Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Innovation Research and Knowledge

OSING YOUTH'S INVOLVEMENT IN PRESERVING LOCAL WISDOM THROUGH THE GANDRUNG SEWU FESTIVAL Francisca Titing Koerniawaty; Komang Artana; I Made Yuda Adnyana; I Putu Mega Adi Adnyana; Gusti Ngurah Indra Ariestyawan; Risky Maulana; Anedda Alessandro Flavio Putra
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the strategic involvement of Osing youth in preserving local culture through their participation in the Gandrung Sewu Festival in Banyuwangi. This annual festival functions not only as an artistic performance but also as a medium for transmitting Osing cultural values and promoting culture-based tourism. Employing a descriptive qualitative approach framed by theories of social participation, cultural transmission, cultural tourism, and cultural festivals as preservation and promotion tools. The research explores various forms of youth involvement, ranging from dancers, organizing committees, and art facilitators to digital promoters. The findings reveal that youth participation is predominantly symbolic, although creative initiatives have emerged, such as the Gandrung Anak Muda community, which utilizes social media and digital content innovation. Key driving factors include cultural identity and community support, while challenges consist of limited training, inadequate cultural facilities, and the influence of popular culture. The study underscores the importance of engaging young generations in all stages of sustainable cultural preservation. The Gandrung Sewu Festival holds significant potential as an educational platform and as a driver of culture-based creative economy. Recommendations are directed toward strengthening digital strategies, fostering early cultural education, and implementing participatory cross-generational policies
STRATEGI PENGEMBANGAN WELLNESS TOURISM MELALUI PEMBERDAYAAN UMKM DI DESA WISATA HIJAU BILEBANTE Saroh Fitriani; Francisca Titing Koerniawaty; Firman Sinaga
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i2.8176

Abstract

Dalam upaya pemulihan sektor pariwisata pasca-pandemi COVID-19, pemerintah fokus mengembangkan wellness tourism dari tingkat lokal hingga nasional, menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai lokal dalam konsep pariwisata. Desa Wisata Hijau Bilebante, menjadi fokus penelitian ini untuk mengidentifikasi potensi dominan dalam mendukung wellness tourism sebagai respons terhadap penurunan kunjungan wisatawan akibat pandemi. Penelitian ini mendeskripsikan potensi wellness tourism yang dapat dikembangkan serta menentukan program pengembangan di Desa Wisata Hijau Bilebante. Penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif yang menggunakan analisis Matrik IFE dengan menganalisis faktor internal dan eksternal, mengidentifikasi strengths, weaknesses, opportunities, dan threats di Desa Wisata Hijau Bilebante. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Dari hasil analisis Matriks IE, menunjukkan bahwa pengembangan wellness tourism di Desa Wisata Hijau Bilebante berada pada sel satu (I) yang dapat dilihat pertemuan antara total nilai lingkungan internal sebesar 3.08 dan total nilai lingkungan eksternal sebesar 3.01. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan pengembangan bergantung pada pengelolaan SDM dan SDA, kebon herbal, sentra UMKM, serta pemanfaatan warisan pengobatan tradisional, diperkuat dengan terapis berpengalaman dan fasilitas spa alam. Strategi yang dirumuskan mencakup pengembangan paket wisata wellness secara holistik dengan memaksimalkan SDM dan SDA melalui media sosial, kerja sama antar lembaga, dan pemberdayaan UMKM lokal. Strategi ini fokus pada pengembangan wellness tourism di Desa Wisata Bilebante meliputi: (1) pengembangan pasar; (2) penetrasi pasar; (3) pengembangan produk
PENGEMBANGAN DESA WISATA BUDAYA BERBASIS KAIN TENUN TRADISIONAL DI DESA SUKARARA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Welaya Aftina; I Wayan Kiki Sanjaya; Francisca Titing Koerniawaty
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 3: Agustus 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i3.8387

Abstract

Indonesia has a rich cultural diversity, traditions and craftsmanship that has great potential to be an attractive cultural tourist destination. A rich tradition and craftsmanship has great potential to be an attractive cultural tourist destination. One of the valuable assets in enhancing the attractiveness of cultural tourism is the fabric art that has become an important part of Indonesian culture and inherits a rich historical tradition. To participate in sustainable tourism development, therefore, the objectives in this study are to identify the advantages and characteristics of weaving crafts, analyze constraints and design a development model in Sukarara Village, Central Lombok Regency. The research uses descriptive qualitative methods with data collection techniques through observation techniques, interviews, and documentation. The results of the research show that songket weaving in Sukarara Village has advantages and characteristics that lie in its meaning and symbols, as well as patterns and motifs inspired by the environment. However, the obstacles are the lack of promotion of fabric and the change of style with the presence of modernization and globalization. From the identification of the advantages and obstacles in the development of Sukarara Village and the obstacles based on the component 4A in tourism (attraction, amenities, accessibility, dan ancillary) and the development design model uses a need analyze
PENGEMBANGAN DESA WISATA BUDAYA BERBASIS KAIN TENUN TRADISIONAL DI DESA SUKARARA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Aftina, Welaya; I Wayan Kiki Sanjaya; Francisca Titing Koerniawaty
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 4: September 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i4.8542

Abstract

: Kerajinan tenun songket merupakan produk unggulan yang telah diwariskan dan ditekuni oleh masyarakat dari generasi ke generasi hingga memiliki banyak variasi dan ciri khas tenun yang dimiliki. Meskipun Desa Sukarara memiliki tenun yang telah lama ada, namun, kerajinan tenun di Desa Sukarara masih belum terlalu berhasil untuk menarik wisatawan berkunjung. Para pengrajin atau penenun terutama generasi muda menganggap bahwa menenun merupakan pekerjaan sampingan. Selain itu, masyarakat belum sepenuhnya sadar akan potensi dan kerajinan tenun yang dimiliki desanya itu masih terbatas, seperti pemahaman tentang konsep desa wisata dan komponen-komponen pariwisata. Untuk berpartisipasi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, oleh karena itu, tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi keunggulan dan ciri khas kerajinan tenun, menganalisis kendala serta merancangan model pengembangan di Desa Sukarara Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui teknik pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tenun songket di Desa Sukarara memiliki keunggulan dan ciri khas yang terletak pada makna dan simbolnya, serta pola dan motifnya terinspirasi dari alam sekitar. Namun, kendala yang dihadapi, yaitu kurangnya promosi kain tenun dan perubahan gaya dengan adanya modernisasi dan globalisasi. Dari identifikasi keunggulan dan kendala dalam pengembangan Desa Sukarara dan kendala berdasarkan komponen 4A dalam pariwisata (attraction, amenities, accessibility, dan ancillary) serta model rancangan pengembangan menggunakan need analyze.