Claim Missing Document
Check
Articles

Kegiatan Bakti Sosial Di Masyarakat Dalam Upaya Pengenalan Penyakit Sejak Dini ilmi, Tsamrotul; Probosiwi, Neni; Dhafin, Anis Akhwan; Laili, Nur Fahma; Khadir, Mujtahid Bin Abd; Sukmawati, Datin An-Nisa; Yuniarto, Prayoga Fery
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1797

Abstract

Upaya untuk mendeteksi penyakit pada masyarakat, kegiatan bakti sosial merupakan kegiatan yang akan sangat membantu, dan kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan diri. Pelaksanaan kegiatan Baksos di Desa Jongbiru Kabupaten Kediri bertujuan untuk memberikan pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada masyarakat. Kemudian memberikan informasi kesehatan yang baik dan benar kepada masyarakat sehingga dapat membentuk persepsi kesehatan yang positif dan pola hidup sehat. Kegiatan ini diikuti oleh 31 orang dengan usia rata-rata 18-67 tahun. Tahapan selama kegiatan berlangsung yaitu: perencanaan dan penyusunan proposal kegiatan. Observasi dan survey lokasi. Sosialisasi dan persiapan kegiatan. Pengumpulan masyarakat desa Jongbiru. Melakukan pemeriksaan kesehatan pada masyarakat. Konsultasi dengan apoteker dan pemberian informasi serta edukasi kepada masyarakat desa Jongbiru. Dengan demikian, Baksos sangat penting dalam mendeteksi penyakit sejak dini, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatannya, serta menyediakan akses konsultasi dan pemeriksaan kesehatan yang diperlukan. Hal ini penting untuk mencegah penyakit lebih lanjut dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
EDUKASI TERAPI HIPERTENSI DAN PEMANFAATAN HERBAL JUS UNTUK TERAPI ALTERNATIF: EDUKASI TERAPI HIPERTENSI DAN PEMANFAATAN HERBAL JUS UNTUK TERAPI ALTERNATIF Probosiwi, Neni; Ilmi, Tsamrotul; Laili, Nur Fahma; Bin Abd Kadir, Mujtahid
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat Mei 2023
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v6i2.4542

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya mengalami peningkatan. Hipertensi adalah keadaan dimana pada tekanan sistolik darah > 140mmHg sedangkan pada tekanan diastolik darah >90mmHg yang dilakukan pemeriksaan berulang. Prinsip penatalaksanaan terapi untuk hipertensi yaitu terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu terapi nonfarmakologi yaitu pemanfaatan herbal jus untuk terapi alternatif menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Tujuan edukasi terapi hipertensi dan pemanfaatan herbal jus ini untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dan melatih masyarakat untuk menurunkan tekanan darah melalui pembuatan herbal jus secara mandiri di rumah. Bahan yang digunakan untuk pembuatan herbal jus meliputi : buah melon, brokoli hijau, blimbing wuluh, jahe, serai dan madu. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemberian edukasi melalui pembagian leaflet yang berisi definisi, klasifikasi, penyebab serta penatalaksanaan farmakologi dan nonfarmakologi berupa terapi komplementer sebagai upaya mengatasi hipertensi dan mencegah komplikasi hipertensi dan demosntrasi pemanfaatan herbal jus untuk terapi alternatif hipertensi. Jumlah peserta kegiatan ini 25 orang. Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan, pemberian edukasi melalui pembagian leaflet, demontrasi pembuatan jus herbal, tanya jawab dan feedback dari peserta. Masyarakat tampak antusias dan mampu mempraktikkan membuat jus herbal. Kegiatan tentang demonstrasi terapi nonfarmakologi untuk menurunkan tekanan darah dapat dilaksanakan rutin dirumah dengan alat dan bahan yang mudah di dapatkan.
PENYULUHAN PENGGUNAAN OBAT OVER THE COUNTER (OTC) DI KELURAHAN NGAMPEL KOTA KEDIRI Siswidiasari, Arifani; Charliandri Saputra Wahab; Prayoga Feri Yuniarto; Probosiwi, Neni
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Abdi Masyarakat November 2023
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v7i1.5002

Abstract

Self-medication is a medication process based on complaints or symptoms up to the drug selection stage by themselves. Percentage of self-medication behavior in Kediri City increases every year so information about self-medication is needed. The class of drugs that can be used for self-medication are over the counter (OTC) drugs which are a class of over-the-counter drugs and limited over-the-counter drugs. These drugs can be purchased without a doctor's prescription, safe and effective if used according to the instructions for use. This activity aims to change the mindset and perspective of the community to be able to respond appropriately to how to use drugs by themselves. Community service activities in the form of counseling using the lecture method combined with a question and answer session, completed the pretest and posttest questionnaires, and last session is the distribution of leaflets regarding the use of OTC drugs. The target of the activity is the community in the Ngampel Village, Kediri City. There was an increase in knowledge about the use of OTC drugs in the community in Ngampel Village, Kediri City after being given counseling. We hope that after participating in counseling, people's knowledge will increase in using OTC drugs properly.
Factors Affecting the Retention Value of Drug Addict Patients in Methadone Maintenance Therapy Siswidiasari, Arifani; Neni Probosiwi; Nur Fahma Laili; Tsamrotul Ilmi; Prayoga Ferry Yuniarto; Anak Agung Indah Krisnadewi; Oktaviarika Dewi H
International Journal of Contemporary Sciences (IJCS) Vol. 1 No. 5 (2024): March 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijcs.v1i5.8665

Abstract

Methadone is a synthetic drug belonging to the opiate class that is given in oral dosage form to patients as a substitute therapy for opioid addiction. Methadone was chosen as the main substitution therapy because it has an effect resembling morphine and cocaine with a longer working life so that it can be given once a day which is used by drinking. This study aims to determine the factors that affect the retention value of drug addict patients in methadone maintenance therapy at Bangil Health Center. This study was conducted retrospectively, taking medical record data of patients who followed methadone maintenance therapy selected by consecutive sampling. Data obtained as many as 35 patients. The results of demographic data showed the most male sex 33 people (94.3%), aged 26-35 years 22 (62.9%), SMA 29 (82.9%), working 35 (100%), married 27 (77.1%), opium 35 (100%), amphetamines 26 (74.29%), alcohol 33 (94.29%) and tobacco 33 (94.29%). The highest initial dose was 30-50mg, 23 people (65.7%), the smallest maintenance dose <60mg, 33 people (94.3%) and the largest maintenance dose >120mg, 24 people (68.6%). The retention value of patients < 6 months is 7 people (20%) and > 6 months 28 people (80%)
The Relationship between Diabetes Self-Management Education and Health-Related Quality of Life (HRQoL) among Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Probosiwi, Neni; Siswidiasari, Arifani
International Journal of Contemporary Sciences (IJCS) Vol. 1 No. 11 (2024): September 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijcs.v1i11.11578

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic condition marked by elevated blood glucose levels, leading to damage in critical organs. This study aimed to evaluate the relationship between diabetes self-management education (DSME) and health-related quality of life (HRQoL) in type 2 diabetes patients at the Balerejo Community Health Center. A prospective cross-sectional study was conducted, collecting data from 50 patients using consecutive sampling and analyzed through the Chi-Square test. The demographic profile showed that 60% of participants were female, 60% were aged 36-45, and 56% had a normal BMI. Most patients had good dietary management (64%) but poor physical exercise habits (84%). HRQoL results indicated that 64% scored high in physical functioning, with other domains such as vitality (56%) and social functioning (56%) also showing positive outcomes. A significant relationship was found between DSME and HRQoL, with a P-value of 0.002 and an odds ratio of 7.2. These findings underscore the crucial role of DSME in enhancing the quality of life for type 2 diabetes patients by promoting better disease management practices.
EDUKASI PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL UNTUK ANTIDIABETES PADA MASYARAKAT DI DESA SELOSARI KABUPATEN KEDIRI Fahma Laili, Nur; An Nisa Sukmawati, Datin; Probosiwi, Neni; Ilmi, Tsamrotul; Bin Abd Kadir, Mujtahid; Fery Yuniarto, Prayoga; Haryuni, Sri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i2.401-406

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 merupakan peringkat penyakit terbesar keempat tertinggi di Indonesia. Penyakit diabetes mempengaruhi fungsi normal tubuh dalam mengendalikan glukosa sehingga dapat menyebabkan seseorang terganggu masalah sistem kesehatan tubuh. Sehingga upaya pencegahan kesehatan penyakit ini sangat penting.  Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pemahaman pengetahuan tentang penyakit diabetes mellitus dan pemanfaatan tanaman herbal sebagai ramuan untuk penyakit diabetes mellitus. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan metode edukasi dengan sasaran adalah masyarakat di desa selosari kecamatan kandat kabupaten kediri. Pada tahap awal dilakukan sesi pretes. Dilanjutkan tahap pelaksanaan dilakukan edukasi  terkait pengetahuan penyakoit diabetes mellitus dan pemanfaatan tanam herbal. Pada tahap akhir dilakukan post tes.  Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat sebelum dilakukan edukasi yaitu sebesar 40% meningkat setelah dilakukan edukasi sebesar 70%.
GERAKAN MASYARAKAT CERDAS MENGGUNAKAN OBAT (GEMA CERMAT) MELALUI EDUKASI TANYA LIMA O DI PUSKESMAS X KABUPATEN KEDIRI Probosiwi, Neni; Fahma Laili, Nur; Ilmi, Tsamrotul; Siswidiasari, Arifani; Bin Abd Khadir, Mujtahid; An Nisa Sukmawati, Datin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 4 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i4.1460-1465

Abstract

Pedoman layanan farmasi berfungsi sebagai alat bantu dan petunjuk terperinci, bagi para profesional kesehatan yang menawarkan layanan farmasi. (Shankar, et al., 2002). Untuk meningkatkan standar dan kehidupan yang lebih baik bagi pasien, maka diperlukan pelayanan yang berkualitas langsung kepada pasien dan bertanggung jawab terhadap penggunaan sediaan farmasi untuk indikasi penyakit tertentu yang bisa dibeli tanpa resep dokter. Penggunaan obat yang tidak tepat dapat menyebabkan peningkatan biaya perawatan di rumah sakit, polusi terhadap lingkungan, peningkatan angka kematian dan tingkat penyakit yang tidak diinginkan Untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, kepedulian, dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan obat dengan bijaksana, diterapkan program yang disebut Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat). Kementerian Kesehatan RI memperkenalkan program edukasi "Tanya Lima O" yang mewajibkan masyarakat untuk bertanya kepada apoteker tentang lima hal sebelum membeli obat. (1) Nama dan kandungan obat ini apa? (2) Apa khasiat obat ini? (3) Berapa dosis yang disarankan untuk obat ini? (4) Bagaimana cara penggunaannya? (5) Apa efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan obat ini?. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan edukasi dengan peserta 20 kader dari salah satu Desa X Kab. Kediri, diskusi, tanya jawab dan presentasi. Dari hasil evaluasi menunjukkan dari 20 peserta, 15 peserta menjawab dengan tepat semua. Hasil menunjukkan bahwa 75% peserta memahami materi yang disampaikan oleh pemateri. Tiga peserta berhasil menjawab tiga pertanyaan dengan akurasi 60%, sementara hanya dua peserta yang mampu menjawab dua pertanyaan dengan akurasi 40%.
THE ANTI-APOPTOTIC POTENTIAL OF Paederia foetida L. LEAF EXTRACT THROUGH THE DOWNREGULATION OF CASPASE-3 EXPRESSION IN AN ESCHERICHIA COLI-INDUCED SEPSIS MICE MODEL Savitri, Lisa; Krissanjaya, Rochmad; Juwita, Syntia Tanu; Sukmawati, Datin An Nisa; Probosiwi, Neni; Laili, Nur Fahma; Ilmi, Tsamrotul; Prasetyawan, Fendy
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2024.8235

Abstract

Sepsis is a life-threatening condition characterized by an abnormal immune response to infection, leading to high mortality rates in intensive care units (ICUs) worldwide. Caspase-3, a crucial enzyme in the apoptosis pathway, plays a significant role in sep-sis-related cellular damage. This study investigates the anti-apoptotic potential of Paederia foetida L. leaf extract by examining its effect on Caspase-3 expression in an Escherichia coli-induced sepsis mice model. Male Balb/c mice were divided into six groups, including positive control, negative control, and treatment groups receiving varying doses of the extract (100 mg/kgBW, 300 mg/kgBW, and 500 mg/kgBW). Caspase-3 expression in the spleen was measured after 24 hours of treatment. The results demonstrated a significant reduction in Caspase-3 expression, particularly in the group treated with 500 mg/kgBW of the extract, indicating its anti-apoptotic effect. These findings suggest that P. foetida leaf extract may serve as a potential therapeutic agent for reducing cell apoptosis in sepsis, warranting further investigation into its mechanisms and clinical pharmacological field.
The Relationship Between Family Support and Medication Compliance of Elderly Hypertension Patients at Durenan Community Health Center Neni Probosiwi
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 14, No 3 (2025): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v14i3.9570

Abstract

 Hypertension increases with age, especially in the elderly. This study aims to determine the relationship between family support and medication adherence in elderly patients with hypertension in the outpatient unit of the Durenan Community Health Center. This study is a non-experimental, prospective, observational quantitative study with descriptive analysis. The sample consisted of 98 elderly respondents selected using purposive sampling. Primary data were obtained from the Perceived Social Support Questionnaire Family (PSS-Fa) to assess family support and the Adherence to Refills and Medications Scale-Short Form (ARMS-SF) to assess adherence. Secondary data were obtained from patient medical records. The results showed that of the 54 respondents with good family support, 51 respondents were compliant and 3 were non-compliant. Conversely, of the 44 respondents with poor family support, only 7 were compliant and 37 were non-compliant. The chi-square test showed a p-value of 0.000 (p 0.05), which means there is a significant relationship between family support and medication adherence. A correlation coefficient (CC) of 0.982 indicates a very strong relationship, meaning that the better the family support, the higher the medication adherence in hypertension patients. Family support has been shown to be a crucial factor in the success of hypertension therapy in the elderly. 
Edukasi Peluang Dan Tantangan Terkini Pharmacist Dengan Distruksi di Industri Farmasi Fendy Prasetyawan; Mujtahid Bin Abd Kadir; Nur Fahma Laili; Prayoga Fery Yuniarto; Datin An Nisa Sukmawati; Arifani Siswidiasari; Neni Probosiwi; Tsamrotul Ilmi; Elsa Mahardika Putri; Yuneka Saristiana; Okky Intan Mawarni; Winartiana; Nimas Ayu Rahardini; Anis Akhwan Dhafin
Khidmah Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/ghy9th25

Abstract

Tingkat pengangguran yang meningkat setiap tahunnya membuat masyarakat mencari sumber informasi dengan tujuan memperoleh dan mendapatkan lapangan pekerjaan, yang dapat dicapai dengan menempuh pendidikan perguruan tinggi. Jurusan farmasi merupakan jurusan yang banyak diminati karena memiliki prospek yang biak kedepannya dan salah satu jurusan populer. Seorang farmasis dapat bekerja disektor industri, indonesia memiliki sebanyak 230 industri farmasi. Dengan jumlah industri yang banyak sehingga industri farmasi membutuhkan banyak tenaga kerja, terutama tenaga farmasi yang profesional. Selain peluang kerja di indsutri farmasi namun di era industri 4.0 ini tantangan yang dihadapi semakin besar, sehingga farmasis harus meningkatkan pengetahuan untuk mengimbangi teknologi yang terus maju. Oleh karena itu diperukan pengetahuan untuk meningkat wawasan terkait indutri farmasi.Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mendorong mahasiswa farmasi agar dapat bekerja di industri farmasi dan memberikan gambaran tentang industri farmasi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di gedung AULA FIK Universitas Kadiri hari sabtu, 20 April 2024. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta antusias mengikuti acara, terlihat dari keikutsertaan mereka dalam mengikuti acara dari awal hingga akhir dan mengajukan pertanyaan selama sesi kuliah pakar berlangsung.Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini dinilai berpotensi membantu menginspirasi, mendorong dan informasi bagi mahasiswa farmasi untuk berkarir di industri farmasi.