Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep Masyarakat Madani dii Indonesia dalam Masa Postmodern (Sebuah Analitis Kritis) Suroto suroto
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 9 (2015): Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn ULM dan AP3KnI Kal-Sel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/kewarganegaraan.v5i9.316

Abstract

Masyarakat Indonesia mempunyai karakteristik yang berbeda dengan negara lainnya. Karakteristik tersebut diantaranya adalah: (1) Pluralistik/keberagaman, (2) sikap saling pengertian antara sesama anggota masyarakat, (3) toleransi yang tinggi dan (4) memiliki sanksi moral. Karakteristik-karakteristik tersebut diharapkan senantiasa mewarnai kehidupan masyarakat madani model Indonesia nantinya. Keberadaan masyarakat Indonesia dapat dicermati melalui perjalanan bangsa Indonesia. dunia pendidikan sebagai bagian dari pendidikan umat manusia haruslah senantiasa berpartisipasi untuk membangun terwujudnya masyarakat madani.  
Temperature Controlled Bioreactor : Teknologi Pengolahan Biokompos dari Kotoran Kambing Etawa di Kelompok Masyarakat (POKMAS) KALIANDRA, Desa Poncokusumo, Kabupaten Malang Suroto suroto; Arifuddin arifuddin; Hernadi Septoaji Putranto; Vagga Satria; Roshida Wulandari; Gunomo Djojowasito; Yusron Sugiarto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.365 KB)

Abstract

Desa Poncokusumo merupakan sentra agrobisnis di wilayah Malang setelah daerah Batu. Komoditas unggulan desa ini adalah buah apel dan beberapa produk holtikultura lainnya seperti tomat dan kubis. Letak geografis desa berada di dataran tinggi sekitar lereng kawasan Bromo Tengger Semeru (BMTS) dengan kondisi iklim yang sejuk yang sesuai untuk pengembangan sektor peternakan kambing etawa. Saat ini tidak kurang dari 50 peternak yang mulai merintis usaha peternakan kambing di kawasan Desa Poncokusumo dan tergabung dalam Kelompok Masyarakat (POKMAS) Kaliandra. Tujuan dari alat ini  yaitu, untuk mengatasi masalah kotoran kambing etawa di Kelompok Masyarakat Kaliandra, desa Poncokusuma. Selain itu juga untuk mengetahui pembuatan pupuk kompos dengan Temperature Controlled Bioreactor yang efektif dan efisien. Dan yang terakhir adalah sosialisasi dan pengembangan teknologi Temperature Controlled Bioreactor di Kelompok Masyarakat Kaliandra. Pembuatan kompos dimulai dari pengecilan ukuran bahan sehingga dengan mudah dan cepat didekomposisi menjadi kompos. Kemudian tahap penyusunan tumpukan, bahan organik yang telah melewati tahap pemilahan dan pengecilan ukuran kemudian disusun menjadi tumpukan, desain penumpukan yang biasa digunakan adalah desain memanjang dengan dimensi panjang x lebar x tinggi = 2m x 1,2m x 1,75m. Namun dalam kondisi di lapang ukuran dimensi Bioreaktor menyesuaikan ukuran kebutuhan skala produksi sehingga kapasitas produksi lebih banyak. Setelah itu tahap pembalikan, pembalikan dilakukan untuk membuang panas yang berlebihan. Setelah itu tahap penyiraman, secara manual perlu tidaknya penyiraman dapat dilakukan dengan memeras segenggam bahan dari bagian dalam tumpukan. Lalu tahap pematangan, setelah pengomposan berjalan 12-14 hari, suhu tumpukan akan semakin menurun hingga mendekati suhu ruangan.
A Juridical Review of The Sultanate Lands and Villager Land Under The Governor Regulation Number 32 of 2007 on The Use of Villager Land After The Enactment of Act No. 6 of 2014 on Village Damar Dwi Kuncoro; Suroto Suroto; Amin Purnawan
Jurnal Akta Vol 5, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Magister (S2) Kenotariatan, Fakultas Hukum, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/akta.v5i3.3160

Abstract

The background of this research was the issuance of Act No. 6 Of 2014 about the Village. In one of its provisions contains the wealth of the village in the form of land certified on behalf of the Village Government. While the status of Villager Land in the Special Region of Yogyakarta is the land of the Sultanate. The research aimed to get an explanation of the status of Villager Land and to know the legal consequences that will arise with respect to the utilization of the Sultanate land associated with the Villager Land after the enactment of Act No. 6 of 2014, when associated with the Provincial Governor Regulation No. 34 of 2017 on Utilization of Villager Land. This research used sociological juridical approach (primary data) and direct interviews to the community in Sleman Yogyakarta (secondary data) and literature study. The result of the research shows that with the enactment of the Yogyakarta Governor Regulation, the Villager Land that comes from the right of anggaduh (Javanese Lng.) and the substitute land has been certified on behalf of the Village Government for the transfer of rights to the property of the Sultanate. Determination of the Sultanate as a Legal Entity which can become the subject of land ownership resulted in a change of status of the Sultanate institution to be equivalent to the private Legal Entity. The consequences of such changes resulted in changes in the management of the Sultanate land and the burden of obligations and responsibilities that must be met by the Sultanate for the management of the Sultanate land.Keywords: Juridical Review; Sultanate land; Villager Land
PERANCANGAN CETAKAN SAFETY GLASSES FRAME DENGAN MEMODIFIKASI CETAKAN TIDAK TERPAKAI DI POLITEKNIK MANUFAKTUR ASTRA Eko Ari Wibowo; Agung Kaswadi; Suroto Suroto
Technologic Vol 6, No 2 (2015): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v6i2.167

Abstract

Politeknik Manufaktur Astra memiliki dua puluh dua unit cetakan yang digunakan untuk proses cetak injeksi plastik. Cetakan tersebut berasal dari unit cetakan untuk produksi masal. Kondisi saat ini, tujuh dari total unit cetakan yang tersedia sudah tidak digunakan untuk produksi masal, karena produk yang dihasilkan sudah tidak digunakan lagi. Hal ini menjadikan cetakan tersebut tidak produktif. Di lain pihak, UPT Manufaktur Dua mempunyai empat proyek. Salah satunya yaitu proyek safety glasses, dimana proyek tersebut belum bisa terealisasi karena tidak adanya cetakan sub assy dari komponen frame. Hal ini dikarenakan belum adanya rancangan dari cetakan komponen tersebut. Oleh karena itu, akan dirancang cetakan komponen tersebut dengan memodifikasi cetakan yang tidak terpakai (reused mold) tapi masih memiliki spesifikasi material yang memungkinkan untuk dilakukan proses perancangan dan pemesinan. Dengan batasan material, mesin dan peralatan yang tersedia di Polman Astra, sehingga dalam merancang perlu mempertimbangkan batasan-batasan tersebut. Pada penelitian ini dibahas rancangan dan perhitungan kontstruksi cetakan meliputi: cavity layout, undercut mechanics, ejection system, cooling system, runner dan gate system serta hasil simulasi produk menggunakan simulasi moldflow untuk mengetahui potensi cacat yang terjadi. Setelah rancangan konstruksi cetakan safety glasses frame dibuat dan disimulasikan hasilnya minimum cacat. Langkah selanjutnya yaitu dilakukan ke proses pemesinan. Kata Kunci : Safety glasses, safety glasses frame, reused mold
Perbedaan Efektifitas Terapi Sentuhan Dan Perawatan Metode Kanguru Terhadap Peningkatan Suhu Tubuh Bayi Berat Lahir Rendah Di RSD Idaman Kota Banjarbaru indah nurhayati; dewi k wulandari; suroto suroto
Jurnal Skala Kesehatan Vol 12 No 1 (2021): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jsk.v12i1.248

Abstract

Bayi berat lahir rendah adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram. Jumlah bayi berat lahir rendah di Kalimantan Selatan tahun 2018 sebanyak 3.728 bayi. Bayi berat lahir rendah beresiko mengalami hipotermi. Hipotermi jika tidak diatasi akan menyebabkan kematian. Metode pencegahan hipotermi yang bisa dilakukan yakni perawatan metode kanguru dan terapi sentuhan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan efektifitas terapi sentuhan dan perawatan metode kanguru terhadap peningkatan suhu tubuh bayi berat lahir rendah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi experiment. Desain penelitian yang digunakan adalah pre test and post test designs with two comparisn treatments terhadap 30 responden, 15 responden untuk terapi sentuhan dan 15 responden untuk perawatan metode kanguru. Uji statitik yang digunakan adalah uji t dependent dan independent. Hasil penelitian menunjukan ada beda efektifitas antara terapi sentuhan dan perawatan metode kanguru dalam meningkatkan suhu tubuh berat bayi lahir rendah, yaitu didapatkan P value = 0,007 dengan alpha <0,05. Nilai rata-rata kenaikan suhu responden perlakukan terapi sentuhan sebesar 0,17 °C, sedangkan perawatan metode kanguru 0,32 °C. Jadi perawatan metode kanguru terbukti lebih efektif meningkatkan suhu tubuh bayi berat lahir rendah. Dari hasil penelitian diharapkan perawatan metode kanguru bisa digunakan sebagai metode pencegahan hipotermi di pelayanan kesehatan dan dirumah. Kata Kunci : bayi berat lahir rendah, suhu tubuh, terapi sentuhan, perawatan metode kanguru
Perbedaan Efektifitas Terapi Sentuhan Dan Perawatan Metode Kanguru Terhadap Peningkatan Suhu Tubuh Bayi Berat Lahir Rendah Di RSD Idaman Kota Banjarbaru indah nurhayati; dewi k wulandari; suroto suroto
Jurnal Skala Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.38 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v11i2.280

Abstract

Bayi berat lahir rendah adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram. Jumlah bayi berat lahir rendah di Kalimantan Selatan tahun 2018 sebanyak 3.728 bayi. Bayi berat lahir rendah beresiko mengalami hipotermi. Hipotermi jika tidak diatasi akan menyebabkan kematian. Metode pencegahan hipotermi yang bisa dilakukan yakni perawatan metode kanguru dan terapi sentuhan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan efektifitas terapi sentuhan dan perawatan metode kanguru terhadap peningkatan suhu tubuh bayi berat lahir rendah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi experiment. Desain penelitian yang digunakan adalah pre test and post test designs with two comparisn treatments terhadap 30 responden, 15 responden untuk terapi sentuhan dan 15 responden untuk perawatan metode kanguru. Uji statitik yang digunakan adalah uji t dependent dan independent. Hasil penelitian menunjukan ada beda efektifitas antara terapi sentuhan dan perawatan metode kanguru dalam meningkatkan suhu tubuh berat bayi lahir rendah, yaitu didapatkan P value = 0,007 dengan alpha <0,05. Nilai rata-rata kenaikan suhu responden perlakukan terapi sentuhan sebesar 0,17 °C, sedangkan perawatan metode kanguru 0,32 °C. Jadi perawatan metode kanguru terbukti lebih efektif meningkatkan suhu tubuh bayi berat lahir rendah. Dari hasil penelitian diharapkan perawatan metode kanguru bisa digunakan sebagai metode pencegahan hipotermi di pelayanan kesehatan dan dirumah. Kata Kunci : bayi berat lahir rendah, suhu tubuh, terapi sentuhan, perawatan metode kanguru
Pengaruh Pemberian Olahraga Peregangan (Stretching) dan Pemberian Buah Pisang Raja (Musa Textilia) terhadap Tingkat Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Finishing Unit Garmen Megalestari Ratna Cendikia; Suroto Suroto; Daru Lestantyo
Jurnal Kesehatan Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v12i2.2489

Abstract

 One of the factors that cause a decrease in productivity is the work environment load, namely physiological factors and the capacity of workers such as work nutrition intake. Static work that is carried out with a long duration and heavy workload will cause a contractionary effect on the muscles and cause pain which will have an impact on work productivity. PT Apac Inti Corpora Semarang, especially in the garment finishing section, does ironing work in a standing position for 8 hours of work and without additional food for workers. The purpose of this study was to determine the effect of stretching and intake of bananas(Musa Textilia) toward the employee’s productivity in the garment finishing section, PT Apac Inti Corpora Semarang. This type of research is a quantitative method with a quasi-experimental design. The population in this study was 40 people and the sample was taken using the total sampling technique. The samples were divided into 4 groups, namely the intervention of stretching exercise group, intake of banana, stretching exercise and intake of bananas simultaneously, and the control group. Each group contains 10 respondents. Measurement of productivity variables uses the number of production targets for workers The results showed that there was an effect and increase in productivity (p-value=0,001) after intervening with stretching exercises and giving intake of bananas (Musa Textilia) simultaneously.
ANALISIS STRUKTUR, PERILAKU, PENAMPILAN PASAR DAN EFISIENSI PEMASARAN KEDELAI DI KABUPATEN WONOGIRI Eko Murniyanto; G Santoso; Suroto Suroto
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 2 (2008): FEBRUARY
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v4i2.48934

Abstract

Expecial problems in agrobusiness is marketing system. Understanding of existing marketing system guarantee succecting agrobusiness pass marketing strategy. In this research analysis area ratio concentration (Kr), marketing channel, marketing margin (MP), producer share level (SPl) and other marketing channel (SPn) and also efficiency marketing of soy in Wonogiri regency
Implementasi Perencanaan Manajemen Lembaga di Madrasah Aliyah Sabilal Muhtadin dan Madrasah Aliyah Al-Huda Al-Ilahiyah Indragiri Hilir Suroto Suroto
Idarotuna Vol 2, No 2 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idarotuna.v2i2.10737

Abstract

Pengajaran agama Islam di lembaga madrasah memiliki tugas utama mendidik akhlak mulia yang bukan hanya menjadi tanggung jawab guru PAI akan tetapi menjadi tanggung jawab terpadu bagi semua guru bidang studi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali implementasi perencanaan dua madrasah di Indragiri Hilir. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan observasi. Penelitian ini menemukan bahwa perencanaan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al-Huda Al-Ilahiyah Mugomulyo menggunakan School Based Integrated Curriculum yaitu integrasi kurikulum kemenag, kemendikbud, dan kekhasan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al-Huda Al-Ilahiyah Mugomulyo berupa perpaduan keagamaan dan life skill. Adapun perencanaan MAS Sabilal Muhtadin Tembilahan menggunakan model inter dan transdisiplin yaitu integrasi kurikulum kemendikbud, Kemenag, dan kekhasan MAS Sabilal Muhtadin Tembilahan Hulu berupa perpaduan literasi  dan pembelajaran ramah lingkungan.
GAMBARAN KARAKTERISTIK KELUARGA PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE PADA MASYARAKAT WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNTUNG PAYUNG BANJARBARU Khairus Sadiq; Endang SPN; Suroto Suroto
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 6 No 1 (2018): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.163 KB) | DOI: 10.31964/jck.v6i1.109

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia disebabkan oleh karena lingkungan yang tidak sehat ditularkan oleh vektor yaitu nyamuk yang mengandung virus dengue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik keluarga penderita demam berdarah dengue (DBD) pada masyarakat wilayah kerja puskesmas Guntung Payung Banjarbaru. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan jenis penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah keluarga penderita DBD wilayah kerja puskesmas Guntung Payung Banjarbaru tahun 2015, sampel dalam penelitian ini berjumlah 66 responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian terlihat bahwa tipe keluarga nuclear family menjadi responden terbanyak yaitu 30 responden (45%), tingkat pendapatan di atas UMP menjadi responden terbanyak yaitu 36 responden (55%) dan kondisi fisik dalam rumah tidak sehat menjadi responden terbanyak yaitu 35 responden (53%). Hasil distribusi frekuensi menunjukkan tipe keluarga extended family cenderung positif menderita DBD dengan persentase 27 responden (93%), tingkat pendapatan di bawah UMP cenderung positif menderita DBD dengan persentase 21 responden (70%) dan kondisi fisik dalam rumah tidak sehat cenderung positif menderita DBD dengan persentase 26 responden (74%). Peran tenaga kesehatan diharapkan mampu melakukan pencegahan dan penanganan kasus DBD seperti pengawasan dan pemantauan terhadap sanitasi rumah dan edukasi tentang menjaga kebersihan rumah yang melibatkan anggota keluarga.
Co-Authors Abdul Rahman Syam Tuasikal Adhinda Lili Pramasari Adinda Vashia Oktegianda Afdim Febryandra Mastha Agita Oviera Agung Kaswadi Agung Prabowo Agung Wibowo Agus Sugandha Amin Purnawan Anita Dewi Anggraeni Ari Suwondo Arifuddin Arifuddin Bagoes Widjanarko Baju Widjasena Ben Vivi Ditria Turnip Bina Kurnaiwan Bina Kurniawan Bintang Nurkhaleda Birthda Amini Deyulmar CH Astra Nugraha Damar Dwi Kuncoro Daru Lestantyo Devi Eka Meirinda Dewi Faridlotul Muafiroh dewi k wulandari Dhandy Dwi Yustica Dhiny Sartika Larasandi Dita Meireza Djaka Anugrah Hidayat Dwi Ayu Novitasari Dwi Lestari Tantinis Dwina Anggraini Effendi Arsad Ekawati Ekawati Eko Ari Wibowo Eko Murniyanto Endang SPN Esti Mukaromah Euis Nina Saparina Yuliani Evi Risa Mariana Evi Setiawati Fadilla Nela Chairana Faeliskah Faeliskah Fannisa Mahastuti Farah Avianti Putri Ferry Abidin Fiqih Naila Fikar Fitria Ardiani G Santoso Galih Pamungkas Grandis Harini Sambada Gunomo Djojowasito Guswanto, Bambang Hendriya Hamas Musyaddad Abdul Aziz Hanifa Maher Denny Hayu Astiningsih Hernadi Septoaji Putranto Hesti Meylia Pratiwi Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ida Wahyuni Ihda Nur Kasyifa Ilham Maulana Imam Subha Ari Pamungkas Ina Viernisa Febrina Indah Nurhayati Karinta Ariani Setiaputri Kartika Weningtyas Khairus Sadiq Kusyogo Cahyo Laila Fitriana Laurentina Grace Silva Lina Sartika Lintang Setyowati M. Zen Rahfiluddin Mariana, Evi Risa Mashuri Mashuri Maulana Said Handayana Megalestari Ratna Cendikia Megalestari Ratna Cendikia Minati Karimah Mohammad Zen Rahfiludin Muchayatin Muchayatin MUhammad Dhiyaudzihni Habibie Muhammad Septian Hadi Nabilah Mayasifa Nanda Fajar Rezki Nanik Indahwati Nindiani, Aina Nurchayati Nurchayati Octa Hermanto Padang Purwosusilo Pandu Reviami Sandi Parju Parju Priska Ruth Dantje Putri Chairun Nissa Putri Indah Sari Putri Nurhaliza Radita Mahendra Rakhmat Eddy Wicaksono Ramdan Alfiansyah Riki Wahyu Aditias Rio Rifki Nurfadli Roshida Wulandari Rosiana Agustin Sehah Sehah Setyobudi Setyobudi Sindi Larasati Siswi Jayanti Siti Irna Julianti Siti Nurhaliza Syamsul Arifin Tabita Kartikawati Vagga Satria Verlina Intan Wulandari Vina Alzahra Wini Iriani Putri Yohana Riswa Dwiastuti Yuliani Setyaningsih Yusron Sugiarto Yusuf Rismawan Zainul Aripin