Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis Perbandingan Kuat Tekan Mortar Menggunakan Agregat Halus Padas Giling Weleri Dengan Pasir Muntilan Annas Firman; Tisnawati, Tisnawati; Kumalasari, Dwi; Malik A, M. Abdul; Zulfan, M. Dwi; Hariyanto, Hariyanto
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/mz/2025-2/1004

Abstract

Mortar adalah bahan perekat yang digunakan dalam konstruksi untuk menghubungkan dan mengikat bahan bangunan seperti batu bata, batu, blok beton, atau bahan lainnya menjadi satu kesatuan yang kokoh. Di kawasan Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah adalah  salah satu penghasil padas giling dengan kualitas cukup baik. Material ini berpotensi digunakan sebagai pengganti pasir atau agregat halus dalam campuran mortar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan padas giling sebagai substitusi agregat halus dalam campuran mortar, sehingga dapat menjadi inovasi alternatif pada masa mendatang. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimental dimana data diperoleh melalui serangkaian pengujian. Benda uji yang dibuat adalah mortar kubus berukuran 5 x 5 x 5 cm dengan perbandingan campuran 1S : 4PG; 1S: 3PG: 1PS; 1S : 2PG : 2PS; 1S: 1PG : 3PS dan 1 S: 4 PS. Benda uji tersebut di uji pada umur perawatan 14 dan 28 hari dengan FAS (Faktor Air Semen) sebesar 0,5 mengacu pada SNI 6882:2014 tentang mortar pada pasangan dinding. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mortar dengan material pasir padas giling weleri cenderung berada dibawah material pasir muntilan. Dengan campuran pasir padas giling weleri dengan perbandingan 1S : 4PG mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu nilai uji tekan pada umur 14 hari sebesar  136,82 Kg/cm² sedangkan umur 28 hari sebesar 203,2 Kg/cm² dengan prosentasi kenaikan 48,51 %.
Faktor Resiko Kejadian Pneumonia Pada Anak Balita Di Kelurahan Parak Laweh Lubuk Begalung Kota Padang fransisca, winda; Tisnawati, Tisnawati; Netti, Netti; Ilda, Zolla Amely; Suhaimi, Suhaimi
Jurnal Keperawatan Sehat Mandiri Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan Sehat Mandiri, Volume 3 No.2 November 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Mandiri Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jksm.v3i2.1852

Abstract

Pneumonia pada anak balita menyebabkan masalah gangguan pernafasan, jika dibiarkan berdampak pada tumbuh kembang anak. Pneumonia menyumbang 14% dari seluruh kematian anak di dunia. Di Indonesia angka kematian pneumonia sebesar 0,12%. Di Kota Padang pneumonia tertinggi terjadi di Kelurahan Parak Laweh sebanyak 40 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor resiko kejadian pneumonia pada anak balita di Kelurahan Parak Laweh Lubuk Begalung Kota Padang. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain Case Control. Populasi penelitian adalah anak balita berjumlah 577. Sampel penelitian berjumlah 76 anak balita diambil dengan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dengan buku KIA, lembar observasi dan kuesioner, pengolahan data dengan editing, coding, data entry, processing, cleaning. Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan Uji Chi square dan Uji Oods Ratio. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara ventilasi rumah dan kepadatan hunian dengan pneumonia pada anak balita di Kelurahan Parak Laweh Lubuk Begalung Kota Padang. Dan tidak terdapat hubungan antara BBLR, status gizi dan keluarga merokok dengan pneumonia pada anak balita di Kelurahan Parak Laweh Lubuk Begalung Kota Padang.
Pengaruh pendidikan kesehatan video animasi tentang personal hygiene terhadap pengetahuan pencegahan penyakit skabies Fathurahmi, Annisa; Tisnawati, Tisnawati; Lidya, Metri; Herwati, Herwati; Efitra, Efitra; Suryarinilsih, Yosi; Murniati, Murniati; Defiaroza, Defiaroza
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i1.2313

Abstract

Background: The prevalence of scabies in Indonesia has increased by 5.6-12.95%, ranking third among the 12 most common skin diseases. Scabies can cause local tissue infections and spread through the bloodstream into the lymph nodes, causing lymphadenitis and sepsis. Purpose: To determine the effect of health education using animated videos about personal hygiene on increasing knowledge in preventing scabies. Method: The pre-experimental research design used a one-group pre-posttest design. The study was conducted from December 2024 to June 2025 at the Sabbihisma Islamic Boarding School. The study population consisted of 107 junior high school students and the sample was selected using a stratified random sampling technique, resulting in a sample of84 participants. Data processing was carried out through editing, coding, entry, cleaning, transferring, and analyzed univariately and bivariately using the wilcoxon test. Results: Participants knowledge during the pre-test obtained an average value of 21.52 with a standard deviation (SD) of 4.674 in the range of 8-29 with a median value of 22.00 (sig. 0.019). Meanwhile, during the post-test, the average value became 29.05 with a standard deviation (SD) of 0.981 in the range of 27-30 and a median value of 29.00 (sig. 0.000), meaning there was a difference between the pre-test and post-test of 7.53. This shows that there is an effect of health education using animated videos on knowledge of scabies prevention. Conclusion: There was an increase in knowledge before and after being given an animated video about personal hygiene in preventing scabies (p=0.000 <0.05). Suggestion: Personal hygiene can be used as a school health program that is carried out periodically and continuously, so that students are able to improve their personal hygiene to prevent scabies in the Islamic boarding school environment.   Keywords: Animated Video; Knowledge; Personal Hygiene; Scabies Disease.   Pendahuluan: Terjadinya peningkatan prevelensi penyakit skabies di Indonesia sebesar 5.6-12.95% dan menduduki peringkat ketiga dari 12 penyakit kulit terbanyak. Skabies dapat menyebabkan infeksi lokal pada jaringan dan bisa menyebar melalui aliran darah masuk ke dalam limfa terjadi limfadenitis dan sepsis. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan video animasi tentang personal hygiene terhadap peningkatan pengetahuan dalam pencegahan penyakit skabies. Metode: Desain penelitian pre eksperiment menggunakan one group pre-post test design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024-Juni 2025 di Pondok Pesantren Sabbihisma. Populasi penelitian merupakan murid SMP berjumlah 107 partisipan dan sampel dipilih menggunakan teknik stratified random sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 84 partisipan. Pengolahan data melalui editing, coding, entri, cleaning, transfering, dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Pengetahuan partisipan ketika pre-test, didapatkan nilai rata-rata sebesar 21.52 dengan standar deviasi (SD) sebesar 4.674 pada rentang 8-29 dengan nilai median sebesar 22.00 (sig. 0.019). Sementara ketika post-test, nilai rata-rata menjadi 29.05 dengan standar deviasi (SD) sebesar 0.981 pada rentang 27-30 dan nilai median sebesar 29.00 (sig. 0.000), artinya terdapat selisih antara pre-test dan post-test sebesar 7.53. Hal ini menunjukkan, bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan video animasi terhadap pengetahuan pencegahan penyakit skabies. Simpulan: Terdapat peningkatan antara pengetahuan sebelum dan setelah diberikan video animasi tentang personal hygiene dalam pencegahan penyakit skabies (p=0.000 <0.05). Saran: Personal hygiene dapat dijadikan salah satu program kesehatan sekolah yang dilakukan secara berkala dan berkelanjutan, agar para murid mampu meningkatkan personal hygiene guna mencegah penyakit skabies di lingkungan pondok pesantren.   Kata Kunci: Pengetahuan; Penyakit Skabies; Personal Hygiene; Video Animasi.