluen yaitu N-heksan:etil asetat (9:1;8:2;7:3), kloroform:metanol (9:1;8:2;7:3;6:4;5:5) dan metanol. Hasil isolasi diperoleh 9 kelompok sub fraksi. Pada sub fraksi 1 hingga 9 terdapat kristal yang telah diketahui eluen terbaiknya adalah N-heksan : etil asetat. Sub fraksi 1, 2, 3, 8, dan 9 memiliki aktivitas antioksidan yang ditandai dengan terbentuknya noda berwarna kuning pada plat KLT dengan latar berwarna ungu.
Pola Resistensi Bakteri terhadap Antibiotik pada Pasien Diabetic Foot di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Periode Agustus-Oktober 2016 Yunita Setianingsih; Jaka Fadraersada; Arsyik Ibrahim; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.783 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.212

Abstract

Kasus ulkus dan gangren diabetik merupakan kasus diabetic foot yang banyak dirawat di rumah sakit. Untuk menanggulangi penyakit ini digunakan antibiotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola resistensi bakteri penginfeksi diabetic foot uji kepekaan bakteri terhadap beberapa antibiotik pilihan. Penelitian ini dilakukan secara prospektif. Pengoleksian sampel diawali dengan pengumpulan rekam medis pasien, kemudian dilanjutkan dengan pengoleksian sampel pus (nanah). Setelah itu dilakukan kultur bakteri yang dilanjutkan dengan karakterisasi yang meliputi uji mikroskopi dengan pengecatan gram. Selanjutnya dilakukan identifikasi biokimia dan uji sensitivitas antibiotik dengan menggunakan Vitex 2 system version 06.01 (biomereux). Berdasarkan pola kepekaan bakteri didapatkan Acinetobacter sp muncul sebagai bakteri resisten 100 % terhadap (amoksiklav dan 60 % koloninya resisten terhadap seftriakson dan sefotaksim) Pseudomonas aeruginosa yang resisten 100 % terhadap Amoksiklav, Seftriakson, Sefotaksim. Sedangkan MRSA dan S. haemolyticus resisten terhadap semua turunan Methicillin dan Betalaktam.
Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Rimpang Kunyit Hitam (Curcuma caesia) Secara In-Vitro Fush Shilat Jibalathuull; Jaka Fadraersada; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.344 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.228

Abstract

Curcuma caesia memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Aktivitas antioksidan yang tinggi memiliki hubungan yang erat dengan aktivitas tabir surya. Tabir surya merupakan senyawa yang dapat digunakan untuk menyerap atau memantulkan sinar matahari sehingga dapat mencegah gangguan pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan potensi tabir surya dari kunyit hitam (Curcuma caesia). Metode yang digunakan dimulai dari pengumpulan sampel, ekstraksi dengan cara maserasi, dan pengujian tabir surya secara in-vitro dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Pengujian aktivitas tabir surya dilakukan dengan menggunakan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm dan 250 ppm yang diukur pada panjang gelombang UV yaitu 292,5-372,5 nm. Berdasarkan hasil pada penelitian, konsentrasi efektif ekstrak sebagai tabir surya yakni pada konsentrasi 150 ppm dengan %Te sebesar 5,760 dan %Tp sebesar 0,816 serta profil tabir surya ekstrak rimpang kunyit hitam yang diperoleh adalah %Te termasuk dalam kategori proteksi ekstra sedangkan %Tp termasuk dalam kategori sunblock.
Kajian Terapi Asma dan Tingkat Kontrol Asma Berdasarkan Asthma Control Test (ACT) Ana Nur Yasin; Risna Agustina; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.064 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.246

Abstract

Asma adalah penyakit saluran pernapasan yang ditandai adanya inflamasi, peningkatan reaktivitas terhadap berbagai stimulus, dan sumbatan saluran napas yang bersifat reversibel dengan atau tanpa pengobatan yang sesuai. Prioritas pengobatan penyakit asma sejauh ini ditujukan untuk mengontrol gejala agar tidak terjadi serangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya asma berupa riwayat keturunan, riwayat merokok, riwayat terpapar asap rokok dan alergi serta penggunaan terapi kontroler dan tingkat kontrol asma dengan menggunaan kuisioner Asthma Control Test (ACT). Jenis penelitian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan metode prospektif dengan pemaparan hasil secara deskriptif. Sampel penelitian ialah pasien dengan usia > 18 tahun dan diagnosis utama asma di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie Samarinda sebanyak 26 orang. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik berupa jenis kelamin perempuan (57,69%), usia 45-59 tahun (42,30%). Faktor risiko yang mempengaruhi asma berupa riwayat keturunan (53,84%), riwayat merokok (34,63%), riwayat terapar asap rokok (70,07%) dan alergi (57,69%). Penggunaan terapi kontroler symbicort® yang berisi Budesonid dan Formoterol fumarate dihydrate (15,38%) dengan frekuensi penggunan rutin (23,08%). Terapi yang diberikan dari Rumah Sakit yaitu Symbicort® dan N-Asetilsistein (46,16%). Tingkat kontrol asma berdasarkan skor ACT yang memiliki proporsi tertinggi yaitu pasien dengan asma tidak terkontrol sebanyak (84,62%).
Analisis Regimen Kemoterapi Kanker Payudara di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Retno Putri Arianto; Risna Agustina; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.427 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.258

Abstract

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, kejadian kanker tertinggi pada perempuan di Indonesia yaitu kanker payudara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik berupa usia pertama kali didiagnosis kanker payudara, faktor risiko berupa faktor keturunan kanker payudara, penggunaan kontrasepsi oral, berat badan, usia melahirkan pertama kali, dan penggunaan regimen kanker payudara di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode observasional dengan penelusuran data secara prospektif dan menggunakan data rekam medik serta data hasil wawancara dengan pasien di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, kemudian data dijabarkan secara deskriptif. Setelah diperoleh sampel dengan teknik total sampling, kemudian dilakukan analisis data dengan metode analisis semikuantitatif. Hasil penelitian yaitu karakteristik pasien berupa usia pertama kali didiagnosis kanker payudara terbanyak adalah 46-55 tahun dengan persentase 43%, faktor risiko kanker payudara pada pasien yang memiliki faktor keturunan kanker sebesar 50%, sebesar 80% pasien kemoterapi kanker payudara pernah menggunakan kontrasepsi oral, sebesar 67% pasien kemoterapi kanker payudara dengan berat badan berlebih, sebesar 90% usia pasien kemoterapi kanker payudara melahirkan pertama kali yaitu kurang dari 30 tahun dan regimen kemoterapi kanker payudara terbanyak yaitu kombinasi Docetaxel dan Gemcitabine dengan persentase 50%.
Isolasi dan Uji Aktivitas Jamur Endofit Daun Kokang (Lepishantes amoena (HAASK) LEENH) Sebagai Antibakteri Putri Rahmatilah; Jaka Fadraersada; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.959 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.260

Abstract

Tanaman Kokang (Lepishantes amoena (Haask) Leenh) merupakan tanaman khas Kalimantan Timur yang mulai langka keberadaannya, apabila tanaman kokang dieksploitasi besar-besaran untuk dijadikan sebagai simplisia untuk diekstraksi maka akan menyebabkan kepunahan, sehingga diperlukan isolasi jamur endofit dari daun kokang untuk mencegah kepunahan tersebut. Jamur endofit dapat memproduksi metabolit sekunder yang serupa dengan tanaman inangnya dan umumnya memiliki aktivitas biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengetahui kerakteristik jamur endofit dari daun kokang, mengetahui golongan metabolit sekunder jamur endofit dan mengetahui aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Propionibacterium acne dan Eschericia coli. Metode untuk identifikasi golongan metabolit sekunder dilakukan dengan analisis KLT (Kromatografi Lapis Tipis) dan pengujian aktivitas antimikroba dilakukan dengan menggunakan metode KLT-Bioautografi. Hasil penelitian ini yaitu diperoleh 3 isolat jamur endofit yang memproduksi metabolit sekunder flavonoid dan steroid yang berfungsi sebagai antibakteri