Jaka Fadraersada
Laboratorium Penelitian Dan Pengembangan Kefarmasian FARMAKA TROPIS, Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Published : 45 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Prescribing Error di Beberapa Apotek Wilayah Samarinda Ulu Rita Anani; Lizma Febrina; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.648 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.261

Abstract

Medication error (kesalahan pengobatan) merupakan kejadian yang tidak hanya merugikan pasien, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pasien yang dilakukan oleh petugas kesehatan, khususnya dalam hal pengobatan pasien. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui adanya kejadian prescribing error, mengetahui profil prescribing error, dan mengetahui persentase kejadian prescribing error dibeberapa Apotek wilayah Samarinda Ulu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif semikuantitatif dengan pengambilan data secara retrospektif yang didasarkan pada data resep obat pasien di beberapa Apotek wilayah Samarinda Ulu periode bulan Januari-Juni 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa medication error berupa prescribing error pada kajian administratif yaitu tidak ada nama pasien sebesar 0,39%, tidak ada usia pasien sebesar 16,77%, tidak ada jenis kelamin pasien sebesar 56,46%, tidak ada berat badan pasien sebesar 94,42%, tidak ada nama dokter sebesar 10,99%, tidak ada SIP dokter sebesar 15,23%, tidak ada alamat dokter sebesar 22,74%, tidak ada alamat pasien sebesar 52,03%, tidak ada nomor telepon dokter sebesar 52,61%, tidak ada paraf dokter sebesar 90,75% dan tidak ada tanggal penulisan resep sebesar 0,58%. Pada bagian farmasetik meliputi tidak ada bentuk sediaan sebesar 61,47%, tidak ada kekuatan sediaan sebesar 72,26%. Pada bagian klinis meliputi tidak ada aturan pakai sebesar 4,82%, tidak tepat dosis sediaan sebesar 12,71%, ada duplikasi obat sebesar 3,08% dan ada interaksi obat sebesar 17,73% (interaksi minor 5,39%; interaksi moderat 9,45% dan interaksi mayor 2,89%). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa medication error berupa prescribing error di beberapa Apotek wilayah Samarinda Ulu periode bulan Januari-Juni 2017 masih terjadi
Deteksi Dispensing Error Pada Peresepan Sediaan Kapsul Racikan di Apotek Wilayah Kecamatan Samarinda Ulu Muhamad Etsya Putra; Mirhansyah Ardana; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.014 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.276

Abstract

Dispensing error adalah kegagalan dalam proses pengobatan berupa pembagian obat yang mengarah atau berpotensi membahayakan pasien dan menyebabkan kerugian pasien. Angka kejadian kesalahan dalam permintaan obat resep cukup tinggi, yaitu antara 0,03 hingga 16,9%. Dari beberapa kejadian medication error sebesar 3,66% adalah dispensing error. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kejadian medication error berupa dispensing error dalam bentuk keseragaman bobot pada sediaan kapsul racikan di 10 Apotek di Kecamatan Samarinda Ulu. Penelitian ini merupakan penelitian observatif dengan pengambilan data dari resep obat pasien pada beberapa Apotek di Kecamatan Samarinda Ulu periode Juli-September 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keseragaman bobot pada sediaan kapsul racikan persentase keseragaman bobot yaitu 30% memenuhi syarat dan 70% tidak memenuhi syarat.
Studi Pola Penggunaan Antibiotik dan Analgesik Pada Pasien Infeksi Saluran Kemih (ISK) (Studi Dilaksanakan di Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie) Sintya Yustira Verananda; Sabaniah Indjar Gama; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.546 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.280

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan penyakit kedua yang paling banyak dialami oleh pasien rawat inap di Rumah Sakit dan memerlukan antibiotik sebagai pengobatan utama. Sebesar 20-65% penggunaan antibiotik di rumah sakit dianggap tidak tepat sehingga dapat menimbulkan resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengobatan, karakteristik penderita ISK dan interaksi antara antibiotik dengan analgesik. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dan dijabarkan secara deskriptif dengan mengambil data rekam medis pasien ISK. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik pasien yang terserang ISK terbesar merupakan perempuan 81%, usia remaja dan lansia 21%, pekerjaan ibu rumah tangga (IRT) 32%, dan tanpa penggunaan kateter 86%. Golongan antibiotik dan analgesik yang paling banyak digunakan adalah golongan sefalosporin 67% yaitu seftriakson 30% dan analgesik non opioid 96% yaitu parasetamol 71%. Dan tidak ada interaksi antara antibiotik dan analgesik yang digunakan.
Uji Aktivitas Sub Fraksi Daun Bungur (Lagerstroemia speciosa (L) pers) Sebagai Antibakteri dan Antioksidan Muhammad Ansar; Agung Rahmadani; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.899 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.281

Abstract

Daun bungur (Lagerstroemia speciosa (L) pers) merupakan tanaman yang telah digunakan secara empiris sebagai obat. Berdasarkan pendekatan kemotaksonomi diketahui bahwa Ekstrak metanol dari Lythrum salicaria L. dengan famili yang sama dengan Bungur yaitu Lythraceae, mengandung senyawa golongan flavonoid seperti isoviteksin dan isoorientin, yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan antibakteri, sehingga dapat diduga dalam daun Bungur juga mengandung senyawa golongan metabolit sekunder yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan antioksidan dari daun bungur. Simplisia daun bungur terlebih dahulu diekstraksi dengan cara maserasi. Kemudian difraksinasi dengan metode padat-cair dengan kromatografi cair vakum dan kolom konvensional. Metode antibakteri yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode KLT Bioautografi dan untuk metode antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sub fraksi G dan J mempunyai aktivitas sebagai antibakteri dan Sub fraksi H, I dan J mempunyai aktivitas antioksidan.
Kajian Kualitas Hidup Pasien yang Menjalani Hemodialisa di RSUD. A.W. Sjahranie Firmansyah Firmansyah; Jaka Fadraersada; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 7 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.651 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v7i1.292

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan kelainan struktur atau fungsi ginjal dengan ekskresi albumin abnormal atau penurunan fungsi ginjal yang dilihat dengan pemeriksaan laju filtrasi glomerulus (LFG) yang berlangsung selama lebih dari 3 bulan. Pada pasien dengan LFG kurang dari 15ml/menit dilakukan terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis, yang dilakukan tiap 3 hingga 4 kali seminggu, sehingga perlu diteliti mengenai kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik dan gambaran kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode observasional dengan penelusuran data secara prospektif dan menggunakan data rekam medik serta data hasil wawancara dengan pasien menggunakan kuesioner KDQOL-SF di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD A.W Sjahranie memiliki kualitas hidup dalam kategori baik sebanyak 47,6%, kategori cukup sebanyak 23,8% dan 28,6% memiliki kualitas hidup dalam kategori kurang.
Analisis Minimalisasi Biaya pada Pasien Asma Rawat Inap di Beberapa Rumah Sakit Kota Samarinda Ade Nurlian; Wisnu Cahyo Prabowo; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.315 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.297

Abstract

Asma merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya inflamasi pada saluran napas yang bisa kembali spontan dengan atau tanpa pengobatan yang sesuai. Di Indonesia prevalensi nasional untuk penyakit asma pada semua umur adalah 4,5%. Agar dapat menurunkan angka penderita dan mengurang angka kematian penyakit asma, diperlukan terapi obat yang tepat dan efisien, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui obat asma dengan biaya yang lebih minimal dengan menggunakan analisis farmakoekonomi. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif dengan teknik total sampling, data pasien asma rawat inap diambil dari beberapa Rumah Sakit Samarinda periode Januari 2016-Juli 2018. Data dianalisis dengan metode Cost Minimalization Analysis (CMA). Hasil menunjukkan bahwa obat asma yang paling banyak digunakan di Rumah Sakit A dan di Rumah Sakit B adalah Combivent® dan Ventolin®. Hasil analisis total biaya di Rumah Sakit A dengan Combivent® Rp. 6.397.140,- dan Ventolin® Rp. 4.658.701,- dan hasil analisis total biaya di Rumah Sakit B dengan Combivent® Rp. 3.587.072,- dan Ventolin® Rp. 2.150.648,-. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, penggunaan obat asma Ventolin® lebih efisien dibandingkan Combivent® berdasarkan metode analisis ekonomi CMA.
Evaluasi Penggunaan Antibiotika Berdasarkan Metode Defined Daily Dose (DDD) pada Pasien Ulkus Diabetikum Adiyat Edy Wahyudi; Jaka Fadraersada; Muhammad Amir Masruhim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.915 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.298

Abstract

Dampak penggunaan antibiotika yang tidak rasional pada pasien Ulkus kaki diabetik yaitu meningkatnya kejadian resistensi, kejadian efek samping obat, terjadi kegagalan terapi, penyakit yang dialami pasien bertambah parah sehingga menurunkan kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung nilai DDD untuk mengetahui tingkat rasional penggunaan antibiotika pada pasien ulkus diabetikum yang menerima terapi antibiotika. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional retrospektif dan perolehan data secara deskriptif kuantitatif mengunakan perhitungan DDD. Penilaian secara kuantitatif dilakukan dengan metode ATC/DDD dan DU 90%. Hasil evaluasi penggunaan antibiotik pada jumlah keseluruhan nilai DDD/100 patient-days didapatkan nilai tertinggi yaitu Ceftriaxone sebesar 31,88 DDD/100 hari rawat, diikuti dengan metronidazol sebesar 10,87 DDD/100 hari rawat, meropenem sebesar 7,06 DDD/100 hari rawat, Amikacin 1.63 DDD/100 hari rawat dan Sefoperazone sebesar 1,45DDD/100 hari rawat. Dengan 3 jenis antibiotik yang masuk ke dalam segmen DU 90% penggunaan terbanyak yaitu seftriakson 64,59% , metronidazol 17,76%, meropenem 7,28% dan ciprofloxacin 6,01% . Hal ini menunjukkan bahwa kuantitas antibiotik yang digunakan tidak menunjukkan prinsip penggunaan antibiotik yang rasional.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Umbi Bawang Tiwai (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) terhadap Sifat Alir Beberapa Jenis Bahan Pengisi Hana Luthfiani; Mirhansyah Ardana; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.509 KB)

Abstract

Sifat alir zat aktif maupun bahan tambahan sangat penting diketahui untuk pembuatan tablet yang baik, laju alir yang baik akan memudahkan serbuk mengalir pada mesin cetak dan mengisi ruang cetak sehingga bobot sediaan padat memiliki kerapatan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat alir dari avicel PH 102, starch 1500 dan spray dry lactose yang ditambahkan ekstrak umbi bawang tiwai (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) sebagai bahan aktif. Kemudian semua bahan pengisi tersebut dievaluasi sehingga dapat dibandingkan bahan pengisi yang paling kompatibel dengan ekstrak umbi bawang tiwai (Eleutherine palmifolia (L.) Merr). Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa avicel PH 102 memiliki sifat alir terbaik sebesar 8,8237 (g/s) dengan sudut diam 22,2684o, bulk density 0,3986, tapped density 0,4932, kompressibilitas 19,1603 % dan kelembaban 6,58 %.
Analisis Biaya Minimal dan Efektivitas Biaya Penggunaan Analgesik Pada Pasien Bedah Sesar di Salah Satu Rumah Sakit Samarinda Nurfita; Hanggara Arifian; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.73 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.306

Abstract

Bedah sesar merupakan tindakan pembedahan untuk melahirkan bayi dengan cara membuka dinding perut dan rahim. Salah satu komplikasi pada pasien dengan luka operasi sesar adalah rasa nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analgesik dengan biaya minimal dan mengetahui efektivitas biaya penggunaan analgesik pada pasien bedah sesar. Penelitian ini dilakukan secara observasional melalui penelusuran data secara prospektif. Data dianalisis menggunakan metode Cost Minimization Analysis (CMA) dan Cost Effectivness Analysis (CEA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa analgesik yang paling banyak digunakan adalah kombinasi tramadol dengan natrium metamizole dan kombinasi tramadol dengan ketorolak, dengan lama rawat inap 2-4 hari. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa analgesik yang memiliki biaya lebih minimal dan efektif adalah kombinasi tramadol dengan ketorolak dengan nilai CMA Rp10,499,009.60 dan nilai ACER sebesar Rp156,667.50.
Observasi Klinik Pemberian Jus Nanas (Ananas Comosus L. Merr) Dalam Menurunkan Kadar Kolesterol Arina Yosi Moudika; Akhmad Jaizzur Rijai; Nurul Annisa; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.479 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.307

Abstract

Nanas merupakan buah berkhasiat mengandung enzim bromelin, vitamin C dan serat sehingga dapat mencegah hiperkolesterolemia. Penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian jus buah nanas (Ananas comosus L. Merr) terhadap penurunan kadar kolesterol pada pasien hiperkolesterol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian jus buah nanas dan kombinasi dengan obat, serta perbandingan penggunaan simvastatin pada penurunan kadar hiperkolesterol. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimental dimana dilakukan perlakuan atau intervensi terhadap responden. Prosedur dalam penelitian ini yaitu dengan membagi responden menjadi tiga kelompok. Semua kelompok dilakukan pengukuran kolesterol awal (Pre-Test). Kelompok uji A diberi simvastatin 10mg, kelompok uji B diberikan jus buah nanas 142g/70kg BB, kelompok uji C (kombinasi) diberikan jus buah nanas dan pemberian simvastatin. Dilakukan pemberian selama 6 hari berturut-turut, kemudian dilakukan pengukuran kolesterol akhir (Post-Test) untuk semua kelompok. Hasil dari pengujian ini ialah % rata-rata penurunan kelompok nanas ialah 14,32%, kelompok simvastatin ialah 18,06% dan kombinasi ialah 18,33% sehingga dapat disimpulkan bahwa jus buah nanas dapat menurunkan kadar kolesterol.