Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI BERAS ANALOG BERBASIS TEPUNG MOCAF DAN MAIZENA DENGAN PENAMBAHAN CMC DAN TEPUNG AMPAS TAHU [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Yuwono, Sudarminto Setyo
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.402 KB)

Abstract

Beras analog merupakan beras tiruan yang terbuat dari bahan baku selain beras dan terigu. Pada penelitian ini digunakan mocaf dan tepung maizena sebagai bahan baku dengan penambahan tepung ampas tahu untuk memperkaya serat dan  CMC (Carboxy Methyl Cellulose) sebagai bahan pengikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung ampas tahu dan CMC (Carboxy Metil Cellulose) terhadap karakteristik beras analog. Penelitian ini menggunakan metode RAK (Rancangan Acak Kelompok ) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu penambahan CMC (1.25%, 1.5 %, 1.75%) dan penambahan tepung ampas tahu (5%,10%,15%). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Varian) kemudian diuji lanjut dengan BNT dan DMRT dengan taraf 5 % serta uji organoleptik skala hedonik, sedangkan untuk menentukan perlakuan terbaik menggunakan metode indeks efektivitas (de Garmo). Perlakuan terbaik beras analog terdapat pada penambahan CMC 1,5% dan tepung ampas tahu 5%.   Kata kunci: Ampas Tahu, Beras Analog, Serat  
PENGARUH PROPORSI GULA MERAH DAN KACANG TANAH SERTA PENAMBAHAN TEPUNG SANTAN TERHADAP BUMBU GADO-GADO INSTAN [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Agustina, Julia; Yuwono, Sudarminto Setyo
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.505 KB)

Abstract

Gado-gado adalah campuran dari berbagai jenis sayuran rebus seperti kol, kacang panjang, selada, tauge, kentang, dan lain-lain yang disiram oleh saus kacang.. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui proporsi gula merah dan kacang tanah serta penambahan tepung santan yang tepat untuk mendapatkan cita rasa yang sesuai dengan selera masyarakat dan mengetahui perubahan sifat fisiko kimia dan organoleptik yang terjadi pada bumbu gado-gado instan. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yang masing-masing terdiri dari 3 level. Faktor I adalah penambahan tepung santan (0%, 7% dan 14%) dan faktor II adalah proporsi gula merah dan kacang (60:240, 105:195 dan 150:150). Perlakuan terbaik bumbu gado-gado instan parameter organoleptik rasa pada perlakuan proporsi gula merah dan kacang tanah 150 : 150 dan penambahan tepung santan 5 %.   Kata Kunci: Bumbu instan, Gado-gado, Proporsi gula merah dan Kacang tanah, Tepung santan
PENGARUH LAMA PENGUKUSAN DAN KONSENTRASI ETIL ASETAT TERHADAP KARAKTERISTIK KOPI PADA PROSES DEKAFEINASI KOPI ROBUSTA [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Wijaya, Dhira Ananta; Yuwono, Sudarminto Setyo
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.87 KB)

Abstract

Kopi robusta memiliki kandungan kafein lebih tinggi dibanding varietas kopi lain (1.6 -2.4%). Jika terlampau banyak mengkonsumsi kafein akan menyebabkan sakit maag, insomnia, diuresis, pusing, dan gemetaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama pengukusan biji kopi dan konsentrasi etil asetat terhadap karakteristik kopi pada proses dekafeinasi kopi robusta. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor, yaitu lama waktu pengukusan terdiri dari 3 level (1, 2, dan 3 jam) dan konsentrasi etil asetat3 level (5%, 10%, dan 15%). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA denganuji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) dengan selang kepercayaan 5%. Penentuan perlakuan terbaik digunakan metode Zeleny. Perlakuan terbaik diperoleh pada kopi robusta dengan perlakuan lama pengukusan 2 jam dengan konsentrasi etil asetat15%. . Kata kunci: Dekafeinasi, Kopi, Robusta
PENDUGAAN UMUR SIMPAN TEPUNG BUMBU AYAM GORENG MENGGUNAKAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TESTING DENGAN PENDEKATAN ARRHENIUS [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Bagja, Jodi Sangga; Yuwono, Sudarminto Setyo; Ningtyas, Dian Widya
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.208 KB)

Abstract

Tepung bumbu adalah bahan makanan berupa campuran tepung dan bumbu yang dikemas dengan aluminium foil dengan berat 80 gram. Selama penyimpanan, suatu produk akan mengalami penurunan mutu pada jangka waktu tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan laju perubahan mutu, menentukan parameter kritis, dan menduga umur simpan tepung bumbu ayam goreng dengan metode akselerasi (Arrhenius) yang disimulasikan pada empat kondisi suhu penyimpanan pada inkubator (30⁰C, 35⁰C, 40⁰C dan 55⁰C). Parameter yang diamati selama proses penyimpanan adalah warna, kadar air, viskositas, aroma bawang, aroma cabai dan aroma merica. Penolakan panelis terjadi pada parameter warna. Hasil penelitian ditinjau dari selisih perubahan skor uji hedonik, skor validasi tepung, nilai R2 dan nilai EA sebesar 6790.10 kal/mol digunakan untuk penentuan umur simpan produk yaitu parameter warna  (reaksi orde nol) dengan regresi linier y = -3149x + 8.15. Umur simpan tepung ayam goreng adalah 11 bulan 27 hari pada suhu 30⁰C.   Kata kunci: ASLT, Pendekatan Arrhenius, Tepung Ayam Goreng, Umur Simpan
PENGARUH PROPORSI KACANG TANAH DENGAN PETIS UDANG DAN PENAMBAHAN KECAP MANIS TERHADAP SIFAT BUMBU TAHU TEK INSTAN [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Suhartini, Suhartini; Yuwono, Sudarminto Setyo; Nugrahini, Nur Ida Panca
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.584 KB)

Abstract

Tahu tek adalah salah satu makanan tradisional Jawa Timur. Tahu tek terdiri dari tahu goreng, lontong, kentang goreng, taoge, mentimun dan penambahan bumbu. Proses Pembuatan bumbu tahu tek membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu upaya yakni dengan membuat bumbu tahu tek instan. Penelitian ini menggunakan metode RAK dengan 2 faktor, faktor pertama yaitu proporsi kacang tanah dengan petis udang dan faktor kedua yaitu penambahan kecap manis. Data dianalisis dengan ANOVA kemudian dilanjut dengan uji BNT taraf 5% atau DMRT 5%. Perlakuan terbaik diperoleh pada proporsi kacang tanah dengan petis udang (210:90) dan penambahan kecap manis 15%. Karakteristik bumbu tahu tek terbaik yaitu diperoleh kadar air 13.17%, Aw 0.55%, kadar lemak 31.48%, tekstur 10.40 N, waktu pencampuran 115 detik, viskositas 10550.00 cp, peroksida 1.25 meq/kg, TPC 2.00x102 CFU/g, nilai rasa 3.65, aroma 3.85 dan warna 3.75. . Kata Kunci: Tahu Tek Instan, Kacang Tanah, Kecap Manis, Petis Udang
PENGARUH PROPORSI KACANG TANAH DAN PETIS UDANG SERTA PENAMBAHAN BAWANG PUTIH GORENG TERHADAP BUMBU TAHU TEK INSTAN [IN PRESS JANUARI 2016] Apriyana, Esy; Sriherfyna, Feronika Heppy; Yuwono, Sudarminto Setyo
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.611 KB)

Abstract

Tahu tek merupakan makanan tradisional khas Jawa Timur. Rasa tahu tek ini menjadi salah satu makanan populer dengan bumbu yang khas, hanya saja penyajian kurang praktis. Hal itu diperlukan formulasi dan membuat bumbu menjadi instan.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor I terdiri proporsi kacang tanah : petis udang, faktor II penambahan bawang putih goreng. Hasil pengamatan dianalisis dengan ANOVA. Berdasarkan hasil penelitian untuk perlakuan terbaik metode Zeleny yaitu pada perlakuan proporsi kacang tanah : petis udang (4 : 1) dan penambahan bawang putih goreng 5%. Kadar air 12.69%, Aw 0.54, kadar lemak 32.27%, tekstur 13.43 N, viskositas 11751.33 cP, waktu pencampuran 128.00 detik, kecerahan (L*) 38.05, kemerahan (a*) 7.33, kekuningan (b*) 10.21 dan Total Plate Count 4.09x102 cfu/g, peroksida 2.43 meq/kg, nilai kesukaan rasa 3.50, aroma 3.60 dan warna 3.35.   Kata kunci : Bawang Putih Goreng, Bumbu Tahu Tek Instan, Kacang Tanah, Petis Udang
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG AMPAS TAHU DAN JENIS KOAGULAN PADA PEMBUATAN TAHU BERSERAT [IN PRESS JANUARI 2016] Putri, Diwyacitta Antya; Yuwono, Sudarminto Setyo
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.069 KB)

Abstract

Tahu memiliki kandungan serat yang rendah dibanding dengan olahan kedelai lain. Tepung ampas tahu dapat ditambahkan untuk meningkatkan kadar serat tahu, dengan pemilihan koagulan yang tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung ampas tahu dan jenis koagulan pada karakteristik tahu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dua faktor (konsentrasi tepung ampas tahu dan jenis koagulan) dengan tiga ulangan. Konsentrasi tepung ampas tahu dan jenis koagulan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air dan protein. Kandungan serat meningkat dengan meningkatnya konsentrasi tepung ampas tahu. Kadar serat tahu dengan koagulan whey lebih tinggi dari pada cuka. Tahu dengan koagulan cuka memiliki rendemen lebih tinggi dari pada koagulan whey. Tahu tanpa tepung ampas tahu memiliki tekstur terbaik, sedangkan tekstur tahu dengan koagulan whey lebih kokoh. Berdasarkan organoleptik, rerata kesukaan rasa tertinggi adalah kombinasi tepung ampas tahu 1% dengan koagulan cuka.   Kata kunci: Koagulan, Serat, Tahu berserat, Tepung ampas tahu
PENGARUH JENIS PETIS DAN PROPORSI KACANG TANAH : PETIS TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK PEMBUATAN BUMBU TAHU TEK INSTAN [IN PRESS JANUARI 2016] Prameswari, Yunita; Yuwono, Sudarminto Setyo
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.391 KB)

Abstract

Tahu tek adalah salah satu makanan tradisional Jawa Timur. Tahu tek terdiri dari tahu goreng, lontong, kentang goreng, taoge, mentimun dan penambahan bumbu. Masyarakat biasanya membuat bumbu tahu tek secara langsung untuk dikonsumsi pada saat itu juga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis petis dan proporsi kacang tanah : petis terhadap sifat fisik, kimia dan organoleptik serta untuk mendapatkan perlakuan terbaik bumbu tahu tek instan. Metode penelitian ini disusun secara faktorial yang dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor I yaitu jenis petis (Petis Udang, Petis Ikan, Petis Kupang) dan  faktor II yaitu proporsi kacang tanah : petis (53:32% dan 47:38%). Perlakuan terbaik diperoleh pada bumbu tahu tek instan dengan perlakuan jenis petis udang dan proporsi kacang tanah : petis 53 : 32%. Karakteristik perlakuan terbaik bumbu tahu tek instan dengan kadar air sebesar 14.72%, Aw 0.67, lemak sebesar 31.48% , waktu pencampuran 120 detik, viskositas 9190 cP, kecerahan 28.16, tekstur 6.83 N, dan Total Plate Count 2.0x102 CFU/ml. Nilai kesukaan rasa 3.90, aroma 4.20 dan warna 3.50.   Kata kunci: Jenis Petis, Proporsi, Tahu Tek Instan, Kacang Tanah
PENGARUH LAMA PELAYUAN DAN SUHU PENGERINGAN TERHADAP KUALITAS PRODUK APEL CELUP ANNA (Malus domestica) [IN PRESS JANUARI 2016] Wiranata, Galih; Yuwono, Sudarminto Setyo; Purwantiningrum, Indria
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.567 KB)

Abstract

Buah apel merupakan buah dengan potensi ekonomi yang bagus. Tindakan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomi buah apel adalah mengolah buah apel menjadi berbagai macam produk olahan. Apel dapat diolah menjadi produk apel celup menggunakan metode pengeringan dan pelayuan. Metode pengeringan dan pelayuan menghasilkan apel celup yang tahan lama, kering, mengandung aroma dan rasa apel yang khas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan dan lama pelayuan terhadap kualitas apel celup Anna. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok. Faktor pertama adalah suhu pengeringan (60oC, 70oC, 80oC), faktor kedua adalah lama pelayuan (45 menit, 60 menit, 75 menit). Analisis data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT atau DMRT (α=5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah apel celup dengan suhu pengeringan 70oC dan lama pelayuan 60 menit.   Kata Kunci: Apel, Suhu Pengeringan, Lama Pelayuan, Apel Celup
OPTIMASI PENURUNAN KADAR AIR MADU METODE ADSORPTION DRYING DENGAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY (RSM) [IN PRESS APRIL 2016] Maliaentika, Shela; Yuwono, Sudarminto Setyo; Wijayanti, Novita
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.859 KB)

Abstract

ABSTRAK Madu mempunyai nilai gizi yang baik dan banyak manfaatnya. Permasalahan utama yang seringkali ditemukan pada madu Indonesia adalah kadar air yang tinggi (>22%). Hal ini disebabkan terutama karena iklim Indonesia yang tropis. Kadar air madu yang tinggi akan memicu fermentasi selama penyimpanan. Salah satu alternatif lain untuk penurunan kadar air adalah pengeringan adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum lama waktu dan rasio berat sampel:adsorben pada proses penurunan kadar air madu. Penelitian optimasi proses penurunan kadar air madu dirancang dengan menggunakan metode RSM-JOP (Joint Optimation Plot) yang ditinjau dari variabel lama waktu (15, 20 dan 25 jam) dan rasio berat sampel:adsorben (1:3; 1:4 dan 1:5) dengan analisis respon kadar air, pH dan perubahan warna. Hasil yang optimum untuk penurunan kadar air madu dengan lama waktu 14,37 jam dan rasio berat sampel:adsorben 1:4.85 (b/b) dengan prediksi respon kadar air, pH dan perubahan warna adalah 20.24±0.46%; 3.48 dan 12.52.   Kata kunci: Adsorption Drying, Kadar Air, Madu, RSM ABSTRACT Honey has a good nutritional value and many benefits. The main problems that are often found in Indonesia’s honey is a high water content (>22%), this is caused mainly due to the tropical climate of Indonesia. The high water content of honey will trigger fermentation during storage. One of alternative is to decrease the water content adsorption drying. This study aims to determine the optimum conditions a length of time and the ratio of the sample weight: adsorbent in the process of reduction in the moisture content of honey. Process optimization studies honey moisture reduction is designed by using RSM-JOP (Joint Optimization Plot) were evaluated from the variable of length of time (15, 20 and 25 hours) and the ratio of the sample weight: adsorbent (1:3; 1:4 and 1:5) the response analysis of water content, pH and color change. Optimum results for the reduction in the moisture content of honey with a length of time 14.37 hours and the weight ratio of the sample: adsorbent of 1:4,85 (w/w) with a predicted response moisture content, pH and color change was 20.24±0.46% ; 3.48 and 12.52. Keywords: Adsorption Drying, Honey, RSM, Water Content
Co-Authors Abisatya Widya Swadana Ahmad Faruq Abidin Ahmad Subagio Ahmad Zaki Mubarok Aji Sutrisno Annisa Oktafianti Nurlatifah, Annisa Oktafianti Ardyanti, Dwi Kusuma Arrida Ad'hi Zulfiah Atikah Atikah Bambang Dwi Argo Beauty Suestining Diyah Dewanti Dani Ali Kusuma Dedy Nur Midayanto Dego Y. Ali Dego Yusa Ali Desyandri Desyandri Devy Sekarlianty Dhira Ananta Wijaya Dian Widya Ningtyas Disafitri Candra Ayu Diwyacitta Antya Putri, Diwyacitta Antya Dyah Ayu Kurniasari Ella Saparianti Elok Waziiroh Ericha Nurvia Alami Erni Sofia Murtini Erryana Martati Esy Apriyana Feronika Heppy Sriherfyna Fithri Choirun Nisa Galih Pramuditya Galih Wiranata, Galih Ha Mi Thah Hamidin Rasulu Hari Purnomo HARI PURNOMO Hasna Nadhiroh Imam Santoso Imro’ah Ikarini Indria Purwantiningrum Insaniyatus Sakinah Irawan Setya Wardhana Jatmiko Eko Witoyo Jaya Mahar Maligan Jodi Sangga Bagja Joni Kusnadi Kartika Ken Hayati Karunia Widhianingputri, Karunia Khusnia, Nastasya Kiki Febrianto KIKI FIBRIANTO Kobajashi T. Isamu Kobajashi T. Isamu Laila Yum Wahibah Lisna Mayani Liyundzira, Fasandra Novi Luchis Rubianto M Subhan Edi Wasono Masruri Masruri Masruri Mawar Sarastuti Michelle Noviria Michelle Noviria Miftahus Saadah Mochamad Affandi Mohammad Andi Cahyono Mohammad Rizal Amaluddin Nelsy Dian Permatasari Ni'maturohmah, Eva Nidha Arfa Ladamay Novi Sintya Dewi Novita Wijayanti Nur Ida Panca Nugrahini Nur Istianah Nur Istianah Nuriska Yulianingsih Nurrizaq Karunia Pamungkas, Bangkit Puji Putra Pinctada Putri Pamungkas Prabowo, Ivy Dian Puspitasari Puspaningrum, Lilianti Reza Widyasaputra Riska Septifani Rizkhia J.A. Aghata Sabathani, Anniversary SARASWATI, Ayu Rahayu Shela Maliaentika, Shela SIMON BAMBANG WIDJANARKO Siti Narsito Wulan Soemarno Soemarno Suhartini Suhartini Sulthon Fathoni Suprihhartini Nurani Susilo, Donor Utomo M. Syamsiar, Syamsiar Tika Pusparani Tri Susanto Vivien Fathuroya, Vivien Wenny B. Sunarharum Wenny Bekti Sunarharum Wintari Devita, Wintari Wulandari, Eka Shinta Yenny Puspita Anggraeni Yunita Prameswari, Yunita Zamnia Wahyuli