Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

INOVASI APLIKASI ALPUKAT BETAWI DALAM PELAYANAN KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DI DKI JAKARTA Retno Wahyuni
Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan Vol. 3 No. 1 (2023): MARET : JURNAL ILMU MANAJEMEN, EKONOMI DAN KEWIRAUSAHAAN
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jimek.v3i1.1275

Abstract

Memasuki era digitalisasi dan pandemi yang terjadi saat ini Masyarakat Ibu Kota Jakarta dituntut untuk mengerjakan segala sesuatu secara mobile. Hal itu menjadi tuntutan yang tidak disadari kabanyakan orang, sehingga memaksakan diri untuk memiliki alat komunikasi digital agar dapat menunjang segala keperluannya. Tak sedikit dari mereka yang keterbatasan kemampuan baik materil maupun imateril untuk memenuhi kebutuhan sekunder yang telah berubah menjadi kebutuhan premier saat ini. Adanya pemberlakuan pembatasan sosial dan mobilisasi masyarakat membuat birokrasi harus tetap mampu menunaikan hak masyarakat dalam memberikan pelayanan. Inovasi dan adaptasi perlu dilakukan agar dapat memberikan layanan kepada masyarakat. Di masa pandemi Covid19, layanan elektronik digunakan dalam transformasi model pelayanan. Layanan dalam bentuk aplikasi Alpukat Betawi merupakan salah satu yang digunakan oleh Pemerintah Provisnsi DKI Jakarta. Aplikasi Alpukan Betawi ini menjadi sebuah inovasi serta adaptasi dalam memberikan layanan dalam hal pelayanan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil (dukcapil) kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga usai. Melalui tulisan ini penulis mencoba mendeskripsikan penggunaan layanan digital yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memberikan pelayanan dokumen catatan kependudukan kepada masyarakat Jakarta dengan aplikasi “Alpukat Betawi” (Akses Langsung Pelayangan Dokumen Kependudukan Cepat Dan Akurat).
KIE Persiapan Calon Pengantin Dan Skrining Pranikah Di KUA Kecamatan Medan Johor Kota Medan Tahun 2023 Edi Subroto; Cesy Marlianata Simanullang; Retno Wahyuni; Dewi Sartika Hutabarat; Mifta Hulzanah; Ester Simanullang
Ekspresi : Publikasi Kegiatan Pengabdian Indonesia Vol. 1 No. 1 (2024): Publikasi Kegiatan Pengabdian Indonesia
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/ekspresi.v1i1.92

Abstract

The premarital period can be linked to the preconception period, because after marriage a woman will immediately undergo the conception process. The preconception period is the period before pregnancy. The preconception period is the period of time from three months to one year before conception and ideally should include the time when the ovum and sperm are mature, which is around 100 days before conception. The nutritional status of WUS or premarital women for three to six months during the preconception period will determine the condition of the baby born. The prerequisites for perfect nutrition during the preconception period are the key to the birth of a normal and healthy baby. Marriage is one of the steps that must be taken to build a harmonious family. To take this step, all preparations are needed to form a harmonious family. The goal after carrying out the activity is to hope that catin will be exposed to health material regarding pre-wedding preparation and pre-marital screening. KIE community service activities for catin preparation and premarital screening have been carried out in the form of counseling, providing information and education regarding catin preparation and premarital screening. With a commitment to providing KIE catin and program sustainability will be carried out by KUA Medan Johor. It is hoped that this activity will not end in service activities, but with the media leaflet it can be used as a policy for the relevant agencies to develop it in the form of an application as a course method for catin in the health sector so that KUAs in other areas can utilize the application in implementing courses for catin, especially in the field of health.
Hubungan Sosial Budaya dan Pengetahuan Terhadap Minat Ibu dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Singkil Tahun 2024 Kismiasih Adethia; Annisa Silvia; Retno Wahyuni; Diah Pitaloka; Sonia Novita Sari; Yasrida Nadeak
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus : Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v2i3.337

Abstract

The Long-Term Contraceptive Method (MKJP) is a contraceptive that can be used for a long period of time, more than two years, effectively and efficiently for the purpose of spacing births for more than three years or terminating pregnancies in PUS who no longer want to have more children. Family planning devices/drugs/methods that include MKJP are IUD/IUD, Implant, MOP and MOW. In Aceh Province, especially Aceh Singkil, the number of couples of childbearing age (PUS) is 17,625 pairs. The most widely used contraceptive method is PIL contraception, while 216 (1.2%) use MKJP IUD contraception and 481 (2.7%) use implant contraception. The aim of this research is to analyze the socio-cultural relationship and knowledge towards mothers' interest in using long-acting contraceptives (MKJP) in the Singkil Community Health Center UPTD Work Area in 2024. This research is quantitative with a cross-sectional research design conducted in the Singkil Community Health Center UPTD Work Area. . The population in this study was 46 women of childbearing age. The sampling technique used is Total Sampling. The instrument used was a questionnaire and bivariate analysis using the Chi Square test. In conclusion, the p-value was obtained: 0.00<0.05, which means there is a socio-cultural and knowledge relationship with mothers' interest in using long-term contraceptive devices (MKJP) in the Singkil Community Health Center UPTD Work Area in 2024.
EFEKTIVITAS KELAS IBU HAMIL TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN IBU PRIMIGRAVIDA DI PUSTU LENTONG KECAMATAN KOTA BAHARU KABUPATEN ACEH SINGKIL PROVINSI ACEH TAHUN 2024 Dewi Sartika H; Maraini; Ayu Panjaitan; Devica; Cristoboy Vasius Bakara; Retno Wahyuni
Excellent Midwifery Journal Vol. 7 No. 2 (2024): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada calon ibu kehamilan pertama kali merupakan suatu perjalanan baru yang ditandai dengan perubahan-perubahan fisik dan psikis sehingga timbul berbagai masalah psikologis Salah satu dari aspek psikologis yang sangat berpengaruh pada kehamilan adalah kecemasan. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dengan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen kuasi. Sampel dalam penelitian ini menggunakan tekhnik total sampling yaitu sebanyak 32 orang ibu primigravida di Pustu Lentong Kecamatan Kota Baharu Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh Tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok kontrol, rata-rata tingkat kecemasan ibu hamil dengan skor 29,89. Setelah dilakukan hipnosis, terjadi sedikit peningkatan rata-rata yakni 30,33 dengan p value 0.398 > 0,05. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok kontrol. Kata Kunci: Kelas Ibu Hamil, Primigravida, Kecemasan.
Pengetahuan Ibu Hamil tentang Psikologi Trimester I di Klinik Sampali Medan Tembung Kota Medan Tahun 2023 Anike Lisberianti Sihomhombing; Retno Wahyuni; Kismiasih Adethia; Lisa Putri Utami Damanik; Emiya Agustina Surbakti; Grace Adelia Putri
An-Najat Vol. 1 No. 4 (2023): NOVEMBER : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v1i4.2400

Abstract

Pregnancy is a natural process experienced by women during their reproductive period. During pregnancy, various changes occur both physically and psychologically. Physically, common changes include not menstruating, breast enlargement, changes in the shape of the uterus, weight gain, and changes in the body's organ systems. In addition, pregnant women also experience increased sensory sensitivity, weakened relaxation of the digestive tract muscles, and enlargement of the hands and feet (Zamriati, 2013). Meanwhile, from a psychological aspect, pregnant women tend to be more sensitive, easily anxious, require more attention, and often experience mood swings. They are also more open to themselves and like to share experiences. During pregnancy, mothers often reflect on various things, such as life, happiness, to fear of failure or death (Rahmawati, 2017). In the first trimester, unstable hormonal changes often cause fluctuating emotions, even at risk of depression. Although this anxiety is normal, pregnant women should be able to manage their feelings so that they do not drag on (Indiarti, 2013). Based on this, this study will discuss the relationship between pregnant women's knowledge of psychological changes in the first trimester and their attitudes in dealing with pregnancy at the Sampali Clinic, Medan Tembung District, Medan City, in 2023.
Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Trimester I terhadap Hiperemesis Gravidarum di PMB Dina Sari Marpaung, Tanjung Balai 2023 Erni Juwita Pasaribu; Retno Wahyuni; Ninsah Mandala Putri Sembiring; Rasmi Manullang; Hotnida Nasution; Juliyanti Pasaribu
An-Najat Vol. 1 No. 4 (2023): NOVEMBER : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v1i4.2401

Abstract

Nausea and vomiting are often early signs of pregnancy for the general public, especially due to long menstrual cycles. Therefore, some pregnant women only realize their pregnancy after experiencing these symptoms. Nausea and vomiting are common conditions in pregnancy, but if they occur more than ten times a day, this condition is categorized as hyperemesis gravidarum or chronic nausea and vomiting (Manuaba, 2010). Hyperemesis gravidarum can cause carbohydrate reserves in the body to be used up as energy, so that the body begins to use fat and protein reserves. As a result of imperfect fat burning, ketone bodies are formed in the blood, which can worsen clinical symptoms (Manuaba, 2010). This study used an observational analytical method with a cross-sectional design, where observation and measurement of dependent and independent variables were carried out simultaneously (Sastroasmoro, 2014). The purpose of this study was to determine the relationship between maternal knowledge and attitudes regarding hyperemesis gravidarum with the incidence of hyperemesis gravidarum at PMB Dina Sari Marpaung, Semula Jadi Village, Tanjung Balai City. Based on the description, the researcher is interested in examining the relationship between knowledge and attitudes of pregnant women in the first trimester regarding hyperemesis gravidarum at PMB Dina Sari Marpaung, Semula Jadi Village, Tanjung Balai City.
Edukasi Gangguan Siklus Menstruasi pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Desa Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa Tahun 2024 Dewi Sartika Hutabarat; Edi Subroto; Retno wahyuni; Cristoboy Vasius Bakara; Lisa Sibarani; Cindy Shintia
Compromise Journal Community Proffesional Service Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Compromise Journal : Community Proffesional Service Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/compromisejournal.v3i1.539

Abstract

Background Sexual health is defined as a state of complete physical, mental and social well-being, not merely the absence of disease or disability in all matters relating to sexuality. While reproductive rights are the right to achieve optimal sexual and reproductive health standards. Including the right to make decisions regarding reproduction without discrimination and violence. Complete information and also the instillation of religious values and norms can be provisions to prevent sexual crimes against children and adolescents (reproductive health, 2020). The purpose of this community service program (PKM) is to improve human resources in terms of being a means of developing knowledge of fertile couples for excellent efforts to prevent menstrual cycle disorders in Bangun Rejo Village, Tanjung Morawa District in 2024 and the establishment of a reproductive health clinic for fertile women. The methods used include 3 stages: 1. Preparation stage At this stage, an official letter process is carried out for activity permits. 2. Implementation stage The second stage is implementation. In each session, before the education, a pretest questionnaire was given, after all participants filled out the questionnaire, the educational material presentation session began, after the counseling, a posttest was given by giving a questionnaire. Stage 3 is the evaluation of the counseling activities through a knowledge questionnaire. For this knowledge variable, a pretest and posttest assessment were carried out. Results Based on the results of the implementation of community service for WUS in Bangun Rejo Village, Tanjung Morawa District, Deli Serdang Regency, Sumatra Province, the average knowledge score before being given education (pretest) was 59.02 while after being given education (posttest) it increased to 79.99. Based on the results of statistical tests with a P value: 0.001
Pendampingan Suami Berpengaruh dalam Mengurangi Kecemasan Ibu Primigravida Kala I di PMB Pariawati Fitria Fitria; Retno Wahyuni; Herna Rinayanti Manurung; Lidya Natalia Sinuhaji; Febriana Sari; Asnita Sinaga
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2022): Desember : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jusika.v6i2.743

Abstract

Childbirth is a physiological process experienced by mothers of childbearing age, giving birth to a baby is a process that is eagerly awaited by husband and wife couples, apart from that, when facing childbirth a mother will feel anxious and worried (I. Kuswanti & Melina, 2019a) Family health program recording at the Ministry of Health in 2020, the number of maternal deaths showed 4,627 deaths in Indonesia and this has increased compared to 2019 which was 4,221 deaths. , and seen based on the causes and the majority of them, there are 1,330 cases of bleeding, 1,110 cases of hypertension in pregnancy, and 230 cases of circulatory system disorders. The research that I have carried out is a type of Quantitative research. According to (Sujarweni, 2020) in the book Research Methodology defines quantitative research as a process of discovering knowledge that uses data in the form of numbers as a tool for analyzing information about what is known. In this research, the researcher used a questionnaire sheet. Based on the preliminary survey data that I had conducted at PMB Pariawati Tinggi Cliff, that there were mothers who were in labor who were anxious when they were about to give birth, the researcher was interested in taking the title of the effect of husband's assistance on reducing anxiety in the birth process of primigravida mothers in the first stage at PMB Pariawati Tebing Tinggi. And after I conducted research at PMB Pariawati Tebing Tinggi in 2022 which lasted around 3 months and I got 35 mothers who Primigravida who is about to give birth experiences anxiety.
PENGGUNAAN MEDIA PAPAN PECAHAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SDN DOROMUKTI Retno Wahyuni; Wendri Wiratsiwi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN DOROMUKTI melalui penggunaan media papan pecahan. Masalah yang dihadapi adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep pecahan, yang berdampak pada hasil belajar mereka. Peneltitian ini menggunakan metode PTK 2 siklus, yang melibatkan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Media papan pecahan diperkenalkan untuk membantu siswa memahami konsep pecahan secara visual dan interaktif. Data yang diperoleh melalui tes pencapaianl belajar siswa, observasi, dan angket. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penerapan media papan pecahan mampu meningkatkan motivasi serta pemahaman siswa. Nilai hasil belajar siswa menunjukkan tren peningkatan dari pra siklus, siklus I, hingga siklus II. Pada tahap pra siklus, hanya 3 siswa atau sekitar 27,27% yang berhasil mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), kemudian pada Siklus 1 terdapat 7 peserta didik atau 72,7% mengalami peningkatan hasil belajar, kemudian diperbaiki pada Siklus 2 terdapat 10 peserta didik atau 90,9% meningkat hasil belajarnya. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa penerapan media yang efektif bisa berkontribusi signifikan untuk peningkatan hasil belajar matematika siswa. Diharapkan, hasil dari penelitian ini mampu dijadikan acuan bagi guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN MENTAL BERBASIS KOMUNITAS TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DI DESA BANGUN REJO KECAMATAN TANJUNG MORAWA TAHUN 2025 Damanik, Nopalina Suyanti; Parningotan Simanjuntak; Basaria Manurung; Nur Azizah; Retno Wahyuni; Tetti Seriati Situmorang
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v4i2.1423

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang sedang mengalami masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, yang ditandai oleh perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan. Masa ini sering kali diwarnai oleh tekanan akademik, pengaruh teman sebaya, pencarian jati diri, dan perubahan hormonal yang dapat memengaruhi kesehatan mental. Data WHO (2023) menunjukkan bahwa sekitar 14% remaja di dunia mengalami gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi, yang berpotensi memengaruhi prestasi akademik dan kualitas hidup mereka. Di Indonesia, prevalensi masalah kesehatan mental pada remaja masih cukup tinggi. Survei Kementerian Kesehatan RI (2023) melaporkan bahwa lebih dari 6% remaja mengalami depresi, sementara gangguan kecemasan dialami oleh 8,4% remaja. Kondisi ini diperburuk oleh minimnya pengetahuan dan sikap positif terkait kesehatan mental, serta masih adanya stigma negatif yang membuat remaja enggan mencari pertolongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh program edukasi kesehatan mental berbasis komunitas terhadap pengetahuan dan sikap remaja di Desa Bangun Rejo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental berupa one group pre-test and post-test design. Sampel terdiri dari 38 remaja berusia 13 sampai 18 tahun yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan edukasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah pelaksanaan edukasi. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi di bawah 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik terhadap pengetahuan dan sikap remaja sebelum dan setelah edukasi diberikan. Dengan demikian, hipotesis alternatif diterima, yang menunjukkan bahwa program edukasi kesehatan mental berbasis komunitas berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja. Oleh karena itu, program ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja mengenai kesehatan mental di Desa Bangun Rejo.