Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGARUH HUKUM INTERNASIONAL TERHADAP PERKEMBANGAN HUKUM KONTRAK DI INDONESIA Putri Oktaviani Yulias; Ratri Yulianingsih; Maya Nurantika; Jenny Meriam Berlina Sihombing; Budi Ardianto
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 9 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v4i9.3773

Abstract

International law as rules of law relating to individuals and non-state bodies, the rights and obligations that turned out to be important for the international community is international trade. International trade in general evolve towards freer trade and open. The presence of the World Trade Organization (WTO), and cooperated with other trade cooperation such as AFTA, APEC, even in the current developments in the region such as the AEC, resulting in world trade pushed towards freer trade and open. Trade through forms of cooperation, it is also cultivated free from unfair business practices so that it can evolve into a more conducive climate, therefore, to anticipate these developments, in addition to the use of a means of protection which are public, business people should also carry out protection in ways that are self-protection as business interests through contract law. The principle of freedom of contract as provided for in Article 1338 of the Civil Law Consequences to bring new contract models that were previously unknown in treaty law in Indonesia. The new contracts also cover the affected areas of the construction of the Federation Internationale des Ingénieurs Counsels (FIDIC), American Institute of Architects (AIA), Joint Contract Tribunals (JCT), Singapore Institute of Architects (SIA)
PERAN ORGANISASI INTERNASIONAL DALAM MEMPROMOSIKAN PERDAMAIAN DAN KEAMANAN Oktaviani Meri Syaputri; Novi Erdila; Teguh Widodo; Budi Ardianto
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 9 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v4i9.3793

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran organisasi internasional dalam mempromosikan perdamaian dan keamanan global. Melalui pendekatan analisis kualitatif, penelitian ini meninjau kebijakan dan tindakan berbagai organisasi internasional serta efektivitas mereka dalam menangani konflik global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi dan koordinasi yang kuat antar-organisasi internasional sangat penting untuk menciptakan respons yang terpadu terhadap ancaman global. Selain itu, partisipasi aktif dari negara-negara anggota dalam program-program organisasi internasional meningkatkan efektivitas upaya perdamaian dan keamanan. Tantangan utama yang dihadapi adalah kompleksitas konflik dan kebutuhan akan sumber daya yang memadai. Namun, peluang yang ada termasuk peningkatan kerjasama dan dukungan global terhadap inisiatif perdamaian. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya kerjasama internasional dan partisipasi aktif untuk masa depan yang lebih aman.
TANTANGAN DAN PELUANG IMPLEMENTASI HUKUM INTERNASIONAL DI ASIA TENGGARA Tenyi Nurfiqra; Dwi Cahya Puandita; Elisa Debora; Indra Budiman Nst; Budi Ardianto
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 10 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v4i10.3874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan dan peluang implementasi hukum internasional di Asia Tenggara. Dengan fokus pada permasalahan dalam konflik Laut Cina Selatan, klaim maritim yang luas, ketegangan geopolitik, dan integrasi pendidikan kewarganegaraan global dalam kurikulum, penelitian ini menyoroti kompleksitas dalam menerapkan hukum internasional di kawasan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data dari literatur terbaru, data primer dan sekunder, serta studi kasus negara-negara di Asia Tenggara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sejumlah tantangan yang menghambat implementasi hukum internasional, seperti konflik yang rumit, klaim wilayah yang meluas, dan ketegangan geopolitik antara negara-negara di kawasan. Namun, terdapat peluang besar untuk meningkatkan implementasi dengan mengenalkan inovasi, pendekatan baru, dan pemahaman mendalam terhadap kontribusi hukum internasional terhadap stabilitas regional. Rekomendasi yang dihasilkan dari penelitian ini mencakup upaya kolaboratif antara negara-negara di Asia Tenggara untuk menyelesaikan konflik secara diplomatis, meningkatkan kerja sama regional dalam penerapan hukum internasional, serta memperkuat literasi hak asasi manusia dalam pendidikan kewarganegaraan. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi penting dalam memahami tantangan dan peluang implementasi hukum internasional di Asia Tenggara serta memberikan arahan bagi pembuat kebijakan, akademisi, dan praktisi hukum dalam meningkatkan stabilitas dan keadilan di kawasan tersebut.
ANALISIS TERHADAP IMPLEMENTASI HAK ASASI MANUSIA DALAM HUKUM INTERNASIONAL Tri Puji Yulianti; Sonia Hafiza Putri; Amalina Wahyuni Putri; Fadhli Pramudya; Budi Ardianto
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 11 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v4i11.3880

Abstract

Hak Asasi Manusia (HAM) adalah prinsip dasar yang memungkinkan setiap individu untuk memiliki hak yang tidak dapat diambil atau diabaikan oleh pemerintah atau orang lain. Dalam konteks hukum internasional, HAM memiliki peran penting dalam memastikan bahwa setiap orang memiliki hak yang sama dan tidak dapat diabaikan oleh pemerintah atau orang lain. Dalam analisis ini, kita akan memfokuskan pada implementasi HAM dalam hukum internasional, serta bagaimana negara-negara dan organisasi internasional seperti PBB berperan dalam melindungi dan memajukan. Tujuan Hak Asasi Manusia tidak lain dan tidak bukan adalah sebagai sikap konkrit untuk menghormati orang lain, saling menghargai, dan memanusiakan manusia. Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif yang terintegrasi dengan analisis literatur dan praktisi di bidang hukum. Metode ini dipilih karena memungkinkan untuk mendapatkan wawasan yang lebih dalam mengenai kompleksitas implementasi hukum internasional terkait dengan hak asasi manusia (HAM) dalam mencegah dan menangani kejahatan terhadap kemanusiaan. Dalam penelitian ini, analisis literatur akan dilakukan terhadap sumber-sumber yang relevan, termasuk artikel-artikel, buku-buku, dan dokumen-dokumen resmi yang terkait dengan hukum internasional dan implementasinya terkait dengan HAM. Analisis ini akan membantu dalam memahami tantangan dan hambatan yang terkait dengan implementasi HAM dalam hukum internasional, serta bagaimana mereka dapat diatasi untuk meningkatkan keberhasilan implementasi HAM dalam mencegah dan menangani kejahatan terhadap kemanusiaan.
Analisis Penggunaan Hak Veto Dan Dampaknya Terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB Untuk Palestina M. Khafis; Bayyina Tulaila; Deah Irena; Ashwatun Hasanah; Budi Ardianto
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 6 (2024): Juni 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan hak veto oleh negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dengan fokus khusus pada peran Amerika Serikat, dalam upaya penyelesaian konflik Palestina-Israel. Hak veto sering kali digunakan oleh Amerika Serikat untuk memblokir resolusi yang mendukung Palestina dan menguntungkan Israel. Dampak dari penggunaan hak veto ini sangat signifikan, termasuk kesulitan yang dihadapi oleh   Palestina dalam memperjuangkan hak-haknya di forum internasional, pengurangan legitimasi internasional terhadap perjuangan Palestina, serta pengkhianatan terhadap aspirasi bersama untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah. Selain itu, penggunaan hak veto juga menggugurkan suara negara-negara lain yang mendukung Palestina, sehingga menghambat proses diplomasi dan resolusi konflik yang adil. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk mengumpulkan dan menganalisis data terkait dampak penggunaan hak veto pada resolusi Dewan Keamanan PBB yang berkaitan dengan Palestina. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika politik internasional dan peran hak veto dalam konflik Palestina-Israel.
Analisis Upaya Penanganan Konflik Sengketa Perbatasan Wilayah Indonesia Dan Timor Leste Ditinjau Dari Perspektif Hukum Internasional Enick Kusrini; Rizki Suharti; Refi Amelia; Alfindo; Budi Ardianto
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 6 (2024): Juni 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr616

Abstract

Penelitian ini membahas konflik sengketa perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste dari perspektif hukum internasional. Konflik perbatasan antara kedua negara ini menjadi perhatian karena dapat mempengaruhi kedaulatan dan keamanan negara. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber referensi terkait konflik perbatasan dan upaya penyelesaiannya. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, pendekatan sejarah, dan pendekatan fakta. Hasil analisis menunjukkan bahwa  hukum internasional memiliki peran penting dalam menyelesaikan konflik perbatasan ini dan menciptakan ketertiban dan keadilan di masyarakat internasional. Konflik perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste dipicu oleh klaim sepihak warga Timor Leste terhadap wilayah Indonesia di perbatasan. Konflik ini melibatkan bentrokan fisik antara warga kedua negara. Penelitian ini memberikan wawasan tentang upaya penanganan konflik perbatasan dari perspektif hukum internasional dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang sengketa perbatasan wilayah Indonesia dan Timor Leste.
Evolusi Kewarganegaraan di Era Globalisasi dan Digitalisasi (2019-2023) RIFAL DWI PUTRA; BUDI ARDIANTO
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 1 No. 3 (2024): Juni
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v1i3.1548

Abstract

Citizenship is the idea of a person's relationship with their country, which includes rights, obligations and roles in their national life. The purpose of this article is to study various aspects of society in a contemporary context, with a particular emphasis on the changes that have occurred in recent years (2019-2023). In this research, secondary data was collected from relevant literature, such as journal articles, books, and research reports. This research method uses a qualitative approach. The results show that the concept of citizenship has evolved to be more inclusive and responsive to global dynamics such as migration, digitalization, and human rights issues.
Kewarganegaraan dan Identitas: Menghargai Keberagaman dalam Kesatuan M Tio Riyando; Budi Ardianto
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 1 No. 3 (2024): Juni
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v1i3.1563

Abstract

The Purpose of this recearch is examines the dynamics of citizenship and identity in the context of diversity and unity in Indonesia, focusing on how the concept of inclusive citizenship can be effectively applied. Using a qualitative approach with a case study method, this research combines insights from political science, sociology and anthropology. Data was collected through in-depth interviews, participatory observation and policy document analysis. The research findings reveal that while there is a strong commitment to diversity in national policy, its implementation still faces significant obstacles, including a lack of understanding and awareness, discrimination against minority groups, and weak coordination between central and local governments. To address the gap between the ideal (das sollen) and the reality (das sein), this study recommends increased public education and awareness, empowerment of local and community leaders, better coordination between institutions, and strengthening of affirmative policies. By implementing these recommendations, it is hoped that Indonesia can more effectively value diversity and strengthen national unity, in accordance with the spirit of “Unity in Diversity,” which will ultimately create a more inclusive, just and harmonious society.
Serangan Militer Israel di Jalur Gaza: Pertanggung jawaban Pidana Berdasarkan Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional Veny Pasuria Marpaung; Gladi Agustina Sihombing; Haliza Maulida; Ahmad Ridho; Budi Ardianto
Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 5 (2024): September: Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aliansi.v1i5.371

Abstract

War conflict is something that is difficult for countries to avoid. For example, conflicts between Israel and Palestine occur repeatedly, but the realization of international accountability is not yet in accordance with existing regulations. The events that resulted in casualties in the war must be held accountable by Israel as a State, as well as the individuals involved. As a result of these actions, the perpetrators of war crimes must be held accountable under international law. The research method used is normative juridical research, namely by using library materials, by studying and examining the regulations governing international criminal law, both regulations from the Indonesian government and the constitution issued by the Rome Statute. Based on the results of research and discussion, it can be seen that the mechanism for enforcing international criminal law based on the 1998 Rome Statute is carried out through several stages, namely submission of a case by the state party, investigation and prosecution, trial, decision making, finally appeal and review.
Sexual Violence on Campus: Between Power Relations and Law Enforcement Putra, Akbar Kurnia; Ardianto, Budi; Sipahutar, Bernard; Siregar, Elizabeth
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkam.v8i2.38351

Abstract

Addressing sexual violence in higher education must be a top priority for several critical reasons. First, it causes serious harm to victims—physically, socially, and psychologically. Second, many incidents go unreported due to stigma or pressure from perpetrators, forcing victims into silence. Third, sexual violence is often normalized and not seen as requiring urgent action. Behaviors like catcalling, loud sexual remarks, whistling, or inappropriate physical contact—such as touching or poking—are frequently overlooked as forms of sexual violence. To tackle this, continuous and structured legal education must be promoted. This is especially vital for partner institutions like undergraduate students at the Midwifery Academy of the Health Polytechnic under the Ministry of Health in Jambi Province. Raising awareness and strengthening understanding of sexual violence prevention should be embedded in educational environments. Additionally, establishing a dedicated task force at Poltekkes Kemenkes Jambi is an essential preventive step. This task force would help ensure a safe and supportive academic atmosphere, where all members of the campus community can participate in learning and other activities without fear of harassment or violence. These efforts aim to build a campus culture that fully rejects and prevents all forms of sexual violence.
Co-Authors Abadi, Muhammad Wahyu Adelia, Ira Afrilianti, Dewi Agustiani, Indah Ahmad Ridho Aida Munawaroh Akbar Kurnia Putra Akbar Kurnia Putra Aldian Putra Alfindo Ali, Faradiba Ranida Amalina Wahyuni Putri AMRI, ARY DEAN Ananda, M Rifko Anasrul, Anasrul Annisa, Tiara An’am, Muhtarul Ashwatun Hasanah Aulia Arma Putri Azzahra Ummami, Ellysha Bayyina Tulaila Bernard Sipahutar Beti Zania Chesy Ayuni Putri Darminto, Citra Deah Irena Dhika Pratama Dina Fitria Amalia Dwi Cahya Puandita Elisa Debora Elvini, Nosil Enick Kusrini Eva Gustiani Evita Putri Fadhli Pramudya Farisi, Mochammad Firdaus, Rahmat Firdaus Fitria Qutrul Nada Florida Sinurat Galingging, Rejeki Wijaya Gladi Agustina Sihombing Haliza Maulida Iklima Nur Sya`bani Indra Budiman Nst Indradewa, Rhian ISMATUL MAULA Jenny Ria Sihombing Kalmia, Silvi Khairurroziqin, Khairurroziqin Khalid, Fadjri Khameswara, Defri Wim Khuntum Khaira Ummah Kurniawan, Zidane Febri Lolonda, Olga M Tio Riyando M. Khafis Maharani Maizuputri, Stefi Maya Nurantika Miftahul Ikrom Mita Armis Muhammad Farhan Muhammad Shidki Munandar, Tri Imam Nada Adilla Amatullah Nadyla Febriza Nashrulloh Al Hasani Nasution, Indah Widya Astuti Nia Santika Novi Erdila Novianti Novianti Novriani, Dina Nur Hapipah Nurfajrindah, Nurfajrindah Nurpatmi Wulandari Oktaviani Meri Syaputri Pangestu, Yudha Pebrianto, Dony Yusra Pebrianto, Dony Yusra Pipit Natalia Prasani, Mutiara Prasetia, Addin Purba, Eva Juliana Putri Oktaviani Yulias Queentoqo Haura Rahayu Repindowaty Harahap Rahmah, Tira Nur Ramadan, Hanif Riyeldi Ramadhini, Agvira Destri Ramlan Rara Diah Pertiwi Ratri Yulianingsih Refi Amelia Retno Kusniati Ridhwan Ridhwan, Ridhwan RIFAL DWI PUTRA Rizki Suharti Rohmi Ardiansyah Romi Dian Sari Sarwono, Yoga Fadhlih Siagian, Panji Sinta Wahidha As Shalikhah Sipahutar, Bernard Siregar, Elizabeth Sonia Hafiza Putri Soraya, Osa suhendro, Adelia Agatha Taufan Dyusanda Putra TEGAR ZAKI HANAFI Teguh Widodo Tenyi Nurfiqra Tri Puji Yulianti Tri Setiawati Veny Pasuria Marpaung Wulandari, Elsa Wulandari, Mentari Putri Yin, Tan Xuan