Claim Missing Document
Check
Articles

MANAJEMEN KURIKULUM BERBASIS KEMITRAAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 ROTA BAYAT KABUPATEN KLATEN Supriyanto Supriyanto; Muhyadi Muhyadi
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.184 KB) | DOI: 10.21831/amp.v1i2.2401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan kurikulum berbasis kemitraan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus. Subjek penelitian ditentukan secara purposive meliputi kepala sekolah, wakasek kurikulum, kaproli dan kepala bengkel kria keramik, dua guru praktik, kepala perpustakaan, koordinator NGOs TF, tiga fasilitator, konsultan kurikulum, kabid dikmen dan kasi kurikulum SMK Dinas Pendidikan Klaten. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, pengamatan, dan analisis dokumen. Analisis meliputi: mengolah data mentah, membangun general sense, meng-coding, mendeskripsikan kategori/tema, menyajikan data, dan menginterpretasi data. Hasil penelitian sebagai berikut. 1) Perencanaan kurikulum dilakukan melalui proses pengintegrasian muatan keteknikan, entrepreneurship, dan kebutuhan pasar kerja. 2) Pengorganisasian kurikulum dilakukan dengan mengelompokkan petugas kurikulum, dan mengelompokkan kurikulum menjadi mapel dasar kompetensi kejuruan dan kompetensi kejuruan. 3) Pelaksanaan kurikulum dilakukan guru praktik dengan melaksanakan proses pembelajaran; konsultan memberikan training, penataran, dan supervisi kurikulum kepada guru. 4) Pengawasan kurikulum dilakukan wakasek kurikulum menggunakan instrumen pemantauan kurikulum, guru praktik dan konsultan dengan observasi terhadap pembelajaran. Kata kunci: manajemen kurikulum, kurikulum, kemitraan, sekolah menengah kejuruan
Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan di Madrasah Aliyah Negeri Kota Yogyakarta Jauharotul Muniroh; Muhyadi Muhyadi
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): September
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.496 KB) | DOI: 10.21831/amp.v5i2.8050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem manajemen sumber daya manusia terkait tentang perencanaan, perekrutan, penempatan dan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan di Madrasah Aliyah Negeri Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Hasil penelitian sebagai berikut (1) perencanaan pendidik dan tenaga kependidikan honorer dengan mengusulkan dari madrasah ke Kantor Wilayah Kementerian Agama, dengan menggunakan tiga analisis yaitu melalui analisis kebutuhan, analisis jabatan, analisis beban kerja, sehingga mampu melakukan analisis kelebihan dan kekurangan; (2) perekrutan pendidik dan tenaga kependidikan honorer dengan menentukan kualifikasi penerimaan sehingga diperoleh pendidik yang berkompeten sesuai dengan mata pelajaran yang diampu; sedangkan tenaga kependidikan honorer yang memiliki skill dan keahlian yang dibutuhkan; (3) penempatan pendidik mengacu pada prinsip the right man on the right place akan tetapi masih terdapat mismatch sebesar 10% antara latar belakang pendidikan dengan mata pelajaran yang diampu; (4) kegiatan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi pendidikan dan pelatihan berupa bimtek, spiritual quantum learning, studi lanjut, pengembangan diri melalui musyawarah guru mata pelajaran, kegiatan pengajian dan pembinaan. Kata kunci: manajemen, pendidik dan tenaga kependidikan.  MANAGEMENT OF TEACHERS AND EDUCATION PERSONNEL IN MADRASAH ALIYAH NEGERI YOGYAKARTAAbstractThis study aims to determine the human resources management system in terms of planning, recruitment, placement and development of teachers and education personnel of madrasah aliyah negeri (MAN) in Yogyakarta. This study is using a qualitative approach with phenomenology type. The results of this study indicate that: (1) planning, honorary teachers and education personnel with the proposal from the bottom up, or from madrassas to the Regional Office of the Ministry of Religion Affairs using three kinds of analysis: needs analysis, job analysis, and workload analysis to be able to analyze the advantages and disadvantages; (2) recruiting honorary teachers and education personnel by determining the requirements for acceptance in order to obtain a competent educator in accordance with the subject matter and honorary education personnel who have the skills and expertise needed; (3) the placement of educators applying the principle of the right man on the right place, although there is a mismatch of 10%; (4) developing activities of teachers and education personnel including education and training in the form of technical assistance, spiritual quantum learning, further studies, self-development through Subject Matter Teacher Forum, pengajian activities, and coaching.Keywords: management, teachers and education personnel
PERAN KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SMP N 3 JETIS, BANTUL Wiyatno Wiyatno; Muhyadi Muhyadi
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.545 KB) | DOI: 10.21831/amp.v1i1.2338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  peran kompetensi kewirausahaan kepala sekolah di SMPN 3 Jetis, Bantul, tahun pelajaran 2012/2013 dilihat dari: 1) konteks, 2) input, 3) proses, dan 4) produk dari peran kompetensi kewirausahaan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara, dan dianalisis secara deskriptif. Peran kompetensi kewirausahaan kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan dapat dilihat melalui penelitian model CIPP. Konteks untuk mengetahui relevansi kebijakan program dengan kebutuhan sekolah. Input untuk mengidentifikasi kesiapan sekolah. Proses untuk mengeta-hui pelaksanaan kegiatan sekolah. Produk untuk mengetahui seberapa besar mutu sekolah, dalam bentuk jumlah lulusan. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1. Konteks baik, kare-na relevansi program sesuai dengan kebutuhan sekolah. 2. Input baik, berupa kesiapan seko-lah yang meliputi: sarana prasarana, guru, siswa, dan kepala  sekolah, untuk melaksanakan program dan sasaran yang jelas. 3. Proses pelaksanaan program baik, karena partisipasi guru, dan siswa, kualitas kegiatan belajar mengajar, dan ekstrakurikuler meningkat, dan kepala sekolah mampu mengelola semua kegiatan sekolah. 4. Produk baik, berupa: (a) prestasi akademik dalam perolehan nilai ujian nasional, (b) prestasi non-akademik, dan (c) siswa menjuarai berbagai lomba, demikian peran kompetensi kewirausahaan KS dikatakan baik dan sukses. Kata Kunci : kompetensi, kewirausahaan, kepala sekolah.
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA SEKOLAH DI SDN KWAYUHAN, KECAMATAN MINGGIR, SLEMAN Haryani Diyati; Muhyadi Muhyadi
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.507 KB) | DOI: 10.21831/amp.v2i1.2407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:  (1) peran kepemimpinan kepala sekolah dalam pengembangan budaya sekolah, (2) budaya yang berkembang di SDN Kwayuhan, dan (3) keefektifan budaya sekolah dalam usaha meningkatkan prestasi sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah kepala sekolah. Responden yang digunakan meliputi: guru, siswa, karyawan sekolah, ketua komite sekolah, dan Kepala UPT Pelayanan Pendidikan TK/SD Kecamatan Minggir. Teknik pengumpulan data adalah wawancara mendalam, pengamatan dan dokumentasi. Kredibilitas data diperoleh dengan cara pengamatan terus menerus selama tiga bulan, untuk klarifikasi dan pengecekan data dilakukan dengan triangulasi teknik dan sumber. Teknik analisis data adalah analisis interaktif. Prosedur penelitian meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepemimpinan kepala sekolah dicapai dengan: (1) usaha menggerakkan warga sekolah dalam penyusunan kurikulum yang menjadi dasar dalam mengembangkan pendidikan, (2) menumbuhkan hubungan yang harmonis semua warga sekolah, (3) menciptakan kekompakan tim kerja, (4) menjaga komitmen warga sekolah, dan (5) melaksanakan supervisi klinis. Kata kunci: kepemimpinan, budaya sekolah, prestasi sekolah
KEEFEKTIFAN PELATIHAN PENYUSUNAN BAHAN AJAR BERBASIS LECTORA DI DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA SLEMAN Tuginem Tuginem; Muhyadi Muhyadi
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.862 KB) | DOI: 10.21831/amp.v2i2.2451

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penyelenggaraan pelatihan penyusunan bahan ajar berbasis lectora di Dinas Dikpora Kabupaten Sleman. Penelitian ini adalah penelitian evaluasi dengan pendekatan kuantitatif dan berdasarkan konsep Kirpatrick dengan empat tingkatan yaitu: (1) evaluasi tingkat reaksi; (2) evaluasi tingkat belajar; (3) evaluasi tingat perilaku, dan (4) evaluasi tingkat dampak. Subjek penelitian adalah guru TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) komponen penyelenggaraan pelatihan penyusunan bahan ajar berbasis lectora dengan rata-rata 56,55 berada dalam kategori efektif (45,01-58,50), artinya tanggapan dari peserta dalam hal penyelenggaraan pelatihan baik untuk diselenggarakan oleh lembaga tetapi belum optimal; (2) komponen kemampuan fasilitator pelatihan penyusunan bahan ajar berbasis Lectora dengan rata-rata 64,79 berada dalam kategori sangat efektif (61,75), artinya peserta mempunyai persepsi yang sangat baik terhadap perilaku fasilitator dalam mengajar dan melatih peserta selama pelatihan; (3) komponen hasil belajar peserta pelatihan penyusunan bahan ajar berbasis lectora dengan rata-rata 75,44 berada dalam kategori efektif (65, 01-84,50), artinya bahan ajar tersebut dapat digunakan atau diimplementasikan dalam proses belajar mengajar di sekolah masing-masing; 4) komponen pemenuhan kompetensi pedagogik pelatihan penyusunan bahan ajar berbasis lectora dengan rata-rata 24,10 berada dalam kategori sangat efektif (22,75), artinya standar kompetensi pedagogik guru terpenuhi. Kata Kunci: pelatihan, penyusunan bahan ajar, lectora
KEEFEKTIFAN PENJAMINAN MUTU STANDAR PROSES DI SDN KALIURANG 2 KECAMATAN PAKEM KABUPATEN SLEMAN Patna Sustiwi; Muhyadi Muhyadi
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.047 KB) | DOI: 10.21831/amp.v4i1.8193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif penjaminan mutu standar proses dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan pengawasan proses pembelajaran di SDN Kaliurang 2 Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluasi dengan model evaluasi kesenjangan. Unit analisis dalam penelitian ini adalah SDN Kaliurang 2 Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman dengan responden kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan instrumen berupa lembar observasi, ceklis, dan pedoman wawancara.Validitas istrumen menggunakan pertimbangan ahli. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) perencanaan pembelajaran berada dalam kriteria sangat efektif dengan capaian 85,24%, (2) pelaksanaan proses pembelajaran berada dalam kriteria sangat efektif dengan capaian 88,67%, (3) penilaian pembelajaran berada dalam kriteria efektif dengan capaian 75,29%, dan (4) pengawasan pembelajaran berada dalam kriteria sangat efektif dengan capaian 85,06%. Secara umum, penjaminan mutu standar proses di SDN Kaliurang 2 Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman termasuk dalam kriteria sangat efektif dengan capaian 83,56%.
IMPLEMENTASI PERAN KOMITE SEKOLAH DI SD NEGERI SUMBERPORONG 03 KECAMATAN LAWANG, KABUPATEN MALANG Mawan Kriswantono; Muhyadi Muhyadi
Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.091 KB) | DOI: 10.21831/amp.v1i1.2325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran komite sekolah sebagai: 1) ba-dan pertimbangan, 2) badan pendukung, 3) badan pengontrol, dan  4) badan penghubung di SD Negeri Sumberporong 03 Lawang, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi dari ketua dan anggota komite sekolah, kepala sekolah, dan guru. Analisis data menggunakan analisis interaktif dengan mendasarkan pada proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengujian validitas data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komite sekolah di SD Negeri Sumberporong 03 Lawang, Kabupaten Malang secara umum telah melaksanakan perannya sebagaimana yang diharapkan. Komite sekolah telah melaksanakan perannya sebagai badan pertimbangan, pendukung, dan penghubung. Namun dalam hal pengontrol kebijakan dan program sekolah, komite sekolah belum sepenuhnya melaksanakannya, karena komite sekolah sebagai organisasi yang bersifat sosial dan masing-masing anggota komite mempunyai kesibukan dalam profesi masing-masing sehingga belum mampu melaksanakan kontrol secara langsung di sekolah.Kata kunci: peran, komite sekolah
TUNTUTAN PROFESIONALISME BIDANG ADMINISTRASI PERKANTORAN DI ERA DIGITAL Arwan Nur Ramadhan; Muhyadi Muhyadi
Jurnal Sekretaris dan Administrasi Bisnis Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Sekretaris dan Administrasi Bisnis
Publisher : Akademi Sekretari Manajemen Taruna Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31104/jsab.v5i1.187

Abstract

Abstrak: Tuntutan Profesionalisme Bidang Administrasi Perkantoran di Era Digital. Tulisan ini berisi kajian bidang administrasi perkantoran, khususnya terkait dengan tuntutan kualifikasi dan kompetensi pengelola bidang administrasi perkantoran di era informasi yang diwarnai dengan teknologi digital. Tujuan penulisan dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang kemampuan yang harus dikuasai oleh pengelola bidang administrasi perkantoran di tengah perkembangan teknologi yang sangat pesat. Metode pengkajian menggunakan pendekatan induktif, dengan cara mengamati fenomena aktivitas administrasi perkantoran yang terjadi di lapangan kemudian mengkaitkan dengan teori dan berbagai pandangan yang dikemukakan para pakar bidang administrasi dan pemerhati perkembangan teknologi. Hasil kajian menyimpulkan bahwa pengelola dan pelaku pekerjaan bidang administrasi perkantoran di Indonesia dituntut menguasai kualifikasi pendidikan formal setara sarjana, kompetensi bidang administrasi perkantoran yang diperoleh melalui pendidikan formal dan nonformal, menguasai aplikasi teknologi informasi dan komunikasi yang mendukung pekerjaan administrasi perkantoran, memiliki kompetensi berupa soft skills sebagai pendukung keberhasilan penerapan prinsip-prinsip administrasi perkantoran, dan melakukan pengembangan diri secara terus menerus sesuai dengan perkembangan teknologi dan harapan masyarakat pengguna jasa administrasi perkantoran. Kata kunci: administrasi perkantoran, profesionalime
Evaluasi Implementasi Reamicroteaching di FISE dengan Sekolah Mitra Suhadi Purwantara; Muhyadi muhyadi; Abdul Gafur
Informasi Vol 38, No 2 (2012): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.369 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v2i2.4452

Abstract

Adanya keluhan dari beberapa tenaga kependidikan dan dosen terkait penambahan beban kerja di waktu libur dan pihak sekolah yang harus mengubah program pendidikan di sekolahnya untuk menyesuaikan program ini. Disamping itu beberapa guru yang terlibat dalam pelaksanaan realmicroteaching menyatakan kesulitan harus mengatur waktu jam mengajar dan mengulang setidaknya satu pertemuan. Berdasarkan beberapa permasalahan  tersebut, peneliti merasa tertarik melakukan kajian terhadap implementasi Realmicroteaching di FISE UNY dengan judul “Evaluasi Implementasi Realmicroteaching FISE UNY dengan Sekolah Mitra” Dalam  penelitian ini populasi mencakup seluruh guru   SMP, SMA, dan SMK di bebrapa sekolah mitra, dosen FISE UNY, mahasiswa, dan staff pendidikan FISE UNY.   Selanjutnya teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak yang telaah dikelompokkan (classified random sampling).  Data dalam penelitian diklasifikasikan menjadi dua kelompok yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari  para dosen, guru, mahasiswa, dan karyawan dengan cara menyebarkan angket untuk diberikan respon. Data sekunder diperoleh dari kajian dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan mahasiswa pada saat PPL sekitar (63 %) menyatakan mahasiswa PPL mengalami peningkatan keterampilan. Sebanyak 22,2% tidak memberikan pilihan jawaban dan sisanya 14,8% menyatakan tidak mengalami peningkatan. Biaya penyelenggaraan realmicroteaching dari fakultas relative besar  sehingga membebani anggaran pengembangan tri dharma perguruan tinggi. Guru menyatakan bahwa sebagian besar (81,4%) siap membantu pelaksanaan realmicroteaching dan sebagian besar (68,1%) merasa senang melaksanakan realmicroteaching. Sekitar (31,9%) saja yang menyatakan bahwa tidak senang melaksanakan realmicroteaching.   Sikap dosen dengan pelaksaanaan realmicroteaching sebagian besar (56,2%) menyatakan tidak senang (keberatan) dengan pelaksanaan realmicroteaching. Sikap  siswa dengan pelaksaanaan realmicroteaching sebagian besar (83,7%) menyatakan senang dengan pelaksanaan realmicroteaching Keywords: realmicroteaching, sekolah mitra
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING MATA PELAJARAN IPA TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA SD Ahmad Muzanni; Muhyadi Muhyadi
Jurnal Prima Edukasia Vol 4, No 1: January 2016
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.301 KB) | DOI: 10.21831/jpe.v4i1.7746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis problem solving yang layak dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran IPA materi perubahan lingkungan dan pengaruhnya terhadap hasil belajar kogitif peserta didik kelas IV sekolah dasar. Penelitian pengembangan ini mengacu langkah yang dikembangkan oleh Borg Gall. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan divalidasi oleh ahli pembelajaran dan ahli evaluasi sebelum diujicobakan. Kemudian penerapannya dalam proses pembelajaran dinilai oleh guru kelas dan peserta didik. Perangkat pembelajaran berbasis problem solving berupa silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Tes Hasil Belajar (THB) yang layak digunakan pada proses pembelajaran mendapatkan penilaian dengan kategori sangat baik dari ahli kecuali THB dengan kategori penilaian baik. Keefektifan perangkat pembelajaran dapat dilihat pada ketercapaian hasil belajar peserta didik yang pembelajarannya menggunakan perangkat pembelajaran berbasis problem solving lebih tinggi daripada peserta didik yang pembelajarannya dilakukan secara konvensional. Hal ini karena pemilihan materi “perubahan lingkungan dan pengaruhnya” dalam penyusunan perangkat pembelajaran menyajikan beragam permasalahan sehingga proses pemecahan masalah menarik bagi peserta didik.Kata kunci: pengembangan perangkat pembelajaran, problem solving, pembelajaran IPA DEVELOPING LEARNING DEVICES BASED ON PROBLEM SOLVING ON SCIENCE SUBJECT TOWARD COGNITIVE ACHIEVEMENT IN ELEMENTARY SCHOOLAbstractThe aims of this research are to produce learning devices based on problem solving that are appropriate and effective used in environmental changing and it effects materials in science towards cognitive learning result of the elementary school students grade 4. This developmental research refers to the steps developed by Borg Gall. The learning devices that developed, were validated by a learning and evaluation expert before it was tested. Then, the implantation in learning process were evaluated by the teachers and the students. The learning devices based on problem solving include syllabus, lesson plans, student worksheets, learning achievement tests, that are appropriate on learning process because it gets very good category from the expert except the learning achievement test that belongs to good category. The effectiveness of the learning devices can be seen on the student’s result that used learning devices based on problem solving is higher than the students who use the conventional learning it is because the material selection on environmental changing and its effects in arranging the learning devices serves various problems, so the problem solving process interest the students.Keywords:development of learning device, problem solving, and science learning