Claim Missing Document
Check
Articles

Fungsi dan Peran ASPAPI dalam Menunjang Pendidikan Bidang Administrasi Perkantoran Muhyadi Muhyadi
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Volume XII, No. 1, Februari 2012
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2858.826 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v12i1.3864

Abstract

Administrasi perkantoran merupakan salah satu bidang yang memegang peran strategis dalam organisasi modern. Keberhasilan organisasi mencapai tujuan yang sudah ditetapkan banyak ditentukan oleh kualitas keputusan yang diambil pimpinan, sementara itu kualitas keputusan banyak ditentukan oleh ketersediaan dan keakuratan informasi yang diperlukan dalam rangka pengambilan keputusan tersebut. Pekerjaan bidang administrasi perkantoran adalah bidang yang menyiapkan informasi yang diperlukan oleh organisasi, utamanya pemimpin. Oleh karena itu, pengelolaan administrasi perkantoran mutlak harus dilakukan secara profesional. Guna mencapai kondisi yang diharapkan tersebut diperlukan persiapan yang cukup berupa pendidikan administrasi perkantoran yang berkualitas dan pembinaan yang dilakukan secara terus menerus terhadap mereka yang sudah bekerja dalam bidang ini. Untuk itulah diperlukan wadah yang mampu mengembangkan profesi administrasi perkantoran, sekaligus melindungi kepentingan pelanggan dari layanan yang tidak berkualitas. Atas dasar pemikiran seperti itulah maka kemudian dibentuk asosiasi profesi yang mewadahi pakar, praktisi, dan pemerhati bidang administrasi perkantoran, yang diberi nama ASPAPI (Asosiasi Sarjana dan Praktisi Administrasi Perkantoran Indonesia). Keberadaan ASPAPI diharapkan mampu memberikan sumbangan yang berarti bagi pengembangan bidang administrasi perkantoran, baik pada level pendidikan maupun praksis.
Teknik Pengambilan Keputusan Muhyadi Muhyadi
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi No. 2, Volume III, Agustus 2003
Publisher : Jurusan Pendidikan Administrasi FE UNY & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3409.334 KB) | DOI: 10.21831/efisiensi.v3i2.3796

Abstract

Dalam suatu organisasi, pengambilan keputusan merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan yagn sudah ditetapkan. Pengambilan Keputusan merupakan salah satu fungsi seorang pemimpin, oleh karena itu setiap pemimpin harus menyadari posisinya yang strategis tersebut dan sekaligus berupaya agar mampu mengambil setiap keputusan dengan etpat. Di samping harus menguasai berbagai teknik pengambilan keputusan, ia juga harus mampu mengimplementasikannya dengan benar. Karena pada akhirnya bawahanlah yang akan melaksanakan setiap keputusan yang diambil maka keterlibatan bawahan dalam setiap proses pengambilan keputusan yang diambil seorang pemimpin memang akan sangat bergantung pada gaya yang dianutnya akan tetapi setiap pemimpin perlu menyadari bahwa situasi yang diharapi tidaklah selalu sama untuk semua kondisi. Di sinilah pentingnya seorang pemimpin senantiasa mempertimbangkan situasi yang dihadapi setiap kali hendak mengambil keputusan.
Self-Efficacy and Student Achievement for Enhancing Career Readiness: The Mediation of Career Maturity Mar'atus Sholikah; Muhyadi Muhyadi; Setyabudi Indartono; Olzhas B. Kenzhaliyev; Gulzhaina K. Kassymova
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 27, No 1 (2021): (May)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jptk.v27i1.35657

Abstract

Increasingly dynamic and volatile employment trends and the rapid development of the globalization era resulted in the transformation of the world of work to be faster, diverse and challenging to predict. Therefore, individuals are encouraged to have a flexible attitude to adapt and work according to their current career development. The purpose of this study was to determine the effect of self-efficacy and academic achievement on career readiness outside the profession through career maturity as a mediator. The survey method with a quantitative approach was applied in this study using a sample of 80 students. This study selected the sample based on purposive sampling on all Office Administration students of the State University of Semarang. Data analysis performed using Smart PLS 3.0. This study tested the proposed model through two aspects: measurement and structural models. This study found that self-efficacy and career maturity positively and significantly affected career readiness outside the profession. Academic achievement, in this case, also affects career readiness, but not considerably. The role of career maturity as mediation has an effect on self-efficacy on career readiness partially. Thus, it can conclude that self-efficacy influences career readiness. These findings make an essential contribution for lecturers and institutions to pay more attention to student career readiness so that their opportunities as university graduates to be accepted into the world of work can run smoothly.
KUALIFIKASI DAN KOMPETENSI TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Muhyadi Muhyadi
Jurnal Kependidikan Vol. 43, No.1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.901 KB) | DOI: 10.21831/jk.v43i1.2249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengaji keberadaan tenaga administrasi sekolah, khususnya terkait dengan kualifikasi dan kompetensi tenaga administrasi sekolah di DIY. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluasi dengan model discrepancy. Responden penelitian berjumlah 28 orang, terdiri dari 12 kepala SD dan 8 kepala tenaga administrasi SMP dan 8 kepala tenaga administrasi SMA/SMK. Pengumpulan data dilakukan dengan angket. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pertama, Keberadaan tenaga administrasi sekolah pada sekolah-sekolah yang ada di DIY cukup bervariasi. Kedua, pada jenjang SMP maupun SMA/SMK tidak memiliki tenaga administrasi tertentu sesuai ketentuan Permendiknas Nomor 24 tahun 2008. sehingga tugas-tugas yang ada dirangkap oleh petugas yang lain. Ketiga, Kualifikasi pendidikan tenaga administrasi secara keseluruhan sudah mendekati ketentuan Permendiknas Nomor 24 tahun 2008. Keempat, Persyaratan yang pada umumnya belum dapat terpenuhi adalah dimilikinya sertifikat tenaga adminstrasi sekolah, kelima, seluruh jenjang pendidikan memiliki petugas layanan khusus tetapi jumlah dan jenis tugas yang dikerjakan sangat bervariasi. Keenam, Kompetensi tenaga administrasi sekolah secara keseluruhan sudah memadai sesuai ketentuan Permendiknas Nomor 24 tahun 2008
KUALIFIKASI DAN KOMPETENSI TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Muhyadi Muhyadi
Jurnal Kependidikan Vol. 43, No.1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.789 KB) | DOI: 10.21831/jk.v43i1.1957

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengaji keberadaan tenaga administrasi sekolah, khususnya terkait dengan kualifikasi dan kompetensi tenaga administrasi sekolah di DIY. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluasi dengan model discrepancy. Responden penelitian berjumlah 28 orang, terdiri dari 12 kepala SD dan 8 kepala tenaga administrasi SMP dan 8 kepala tenaga administrasi SMA/SMK. Pengumpulan data dilakukan dengan angket. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pertama, Keberadaan tenaga administrasi sekolah pada sekolah-sekolah yang ada di DIY cukup bervariasi. Kedua, pada jenjang SMP maupun SMA/SMK tidak memiliki tenaga administrasi tertentu sesuai ketentuan Permendiknas Nomor 24 tahun 2008. sehingga tugas-tugas yang ada dirangkap oleh petugas yang lain. Ketiga, Kualifikasi pendidikan tenaga administrasi secara keseluruhan sudah mendekati ketentuan Permendiknas Nomor 24 tahun 2008. Keempat, Persyaratan yang pada umumnya belum dapat terpenuhi adalah dimilikinya sertifikat tenaga adminstrasi sekolah, kelima, seluruh jenjang pendidikan memiliki petugas layanan khusus tetapi jumlah dan jenis tugas yang dikerjakan sangat bervariasi. Keenam, Kompetensi tenaga administrasi sekolah secara keseluruhan sudah memadai sesuai ketentuan Permendiknas Nomor 24 tahun 2008.
Pelatihan Pengelolaan Arsip Keluarga Warga Kelurahan Wates Kulonprogo Wahyu Rusdiyanto; Yuliansah Yuliansah; Muhyadi Muhyadi; Sutirman Sutirman
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 1 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v12i1.6143

Abstract

Pelatihan pengelolaan arsip keluarga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang arti penting arsip keluarga dan memberikan bekal keterampilan dalam pengelolaan kearsipan keluarga di Kelurahan Wates, Kulonprogo. Pelatihan ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2019. Lokasi pelaksanaan pelatihan adalah Kelurahan Wates, Kulonprogo. Peserta pelatihan dalam kegiatan ini adalah perwakilan anggota PKK. Jumlah peserta pelatihan yaitu 26 orang yang mewakili setiap RT di Kelurahan Wates. Peserta yang mendapatkan pelatihan ini akan ditunjuk sebagai kader dalam mensosialisaikan kesadaran dan arti penting arsip keluarga. Pelaksanaan pelatihan kearsipan keluarga dilakukan melalui empat tahap yaitu: (1) tahap perencanaan, (2) pelatihan tahap pertama, (3) pelatihan tahap kedua, serta (4) monitoring dan evaluasi. Pada pelatihan tahap pertama dan kedua terdapat instrumen pretest dan posttest yang digunakan unuk instrumen ecaluasi peserta pelatihan. Kegiatan pelatihan kearsipan keluarga berjalan dengan baik. Pada pelatihan tahap pertama terdapat peningkatan pengetahuan peserta saat pretest dan posttest. Pada pelatihan tahap kedua juga terdapat peningkatan pengetahuan peserta saat pretest dan posttest.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru SMA Diana Pramesti; Muhyadi Muhyadi
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 5, No 1 (2018): March
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.454 KB) | DOI: 10.21831/hsjpi.v5i1.11854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh: Supervisi kepala sekolah, motivasi kerja guru, iklim kerja dan status sosial ekonomi secara parsial maupun bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru SMA Negeri di Kota Pangkalpinang. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh di mana semua populasi sebagai subjek penelitian. Pengujian validitas dilakukan dengan expert judgement dan confirmatory factor analisys (CFA). Pengujian reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha (α). Analisis data menggunakan teknik statistik regresi berganda. Hasil penelitian meliputi (1) Supervisi kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru dengan nilai signifikansi 0,032 0,05. (2) Motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru nilai signifikansi 0,000 0,05. (3) Iklim kerja guru berpengaruh terhadap kinerja guru nilai signifikansi 0,031 0,05. (4) Status sosial ekonomi tidak berpengaruh terhadap kinerja guru nilai signifikansi 0,1300,05. (5) Supervisi kepala sekolah, motivasi kerja, iklim kerja guru dan status sosial ekonomi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru nilai signifikansi 0,0000,05. Sumbangan efektif setiap variabel sebagai berikut (1) supervisi kepala sekolah sebesar 8,1%; (2) motivasi kerja guru sebesar 42,0%; (3) iklim kerja guru sebesar 17,3%; (4) status sosial ekonomi sebesar 1,8% dan (5) supervisi kepala sekolah, motivasi kerja, iklim kerja guru, status sosial ekonomi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru sebesar 62,3%.Kata kunci: supervisi kepala sekolah, motivasi kerja guru, iklim kerja guru, status sosial ekonomi, kinerja guru THE FACTORS OF AFFECTING SENIOR HIGH SCHOOLSTEACHER’S PERFORMANCEAbstractThe research aims to reveal the effect of: Principal supervision, teacher's work motivation, teachers’ work climate, and socio-economic status simultaneously on the performance of the teachers of State Senior High Schools in Pangkalpinang. This research was ex-post facto research with the quantitative approach. It used the saturated sample where all the population became the sample. The validation was done through expert judgement and confirmatory factor analisys (CFA). The reliability was measured using Cronbach's Alpha (α). The data analysis used the multiple regression statistical technique. The results included. (1) The principal supervision affects the performance of the teachers, with the highest significance of 0.032 0,05. (2) The work motivation affects teacher performance at the significance level of  0.000 0,05. (3) Teachers’ working climate affects their performance with the highest significance of 0.031 0,05. (4) Socio-economic status does not affect the performance of the teacher with the highest significance of 0.133 0,05. (5) The principal supervision, work motivation, teachers’ work climate, and socio-economic status simultaneously affect the performance of the teachers, at the significance level of 0.000 0,05. The effective contribution of each variable as a follows: (1) Principal supervision is 8.1%; (2) Teacher motivation is 42.0%; (3) work climate is17.3%; (4) Socio-economic status is 1.8% and, (5) Principal supervision, the motivation to work, teachers’ work climate, socio-economic status altogether are 63.3%.Keywords: principal supervision, teacher work motivation, teachers work climate, socio-economic status, teachers performance
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH PEREMPUAN Eutrovia Iin Kristiyanti; Muhyadi Muhyadi
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 3, No 1 (2015): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.173 KB) | DOI: 10.21831/amp.v3i1.6270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis sifat-sifat gaya kepemimpinan kepala sekolah perempuan  yang muncul dalam pengambilan keputusan, membangun komunikasi dan pemberian motivasi. Metode penelitian yang digunakan adalah  kualitatif dengan pendekatan studi kasus, sebagai subjek penelitian adalah kepala SMKN 7 Yogyakarta, SMKN 1 Bantul dan SMKN 1 Tempel. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumen. Hasil penelitian adalah sifat-sifat gaya kepemimpinan kepala sekolah perempuan SMKN 7 Yogyakarta, SMKN 1 Bantul, SMKN 1 Tempel adalah: (1) Kepala sekolah memberi wewenang dalam pengambilan keputusan kepada bawahan; (2) Berhati-hati dalam pengambilan keputusan dan taat pada prosedur; (3) Menghormati, menghargai, terbuka terhadap masukan dan saran dari bawahan; (4) Lebih suka bekerja tim; (5) Lebih mengutamakan hubungan antarpersonal dan komunikasi informal; (6) penghargaan diberikan untuk pengembangan bawahan; (7) sifat keibuan berperan dalam pemberian teguran dan pembinaan kepada bawahan serta lebih diplomatis. (8) cenderung menggunakan gaya kepemimpinan partisipatif.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI Agus Tri Susanto; Muhyadi Muhyadi
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 4, No 2 (2016): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/amp.v4i2.8029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam pengembangan kompetensi profesional guru di SMP Negeri 4 Pakem Kabupaten Sleman terkait dengan peran kepala sekolah dan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi program pengembangan kompetensi profesional guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan model Miles Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) perencanaan pengembangan kompetensi profesional guru dilakukan dengan pembentukan team; (2) jenis pengembangan kompetensi profesional guru yaitu penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran; (3) melakukan evaluasi dengan membuat form/angket penilaian guru terhadap proses pembelajaran di kelas yang diisi oleh siswa; (4) peran kepala sekolah sebagai: (a) pendidik; (b) manajer; (c) administrator; (d) supervisor; (e) peran sosial (f) penggiat kewirausahaan; (g) pemimpin; dan (h) pencipta iklim. Kata kunci: peran kepala sekolah, pengembangan, kompetensi profesional guru THE PRINCIPAL’S ROLE IN DEVELOPING TEACHER COMPETENCY IN PUBLIC JUNIOR HIGH SCHOOL Abstract This study aims to describe the principal's role in developing professional competence of teachers in SMP Negeri 4 Pakem Sleman, related to the role of principal’s and the planning, implementation, evaluation of teacher professional competence development program. This study used a qualitative approach, with a case study type. The research data were collected through observation, interviews and study documentation. The data analysis is model of Miles Huberman, which includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. Results of the study: (1) the planning of teachers professional competence development is done by forming a team; (2) the type of teachers professional competence development is mastery the Information and Communication Technology (ICT) in learning; (3) evaluates by making a form/questionnaire assessment of the teachers in the classroom learning process which is filled by the students; (4) the principal's role as (a) educators; (b) manager; (c) administrator; (d) supervisor; (e) social role; (f) leader; (g) entrepreneur; dan (h) creator of the climate. Keywords: the role of principal’s, development, professional competence of teachers
KEEFEKTIFAN PERAN KOMITE SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN BANJARMANGU, KABUPATEN BANJARNEGARA Dhuta Sukmayoga; Muhyadi Muhyadi
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.548 KB) | DOI: 10.21831/amp.v1i1.2310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat keefektifan dan hambatan dalam pelaksanaan peran komite sekolah sebagai badan pertimbangan, badan pendukung, badan pengawas dan badan peng-hubung di sekolah dasar negeri di Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian adalah dua sekolah dasar negeri di Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, yaitu SDN 1 Banjarmangu dan SDN 3 Kesenet. Pengumpulan data menggunakan angket dan melalui wawancara. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa secara umum, peran komite sekolah SDN di Kecamatan Banjar-mangu cukup efektif. Komite sekolah di daerah perkotaan lebih efektif daripada komite sekolah di daerah pedesaan. Kendala Komite Sekolah SDN di Kecamatan Banjarmangu dalam menjalankan perannya adalah rendahnya kompetensi pengurus, kesadaran dan motivasi pengurus, dan kurangnya dana operasional. Kata kunci: komite sekolah, peran komite sekolah, keefektifan peran