Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Optimization of TikTok Use as a Medium for Digital Literacy-Based Learning Outcomes in Elementary Schools Kurniawan, Diki; Heryani, Rina; Agustin, Mubiar
International Conference on Elementary Education Vol. 8 No. 1 (2025): Proceedings The 8th International Conference on Elementary Education
Publisher : International Conference on Elementary Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the use of TikTok as a tool to enhance digital literacy in elementary school students. Using a one-group posttest-only design and incorporating the RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create) model, the research explored how students transformed their understanding of the topic "Changes in the State of Matter" into creative video content. The study found that TikToksignificantly improved students' understanding, retention, and engagement with the material, while also increasing their motivation and confidence. The structured learning process, guided by the RADEC model, integrated critical thinking and creativity, supporting the development of digital literacy skills. By creating and sharing TikTok videos, students were able to actively engage with the content in ways that traditional methods might not support. The findings suggest that TikTok can be a highly effective educational tool in primary education when used responsibly. This research highlights TikTok’s potential as an innovative educational tool that can enhance engagement and support digital literacy in elementary education
PEMBELAJARAN MASA PANDEMI COVID–19: PERENCANAAN, PELAKSANAAN DAN EVALUASI Kurniawan, Diki; Karim, Abdul; Komari, Komari
NOKEN : Jurnal Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.094 KB) | DOI: 10.31957/noken.v2i2.1874

Abstract

The COVID-19 pandemic led to a policy of changing the learning system from offline to online. This policy has an impact on schools in Jayapura City, Papua. The purpose of this study was to analyze the implementation of learning in schools during the pandemic. Data retrieval using the triangulation method with research subjects came from representatives of kindergarten, elementary, and junior high school educators as well as representatives of the al-barakah foundation. The results of this study indicate that the principal in planning learning begins by holding In House Training which discusses the mechanism of implementing learning for one semester. In addition, making standard operating procedures for various activities. The implementation of learning experienced a reduction in teaching time and a reduction in extracurricular activities and other student self-development activities. Furthermore, the evaluation of learning carried out is based on information technology that utilizes the internet network. However, there is a school decision regarding the learning material taught to students in the form of essential material so that some material is not conveyed. This will result in a decrease in the quality of the material conveyed to students and the loss of one of the materials in certain subjects.Keywords: Planning; implementation; evaluation; covid-19 pandemic
Pelaksanaan Pemantauan dan Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar Putra, Eka; Mataputun, Yulius; Kurniawan, Diki; Hutabarat, Ida M.; Wahyudin, Urip; Sampebua, Mingsep Rante
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8222

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada kondisi geografis dan sosiologis Kabupaten Lanny Jaya sebagai daerah tertinggal, di mana tantangan kedisiplinan guru, keterbatasan kompetensi pedagogik, dan minimnya kelengkapan administrasi pembelajaran menjadi hambatan utama dalam mencapai standar nasional pendidikan. Penguatan peran supervisi kepala sekolah menjadi sangat mendesak untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berkualitas di tengah keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan pemantauan serta supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah sebagai upaya strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.Subjek penelitian terdiri dari Kepala Sekolah SD Negeri Yokobak sebagai informan kunci, serta guru-guru di SD Negeri Yokobak sebagai informan utama untuk memvalidasi dampak supervisi terhadap kinerja mereka. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Supervisi akademik dilaksanakan dengan pendekatan bantuan profesional yang adaptif terhadap kendala geografis; (2) Manajemen tugas pendidik mengandalkan kekuatan komitmen sosial dan budaya gotong royong; (3) Pengelolaan sarana prasarana menggunakan skala prioritas keselamatan dan kebutuhan dasar belajar; (4) Pengelolaan anggaran dilakukan dengan prinsip manajemen berbasis realitas yang mengutamakan efisiensi logistik daerah pegunungan; (5) Pelaksanaan supervisi memberikan dampak sistemik pada peningkatan kedisiplinan, kreativitas dalam memanfaatkan alam sebagai media belajar, serta transformasi strategi pembelajaran dari konvensional menjadi kontekstual. Kesimpulannya, supervisi yang konsisten dan adaptif mampu meningkatkan profesionalisme guru di daerah terpencil meskipun di tengah keterbatasan fasilitas.
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI ERA DIGITALISASI Rumbiak, Edison; Irianto, Petrus; Masreng, Robert; Hutabarat, Ida M.; Mataputun, Yulius; Kurniawan, Diki
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.10080

Abstract

This research aims to analyze the principal's leadership strategies in improving teacher performance in the digitalization era at SMP Negeri 2 Tiom, Lanny Jaya Regency, Highland Papua Province. The focus includes strategies for fostering morale and confidence, providing guidance and direction, the role of modeling, and providing inspiration, as well as identifying supporting factors, inhibitors, and the impact of these strategies. This study employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with eight informants (principal, teachers, operator, committee, and students), participant observation, and documentation studies. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the principal implements a "Context-Responsive Digital Leadership" strategy through a humanist and communicative approach to reduce the psychological barriers of teachers in 3T (Frontier, Outermost, and Disadvantaged) regions. Guidance is provided through reflective clinical supervision and internal peer mentoring programs to overcome the limitations of external training. The principal's digital role modeling in school administration serves as a catalyst for teachers to begin adopting technology gradually. The findings identify that the availability of 24-hour electricity since mid-2024 is a primary supporting factor, while internet infrastructure and the 2026 student device restriction policy are significant inhibitors. The implementation of these strategies has a positive impact on increasing teacher discipline and student learning motivation. The study concludes that integrating "Noken" local wisdom values into the school's digital culture strengthens the resilience of educational institutions in remote areas.
Peran Kepala Sekolah Sebagai Motivator Di SMP YPPGI Wiringgambut Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Kogoya, Denius; W. Mangolo, Ewendi; Waromi, Juliana; Tanta, C.; Gultom, Monika; Kurniawan, Diki
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2277

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kepala sekolah sebagai motivator di SMP YPPGI Wiringgambut Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan. Tujuan penelitian adalah menganalisis peran kepala sekolah sebagai motivator dalam mengatur lingkungan fisik sekolah, suasana iklim kerja yang kondusif, menegakkan disiplin guru dan tenaga kependidikan, memberi motivasi kepada guru dan tenaga kependidikan, memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi dan menyediakan sumber belajar untuk pengembangan profesional guru serta faktor pendukung dan penghambat kepala sekolah sebagai motivator dalam meningkatkan kinerja guru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi adalah seluruh warga sekolah dan informan adalah kepala sekolah dan guru sebanyak 6 orang. Data diperoleh menggunakan pedoman wawancara, observasi dan dokumentasi dan dilakukan keabsahan data berdasarkan kecermatan dalam penelitian dan triangulasi selanjutnya data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh peran kepala sekolah sebagai motivator yaitu 1) mengatur lingkungan fisik secara aktif menata ruang kelas, ruang guru, dan sarana-prasarana sekolah, melibatkan guru dan siswa dalam perawatan lingkungan, serta memberikan motivasi dan teladan dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan, 2) menciptakan suasana iklim kerja yang kondusif mampu meningkatkan motivasi, rasa aman, dan tanggung jawab guru melalui sikap terbuka, adil, komunikasi dua arah, dan pendekatan kekeluargaan, 3) Menegakkan disiplin guru dan tenaga kependidikan dilakukan secara jelas, adil, dan konsisten, dengan pendekatan persuasif dan pembinaan personal sebelum pemberian sanksi, 4) memberikan motivasi secara konsisten mempengaruhi semangat kerja, rasa percaya diri, loyalitas, dan kualitas kinerja guru, 5) Peran kepala sekolah sebagai motivator dalam memberi penghargaan secara terbuka, adil, dan objektif sehingga menumbuhkan kompetisi sehat dan motivasi untuk berprestasi di antara guru, 6) menyediakan sumber belajar mendukung pengembangan profesional guru dengan ketersediaan buku, modul, akses internet, komputer, dan kesempatan mengikuti pelatihan, 7) Faktor pendukung keberhasilan kepala sekolah sebagai motivator meliputi: komunikasi terbuka, keteladanan, kesempatan pengembangan profesional, suasana kerja harmonis, dan iklim kerja kondusif. Faktor penghambat mencakup keterbatasan sarana dan prasarana, minimnya anggaran sekolah, kondisi geografis yang jauh, beban kerja administrasi yang tinggi, disiplin guru yang bervariasi, dan kondisi sosial-ekonomi guru.
TINJAUAN KUALITAS PELAYANAN BAGIAN PENUNJANG KEBERSIHAN DAN PENUNJANG LAYANAN KANTOR DI PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK BRI UNIT RAJADESA CABANG CIAMIS Kurniawan, Diki; Budiman, Arip
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 3 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i3.2026.719-730

Abstract

Kualitas pelayanan merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan perusahaan jasa, khususnya pada sektor perbankan. Selain pelayanan utama yang diberikan kepada nasabah, pelayanan penunjang seperti kebersihan dan layanan kantor memiliki peran strategis dalam menciptakan kenyamanan, keamanan, serta citra positif perusahaan. Pelayanan penunjang yang baik akan mendukung kelancaran aktivitas operasional dan meningkatkan kepuasan nasabah maupun pegawai.Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kualitas pelayanan bagian penunjang kebersihan dan penunjang layanan kantor di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Unit Rajadesa Cabang Ciamis. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pelayanan penunjang serta upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan tersebut. Penelitian dilaksanakan berdasarkan pengalaman penulis selama melaksanakan Kuliah Kerja Industri (KKI) di BRI Unit Rajadesa Cabang Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan mengamati langsung kondisi kebersihan kantor dan aktivitas pelayanan penunjang. Wawancara dilakukan dengan petugas kebersihan dan pegawai yang terkait dengan pelayanan penunjang kantor. Dokumentasi digunakan sebagai data pendukung berupa arsip dan laporan kegiatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan bagian penunjang kebersihan dan penunjang layanan kantor di BRI Unit Rajadesa Cabang Ciamis telah berjalan dengan cukup baik dan mampu mendukung kenyamanan nasabah serta efektivitas kerja pegawai. Lingkungan kantor yang bersih, rapi, dan tertata dengan baik memberikan kesan profesional dan meningkatkan citra perusahaan. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan jumlah petugas dan tingginya aktivitas pelayanan pada jam-jam tertentu. Upaya peningkatan kualitas pelayanan dilakukan melalui pengawasan rutin, pengaturan jadwal kerja yang lebih efektif, serta peningkatan koordinasi antarbagian
PENERAPAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERWAWASAN MULTIKULTURAL DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN SISWA S, Syahril Rizal; Irianto, Petrus; Kurniawan, Diki; Kusdianto, Kusdianto; Tanta, Tanta; Masreng, Robert; Mataputun, Yulius
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10797

Abstract

Complex sociocultural challenges and ethnic heterogeneity in the vocational high school environment in Papua often trigger the emergence of violence between students. This study aims to analyze in depth the implementation of multicultural leadership of the principal to prevent violence at SMKS YPK TIK Serui, Yapen Islands Regency. The focus of the study includes the development of democratic attitudes, internalization of the diversity paradigm, enforcement of anti-discrimination principles, and development of gender sensitivity. The research method used is a mixed method explanatory sequential design through the distribution of questionnaires to fifty student respondents and interviews with nine key informants. Quantitative findings show that multicultural leadership indicators are in the moderate category, with an anti-discrimination score of 66.91%, diversity paradigm 63.20%, gender sensitivity 62.80%, and democratic attitudes 58.60%. The novelty of this study lies in the integration of Papuan local wisdom, namely Three Stones One Furnace, into the school managerial system. Supporting factors include foundation support, while obstacles include the influence of alcohol. As a result, physical violence was successfully reduced by 62.7%, but a new challenge emerged in the form of digital violence, which increased by 67%. The study's conclusions confirm that multicultural leadership based on restorative justice is highly effective in significantly reducing physical aggression. However, educational institutions need to strengthen systemic multicultural digital literacy strategies to address the increasingly complex dynamics of violence in the digital era and to create sustainable school harmony. ABSTRAK Tantangan sosiokultural dan heterogenitas etnis yang kompleks di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan wilayah Papua sering kali memicu munculnya fenomena kekerasan antarsiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penerapan kepemimpinan kepala sekolah berwawasan multikultural guna mencegah kekerasan di SMKS YPK TIK Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen. Fokus kajian meliputi pembangunan sikap demokratis, internalisasi paradigma keragaman, penegakan prinsip anti-diskriminasi, serta pengembangan sensitivitas gender. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran desain sekuensial eksplanatori melalui penyebaran angket kepada lima puluh responden siswa dan wawancara sembilan informan kunci. Temuan kuantitatif menunjukkan indikator kepemimpinan multikultural berada pada kategori sedang, dengan skor anti-diskriminasi 66,91%, paradigma keragaman 63,20%, sensitivitas gender 62,80%, serta sikap demokratis 58,60%. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi kearifan lokal Papua yakni Tiga Batu Satu Tungku ke dalam sistem manajerial sekolah. Faktor pendukung melibatkan dukungan yayasan, sementara hambatan mencakup pengaruh minuman keras. Dampaknya, kekerasan fisik berhasil ditekan hingga tingkat 62,7%, namun muncul tantangan baru berupa kekerasan digital sebesar 67%. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kepemimpinan multikultural berbasis keadilan restoratif sangat efektif dalam mereduksi agresi fisik secara signifikan, akan tetapi institusi pendidikan memerlukan penguatan strategi literasi digital multikultural yang sistemik untuk menghadapi dinamika kekerasan di era digital yang semakin kompleks demi terciptanya harmonisasi sekolah secara berkesinambungan.    
Peningkatan Literasi Keuangan Siswa SMA Melalui Pelatihan Pengelolaan Keuangan Pribadi Kurniawati, Yuyun; Hidayat, Nurul Ali; Kurniawan, Diki
Journal of Empowerment Community Vol 8 No 2 (2026): Oktober 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v8i2.2622

Abstract

The purpose of this Community Service (PKM) is to improve financial literacy, awareness, and the ability of high school students (SMA) to manage their personal finances from an early age. Good personal finance management is an essential skill that will help students achieve their financial goals and prevent financial problems in the future. The training provided included how to budget their daily personal money. The methods used are a combination of lectures, discussions, case studies, and practical training. The results of this service show a significant improvement in all aspects of participants' financial literacy after the training. High school students have a fairly good level of awareness about the importance of personal financial management, but still lack practical skills in creating income and expense budgets and savings awareness. Therefore, it is recommended that the school include material on financial literacy into the literacy habits the school has already been practicing. Additionally, students also need to be proactive in seeking information and learning from various sources about personal financial management. With adequate knowledge and skills, students are better prepared to face future financial problems and achieve financial freedom.
Implementasi Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di SD Inpres Tiom Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Yaung, Ludia; Kurniawan, Diki; Gultom, Monika; Tanta, C.; Waromi, Juliana; Masreng, Robert
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kepemimpinan visioner kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SD INPRES Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi proses pembelajaran, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan Teknik, sedangkan Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner telah diimplementasikan dengan cukup baik. Dalam kepemimpinan visioner akan meningkatkan kinerja jika (1) proses penyusunan visi yang melibatkan guru, visi yang ditentukan sesuai dengan kondisi sekolah dan tingkat kepercayaan warga sekolah yang tinggi dalam mewujudkan visi, sehingga meningkatkan kinerja guru, (2) penyampaian visi dilakukan di rapat rutin dan melalui pengumuman tertulis, ada kesesuian antara visi dan kebijakan, dan warga sekolah memiliki pemahaman terhadap visi, sehingga dapat meningkatkan kinerja guru, (3) kemampuan memotivasi guru, mendorong kerja sama guru, dan pembagian tugas dan tanggung jawab guru secara efektif, sehinngga dapat meningkatkan kinerja guru, (4) kemampuan mendorong kesadaran kolektif, memberikan arahan strategis dan memfasilitasi koordinasi dan kolaborasi antar guru, sehingga meningkatkan kinerja guru, (5) Faktor pendukung implementasi kepemimpinan visioner meliputi kemampuan mengarahkan, memberikan motivasi, dan memfasilitasi kerja sama guru, kerja sama atau kolaborasi antar guru, dan memiliki komitmen pada visi. Sedangkan faktor penghambat meliputi usaha dalam mengimplementasikan visi secara efektif, fasilitas yang belum memadai, menjaga konsistensi pelaksanaan, kurangnya pelatihan, dan perbedaan kesiapan dalam menerima perubahan pada guru, serta (6) Implementasi kepemimpinan visioner berdampak pada peningkatan pembuatan RPP atau modul ajar, peningkatan kedisiplinan dan tanggung jawab guru, adanya keterlibatan guru dalam program sekolah, serta terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian manajemen pendidikan dengan menegaskan bahwa kepemimpinan visioner kepala sekolah yang diimplementasikan secara kontekstual dan adaptif mampu menjadi strategi terwujudnya peningkatan kinerja guru, terutama pada satuan pendidikan dasar di wilayah 3T seperti Papua Pegunungan.