Claim Missing Document
Check
Articles

THE ANTI-APOPTOTIC POTENTIAL OF Paederia foetida L. LEAF EXTRACT THROUGH THE DOWNREGULATION OF CASPASE-3 EXPRESSION IN AN ESCHERICHIA COLI-INDUCED SEPSIS MICE MODEL Savitri, Lisa; Krissanjaya, Rochmad; Juwita, Syntia Tanu; Sukmawati, Datin An Nisa; Probosiwi, Neni; Laili, Nur Fahma; Ilmi, Tsamrotul; Prasetyawan, Fendy
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2024.8235

Abstract

Sepsis is a life-threatening condition characterized by an abnormal immune response to infection, leading to high mortality rates in intensive care units (ICUs) worldwide. Caspase-3, a crucial enzyme in the apoptosis pathway, plays a significant role in sep-sis-related cellular damage. This study investigates the anti-apoptotic potential of Paederia foetida L. leaf extract by examining its effect on Caspase-3 expression in an Escherichia coli-induced sepsis mice model. Male Balb/c mice were divided into six groups, including positive control, negative control, and treatment groups receiving varying doses of the extract (100 mg/kgBW, 300 mg/kgBW, and 500 mg/kgBW). Caspase-3 expression in the spleen was measured after 24 hours of treatment. The results demonstrated a significant reduction in Caspase-3 expression, particularly in the group treated with 500 mg/kgBW of the extract, indicating its anti-apoptotic effect. These findings suggest that P. foetida leaf extract may serve as a potential therapeutic agent for reducing cell apoptosis in sepsis, warranting further investigation into its mechanisms and clinical pharmacological field.
Profil dan Efektivitas Terapi Pada Pasien Glaukoma Rawat Jalan di RSUD Daha Husada Kediri: Profile and Effectiveness of Therapy in Outpatient Glaucoma at Daha Husada Hospital, Kediri Ilmi, Tsamrotul; Laili, Nur Fahma; Probosiwi, Neni; Sukmawati, Datin An Nisa
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6 No.1 (2024)
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v6i1.6240

Abstract

Glaukoma adalah penyakit berupa gangguan pada mata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil dan efektivitas penggunaan obat glaukoma pada pasien rawat jalan di RSUD Daha Husada, Kediri tahun 2022. Metode penelitian observasional dengan menggunakan studi cross-sectional, pengumpulan data secara retrospektif, melibatkan 108 pasien sebagai sampel. Analisis data terhadap efektivitas penggunaan obat glaukoma, menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian didapatkan data terbanyak adalah laki-laki 64 orang (59.3%) dan usia 46-55 tahun sebanyak 43 orang (39.8%). Profil pengobatan didapatkan 3 golongan obat terbanyak yaitu beta bloker sebanyak 68 (35.60%), analog prostalgandin sebanyak 54 (28.27%) dan diuretik sebanyak 23 (12.04%). Terdapat 3 jenis obat yang paling banyak diberikan yaitu timolol sebanyak 60 (31.41%), latanoprost 54 (28.27%), acetazolamide 23 (12.04%). Penggunaan terapi obat anti glaukoma yang paling banyak digunakan yaitu obat tunggal sebanyak 63 (58.3%). Sebanyak 91 pasien (84.3%) memiliki efektivitas terapi terkontrol dan 17 pasien (15.7%) memiliki efektivitas terapi tidak terkontrol. Analisis uji wilcoxon signed rank test  menunjukkan pengunaan obat anti glaukoma, efektif dalam menurunkan TIO pada pasien  dengan nilai p value 0.000 < 0.005.
Analisis Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Swamedikasi Obat Analgesik Di Apotek Sumber Urip Jaya: Analysis of Knowledge Level and Self-Medication Behavior of Analgesic Drugs at Sumber Urip Jaya Pharmacy, Kediri Probosiwi, Neni; Ilmi , Tsamrotul; Laili , Nur Fahma; Saristiana, Yuneka; Sukmawati , Datin An Nisa
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6 No.1 (2024)
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v6i1.6487

Abstract

Swamedikasi merupakan tindakan dalam memilih dan menggunakan obat tanpa resep dokter untuk mengatasi masalah kesehatan atau gejala tertentu yang dirasakan. Tujuan penelitian ini untuk analisis tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi obat analgesik di Apotek Sumber Urip Jaya. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 105 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan yang terdiri dari 10 pertanyaan domain kepercayaan swamedikasi, 3 pertanyaan cara mendapatkan obat, 3 pertanyaan cara menggunakan obat, 3 pertanyaan cara penyimpanan obat, dan kuesioner perilaku swamedikasi sebanyak 10 pertanyaan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – Mei dan dilakukan di Apotek Sumber Urip Jaya. Analisis data menggunakan SPSS versi 16.0 dengan menggunakan uji chisquare. Hasil penelitian menunjukkan  sebagian besar berusia 36-45 tahun, dengan pendidikan terakhir SMA  dan berprofesi sebagai wiraswasta, mayoritas responden pada indikator kepercayaan swamedikasi (91,42%), cara mendapatkan obat (85,71%), cara penyimpanan obat (86,67%). Nilai signifikansi 0,000 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi di apotek Sumber Urip Jaya.
PROFIL TERAPI DAN EVALUASI PERESEPAN PASIEN COVID-19 RAWAT INAP di RSU AL-ITTIHAD BLITAR Ilmi, Tsamrotul; Putri, Galuh Margareta; Probosiwi, Neni
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 13, No 2 (2024): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v13i2.6610

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 dengan tingkat penularan dan mortalitas sangat tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui profil terapi dan evaluasi peresepan pasien Covid-19 rawat inap di RSU Al-Ittihad Blitar, Jawa Timur, berdasarkan acuan Protokol Tata Laksana COVID-19 edisi 2 bulan Januari 2021. Metode penelitian adalah non eksperimental dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan data secara retrospektif, menggunakan data rekam medis pasien periode tahun 2021. Penelitian dilakukan pada bulan Mei–Juli 2022. Pengambilan sampel secara purposive sampling, didapatkan sampel sebanyak 100 pasien rawat inap COVID-19 selama periode tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien terbanyak adalah perempuan (55%), usia 40–59 tahun  (47%), derajat keparahan sedang (87%), lama perawatan antara 1–10 hari (83%) dan pada akhir perawatan pasien sembuh (72%). Profil terapi obat berdasarkan kelas terapi terbanyak adalah obat saluran pernafasan (20%), obat saluran cerna (19%), vitamin (18%), antibiotik (9%), dan antivirus (7%). Berdasarkan jenis obat terbanyak yaitu suclarfat, omeprazole, N-Acetylsistein, vitamin C, dexametason, ambroxol, levofloxacin, Vitamin D, dan lain-lain. Hasil evaluasi peresepan obat yaitu 100% tepat obat, 96% tepat dosis, 100% tepat interval waktu, 92% tepat lama pemberian obat.
Education Compliance Taking Hypertension Medication to Treatment for Residents in RT. 04 RW. 03 Ngerco Village Kediri Regency, East Java Anis Akhwan Dhafin; Elsa Mahardika Putri; Okky Intan Mawarni; Neni Probosiwi; Nur Fahma Laili; Tsamrotul Ilmi; Achmad Wahdi
Journal of Community Engagement in Health Vol. 8 No. 1 (2025): March
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v8i1.711

Abstract

Hypertension is defined as a condition in which a person experiences an increase in blood pressure above normal. Hypertension occurs when the results of systolic blood pressure measurements are ≥ 140 mmHg or diastolic blood pressure ≥ 90 mmHg. From the prevalence of hypertension of 32.3% do not routinely take medication. This community service activity aims to increase understanding and knowledge of residents in RT. 04 RW. 03 Kel. Ngerco, Kab. Kediri, East Java regarding compliance with taking hypertension medication. The purpose of this Community Service is to increase the knowledge of hypertension sufferers about hypertension and the importance of compliance with taking medication and increase the compliance of hypertension sufferers. The results of the Community Service activity are known to be patient knowledge about hypertension and the importance of compliance with taking medication in RT. 04 RW. 03 Kel. Ngerco. This activity was carried out using the counseling method and question and answer session. based on the results of the counseling, local residents were very enthusiastic in asking questions and understanding the importance of taking hypertension medication regularly.
Praktik Kolaboratif Antarprofesi pada Agenda Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis bagi Masyarakat di Wilayah Universitas Kadiri Laili, Nur Fahma; Ilmi, Tsamrotul; Probosiwi, Neni; Salmasfattah, Novyananda
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i4.9509

Abstract

Penyakit degeneratif semakin banyak terjadi akibat penurunan gaya hidup makanan dan olahraga. Penyakit tidak menular merupakan penyakit degeneratif yang berkaitan dengan proses penuaan, seperti diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Banyak dari masyarakat yang tidak menyadari akan perlunya memeriksakan kesehatan lebih rutin dan mengatur gaya hidup yang baik. Pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bertujuan agar masyarakat semakin sadar akan perlunya memeriksakan diri dan mengatur gaya hidup yang baik, sehingga dapat menjaga kondisi kesehatan diri sendiri dan keluarga terutama lansia. Pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis dilakukan kepada 43 warga desa di wilayah Universitas Kadiri yang berupa pengecekan gula darah acak, asam urat, dan kolesterol, pemeriksaan lanjutan oleh dokter, pemberian obat, dan edukasi kesehatan. Kegiatan ini disambut dengan baik oleh warga maupun perangkat desa setempat. Kegiatan ini juga dapat mengurangi beban biaya masyarakat untuk berobat, serta memberikan akses yang lebih mudah dan terjangkau terhadap layanan kesehatan yang penting bagi kesejahteraan mereka. Diharapkan melalui kegiatan ini kesadaran masyarakat khususnya lansia dapat meningkat, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan yang optimal.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Saluran Kemihrawat Inap di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Lombok Dua Dua Surabaya Tahun 2023 Sari, Sania Puspita; Probosiwi, Neni; Siswidiasari, Arifani; Ilmi, Tsamrotul
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 2 No. 3 (2024): Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v2i3.169

Abstract

Infeksi saluran kemih berdasarkan pemeriksaan biakan kemih diketahui disebabkan oleh bakteri. Perempuan umumnya empat hingga lima kali lebih mudah mengalami infeksi saluran kemih dibandingkan dengan pria. Antibiotik merupakan terapi utama ISK untuk mencegah infeksi semakin parah. Penata laksana anterapi antibiotik pada ISK didasarkan pada jenis bakteri, tanda dan gejala yang dialami pasien, letak infeksi, dan kondisi klinis infeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan anti biotic berdasarkan tepat antibiotik, tepat dosis, tepat rute pemberian, tepat interval pemberian dan tepat lama pemberian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan data yang diambil secara retrospektif. Populasi penelitian ini seluruh data pasien rawat inap dengan diagnosis infeksi saluran kemih di Rawat Inap Rumah Sakit Ibu dan Anak Lombok Dua Dua Surabaya Tahun 2023. Sampel penelitian ini adalah seluruh data rekammedis pasien ISK selama bulan Januari – September 2023. Hasil rasionalitas penggunaan antibiotic didapatkan evaluasi Rasionalitas penggunaan anti biotic meliputi tepat diagnosis (75,25%), tepat pasien (100%), tepat antibiotik (77,84%), tepat dosis (72,5%), tepat rute pemberian (100%), tepat interval pemberian (72,36%) dan tepat lama pemberian (74,02%). Rata – rata rasionalitas penggunaan antibiotik sebesar 91,70%, sedangkan 46,56% masih belum rasional dikarenakan pemberian antibiotik masih belum memenuhi aspek ketepatan diagnosis, pasien, antibiotik, dosis, rute, interval dan lama pemberian kepada pasien.
Analisis Perbandingan Cost-Effectiveness Penggunaan Obat Antihipertensi Generik dan Merek di Apotek Gembleb Farma Trenggalek Berbasis Outcome Pasien Saristiana, Yuneka; Prasetyawan, Fendy; Probosiwi, Neni
Business and Economic Publication Vol. 3 No. 2 (2025): Business and Economic Publication
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/bep.v3i2.1570

Abstract

Hypertension is a chronic disease that requires long-term therapy with continuous use of drugs. This study aims to analyze the cost-effectiveness comparison between generic and branded antihypertensive drugs in patients at Gembleb Farma Trenggalek Pharmacy. The study was conducted by comparing demographic characteristics, therapy costs, clinical outcomes in the form of blood pressure reduction, and patient compliance levels. The results showed that the basic characteristics of patients in both groups were relatively equivalent so that comparisons could be made objectively. In terms of cost, branded drugs were on average almost three times more expensive than generic drugs (IDR 163,000 vs IDR 67,000 per month), while clinical outcomes showed no significant difference. The level of patient compliance in both groups was also relatively similar. Pharmacoeconomic analysis showed that generic drugs had a lower cost-effectiveness ratio, with the incremental cost-effectiveness ratio indicating the additional cost of branded drugs was not worth the minimal additional clinical benefit.
Strategizing Antiviral Medication Usage for Chronic Kidney Disease Patients with SARS-CoV-2: Insights from Inpatient Pharmacy Practices at Hospital Settings Yuneka Saristiana; Leny Witaning Kusumati; Neni Probosiwi; Tsamrotul Ilmi; Nur Fahma Laili; Fendy Prasetyawan
Journal Health of Indonesian Vol. 2 No. 02 (2024): Journal Health of Indonesian, Edition July 2024
Publisher : Paspama Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/health.v2i02.120

Abstract

The emergence of the SARS-CoV-2 virus in 2020 led to the onset of the COVID-19 pandemic, posing significant challenges globally. As of December 19, 2021, the worldwide confirmed cases surpassed 273 million, with a devastating death toll exceeding 5.3 million. Indonesia reported its first case on March 2, 2020, and has since faced escalating numbers, necessitating urgent attention.Chronic kidney disease (CKD) has emerged as a commonly occurring comorbidity among COVID-19 patients, drawing attention due to the vulnerability of CKD patients to medical complications. Understanding the use of antiviral drugs in CKD patients with COVID-19 is essential, considering the risks of drug toxicity and interactions. This study aims to investigate the frequency of antiviral drug usage in COVID-19 patients with CKD, providing insights into treatment strategies and guiding medical practitioners. Conducted at Dr. Soedomo Trenggalek Regional Hospital, the research utilizes a cross-sectional, non-experimental design and purposive sampling method. Data collection involves patients' medical records, focusing on demographics, antiviral drug usage, disease severity, treatment duration, mortality rates, and potential side effects. The demographic analysis reveals that the majority of COVID-19 patients with CKD are aged 50 and above, with males comprising 74% of the cohort. Age and gender influence disease severity, with older individuals and males at higher risk. Antiviral drug usage predominantly includes favipiravir (64%) and remdesivir (36%), underscoring their importance in treatment protocols. Decisions regarding antiviral therapy in CKD patients with COVID-19 require careful consideration of benefits, risks, and patient characteristics.
Unveiling Pagodroma Nivea's Fossil Healing Power: A Journey Through Farmacoantarctic Chronicles And Bioactivity Studies Yuneka Saristiana; Yunita Dian Permatasari; Anita Dwi Setyarini; Hasriyani, Hasriyani; Neni Probosiwi; Fendy Prasetyawan
Journal Health of Indonesian Vol. 2 No. 02 (2024): Journal Health of Indonesian, Edition July 2024
Publisher : Paspama Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/health.v2i02.122

Abstract

Research on the bioactivity of Antarctic organisms has garnered significant attention due to the continent's unique environmental conditions and the potential therapeutic value of its inhabitants. This study delves into the bioactivity of Pagodroma nivea, commonly known as the Snow Petrel, found in Antarctica, aiming to explore its medicinal potential. Despite previous research highlighting the bioactivity of various organisms in extreme environments, specific investigations into Pagodroma nivea remain scarce. Farmacoantarctic Research offers a promising avenue for exploring the therapeutic properties of Antarctic organisms, including Pagodroma nivea, traditionally used for medicinal purposes by local communities. Understanding the biochemical adaptations of organisms to Antarctica's extreme conditions is crucial, as these adaptations may yield bioactive compounds with pharmacological potential. The research not only seeks to uncover the bioactivity of Pagodroma nivea but also aims to contribute to drug development and environmental conservation efforts. In a parallel discussion, the study examines Mumijo, a traditional remedy found in various regions, including Antarctica. Chemical analysis of Mumijo extract, particularly the ester wax fraction, reveals its potential biomedical applications, including wound healing, skin diseases, and neuroprotection. The presence of glycerol-related ethers in Antarctic Mumijo suggests further avenues for exploration in neuroprotection and antimicrobial properties. By investigating the bioactivity of Antarctic organisms like Pagodroma nivea and Mumijo, this research offers insights into their therapeutic potential and underscores the importance of conservation efforts to preserve these unique ecosystems.