Claim Missing Document
Check
Articles

HAUNTED TECHNOLOGY PADA SERIAL FILM PENDEK BERJUDUL PHASMO Hermawan, Rio; Permana Zen, Adrian; Rachmawanti, Ranti
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap orang memiliki rasa takutnya masing-masing terhadap suatu hal. Rasatakut pada dasarnya merupakan pembentukan sebuah memori pada otak yangmengenali bahwa suatu hal itu merupakan hal yang berbahaya atau biasa disebutdengan istilah horor. Hal ini juga dapat muncul dalam bentuk tidak langsung ataurepresentatif yang menggambar dari objek, subjek, atau situasi yang dapatmenimbulkan suasana horor. Penggunaan media seperti gambar atau videomerupakan bentuk yang dapat diterapkan dalam memunculkan rasa takut seseorang.Tugas akhir dengan judul <Haunted Technology Pada Serial Film Pendek BerjudulPhasmo= bertujuan untuk menimbulkan rasa takut kepada penonton dengan bentukfilm pendek. Penerapan cerita dibuat relevan dengan kehidupan nyata sepertipenggunaan hantu, mistis, atau supra natural yang masih banyak orang alami.Kata Kunci: Film Pendek, Hantu, Horor, Ketakutan, Mistis, Supranatural
Permainan Tradisional Petak Umpet Dan Lompat Tali Dalam Fotografi Eksperimental Safitri, Meliani; Trihanondo, Donny; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Permainan tradisional merupakan salahsatu warisan leluhur yang perlu dilestarikan karena mimiliki nilai budaya. Hal ini memicu menjadi bagian gagasan penulisdalam membuat karya tugas akhir dengan judul <Permainan Tradisional Petak Umpet danLompat Tali Dalam Fotografi Eksperimental= bertujuan untuk menginterpretasikanpermainan tradisional petak umpet dan lompat tali dalam bentuk fotografi eksperimental.Latar belakang penulis mengambil tema ini karena disekitaran lingkungan tempat tinggalpenulis merasakan keresahan terhadap anak yang mulai melupakan nilai budayanyaterhadap permainan tradisional karena pengaruh negatif dari gadget. Teknik fotografi yangakan ditujukkan ke dalam karya adalah teknik fotografi eksperimental dengan beberapawarna dan pantulan cahaya yang menyebabkan adanya bayangan objek nyata yang akanmenyampaikan makna fotonya dengan beberapa karya foto yang membahas petak umpetdan lompat tali yang di satukan dengan bayangan objek yang bermain gadget dalam satuframe.Kata Kunci: Petak Umpet, Lompat Tali, FotografiABSTRACT : Traditional games are one of the ancestral heritages that need to be preservedbecause they have cultural values. This triggered the writer's idea to create a final projectentitled "Traditional Game of Hide and Seek and Jump Rope in Experimental Photography"at interpreting the traditional game of hide and seek and jump rope in the form ofexperimental photography. The author's background in taking this theme is because in theneighborhood where the author lives, he feels uneasy about children who are starting toforget their cultural values for traditional games because of the negative influence ofgadgets. The photographic technique that will be shown in the work is an experimentalphotography technique with several colors and light reflections that cause a shadow of areal object that will convey the meaning of the photo with several photo works that discusshide-and-seek and jumping rope which are combined with the shadow of objects playinggadgets in the game. one frame.Keywords: Hide and Seek, Jump Rope, Photography
Visualisasi Puisi “rasa Dosa” Karya Subagio Sastrowardoyo Ke Dalam Karya Seni Fotografi Kamal, Rahma Zahara; Endriawan, Didit; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Penciptaan tugas akhir ini, penulis mengalih wahanakan sebuah karya sastra yaitupuisi, ke dalam karya visual yaitu fotografi. Puisi tersebut menjadi sumber inspirasi dalampengkaryaan tugas akhir ini, yang bertajuk <Visualisasi Puisi 8Rasa Dosa9 Karya SubagioSastrowardoyo Ke Dalam Karya Seni Fotografi=. Latar belakang dari penulis mengambil konsepini karena, penulis tertarik pada bagaimana sebuah karya seni fotografi dapat di eksplorasi danjuga, mentransformasikan sebuah karya puisi menjadi bentuk karya yang berbeda, karenaseringkali puisi biasanya di transformasi menjadi bentuk seperti, karya musik (musikalisasi puisi),lukis, kaligram dan lain- lain. Seperti yang sudah dicantumkan di dalam judul karya tugas akhirini, penulis akan menggunakan sebuah karya puisi ciptaan seorang sastrawan bernama SubagioSastrowardoyo yang berjudul, <Rasa Dosa= diambil dari buku antalogi puisi bertajuk <SimfoniDua=. Untuk memahami puisi ini lebih dalam, penulis menganalisis puisi tersebut denganmengeledah makna perbaitnya menggunakan teori semantik.Kata Kunci : Visualisasi, Puisi, Seni FotografiABSTRACT: This final assignment, analyses the poem of Subagio Sastrowardoyo that title is <RasaDosa= and transfer it into a visual photography medium. That poem become the biggestinspiration of this final assignment with title <The Visualization of Poem 8Rasa Dosa9 Written bySubagio Sastrowardoyo into medium of Art Photography=. This is a new approach ininterpretation, implementation and exploration the meaning of poem or visualization of poem,comparing the other conventional methods such as interpretation of a poem become new formof art in various medium for example, musical, painting or calligram medium and etc. In term ofthis matter, I take the one of the poem from a poem anthology book called <Simfoni Dua= bySubagio Sastrowardoyo, as a subject of study. In this final assignment, I use semantic theory toanalyze the poem into more deeply meaning.Key Word : Visualization, Poem, Art Photograp
AIR SUNGAI SEBAGAI REPRESENTASI ISU LINGKUNGAN DALAM KARYA VIDEO ART "CIPRUK CAI" (AFTER BILL VIOLA) Rhamadan, Azis Maulani; Wiguna, Iqbal Prabawa; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hal kecil yang sering dianggap sepele seperti membuang sampah bekas permen sembarangan masih  banyak  dilakukan  dan  hampir  setiap  orang  pasti melihat  ataupun melakukannya.  Hal  kecil  ini  jika  dilakukan  oleh  jutaan  orang  di  Indonesia  juga  bisa menimbulkan bencana-bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang paling sering terjadi  di  Indonesia  akhir-akhir  ini.  Permasalahan  lingkungan  ini  juga  terjadi  di  gang Demang, Kampung Sukabirus, kawasan sekitar Universitas Telkom, banjir akibat luapan sungai  sudah  rutin  terjadi  dari  tahun  ke  tahun.  Selain  banyaknya  masyarakat  yang membuang sampah ke sungai di Gang Demang kampung Sukabirus, banyak juga limbah-limbah produksi yang berasal dari produksi kecil hingga besar,  rumahan hingga pabrik yang  dibuang  ke  sungai.  Ini  juga  yang  membuat  air  sungai  menjadi  kotor  dan  juga tercemar  atau  bahkan  bisa  mengandung  racun.  Salah  satu  cara  mengangkat  isu lingkungan  di  Gang  Demang  Sukabirus  adalah melalui media  Video  Art  dengan  judul <Cipruk Cai= (After Bill Viola). Hasil karya dari keresahan pribadi penulis yang diangkat kedalam  karya  video  art,  karya masih  jauh  dari  kata  sempurna,  saran  penulis  jika  ingin berkarya membuat video art harus melakukan riset mendalam sesuai konsep karya yang akan dibuat.Kata kunci: sampah plastik, banjir, limbah, video art
ANALISIS SEMIOTIKA NILAI PERSAHABATAN PADA FILM SERIES KOREA ALL OF US ARE DEAD Firdaus, Mahadika; Sadono, Soni; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai persahabatan yang ada di dalam film All  of Us Are Dead dan mengetahui makna denotasi, konotasi dan mitos dari nilai persahabatan yang ada di dalam  film All of Us Are Dead. Hal  ini yang membuat penulis tertarik  untuk menganalisis  lebih  dalam mengenai  semiotika  nilai  persahabatan  pada film series korea All of us Are Dead. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian  ini adalah  deskriptif  kualitatif menggunakan  semiotika  Roland  Barthes  untuk mengetahui denotasi,  konotasi  dan mitos. Hasil  penelitian menunjukan  bahwa  setiap  perilaku  dan tindakan yang ada dalam setiap scene memperlihatkan nilai persahabatan yang memiliki makna  denotasi,  konotasi,  dan mitos,  seperti  gerakan mendorong  bukan  berarti  akan menjatuhkan  sahabatnya  melainkan  terdapat  makna  lain  yaitu  ingin  membuat sahabatnya  terhindar  dari  sebuah  hal  yang membahayakan.  Penelitian  ini  difokuskan pada  makna  yang  terkandung  dalam  setiap  scene  yang  memperlihatkan  simbol persahabatan dan makna setiap perilaku yang dilakukan pada setiap karakter.Kata Kunci : Semiotika Roland Barthes, tindakan, karakter
EKSPERIMENTAL FOTOGRAFI MODEL BAJU ADAT MINANG KABAU DENGAN PROYEKSI LCD PROYEKTOR Shidiq, Ambya Fakhrurrozi; Wiguna, Iqbal Prabawa; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya  fotografi  ini merupakan  karya  fotografi model menggunakan  baju  adat minang kabau yang bersifat eksperimental dengan menggunakan cahaya utama dari sinar LCD  Proyektor.  Cahaya  yang  digunakan  pada  LCD  Proyektor merupakan  cahaya  yang terpilih dari komputer lalu ditembakkan dengan LCD Proyektor kearah model. Pemotretan dilakukan pada studio  indoor agar dapat menimbulkan tekstur khusus terhadap model. Konsep dari gambar-gambar yang di pancarkan ke model bertema modern warna-warni yang dapat menjadikan image baju adat saat ini terlihat mengikuti perkembangan zaman. Karya  ini  dibuat  dengan  menampilkan  visualisasi  pakaian  adat  sesuai  dengan perkembangan  zaman saat  ini.  Selain  itu  karya  fotografi  ini  juga dapat mempermudah remaja untuk menyerap informasi mengenai pakaian adat di Indonesia.  Kata Kunci: baju adat; fotografi model; LCD proyektor.
EKSPLORASI WARNA EARTHTONE DALAM PENCIPTAAN KARYA FOTOGRAFI OUTFIT Putra, Ivan Guritno; Endriawan, Didit; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia tidak bisa terlepaskan dari hubungannya dengan sesama manusia dan makhluk lainnya, Sebagai contoh manusia Ketika lahir kedunia yaitu bisa dibilang kita ini membutuhkan  pelukan  keluarga,  lalu  dirawat  dengan  layak  dan  tidak  bisa melakukan sendiri.  Hidup  dan  mati  adalah  hakikat  manusia.  Setiap  orang  yang  hidup  pasti mengalami  kematian.  Kematian  dianggap  menakutkan  dan  orang  kerap  tidak  siap menerimanya.  Warna Earth Tone merupakan gabungan dari beberapa warna <bumi=seperti  hijau,  coklat,  biru,  dan  warna  senada  lainnya.  Dalam  warna  Earth  Tone  ini membahas Warna Earth Tone ini menggambarkan manusia yang berasal dari tanah dan akan  kembali  lagi  ke  tanah.  Lalu  membahas  tentang  outfit  warna  Earth  Tone  yang dipakai  oleh  Keluarga Milenial  untuk menciptakan  karya  fotografi  dan  Warna  adalah teori  pengetahuan  umum  yang  sangat  bermanfaat  apabila  kalau  kita  pelajari  dalam aspek  apa  pun.  Karena  warna  juga  jadi  salah  satu  objek  yang  paling  disukai  bagi masyarakat.  Salah  satu  pemfokusan  dan  kebutuhan  alami  semua  komponen  benda bahwa kehadirannya serta-merta terasa. Dengan begitu, dalam belajar sendiri sebaiknya tidak lagi dipermasalahkan. Mempelajari akan memecahkan beraneka ragam lingkungan baru dalam metode kreatif. Fotografi adalah salah satu sarana yang bisa dipakai untuk memberikan  kegunaan/ide  kepada  masyarakat.  Fotografi  membentuk  sebuah  sarana yang bisa dipakai untuk mengabadikan suatu momen atau kejadian yang berarti. Outfit adalah sesuatu yang digunakan untuk menutupi tubuh pada umumnya.Kata Kunci : warna earth tone, manusia, hidup, kematian,  fotografi,  o u t f i t 
FOTO STORY PADA LINGKUNGAN TAMBANG DI MUARA ENIM Prasojo, Galih Aris; Zen, Adrian Permana; Rachmawanti, Ranti
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa  orang  yang  menggunakan  fotografi  untuk  bercerita,  mereka menggunakan  beberapa  foto-foto  dengan  Menyusun  secara  demikian  rupa  sehingga menceritakan  satu  kisah  yang  diambil  secara  detail  dari  peristiwa,  tempat  ataupun kejadian secara lengkap. Pada Tugas Akhir ini akan mengulas sebuah karya foto story yang terfokus  pada  story  dari  karya  tersebut  terjadi  dari  lamanya  proses  penambangan tersebut  bahwasanya  banyak  terjadi  perubahan  positif maupun  negatif  yang mana  di sebuah tempat atau kota yang penghasilan tersebesar daerah dari hasil pertambangan milik negara ataupun milik individu. Hal ini membuat penulis tergugah saat melihat apa yang  terjadi  apalagi  disini  sudah  banyak  komunitas  yang  bergerak  dalam  untuk pencegahan tersebut akan tetepi belum banyak masyarakat melihat hal tersebut sebagai suatu yang salah ataupun dibenaran hal tersebut penulis sendiri  ingin membawa orang yang melihat karya  ini kedalam proses apa yang  terjadi di  lokasi  tersebut semoga bisa membangun  sebuah  awareness masyarakat  tentang  hal  tersebut.  Kewajiban manusia untuk menjaga dan bantu melestarikan alam. Pengkaryaan Tugas Akhir ini akan mengarah dari  sebelum  dan  sesudah  yang  telah  terjadi  pada  keadaan  tersebut  dengan  fungsi ekologis, hidrologis, ekonomis, dan kultural, bahwasanya hutan sangat bermanfaat untuk menjaga  keseimbangan  bumi  kita,  apakah  dengan  adanya  hasil  dari  akhir  karya  ini membangun kehawatiran manusia terhadap tempat tinggal mereka  Kata Kunci: Alam, Bumi, Kerusakan, Fotografi Dokumenter
KEKERASAN FISIK PADA PEREMPUAN DALAM KARYA POTRAIT FOTOGRAFI Janitra, Azarinnabila; Sadono, Soni; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbincangan tentang populasi perempuan memang selalu menarik dan tak pernah ada habisnya, perempuan memiliki ciri suara lebih halus, cantik, keibuan. Tetapi perempuan dibedakan  dengan  laki-laki,  perempuan  dianggap  lebih  kecil  dibandingkan  laki-laki, perkembangan  tubuh  perempuan  dianggap  lebih  cepat  dan  kekuatan  perempuan  tidak sekuat  laki-laki  dan  sebagainya.  Tetapi  kepercayaan  yang  beredar  di  tengah masyarakat menjadikan ketidakseimbangan gender antara laki-laki dan perempuan, sehingga kekerasan yang  terjadi  dalam masyarakat  di  dominasi  oleh  perempuan  sebagai  korbannya.  Isu  yang terus bergulir di tengah masyarakat ialah kekerasan, melalui keresehan sesama perempuan, penulis memutuskan mengangkat kekerasan ke dalam karya fotografi portrait, adapun hal yang ingin penulis sampaikan dalam karya Tugas Akhir ini mewakili ketakutan perempuan dan menyuarakan suara korban kekerasan ke dalam bentuk karya. Maka dari itu penulis membuat karya yang berjudul <Kekerasan Fisik Pada Perempuan Dalam Karya Potrait Fotografi=. Karyafotografi  ini  memakai  media  cat  glow  in  the  dark  dan  sinar  ultraviolet  sebagai  simbol kekerasan  terhadap  perempuan,  penulis membuat  karya  ini menjadi  karya  interaktif  agar terjadi interaksi antar audiens dengan karya. Sama dengan realita kehidupan bahwa kita tidak akan  tau  bahwa  seseorang merupakan  korban  kekerasan  tanpa  adanya  interaksi.  Tujuan pembuatan  Tugas  Akhir  ini  adalah menvisualisasikan  dan melampiaskan  keresahan  serta ketakutan sebagai seorang perempuan melalui media fotografi.Kata kunci: kekerasan perempuan, fotografi, glow in the dark, sinar ultraviolet.
MEMPERKENALKAN VISUAL TEMPO DULU PADA ERA MODERNISASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE KAMERA LUBANG JARUM Putra, Muammar Fariz; Trihanondo, Donny; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan  perancangan  fotografi  bergaya  tempo  dulu  ini,  diharapkan  dapat memberi  visual  yang  berbeda  di  era  Modernisasi.  Dalam  Karya  ini  terdapat  proses pembuatan  lensa  lubang  jarum  yang  dapat memberikan  kesan  tempo  dulu  pada  foto. Pembuatannya sendiri yaitu menggunakan metode kamera lubang jarum dengan maksud dan  tujuan  untuk memperkembangkan  fotografi  dalam metode  kamera  lubang  jarum. Karya <Bandung Dalam Semu= yang berlokasi di kota Bandung dan dicetak padaphotopaper dengan ukuran A3. Karya fotografi gaya tempo dulu ini dapat menjadi sesuatu yang baru dalam media fotografi, dengan cara mengembangkan teknik melalui eksplorasi mengenai penggunaan alat dan bahan yang dipakai untuk media seni fotografi.Kata kunci: era modernisasi, memperkenalkan visual tempo dulu, kamera lubang jarum
Co-Authors Adrian, Muhammad Yafi Afti, Sevilla Naufal Ahmed, Akell Amalia Prameisti, Yusi Amelia Pasha, Dea Andrifalin, Muhammad Raihan Apriani, Destia Arfi Andrian Athaullah, Muhammad Ashiil Rizki Avianto Nugroho Aziz, Fahri Hafidh Bachtiar, Syahrani Rahma Baskara, Bayu Tri Cucu Retno Yuningsih Darmawan, Dimas Dea Aulia Widyaevan Dewantara, Aliefiyan Toufik Zuhra Didit Endriawan Donny Trihanondo Dyah Ayu Wiwid Sintowoko Erdiansyah, Ananda Teguh Fahreza, Muhammad Refi Fairuzzah, Ira Saffana Fathana, Nur Iman Febrian, Yusep Febriyanti, Siti Annisa Febyari, Audreyelle Firdaus Azwar Ersyad, Firdaus Azwar Firdaus, Mahadika Ghassani, Rizqa Humaira Gregorius Kresna Haga Ginting Hakim, Rafli Maulana Hanif, Auwalia Rahma Afifatul Hermawan, Rio Hutabarat, Tiurma Rotua Iqbal Prabawa Wiguna Ircham Isroni Muhammad Miraj Isroni Muhammad Miraj Mirza Janitra, Azarinnabila Kamal, Rahma Zahara Kirana, Abhita Damar Lailina, Fani Mirza, Isroni Muhammad Miraj Moh. Rasyid Ridho Muhammad Naufal, Muhammad Muhammad Rizky Ramadhan Nabila Quratuain, Nanda Nafisah Mufidah Nurfaizi, Hafizh Nurmiladiah, Syahda Yaqiq Oemar Handojo Pramudyawardhani, Dyah Ayu Salsabila Prasojo, Galih Aris Priambodo, Agiel Putra, Ivan Guritno Putra, Muammar Fariz Putri, Clara Arini Ramadhan, Muhammad Sabili Ramadhana, Syahdila Novanza Ranti Rachmawanti Rhamadan, Azis Maulani Ridzky, Axel Ramadhan Risky, Muhammad Firman Rohadiyat, Vega Giri Safitri, Meliani Salma, Salsabilla Aulia Setiawan, Dennis Deanova Shafy Putra, Muhammad Shidiq, Ambya Fakhrurrozi Soni Sadono Syarip Hidayat Syasali, Shahirania Tampaty, Shaddam Alfi Tasnim, Nurida Teddy Ageng Maulana Tilaar, Risyad Rafif N Trihandono, Donny Usman, Ade Iswandi Wanapatra, Aldio Ganesa