Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Perbedaan Kadar High Sensitivity C-Reactive Protein (hs-CRP) Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Hipertensi Dan Tanpa Hipertensi Sindi Setiawati Ali Utami; Meutia Srikandi Fitria; Aprilia Indra Kartika; Sri Darmawati
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus tipe 2 adalah penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi normal (hiperglikemia) akibat tubuh kekurangan insulin. Lebih dari 50% penderita DM tipe 2 mengalami hipertensi. Penderita DM tipe 2 akan mengalami inflamasi dalam tubuh diperkuat dengan adanya penyakit penyerta lain yaitu hipertensi. hipertensi meningkatkan resiko aterosklerosis dengan mengaktivasi inflamasi pada dinding ateri.  Proses inflamasi ditandai dengan terbentuknyaprotein spesifik penanda dari hati yaitu C-Reactive Protein (CRP). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar hs-CRP pada penderita DM Tipe 2 dengan hipertensi dan tanpa hipertensi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan desainpenelitian cross sectional. Sampel diambil secara consecutive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan April 2022 di Laboratorium Biologi Molekuler Universitas Muhammadiyah Semarang. Hasil penelitian diperoleh rerata kadar hs-CRP pada penderita DM tipe 2 dengan hipertensi yaitu 0,136 mg/L, pada penderita DM Tipe 2 tanpa hipertensi yaitu 0,018 mg/L. Berdasarkan analisis uji statistik uji independen t-test terdapat perbedaan kadar hs-CRP pada penderita DM tipe 2 dengan hipertensi dan tanpa hipertensi, kadar hs-CRP pada penderita DM tipe 2 dengan hipertensi lebih tinggi daripada DM Tipe 2 tanpa hipertensi dikarenakan hipertensi dapat memberi pengaruh proinflamatori pada dinding arteri sehingga kadar hs-CRP pada penderita DM tipe 2 dengan hipertensi lebih tinggi daripada DM tipe 2 tanpa hiertensi. Kata Kunci : Diabetes Mellitus tipe 2, Hipertensi, hs-CRP
Gambaran Kadar High Sensitivity C-Reactive Protein (hs-CRP) Pada Penderita Obesitas Desa Danyang Kabupaten Grobogan Deastika Widianingratri; Meutia Srikandi Fitria; Aprilia Indra Kartika; Sri Darmawati
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas adalah seseorang yang memiliki berat badan lebih besar dari berat badan normal. Pada penderita obesitas, jaringan adiposit menghasilkan protein-protein duta yang menyebabkan adanyainflamasi. C-reactive Protein (CRP) adalah fase akut yang meningkat saat terjadi proses inflamasi di dalam tubuh. High Senitivity C-reactive Protein (hs-CRP) merupakan pemeriksaan yang dapat mengukur konsentrasi CRP yang sangat rendah sehingga bersifat lebih sensitive dengan rangepengukuran 0,1 – 20 mg/L. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar hs-CRP pada penderita obesitas. Hs-CRP diperiksa dengan metode ELISA Sandwich menggunakan  kit human ELISA hs-CRP yang diperoleh hasil data kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dari 20 sampel penderita obesitas di Desa Danyang Kabupaten Grobogan pada tahun 2022 di peroleh karakteristik jenis kelamin terdapat hasil positif sebanyak 3 (15%) dan hasil negatif sebanyak 7 (35%), sedangkanpada jenis kelamin perempuan terdapat hasil positif sebanyak 8 (40%) sampel dan hasil negatif nya sebanyak 2 (10%) sampel. Berdasarkan usia diperoleh pada usia 21-35 tahun hasil positif sebanyak 6 (30%) dan hasil negatif sebanyak 4 (20%) sampel. Pada usia 36-50 tahun terdapat hasil positif 3 (15%) sampel dan hasil negatif sebanyak 2 (10%). Pada usia 51-65 tahun sampel dengan hasil positif sebanyak 2 (10%) dan hasil negatif sebanyak 3 (15%) sampel. Rerata yang diperoleh pada penderitaobesitas perempuan adalah 0,181 mg/L, sedangkan pada laki-laki adalah 0,039 mg/L. Kata Kunci : hs-CRP, Obesitas, ELISA
Analisis Penyembuhan Luka Akut Dengan Krim Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Teraktivasi Plasma Medis Nursaima Siregar; Mudyawati Kamaruddin; Sri Darmawati; Rinda Utami Aulia; Nurasia Nurasia; Juni Nauli; Rizka Yolanda Febiaocti; Sri Suhartati; Defi Nurul Hayati
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Analisis penyembuhan luka akut dilakukan untuk mengetahui efektivitas krim buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) yang diaktivasi dengan plasma medis. Buah naga merah (BNM) secara fitokimia memiliki kandungan flavanoid, folifenol dan antioksidan yang dibutuhkan dalam proses penyembuhan luka. Plasma medis menggunakan gas argon sebagai gas pembawa berefek medis yang dikembangkan dan digunakan  pada penyembuhan luka. Tujuan. Mengetahui respon luka akut pada mencit setelah pemberian krim BNM yang teraktivasi plasma medis.  Metode. Penelitian ini adalah  true eksperimental dengan rancangan post test only control group design menggunakan mencit (Mus musculus) jantan galur Balb/c. Percobaan diklasifikasikan menjadi 5 kelompok yaitu: 1) kontrol (K); 2) luka dibersihkan dioleskan krim BNM 15% (P1); 3)luka dibersihkan dioleskan krim BNM 20% (P2); 4) luka dibersihkan dioleskan krim BNM 15% kemudian diaktivasi plasma medis dengan jarak 20mm selama 3 menit (P3); 5) luka dibersihkan dioleskan krim BNM 20% kemudian diaktivasi plasma medis dengan jarak 20mm selama 3 menit,setelah perlakuan luka ditutup dengan hydrocolloid dressing lalu diperban. Perlakuan diberikan selama 14 hari, kemudian dilakukan pengamatan makroskopis luka, diameter luka dihitung berdasarkan pengukuran area luka. Hasil. Penelitian menunjukkan penyembuhan luka lebih cepatpada kelompok (P3): luka dibersihkan dioleskan krim BNM 15%, kemudian diaktivasi dengan plasma medis dengan jarak 20mm selama 3 menit. Dapat disimpulkan bahwa krim BNM 15% teraktivasi plasma medis dapat mempercepat penyembuhan luka. Kata Kunci: Krim Buah Naga Merah, Penyembuhan Luka, Plasma Medis.
Isolasi Bakteri Proteolitik Hasil Fermentasi Inasua Ikan Bawal (Colossoma macropomum) Insannul Kurniasari; Ayu Rahmawati Sulistyaningtyas; Sri Darmawati
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Enzim protease berperan penting dalam bidang kesehatan, khususnya dalam proses fermentasi. Ikan bawal merupakan produk fermentasi inasua yang mengandung protein tinggi sehingga berpeluang sebagai sumber bakteri penghasil protease.Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi bakteri proteolitik yang terdapat pada fermentasi ikan bawal dan tingkat patogenitasnya. Metode isolasi dan purifikasi koloni bakteri dilakukan menggunakan metode streak pada media Nutrient Agar. Uji penghasil enzim protease dilakukan pada media Skim milk agar. Uji Tingkat Patogenitas menggunakan Media Blood agar plate dan Uji Koagulase. Berdasarkan hasil uji penghasil enzim protease, diketahui bahwa isolat FB1, FB2, FB3 dan FB4 tidak menunjukkan adanya zona bening disekitar koloni. Berdasarkan hasil uji tingkat patogenitas tersebut menunjukkan bahwa isolat FB3 dan FB4 mampu menghemolisa sel darah merah yang ditandai dengan terbentuknya zona bening disekitar koloni. Kedua isolat bakteri bersifat patogenitas rendah yaitu FB1 dan FB2, dan 2 isolat bakteri bersifat patogenitas tinggi yaitu FB3 dan FB4.Kesimpulannya, semua isolat bakteri yang diisolasi dari fermentasi inasua tidak berpotensi sebagai sumber baru enzim protease  Kata Kunci : bakteri, bawal, inasua, patogenitas, proteolitik