Claim Missing Document
Check
Articles

EKSPERIMENTASI VISUAL DAMPAK PEJRODOHAN PAKSA PADA MEDIUM FILM PENDEK DENGAN JUDUL “SEHIDUP” Tampaty, Shaddam Alfi; Endriawan, Didit; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perjodohan paksa masih banyak terjadi di Indonesia dan kerap dibalut denganalasan budaya atau kehendak orang tua, meskipun seringkali mengabaikan keinginanindividu. Praktik ini dapat menimbulkan dampak psikologis dan sosial serius, sepertitekanan batin hingga Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Berdasarkan keprihatinanterhadap isu tersebut, penulis menyuarakan keresahan melalui karya film Pendek.Pendekatan visual eksperimental digunakan dengan eksplorasi kontras pencahayaanserta desain audio untuk merepresentasikan konflik batin yang dialami individu. Karya inidiharapkan menjadi media refleksi dan pemicu diskusi kritis terkait kebebasan dalammenentukan pasangan hidup.Kata kunci: perjodohan paksa, film eksperimental, pencahayaan, tekanan psikologis,KDRT
RED STRING THEORY SEBAGAI BENTUK VISUALISASI PERAN TAKDIR DAN PILIHAN HIDUP PEREMPUAN DALAM KARYA FOTOGRAFI KONSEPTUAL Ghassani, Rizqa Humaira; Zen, Adrian Permana; Ridzky, Axel Ramadhan
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan manusia, takdir dan pilihan sering kali menjadi dua konsep yang saling terhubung,membentuk perjalanan hidup individu. Takdir sering dipahami sebagai kuasa Tuhan atau hukum alam,sementara pilihan menekankan kebebasan individu. Di Indonesia, budaya patriarki yang mengakarmenciptakan keƟmpangan gender, membatasi peran perempuan dan menyebabkan berbagai bentukdiskriminasi. Karya ini mengeksplorasi konŇik antara takdir dan kebebasan perempuan menggunakanmetafora Red String Theory atau Teori Benang Merah yang berasal dari mitologi Asia tentang ikatantakdir yang menghubungkan individu. Melalui fotograĮ konseptual dengan teknik cetak lenƟcular,karya ini menggambarkan perjuangan perempuan melawan tekanan sosial dan budaya patriarki, dariketerikatan pada "benang merah" hingga pembebasan diri. Teknik long exposure digunakan untukmemperkuat transformasi emosional. Sementara itu, teknik lenƟcular memungkinkan visual berubahsesuai sudut pandang penonton, menciptakan efek interakƟf yang mendalam. Efek ini Ɵdak hanyamemperkaya pengalaman visual, tetapi juga menunjukkan bahwa sudut pandang seseorang terhadaptakdir dan pilihan hidup bisa berbeda-beda, tergantung dari cara mereka melihatnya.Kata Kunci : Red String Theory, Takdir, Pilihan Hidup, Perempuan, Patriarki, FotograĮ Konseptual,Lecticular.
REIMAJINASI TEKNOLOGI ABAD KE 20 DAN 21 PADA FENOMENA “OBLIVION” DALAM MEDIUM SENI INTERAKTIF Ridho, Muhammad Rasyid; Zen, Adrian Permana; Rachmawanti, Ranti
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sejarah panjang umat manusia, peradaban selalu berada dalam sikluskemunculan dan kehancuran. Terlupakannya suatu peradaban termasuk dalamfenomena “Oblivion”. secara makna oblivion merupakan sebuah keadaan dimanasuatu hal menjadi terlupakan dan tidak diingat. Fenomena ini mencerminkanhilangnya warisan peradaban akibat minimnya pelestarian sejarah dan ancamankonflik. Karya ini bertujuan membangkitkan kesadaran akan pentingnyameninggalkan jejak bermakna bagi generasi mendatang. Melalui reimajinasiteknologi abad ke-20 dan 21, tugas akhir ini divisualisasikan dalam medium seniinteraktif dan audio-visual. Memadukan objek fisik dan teknologi digital seperti RFIDserta visualisasi audio-spektrum untuk menciptakan pengalaman imersif, yangsekaligus menjadi refleksi atas makna peninggalan peradaban di era modern.Kata kunci: Oblivion, Seni Interaktif, Reimajinasi Teknologi, Audio-Visual, PreservasiSejarah
Co-Authors Adrian, Muhammad Yafi Afti, Sevilla Naufal Ahmed, Akell Amalia Prameisti, Yusi Amelia Pasha, Dea Andrifalin, Muhammad Raihan Apriani, Destia Arfi Andrian Athaullah, Muhammad Ashiil Rizki Avianto Nugroho Aziz, Fahri Hafidh Bachtiar, Syahrani Rahma Baskara, Bayu Tri Cucu Retno Yuningsih Darmawan, Dimas Dea Aulia Widyaevan Dewantara, Aliefiyan Toufik Zuhra Didit Endriawan Donny Trihanondo Dyah Ayu Wiwid Sintowoko Erdiansyah, Ananda Teguh Fahreza, Muhammad Refi Fairuzzah, Ira Saffana Fathana, Nur Iman Febrian, Yusep Febriyanti, Siti Annisa Febyari, Audreyelle Firdaus Azwar Ersyad, Firdaus Azwar Firdaus, Mahadika Ghassani, Rizqa Humaira Gregorius Kresna Haga Ginting Hakim, Rafli Maulana Hanif, Auwalia Rahma Afifatul Hermawan, Rio Hutabarat, Tiurma Rotua Iqbal Prabawa Wiguna Ircham Isroni Muhammad Miraj Isroni Muhammad Miraj Mirza Janitra, Azarinnabila Kamal, Rahma Zahara Kirana, Abhita Damar Lailina, Fani Mirza, Isroni Muhammad Miraj Moh. Rasyid Ridho Muhammad Naufal, Muhammad Muhammad Rizky Ramadhan Nabila Quratuain, Nanda Nafisah Mufidah Nurfaizi, Hafizh Nurmiladiah, Syahda Yaqiq Oemar Handojo Pramudyawardhani, Dyah Ayu Salsabila Prasojo, Galih Aris Priambodo, Agiel Putra, Ivan Guritno Putra, Muammar Fariz Putri, Clara Arini Ramadhan, Muhammad Sabili Ramadhana, Syahdila Novanza Ranti Rachmawanti Rhamadan, Azis Maulani Ridzky, Axel Ramadhan Risky, Muhammad Firman Rohadiyat, Vega Giri Safitri, Meliani Salma, Salsabilla Aulia Setiawan, Dennis Deanova Shafy Putra, Muhammad Shidiq, Ambya Fakhrurrozi Soni Sadono Syarip Hidayat Syasali, Shahirania Tampaty, Shaddam Alfi Tasnim, Nurida Teddy Ageng Maulana Tilaar, Risyad Rafif N Trihandono, Donny Usman, Ade Iswandi Wanapatra, Aldio Ganesa