Claim Missing Document
Check
Articles

Kehidupan Malam "SULANJANA" dalam Fotografi Konseptual Menggunakan Lenticular Printing Baskara, Bayu Tri; Wiguna, Iqbal Prabawa; Zen, Adrian Permana
KalaTanda Vol 3 No 2 (2021): Kalatanda
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/kalatanda.v3i2.6466

Abstract

Karya tugas akhir ini adalah bentuk karya yang salah satunya merespon mengenai fungsi fotografi yang sudah bukan sekedar alat dokumentasi, melainkan bisa digunakan sebagai medium untuk berekspresi seperti layaknya seni yang lain. Salah satunya penyampaian ekspresi dalam fotografi dokumenter dengan media Lenticular Printing. Fotografi konseptual kali ini mengangkat sebuah keresahan sosial yang ada di Kota Bandung khususnya Jalan Sulanjana. Keresahan yang dimaksud adalah banyaknya tempat hiburan malam yang dihiasi dengan adanya perbedaan latar belakang sosial. Perbedaan latar belakang sosial ini adalah para pekerja yang tidak hanya bekerja sesuai aturan yang ada. Melainkan, para pekerja yang hadir di sekitaran Jalan Sulanjana harus mampu menangani beberapa problematika yang hadir di sekitar tempat hiburan malam tersebut.
Analisis Karya Fotografi: The Comedy Wildlife Photography of the Year Zen, Adrian Permana; Rohadiyat, Vega Giri
Jurnal Visual Ideas Vol. 4 No. 1 (2024): Visual Ideas
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/visualideas.vol4.iss1.2024.1911

Abstract

Genre fotografi Black and White (BW) menjadi genre fotografi yang diminati oleh komunitas fotografi dalam Indonesia ataupun luar negeri. Fotografer seperti Ansel Adams atau Michael Kenna menjadi inspirasi bagi fotografer untuk bisa memulai karya fotografi BW. Karya fotografi mempunyai identitas tersendiri yang menggambarkan ciri khas dari seorang fotografer. Ciri khas dapat diidentifikasi dari warna, bentuk, atau ide. Penulis akan membahas identitas dalam karya fotografi BW dengan mengevaluasi karya fotografi yang terdapat pada majalah “BnW Minimalism Magazine” dimana didalamnya terdapat karya-karya fotografi BW dengan aliran minimalisme. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisa pemenang karya fotografi BW sebagai identitas dari majalah tersebut. Ruang lingkup pembahasan pada penelitian ini lebih mengacu kepada nilai-nilai estetetika dan simbol dalam foto sebagai ciri khas pada majalah.
Sunda Borangan dalam Karya Video Art Ramadhan, Muhammad Rizky; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid; Zen, Adrian Permana
Sense: Journal of Film and Television Studies Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sense.v7i1.12405

Abstract

Borangan merupakan istilah Sunda yang berarti penakut. Borangan adalah gambaran dari sifat manusia yang kerap menghantui pikiran manusia dimana konsep Borangan ini menjadi dasar penciptaan film ekperimental. Penelitian ini bertujuan untuk memvisualisasikan bagaimana sifat Borangan kepada khalayak melalui medium video art. Rumusan masalahnya adalah bagaimana proses penciptaan Borangan dengan menggunakan medium Video Art. Adapun metode yang digunakan adalah practice-based study. Hasil penelitian tidak terlepas dari dua hal, yaitu : (1) Borangan sebagai budaya Sunda secara konseptual diciptakan sebagai sebuah refleksi diri orang Sunda dalam melawan rasa takut, sehingga penciptaan karya dalam penelitian ini dilakukan berbasis tiga babak permasalahan, pemecahan, dan penyadaran; dan (2) medium Video Art menekankan pada eksplorasi pengkarya tanpa harus mementingkan sisi komersialisasi. Oleh sebab itu, berbeda dengan medium film yang kental akan penekanan formalis film teori, video art pada karya Borangan lebih menggambarkan aspek kejujuran dan kesan apa adanya yang ditampilkan secara visual.
PRACTICAL LEARNING: ANALISIS VISUAL PADA KARYA ANAK-ANAK Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid; Zen, Adrian Permana; Febrian, Yusep
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 13 No. 1 (2021)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v13i1.3624

Abstract

Seni adalah salah satu media yang dapatmemicukreativitas dan imajinasi anak-anak. Penelitian ini mencoba untuk mengetahui bagaimana kecenderungan daya imajinasianak-anak diantara usia lima hingga delapan tahun dalam kreativitas menggambar dan mewarnai. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) Apa dominasi karakter objek yang dilukis oleh anak-anak di Yayasan Siti Hajar Amali, Bandung, Jawa Barat? (2) Bagaimana representasi dominasi warna lukisan anak-anak di Yayasan Siti Hajar Amali, Bandung, Jawa Barat? Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan model practical learning terhadap anak-anak di Yayasan Siti Hajar, Bandung Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kesembilan objek penelitian didapatkan dua kategori visual analisis sesuaidenganimajinasimandirianak-anaktersebut. Dua kategori visual tersebut adalah arsitektur dan fauna dengan representasi kecenderungan warna sekunder. Warna pada gambar yang dibuat oleh anak-anak Yayasan Siti Hajar Amali dominan lebih banyak menggunakan warna sekunder. Warna ini seolah merepresentasikan adanya keinginan untuk berkembang dan mandiri sekaligus adanya control emosi yang cukup pada anak-anak di Yayasan Siti Hajar Amali, Bandung. Hal ini ditunjukkan melalui kecenderungan atau dominasi warna sekunder dalam karya-karya mereka.  Dimana warna-warna sekunder ini dimaknai sebagai warna yang bersifat positif dan energik
PEMBUATAN MURAL PARTISIPATORIS SEBAGAI ELEMEN ESTETIS DAN KONTEN MEDIA SOSIAL BERSAMA PERSATUAN ORANG TUA DAN ANAK DENGAN DOWN SYNDROME JAWA BARAT Wiguna, Iqbal Prabawa; Zen, Adrian Permana; Widyaevan, Dea Aulia
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.56307

Abstract

Mural, in the form of public art, has the power to raise social issues by transforming public spaces into spaces of dialogue. Meanwhile, participation in contemporary art and design is an approach that actively involves the community in realizing a joint project. This paper discusses a community service project using participatory mural media to raise awareness about inclusive education issues for the future of children with special needs, particularly those with Down syndrome. Together with the community of parents and children with Down syndrome—POTADS PIK West Java—the community service team aims to foster a spirit of inclusivity through the role of parents and the creative expression of POTADS students, who are children with Down syndrome. Parents and community mentors of POTADS are given the opportunity to share their experiences and struggles regarding inclusive education. These stories and narratives are then transformed into visuals representing those experiences as visual symbols. The project process is also documented in the form of a short documentary to capture the creative journey and interactions between the service team and the POTADS community. Utilizing social media platforms, this short documentary aims to reach a wider audience, promote social inclusion, and showcase the creativity of individuals with Down syndrome. This project also highlights the role of art and participatory methods in community engagement, emphasizing the importance of community and contemporary art in supporting inclusive education. Mural, sebagai salah satu bentuk seni publik memiliki kemampuan untuk mengangkat isu sosial dengan mengubah ruang publik menjadi ruang ‘dialog’. Sementara itu partisipatori dalam seni dan desain kontemporer adalah bentuk pendekatan yang melibatkan secara aktif komunitas untuk realisasi projek bersama. Tulisan ini membahas Pengabdian Masyarakat yang menggunakan media mural partisipatoris sebagai peningkatan kesadaran akan isu pendidikan inklusif bagi masa depan anak dengan kebutuhan khusus terutama Down syndrome. Bersama-sama dengan komunitas orang tua dan anak dengan Down syndrome, POTADS PIK Jawa Barat. Tim Pengabdian masyarakat bertujuan untuk menumbuhkan semangat inklusivitas, melalui peran orang tua dan ekspresi kreatif siswa-siswi POTADS yang merupakan anak-anak dengan Down syndrome. Para orang tua sekaligus pembina komunitas POTADS diberikan kesempatan untuk bercerita tentang pengalaman dan perjuangan mereka untuk pendidikan inklusif, dimana nanti cerita dan narasi ini akan diubah menjadi visual yang merepresentasikan pengalaman tersebut menjadi simbol visual. Proses kegiaatan ini juga didokumentasikan dalam bentuk dokumenter singkat, tujuannya untuk menangkap perjalanan kreatif dan interaksi tim pengabdian bersama komunitas POTADS. Dengan memanfaatkan platform media sosial, film dokumenter singkat ini bertujuan untuk menjangkau khalayak yang lebih luas, mempromosikan inklusi sosial dan menunjukkan kreativitas individu dengan Down Syndrome. Proyek ini juga menyoroti bagaimana seni dan metode partisipatif dalam keterlibatan masyarakat, menekankan peran dan fungsi komunitas serta seni rupa kontemporer untuk pendidikan yang inklusif.
ANALISIS MAKNA VISUAL PADA FILM DOKUMENTER 'HARI KEBAYA NASIONAL 2024 - KEBAYA KALA KINI' Febyari, Audreyelle; Rachmawanti, Ranti; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kebaya merupakan simbol budaya yang kaya dan beragam di Indonesia,melambangkan identitas dan perjalanan perempuan dari masa ke masa. Dalam eraperkembangan zaman yang semakin pesat, keberadaan kebaya menghadapi tantanganuntuk tetap relevan di tengah pengaruh budaya global. Film Hari Kebaya Nasional 2024 -Kebaya Kala Kini berupaya melestarikankna kebaya dan mengedukasi generasi mudatentang nilai-nilai budaya. Rumusan masalahnya adalah bagaimana elemen visualberkontribusi terhadap representasi kebaya sebagai simbol identitas budaya. Fokusutama dari penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna visual dalam filmmenggunakan pendekatan semiotik Roland Barthes. Metode yang digunakan adalahanalisis semiotik untuk menganalisis makna denotatif dan konotatif, sertamenginterpretasikan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini tidak hanyamerayakan kebaya, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai budaya, menekankanpentingnya pelestarian kebaya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusiterhadap pemahaman pelestarian budaya melalui media visual. Serta mendorong diskusilebih lanjut mengenai peran film dalam membentuk dan mempertahankan identitasbudaya.Kata kunci : kebaya, visual meaning, cultural identity, semiotics, film
Strategi Internalisasi Asas Restorative Justice dalam Sistem Peradilan Indonesia Mirza, Isroni Muhammad Miraj; Zen, Adrian Permana
Pancasila: Jurnal Keindonesiaan Vol. 2 No. 2 (2022): VOLUME 2 ISSUE 2, OCTOBER 2022
Publisher : Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52738/pjk.v2i2.45

Abstract

Asas keadilan merupakan suatu asas yang tidak akan pernah habis untuk ditelaah. Salah satu prinsip keadilan yang ada di masyarakat, khususnya dunia hukum, ialah restorative justice. Asas restorative justice sudah sejak lama berada di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Namun dilihat dari implementasinya, asas tersebut belum bisa diterapkan secara efektif dalam memberikan keadilan yang maksimal bagi para pencari keadilan. Oleh sebab itu, diperlukan peranan dan strategi yang komprehensif dalam menginternalisasikan asas restorative justice baik secara normatif maupun praktik di masyarakat oleh berbagai elemen masyarakat dan pemerintah. Lembaga pemerintah yang memang berfungsi untuk membantu tercapainya hal itu ialah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Dalam hal ini, BPIP perlu menjadi Lembaga terdepan dalam membantu merumuskan dan menginternalisasikan asas tersebut melalui berbagai peraturan perundang-undangan yang ada sesuai nilai Pancasila sehingga masyarakat bisa merasakan dampak dari praktik restorative justice ini. Tulisan ini dibuat dalam rangka menganalisa kerangka kerja, strategi, maupun peranan yang bisa dilakukan BPIP dalam membantu mempercepat terwujudnya pelaksanaan restorative justice secara sistematik dan terintegrasi di seluruh ranah kebijakan peraturan perundang-undangan
VISUALISASI INTRUSIVE THOUGHTS DALAM KARYA FILM EKSPERIMENTA Shafy Putra, Muhammad; Wiwid Sintowoko, Dyah Ayu; Permana Zen, Adrian
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The making of this experimental 昀椀lm en琀椀tled Intrusive Thoughts is a 昀椀lm work that discusses intrusive thoughts, namely nega琀椀ve thoughts in the form of imagina琀椀on or thoughts that are brutal, or appear in the form of violence, sexual, and create cogni琀椀ve disorders that if followed will endanger others. This work is inspired by the phenomenon of intrusive thoughts in the journal "Journal of Obsessive-Compulsive and Related Disorders". This experimental 昀椀lm explores how intrusive thoughts can a昀昀ect cogni琀椀ve ac琀椀vity through symbolic and meaningful scenes. The 昀椀lm aims to raise awareness about intrusive thoughts, as a medium of expression and explora琀椀on to channel personalanxie琀椀es, and help people who experience Intrusive Thoughts to feel more understood and less alone. Experimental 昀椀lm is the medium chosen to raise and discuss this phenomenon. In the discussion of the work, the author will discuss the elements of experimental 昀椀lm,namely abstract form and associa琀椀onal form displayed through color, symbols, movement, music, and sound. Keywords: : Intrusive Thoughts, intrusive thoughts, cogni琀椀ve impairment, experimental昀椀lm
INTERAKSI ANTAR KEPRIBADIAN YANG MELAHIRKAN KEPRIBADIAN AMBIVERT DALAM BENTUK KARYA FILM EKSPERIMENTAL Fathana, Nur Iman; Endriawan, Didit; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggali interaksi antar kepribadian yang menghasilkan kepribadian ambivert dalam konteks film eksperimental. Penelitian berfokus pada visualisasi karakteristik kepribadian manusia melalui simbol-simbol yang ada dalam film, khususnya di lingkungan kampus yang kaya akan interaksi sosial. Eksperimen ini memperlihatkan dinamika energi yang dipertukarkan antara introvert, extrovert, dan ambivert, sekaligus menekankan peran kepribadian dalam proses interaksi sosial. Penelitian ini juga menyumbang pemahaman tentang bagaimana film eksperimental dapat menguraikan kompleksitas psikologis dan sosial manusia. Kata Kunci: interaksi sosial, kepribadian, ambivert, film eksperimental
LAPORAN TUGAS AKHIR VISUALISASI HUBUNGAN ASMARA LINTAS AGAMA DALAM BENTUK FILM EKSPERIMENTAL Setiawan, Dennis Deanova; Zen, Adrian Permana; Ersyad, Firdaus Azwar
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masing-masing individu sudah pasti memiliki rasa cinta kepada individu lainnya, terkhusus asmara yang saling diberikan satu sama lain antara pria dan wanita sesuai dengan yang sudah diatur oleh agama. Dalam pengkaryaan ini, Penulis ingin mewujudkan sebuah karya dimana hubungan asmara memiliki sebuah tantangan, yaitu perbedaan agama yang dianut. Dalam pengkaryaan berjudul <Tuhan Ku Sembah, Cinta Ku Puja=, fenomena tersebut Penulis sajikan dalam bentuk film eksperimental. Film eksperimental adalah hasil dari eksplorasi sinematik dan mengubah film berbentuk naratif menjadi nonnaratif. Film eksperimental tetap memiliki ide, emosi, dan gagasan, namun sedikit berbeda dari film pada umumnya. Film eksperimental terkesan lebih abstrak sehingga sulit untuk dipahami. Penulis membagi menjadi 3 tahap pengkaryaan yaitu tahap pra-produksi, produksi, dan pasca produksi. Dalam tahap pra-produksi, penulis menyiapkan alat- alat produksi berupa kamera, lighting, tripod, laptop, dan sofware editing. Pada tahap produksi, Penulis akan menerapkan abstract dan associational Form. Dalam tahap pasca produksi, Penulis akan menggunakan efek yang beragam dan banyak teknik editing masking pada objek tertentu. Tujuan dari pengkaryaan ini adalah sebagai visualisasi respon negatif masyarakat terhadap fenomena ini, visualisasi emosi dan perasaan yang dialami oleh pelaku fenomena ini, dan menyampaikan pesan bahwa tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatan cinta dua orang yang saling menyayangi. Kata Kunci: Hubungan Asmara Beda Agama, Film Eksperimental, Tahapan Pengkaryaan, Tujuan Pengkaryaan.
Co-Authors Adrian, Muhammad Yafi Afti, Sevilla Naufal Ahmed, Akell Amalia Prameisti, Yusi Amelia Pasha, Dea Andrifalin, Muhammad Raihan Apriani, Destia Arfi Andrian Athaullah, Muhammad Ashiil Rizki Avianto Nugroho Aziz, Fahri Hafidh Bachtiar, Syahrani Rahma Baskara, Bayu Tri Cucu Retno Yuningsih Darmawan, Dimas Dea Aulia Widyaevan Dewantara, Aliefiyan Toufik Zuhra Didit Endriawan Donny Trihanondo Dyah Ayu Wiwid Sintowoko Erdiansyah, Ananda Teguh Fahreza, Muhammad Refi Fairuzzah, Ira Saffana Fathana, Nur Iman Febrian, Yusep Febriyanti, Siti Annisa Febyari, Audreyelle Firdaus Azwar Ersyad, Firdaus Azwar Firdaus, Mahadika Ghassani, Rizqa Humaira Gregorius Kresna Haga Ginting Hakim, Rafli Maulana Hanif, Auwalia Rahma Afifatul Hermawan, Rio Hutabarat, Tiurma Rotua Iqbal Prabawa Wiguna Ircham Isroni Muhammad Miraj Isroni Muhammad Miraj Mirza Janitra, Azarinnabila Kamal, Rahma Zahara Kirana, Abhita Damar Lailina, Fani Mirza, Isroni Muhammad Miraj Moh. Rasyid Ridho Muhammad Naufal, Muhammad Muhammad Rizky Ramadhan Nabila Quratuain, Nanda Nafisah Mufidah Nurfaizi, Hafizh Nurmiladiah, Syahda Yaqiq Oemar Handojo Pramudyawardhani, Dyah Ayu Salsabila Prasojo, Galih Aris Priambodo, Agiel Putra, Ivan Guritno Putra, Muammar Fariz Putri, Clara Arini Ramadhan, Muhammad Sabili Ramadhana, Syahdila Novanza Ranti Rachmawanti Rhamadan, Azis Maulani Ridzky, Axel Ramadhan Risky, Muhammad Firman Rohadiyat, Vega Giri Safitri, Meliani Salma, Salsabilla Aulia Setiawan, Dennis Deanova Shafy Putra, Muhammad Shidiq, Ambya Fakhrurrozi Soni Sadono Syarip Hidayat Syasali, Shahirania Tampaty, Shaddam Alfi Tasnim, Nurida Teddy Ageng Maulana Tilaar, Risyad Rafif N Trihandono, Donny Usman, Ade Iswandi Wanapatra, Aldio Ganesa